Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1416. Tekanan Dahsyat


__ADS_3

"Cindy, coba bicarakan dengan sales itu, apa harganya bisa lebih tinggi sedikit?"


"Oke, aku tanyakan!"


Setelah Cindy selesai berdiskusi dengan Jansen, dia menatap sales wanita itu.


Sales wanita itu menghela napas, berpikir bahwa Jansen sudah tidak mampu membeli dan pasti sedang mencari alasan untuk membatalkannya.


Wajar saja, dua ratus delapan puluh juta, tidak semua orang punya uang sebanyak ini.


Cindy berkata, "Aku baru saja mengobrol dengan temanku, dan kurasa harganya masih bisa dinegosiasi lagi!"


"Memalukan!"


Sekelompok pemuda asing itu mulai mengejek.


Tawar-menawar?


Mau ditawar jadi 100 juta yuan?


"Akan saya bantu semampunya!"


Sales wanita itu juga berkata dengan canggung.


"Maksudnya temanku minta harganya dinaikkan lagi!" kata Cindy.


"Apa? Menaikkan harga?"


Sales itu tercengang!


Begitu juga orang di sekitarnya!


Semua orang mengira bahwa Jansen menawar harga lebih murah, tapi malah ingin menaikkan harga?


Sial, sebenarnya siapa yang menjual rumah!


Sales wanita itu berbisik, "Bukan tidak bisa, kalau Tuan menganggapnya murah, aku bisa menaikan harganya hingga 300 juta, bagaimana menurut Tuan?"


Mendengar itu, dia sedikit khawatir Jansen beranggapan dia terlalu serakah.


Jansen berpikir lagi, "Bagaimana kalau enam ratus juta?"


Sales wanita itu tersentak dan berkata, "Bagaimana kalau dimulai dengan awal yang baik di harga tiga ratus delapan puluh juta?"


"Tidak, minimal lima ratus delapan puluh juta!" Jansen menggelengkan kepalanya, kalau tidak setuju dia juga batal membelinya.


Sales itu memohon, "empat ratus delapan puluh juta, dalam bahasa daerah di Selatan ini memiliki arti yang sangat baik!"


"Tidak, lima ratus delapan puluh juta, dijual atau tidak, berikan aku jawaban pasti jangan bertele-tele!"


Jansen bersikeras tidak mau mengalah.


Sales itu benar-benar menangis, "Tuan, status saya sebagai sales, hanya bisa menaikkan harga sebesar 40%, selebihnya saya tidak berhak mengambil keputusan!"


Wajah Cindy menjadi dingin, "Lima ratus delapan puluh juta. Kita tidak akan mengalah, kalau kamu tidak bisa memutuskan, panggil manajer mu!"

__ADS_1


Seketika semua orang di sana terdiam bisu, heboh sekali!


Rumah senilai 280 juta dinegosiasi menjadi 580 juta, bahkan dengan tegas tidak mau mengalah!


Apa-apaan ini, sungguh orang kaya tingkat paling tinggi!


Gadis sombong dan orang asing itu sangat terpukul!


Biasanya tawar menawar untuk mendapat harga murah, mereka malah sebaliknya demi mendapat harga yang lebih mahal.


Negosiasi harga seperti ini, sudah melampaui daya imajinasi mereka.


Di waktu yang sama, sales wanita itu berlari kembali dengan penuh semangat, "Selamat Tuan, manajer kami setuju!"


Jansen merasa lega dan berkata, "Karena harganya sangat terjangkau, aku ingin membeli dua gedung lagi!"


Sekali lagi mengejutkan semua orang!


Seketika wajah gadis dan temannya yang sombong itu berubah menjadi sangat mengerikan.


Ruang streaming langsung ramai.


"Satu gedung seribu 580 juta, tiga gedung totalnya 1,74 miliar!"


"Kalian lihat sendiri kan cara mereka menawar? Inilah yang disebut tingkat dewa!"


"Mana gadis yang arogan itu? Kenapa sekarang dia tidak berani pamer lagi?"


"Sebenarnya aku paling benci pamer kekayaan, dan aku lebih tidak ingin melihat orang asing yang suka pamer!"


"Benar, negara kita sekarang sudah makin makmur, tidak seperti dulu lagi, jangan diam saja jika diperlakukan seperti ini!"


Wajah para bangsawan Negara Elang makin pucat, gadis yang di sebelahnya menggerutu, "Kamu sedang berakting ya? Aku tidak percaya kalau kamu mampu membeli rumah senilai 1,74 miliar ini!"


Tiba-tiba terdengar suara sales wanita itu penuh kegembiraan. "Tuan, selamat sudah menjadi pelanggan VIP kami, dan ini adalah kontrak Anda? Karena Anda telah membeli tiga gedung apartemen dan lima unit vila kami, Anda berhak menerima 300 kali kesempatan untuk menghancurkan telur emas, di mana hadiah utamanya adalah satu unit vila!"


Manajer pun mendatangi Jansen, membungkukkan badan dengan penuh rasa hormat.


Mereka bahkan menunjukkan ke semua orang bahwa kontrak jual beli yang tertulis di kertas putih itu adalah sah sesuai hukum yang berlaku.


Gadis itu terdiam terpaku, baru saja dia mencurigai Jansen tidak mampu membelinya, sedangkan semua transaksi sudah selesai.


Serasa menerima pukulan berat.


Banyak orang juga mengingat perkataanya itu.


Apalagi sebelumnya dia pernah bilang kalau orang miskin harus melayani orang kaya, kini Jansen lebih tinggi darinya, itu artinya dia harus melayani Jansen dan tidak boleh melawan meski dipukul atau dimarah.


Wanita itu bersikap dingin dan cuek terhadap semua orang.


Sales wanita itu bersikap cuek supaya tidak menyinggung perasaannya, dia segera mengajak Jansen memecahkan telur emas.


"Tuan, bolehkan Anda jelaskan sedikit pendapat Anda tentang bagaimana rasanya membeli rumah sebanyak ini dalam sekejap?"


Sales wanita itu memberikan mic pada Jansen.

__ADS_1


Jansen mengambil mic dan menghela napas, "Soal undian itu aku tidak mau, tapi aku belajar banyak dari kejadian ini!"


Semua mata tertuju hanya pada Jansen, dia menjadi pusat perhatian banyak orang.


Termasuk para bangsawan dari luar negeri itupun menatap Jansen dengan sirik.


Bagaikan tradisi keluarga yang turun temurun, ke manapun mereka pergi, Keluarga mereka memang selalu menjadi pusat perhatian.


"Sial, aku mau tahu pelajaran apa yang dia dapat!"


Seorang wanita dari luar negeri yang berusia empat puluhan tahun mengeluarkan HP lalu memotret Jansen.


Nada suara yang tidak enak didengar, sudah jelas memiliki niat buruk dalam hatinya.


Jansen mengambil mic lalu duduk, "Halo semuanya, aku dari Ibu kota datang ke Selatan untuk mencari peluang baru, belakangan ini aku mengalami kesulitan, aku tidak peduli dengan uang, dan berharap bisa memakai uang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, setiap hari aku memutar otak untuk memikirkan bagaimana cara menghabiskan uang ini, aku sungguh terpuruk, hari ku lewati terasa seperti setahun!"


"Tapi, uangku seolah-olah bisa bereproduksi, makin hari makin banyak saja!"


"Bahkan menjadi seperti beban berat, yang dipikulkan ke pundakku, membuatku sengsara setiap harinya!"


Suasana menjadi hening.


Bangsawan Negara Elang dan wanita yang memotret Jansen dan tidak bisa menahan diri memakinya, "Keparat!"


Rakyat jelata semua menderita karena tidak punya uang, tetapi orang ini menderita karena dia memiliki banyak uang!


Menyebalkan sekali!


Mereka belum tahu, "Uang ini seperti serangga penghisap darah, setiap hari menghantui dan mematahkan semangatku, yang tersisa hanyalah tubuh saja!"


"Sialan!"


Kedua pemuda asing itu juga ikut-ikutan memakinya.


"Seperti apa yang Tuhan katakan, segala sesuatu ada karmanya, mungkin aku telah melakukan terlalu banyak hal buruk, makanya aku disiksa oleh uang!"


Jansen hidup dengan penderitaan, "Aku merasakan tekanan yang begitu luar biasa yang tidak seharusnya tidak kualami dalam usiaku sekarang, siapakah yang bisa mengerti aku?"


"Persetan!"


"Ya ampun, orang ini menjengkelkan sekali!"


"Aku benar-benar ingin menghajarnya!"


Para bangsawan Negara Elang tidak bisa menahan diri lagi, mereka muak dan memberontak, perasaan campur aduk menguasainya.


Mereka adalah bangsawan yang sudah tidak asing lagi jika bertemu dengan orang kaya!


Tapi baru kali ini mereka bertemu dengan pemuda menyebalkan itu, yang berpendapat lain tentang arti kaya raya yang tidak lumrah!


Mereka mulai merasa tertekan, mulai dari harta, tingkatan hidup, dan juga mental mereka semuanya tidak bisa menyaingi Jansen, ibaratnya bagaikan langit dan bumi!


"Ayo kita pergi, aku sudah tidak tahan lama-lama di sini!"


"Apa semua orang di Huaxia sejahat ini?"

__ADS_1


"Ini tiga pendapatku!"


Mereka pergi sambil mengoceh.


__ADS_2