Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1389. Kamu Adalah Pendatang Baru


__ADS_3

Jansen tidak mengetahui tentang perubahan di dunia Jianghu. Dia tengah kembali menyusuri hutan. Rasa lelah mengalir kedalam tubuhnya.


Hutan purba itu sangat luas. Jika berjalan lambat, seseorang mungkin tidak akan bisa menyusurinya hanya dalam beberapa hari.


Jansen ingin mempercepat lajunya. Namun, beberapa gejala sisa setelah perang sedang kambuh. Bahkan jika melangkah satu kali pun akan terasa sangat melelahkan.


Lalu, racun di tubuhnya memang telah ditekan, tetapi bukan berarti racun-racun itu sudah dihilangkan, melainkan masih terus memengaruhinya.


Bruk!


Setelah beberapa jam berjalan lagi, Jansen tiba-tiba terjatuh, lalu tak sadarkan diri.


Hutan itu sunyi, dan hanya ada kicauan serangga yang terdengar dari waktu ke waktu.


Dua puluh kilometer jauhnya dari Wild Bull Mountain, Penatua Jack dan yang lainnya menunggu dengan cemas. Mereka juga sudah melihat video yang dipublikasikan secara daring dan menebak jika Jansen seharusnya sudah menyelesaikan misinya.


Tapi kenapa setelah sekian lama dia tidak kabar apapun?


"Adam, perintah tim pergi ke hutan untuk mencarinya!"


kata Penatua Jack seraya memandang Adam.


Adam kemudian segera mengeluarkan perintah. Sekarang, unit kelima Harmoni kegelapan sudah dihabisi, tidak ada lagi bahaya.


"Tim khusus Kota, kalian patroli di Wild Bull Mountain dan cari di daerah perbatasan!"


"Tim naga, patroli dari arah jam dua belas!"


"Tim Harimau, kalian patroli dari arah tenggara!"


Setelah mengatur misi, Adam masih agak terlihat khawatir. "Jansen tidak akan mengalami kecelakaan apa pun, 'kan?"


"Aku rasa tidak. Anak itu sangat hebat dalam berkelahi dan sangat tangguh. Dia tidak akan mudah dijatuhkan. Kurasa luka-lukannya kini sedang kambuh, dan dia sedang beristirahat di suatu tempat."


Penatua Jack berkata dengan wajah tenang.


Di Kota Asmenia tahun itu, Jansen pergi ke Pulau Ayam untuk menepati janji dengan Organisasi Pembunuhan Malam. Akhirnya, dia terjebak di pulau saat badai topan. Setelahnya, gembong narkoba asing memasuki negara. Jansen lalu susah payah membuat para gembong narkoba itu tetap berada di perbatasan.


Ketika perdagangan ramuan gen di Pulau Hongkong, Jansen bersama rekan satu timnya menghentikan ******* di pelayaran laut.


Setelah semua misi tersebut selesai, Jansen dibuat kelelahan dan kemudian memutuskan beristirahat di suatu tempat.


Jadi, Penatua Jack pun juga sudah terbiasa dengan hal itu.


Ada rasa bersalah di hati Penatua Jack. Ia telah membawa Jansen dari yang hanya orang biasa, lalu masuk ke dalam medan pertempuran. Setiap melihat Jansen diam-diam menjaga Huaxia, dia bangga pada Jansen dan sekaligus hatinya juga sakit untuk Jansen.


Pengawal Penatua Jack memandang langit dan berkata dengan cemas, "Penatua Jack, sebentar lagi akan turun hujan, dan misi telah berakhir. Apa tidak sebaiknya kita mengatur keberangkatanmu dulu?"


"Tidak perlu, aku akan menunggu di sini. Kalau selama satu hari tidak ada kabar dari Jansen, maka aku akan menunggu sehari lagi. Kalau setahun tidak ada pula, aku akan menunggu setahun!"

__ADS_1


Penatua Jack dengan keras kepala menolak.


Adam yang ada di sebelahnya, terdengar menghela napas. Penatua Jack juga sudah tua, jadi bagaimana dia bisa menahan cobaan itu? Namun, Adam tidak membantahnya, karena dia tahu hubungan persahabatan Penatua Jack dengan Jansen terkesan seperti panutan bagi generasi yang lebih muda, namun nyatanya mereka lebih seperti teman seperjuangan.


Hujan deras dan badai segera menghantam. Pembunuhan dan darah di hutan itu seperti hanyut terbasuh.


Di dalam hutan, Jansen terbaring di samping pohon besar, hujan seolah mengencerkan darah kental di tubuhnya.


Napasnya tenang, seolah dia telah memasuki tidur nyenyak. Luka besar dan kecil di tubuhnya mulai pulih.


Tiba-tiba, ada aura liar tersembunyi seratus meter jauhnya. Di tengah hujan, sepasang mata menatap Jansen, berdarah dingin dan kejam.


Itu adalah binatang buas yang tertarik karena bau darah di tubuh Jansen.


Sekarang, binatang itu juga sedang menjaga wilayah kekuasaannya. Selama tidak menemukan sesuatu yang aneh, dia akan menyerang.


Lima menit lagi berlalu, dan tiba-tiba, cahaya kuning melesat dan menerkam Jansen.


Ternyata itu adalah macan tutul!


"Bajingan, pergi dari sini!"


Tiba-tiba, suara acuh tak acuh terdengar, terasa tenang, tetapi bercampur dengan keagungan yang kental.


Macan tutul itu mendadak berhenti, mengedarkan pandangan waspada ke segala arah.


Normalnya, ketika monyet melihat macan tutul, dia akan berlari sejauh mungkin. Tidak seberani monyet ini.


Macan tutul itu mengaum pelan. Di alam bawah sadarnya, orang tua semacam ini adalah yang paling mudah diburu, tetapi untuk beberapa alasan, orang tua ini justru memberinya rasa bahaya yang ekstrem.


"Pergi kamu!"


Pria tua itu kembali berbisik.


Macan tutul itu lalu masuk ke hutan lebat dan melarikan diri.


Indra keenam hewan itu memberi tahu untuk tidak tinggal lebih lama lagi di sana, dia bisa saja mati.


Orang tua itu juga mengabaikan sang macan tutul. Ia lalu menatap Jansen dan perlahan berjalan mendekat.


"Dokter Jansen, penguasa dunia Jianghu, kamu yang telah meratakan Sekte Kuil Arhat dan membunuh sahabatku. Secara logika, berdasarkan pertemananku dengan sahabatku, aku harus membalasnya!"


"Tapi, generasi muda ini seorang diri membunuh semua master asing demi Huaxia, mengabdikan hidupnya untuk bangsa!"


"Haruskah aku membunuhnya?"


Pria tua itu datang ke hadapan Jansen dengan pandangan meremehkan, seperti meragukannya.


"Hah, aku bukan lagi orang dunia Jianghu. Aku juga keluar dari dunia sekuler. Plus, anak muda ini telah berjasa untuk Huaxia. Seharusnya aku tidak membunuhnya!"

__ADS_1


"Tapi, aku harus membalaskan dendam sahabatku!"


"Jansen, membunuh mu sama dengan nyawa dibayar nyawa itu adalah prinsip yang sama yang tetap tidak berubah sejak zaman kuno. Kalau kamu mati di tanganku, itu sama saja membiarkanmu mati dengan terhormat. Bagaimanapun, aku adalah orang di luar dunia Jianghu!"


Mata lelaki tua itu perlahan-lahan mengerjap dan dia pun membuat keputusan.


Namun, baru saja dia hendak bergerak, suara langkah kaki terdengar datang dari jauh. Seorang wanita yang mengenakan jubah hitam dan tudung di wajahnya perlahan berjalan mendekat. Hujan deras tampak tidak menimpa tubuhnya, terhalang oleh lapisan cahaya yang ada di sekelilingnya.


"Senior, kamu tidak berhak untuk membunuhnya!"


Suara dingin itu mengalun di tempat terbuka.


Hati pria tua itu tergetar. Ada seseorang yang telah mendekatinya, tapi dia tidak mampu menyadarinya?


"Kenapa aku tidak berhak!"


Pria tua itu berkata dengan dingin, "Bayi kecil, ketika aku berada di dunia Jianghu, kamu masih di dalam rahim. Ketika aku keluar dari dunia Jianghu, kamu baru saja lahir di dunia Jianghu. Ketika aku melihat melalui perselisihan duniawi dan mengejar jalan tertinggi, kamu baru saja menjadi terkenal!"


Wanita itu menggelengkan kepalanya. "Aku memanggilmu Senior karena usiamu lebih tua, bukan karena pengalamanmu, seni bela dirimu, atau asal usulmu!"


"Hah, sepertinya setelah keluar dari dunia Jianghu, tidak ada seorang pun di dunia Jianghu yang akan tahu tentangku lagi!"


Orang tua itu menghela napas, "Kalau kamu tahu asal usulku, mungkin kamu harus berlutut dan menyembahku sebagai leluhurmu!"


"Kamu adalah satu-satunya keturunan Sekte Makam Kuno!"


Wanita itu berkata, "Sekte Makam Kuno adalah setengah sekte tersembunyi, tapi bagaimanapun juga masih merupakan kekuatan dunia Jianghu. Karena itu, kamu bukanlah seseorang yang telah lepas dari dunia sekuler!"


Seluruh tubuh pria tua itu bergetar. Dia tidak menyangka wanita ini dapat mengetahui asal usulnya sekilas.


Dari seluruh dunia Jianghu, hanya ada segelintir orang yang bisa mengetahui asal usulnya.


Dan yang menakutkan adalah bahwa wanita ini sebenarnya tahu bahwa Sekte Makam Kuno hanyalah sekte yang setengah tersembunyi!


"Siapa sebenarnya kamu?"


Pria tua itu berbalik untuk melihat wanita itu. "Kamu juga seorang Master. Mungkin gurumu ada hubungannya denganku."


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku!"


Wanita itu menggelengkan kepalanya. "Yang perlu kamu ketahui adalah bahwa kamu berada di puncak tertinggi dunia Jianghu, dan kamu telah menemukan jalan utamanya. Di mataku, kamu tak lebih dari pendatang baru!"


"Banyak bicara!"


Pria tua itu berteriak dengan marah, merentangkan telapak tangannya dan hendak menepuk wanita itu.


Gelombang udara yang kuat menyembur keluar, seperti topan berkekuatan besar, merubuhkan dan mengirimkan banyak hujan seperti jarum kepada wanita itu.


Sesuatu yang terlihat sederhana itu, sebetulnya memiliki kemampuan untuk menguasai dunia Jianghu.

__ADS_1


__ADS_2