Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 44. Perceraian


__ADS_3

" karl, apa yang kamu lakukan ? Kenapa kamu ikut campur dalam urusan Badan Perlindungan Lingkungan ? "


" Direktur Paskal , saya , saya tidak melakukannya ! " Karl sedikit panik


" Tidak melakukannya ? Pak Alex dari Badan Perlindungan Lingkungan meneleponku , beliau berkata kalau mereka telah memeriksa pabrik baja Perusahaan golden, semuanya . memenuhi standar . Di dokumen yang kamu keluarkan kenapa malah tertulis tidak memenuhi standar ? Kamu sendiri yang harus meluruskan masalah ini dengan Badan Perlindungan Lingkungan ! Dan lagi , karena kamu sudah menyalahi wewenangmu , sementara ini aku akan menarik dirimu dari jabatan kepala divisi . Setelah penyelidikannya selesai , baru akan diputuskan apakah kamu akan dipecat atau hanya akan dipotong gaji ! "


Mendengar perkataan ini , Karl langsung terjatuh dengan suara dentuman keras di lantai , wajahnya pusat pasi . Karl tidak menyangka wa masalahnya akan menjadi besar seperti ini , bahkan sampai melibatkan direktur Divisi Quality Control dan juga direktur Badan Perlindungan Lingkungan !


Oh iya , apakah yang tadi Jansen panggil dengan sebutah " Paman Alex " adalah Direktur Badan Perlindungan Lingkungan , Alexander ? Karl tiba - tiba merasa dirinya sudah menemui jalan buntu !


" Karl, ada apa ? "


Melihat wujud dari karl , Jay Smith juga punya firasat buruk .


Pada saat ini , ada beberapa orang yang berjalan mendekat dengan langkah cepat , orang yang memimpin di depan adalah Pak Walker . Walker dengan senang berkata pada Zachary ,


" Pak Zachary , akhirnya saya berhasil menemukan Bapak . Tadi bagian pusat menelepon , mereka bilang ada orang dari Badan Perlindungan Lingkungan yang memberitahu mereka bahwa Perusahaan golden memenuhi standar ramah lingkungan . Setelah diadakan rapat , bagian pusat sudah memutuskan untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan Perusahaan golden . Silahkan lihat kontraknya ! "


" Ko , kontrak ? "


Zachary merasa ragu , seakan - akan dia sedang bermimpi !


" Hehe , ini adalah keputusan dari atas , silahkan lihat kontraknya ! "


Walker meletakkan kontrak itu di atas meja .


Dengan gemetar , Zachary membuka kontrak itu . Setelah memastikan bahwa itu adalah kontrak yang asli , pelupuk matanya pun menjadi basah karena saking bersemangatnya . Jay Smith tiba - tiba berdiri lalu berkata dengan penuh emosi ,


" Pak Walker , apa maksudnya ini ? Mata dibalas dengan mata ! Kalian begitu tidak punya integritas , nantinya siapa yang berani bekerja sama dengan kalian lagi ! "


" Tuan Muda Jay , mohon maaf , ini adalah keputusan dari pusat . Kalau kamu tidak puas , silahkan tanyakan hal ini ke bagian pusat . Kamu bilang kami tidak punya integritas dan tidak ada yang akan berani bekerja sama dengan kami lagi ? Hehe , Grup Vitex tidak kekurangan rekan bisnis ! "


kata Walker sambil menatap Jay Smith dengan pandangan menghina . Tidak perlu menyebut perusahaan di balik Grup Vitex , bahkan aset Grup Vitex saja sudah jauh lebih banyak daripada aset Grup Smith! Apalah Grup Smith itu !


" Oke , oke ! Grup Vitex ya ! Aku akan mengingatnya ! "


Jay Smith tidak bisa berkata apa - apa lagi , dia hanya bisa menunjukkan wajah masamnya .


Setelah melihat masalahnya sudah beres , Jansen pergi meninggalkan kedai kopi . Jansen sama sekali tidak mengerti masalah kontrak - kontrakan , Zachary bisa menyelesaikan masalah sendiri.

__ADS_1


Baru saja Jansen melangkahkan kakinya keluar kedai , Jay Smith sudah menyusulnya . Jay Smith dengan sinis berkata pada Jansen ,


" Jansen , aku tidak menyangka ternyata kamu punya koneksi ya . Tapi masalah ini belum selesai sampai di sini ! "


Selesai berbicara , Jay Smith naik ke mobil Lambhorgini - nya lalu melaju meninggalkan tempat itu . Hari ini emosi Jay Smith meledak .


Bagaimanapun juga , Jay Smith tahu bahwa kasus dengan Paman Max dan Dony yang terjadi belum lama ini , semuanya ada hubungannya dengan Jansen . Lalu ditambah lagi dengan masalah proyek Grup Vitex ini , Grup Smith jadi rugi besar , kekesalan Jay Smith bertambah dua kali lipat .


Kemudian sekarang , karena telepon dari Jansen itu , selang berapa menit sebelum kontraknya ditandatangani akhirnya kontrak itu malah dibatalkan dan semua usahanya menjadi sia - sia . Bisa dibayangkan betapa kesalnya Jay Smith kali ini .


Setelah Jay Smith pergi meninggalkan kedai kopi , karl yang seperti kehilangan jiwanya berjalan keluar kedai . Ketika bertemu dengan Jansen di luar kedai , situasinya menjadi sangat canggung .


Dirinya dan Jansen sama - sama merupakan menantu laki - laki dari Keluarga Lawrence .


Meskipun saat pesta ulang tahun Zachary waktu itu Karl sudah kehilangan mukanya tetapi dia tetap merasa dirinya berstatus lebih tinggi daripada Jansen .


Sebelumnya dia juga pernah berkata pada Jansen bahwa Jansen tidak ada apa - apanya . Lalu sekarang , apakah mereka masih bisa dibandingkan ? Dengan satu telepon dari Jansen , direktur dari Grup Vitex bahkan mengantarkan kontraknya secara pribadi . Dengan satu telepon itu , masa depan karl juga menjadi tidak aman . Dirinya sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Jansen.


Jansen melirik Karl sekilas , Jansen juga tidak berkata apa - apa dan segera mengendarai mobilnya untuk menemui Elena .


Tidak lama kemudian , Jansen tiba di rumah . Dia mendorong pintu untuk masuk ke dalam rumah . Saat pertama memasuki ruangan , dia mendapati Elena dan Mai sedang duduk dengan dingin , sama sekali tidak bergerak dan ekspresi wajah mereka jelas - jelas terlihat buruk . Melihat ekspresi kedua orang itu , Jansen segera menyapa.


"Elena , Ibu , aku sudah pulang ! "


Tentu saja , reaksi mereka ini sangatlah wajar . Kalau hal ini terjadi pada keluarga lain di mana uang senilai puluhan juta hilang begitu saja , tentu mereka juga akan menunjukkan ekspresi wajah seperti itu .


" Kalian dengarkan penjelasanku ! "


Jansen tersenyum pasrah lalu dia segera memberikan penjelasan . Belum selesai Jansen menjelaskan , Elena sudah memotong penjelasannya ,


" Jansen , kamu tidak perlu menjelaskan lagi , kita cerai saja ! "


Kemudian Elena menunjuk dokumen yang diletakkan di atas meja . Jansen mengernyitkan alisnya dan melihat sekilas , ternyata dokumen itu adalah surat cerai !


" Elena apa maksudmu ? Apakah kamu benar - benar mengira aku sudah mengkhianati Ayah ? Apakah kamu tidak bisa mendengarkan penjelasanku sampai selesai dulu ? "


Melihat perilaku gegabah dari Elena, Jansen merasa tertekan .


" Jansen , semuanya sudah jelas . Suasana hatiku saat ini sangat buruk , aku tidak ingin mendengarkan penjelasanmu . Kamu melakukan semua itu hanya demi uang . Kita cerai saja ! Aku hanya bisa memberikanmu 500 ribu yuan, uang itu juga merupakan harta kita bersama . Dan lagi , kamu adalah menantu yang menikah masuk keluarga wanita , kamu datang tanpa membawa uang sepeser pun ,. kamu harusnya sudah puas dengan 500 ribu yuan itu ! " kata Elena .

__ADS_1


Elena merasa dirinya sudah membuat keputusan dengan kepala dingin . Dia sudah bertanya pada iparnya , dia juga sudah tahu bahwa karl pergi menemui Jansen, karena itu semua penjelasan dari Jansen hanyalah bualan belaka !


" Elena, apakah kamu mengira aku menikah denganmu karena uang ? "


Ekspresi wajah Jansen juga berubah masam . Elena boleh saja tidak memercayainya , tapi dia tidak boleh meremehkan dirinya .


" Satu bulan dari sekarang , kita ber temu di Dukcapil . Kamu harus pergi dari rumah ini ! "


kata Elena dengan nada kecewa sambil memijat - mijat keningnya .


" Elena, kamu yakin ? "


Suara Jansen juga berubah menjadi dingin . Elena tiba - tiba melihat ke arah Jansen , dia teringat akan hal - hal yang mereka lalui bersama selama satu tahun ini . Singkat kata , mereka juga tidak punya masalah apa - apa , bahkan bisa dikatakan bahwa mereka sangat harmonis .


Sayang sekali , Elena tidak bisa menoleransi yang namanya pengkhianatan , ini sudah menjadi prinsip hidupnya setelah dia dikhianati dulu .


" A - ku - ya - kin ! " ucap Elena .


Setelah mengucapkan perkataan itu , hati Elena menjadi campur aduk .


" Oke ! "


Jansen menghela napasnya lalu mengambil surat cerai yang ada di atas meja dan dia pun bersiap - siap untuk pergi .


" Tunggu ! "


Mai yang dari tadi terlihat muram tiba - tiba membuka mulutnya . Dia bukan seperti Elena yang bisa tidak mengatakan apa - apa dan membiarkan Jansen pergi , dia tidak bisa menelan emosinya itu !


" Jansen , kamu adalah menantu dari Keluarga Lawrence . Awalnya kamu memang tidak punya apa - apa , keluarga kamilah yang sudah merawatmu . Tidak disangka demi uang yang sedikit itu kamu mengkhianati ayah mertua mu".


" Bukan , sekarang dia sudah bukan ayah mertuamu ! Kamu tidak pantas memanggilnya ' ayah ' ! "


" Aku tidak menyangka ternyata kamu adalah orang yang jahat dan licik seperti itu . Kami semua buta sampai bisa menjadikanmu menantu keluarga kami ! "


Perkataan Mai sangat tidak enak didengar tetapi Jansen tidak membantah , mungkin Jansen malah malas membantah Mai. Jansen ingin memberikan penjelasan namun Elena tidak memberikannya kesempatan .


Apakah jika dia menjelaskannya sekarang , kedua orang itu akan mendengarkan dirinya ? Hal yang membuat Jansen tidak rela adalah karena dia merasa dirinya sudah melakukan hal yang seharusnya dia lakukan sebagai menantu , tapi Keluarga Lawrence malah tidak memercayai dirinya .


Sepertinya , perubahan pandangan Keluarga Lawrence terhadap dirinya hanya sebuah kedok saja . Dari awal Keluarga Lawrence merasa Jansen bukanlah suami yang pantas untuk Elena dan pendapat ini sama sekali tidak pernah berubah !

__ADS_1


" Ibu , kenapa Ibu memaki Kakak Ipar ! "


Pada saat itu , Diana yang baru pulang sekolah tiba . Melihat pemandangan ini , dia tidak kuasa menahan seruan kekagetannya .


__ADS_2