Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 74. Apakah Ini Olahraga Untuk Orang Tua?


__ADS_3

"master seni bela diri?"


Semua orang terbelalak kaget . Sekarang sudah zaman apa , mana ada master seni beladiri , dia terlalu banyak baca novel silat !


" Hei menantu yang menikah masuk keluarga wanita , aku salut akan keberanianmu . Tadi kamu tidak berani maju , sekarang malah berinisiatif naik ring sendiri . Aku sangat penasaran , apakah kamu sedang mengasihani Noah atau kamu tidak senang karena aku merendahkan seni bela diri Huaxia ! "


Melihat Diana yang menyemangati Jansen , api amarah yang membara dalam hati Mirza serasa disiram minyak panas .


" Biasanya aku tidak suka bertindak atas dasar kasihan , karena itu adalah salah satu wujud tindakan mempermalukan orang lain . "


Jansen berkata dengan nada ringan , " Maka dari itu , kali ini aku maju untuk membela warisan leluhur , membela seni bela diri Huaxia! "


Pada saat yang sama , setelah mendengar perkataan Jansen , hati Noah yang berbaring di atas tandu dipenuhi oleh rasa terima kasih . Perkataan Jansen barusan setidaknya masih menyelamatkan harga dirinya . Pada dasarnya laki - laki tidak butuh dikasihani , kalau sampai dikasihani maka itu sama saja dengan mempermalukan dirinya .


" Haha , demi membela seni bela diri Huaxia ? Memangnya kamu siapa ? Bisa - bisanya mewakili seni bela diri Huaxia. Kalaupun memang kamu bisa mewakili seni bela diri Huaxia, memangnya kamu bisa menandingi jurus taekwondo ? "


Mirza tertawa dengan sinis , lalu dia memasang kuda - kuda bertarungnya . Jurus taekwondo sangat memperhatikan irama napas dan seruan untuk menunjukkan kekuatan , selain itu juga mengandalkan kecepatan dan kekuatan . Jika ada seorang ahli taekwondo melihat kuda - kuda yang dipasang oleh Mirza ini , dia pasti tahu bahwa Mirza memang benar - benar merupakan pemilik sabuk hijau . Mirza bukanlah seorang pelajar pemula , dia memang sudah menguasai jurus - jurus taekwondo ibarat sebuah pohon yang sudah tumbuh besar dan kuat .


" Kalau aku tidak salah ingat , taekwondo itu sebenarnya merupakan hasil adaptasi dari seni bela diri Huaxia . Berdasarkan buku ' Catatan Sejarawan Agung ' dan ' Kitab Han ' , tiga ribu tahun yang lalu , Raja Wu dari Dinasti Zhou menghabisi Dinasti Shang . Ji Zi yang berasal dari Dinasti Shang mengarungi laut hingga sampai ke Korea Utara , dia kemudian mendirikan Kerajaan Korea Utara , pada saat itulah taekwondo lahir ! " kata Jansen.


Perkataan dari Jansen ini tidak hanya memprovokasi Mirza , tetapi juga membuat orang lain mempertanyakan esensi dari taekwondo .


"Omong kosong"


Mirza berkata dengan murka , " Beraninya menghina taekwondo , aku akan mematahkan kakimu ! " Mirza tiba - tiba menerjang .


Dengan kekuatan dari pinggangnya , Mirza terus melakukan tendangan memutar . Kakinya ibarat sebuah cambuk , terus berputar di udara dan mengeluarkan suara ,


" Plak , plak , plak "


Kalau sampai tendangan ini mengenai Jansen maka Jansen pasti akan terluka parah .


" Hati - hati ! "


Seluruh penonton berteriak menyemangati . Jansen sama sekali tidak bergerak , tubuhnya diam bagaikan pilar . Jansen perlahan - lahan menjulurkan tangannya dan membuat lingkaran di depan dadanya dengan kecepatan yang sangat lambat , seperti orang tua yang sedang berlatih kungfu .


Tetapi ketika tendangan belakang Mirza menghampiri , tendangannya itu seolah - olah tersedot masuk ke dalam lingkaran yang dibuat oleh Jansen. Tendangan Mirza lalu kehilangan kekuatannya dan Mirza jadi mendendang angin kosong .


Begitu Jansen menjulurkan tangan kanannya , sebuah pukulan yang terlihat ringan bergerak menuju ke dada Mirza . Pukulan ini jelas - jelas tidak cepat , pukulannya juga tidak terlihat kuat tetapi Mirza malah tidak bisa menghindarinya . Ketika pukulan itu mendarat di dadanya , Mirza merasakan kekuatan yang begitu besar seolah - olah ada palu besar yang memukul dadanya .


Suara dentuman yang keras terdengar . Mirza yang tinggi besar terpental sejauh lima meter seperti layang - layang di udara . Dengan satu pukulan ! .

__ADS_1


Hanya dengan satu pukulan !


Hanya dengan satu pukulan , seorang ahli taekwondo bersabuk hijau yang sombong itu dihajar hingga terpental di udara . Mata para penonton seolah - olah akan keluar , mereka tidak bisa memercayai penglihatan mereka .


" Ah , jurus macam apa ini ! "


Mirza berusaha berdiri dari lantai , tapi rasa sakit di dadanya sangat hebat sehingga setelah berapa kali mencoba berdiri Mirza terus terjatuh .


Jansen menaruh tangannya di belakang punggung dan berdiri tegak , kemudian berkata ,


" Olahraga untuk orang tua , Taichi ! " Mirza membelalakkan matanya .


Sebelumnya , dia meremehkan seni bela diri Huaxia , dia merasa seni bela diri Huaxia hanya digunakan untuk melatih tubuh . Tetapi sekarang , Jansen menggunakan gerakan olahraga untuk mengalahkan dirinya .


Jansen melihat Mirza berkali - kali gagal untuk berdiri . Jansen kemudian berkata , " Mirza , tujuan dari belajar ilmu bela diri adalah untuk melatih tubuh . Kalau pelatih taekwondo - mu tahu bahwa kamu menggunakan taekwondo untuk menindas yang lemah , ilmu yang kamu pelajari itu tidak ada gunanya ! "


" Lagi pula , seni bela diri Huaxia sangatlah luas dan mendalam . Dengan ilmu kamu yang tidak sampai seujung jari itu , kamu tidak pantas menghina seni bela diri Huaxia. Dan lagi , kamu juga adalah orang Huaxia ! " Setelah selesai berbicara , Jansen membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan tempat itu .


Aula dipenuhi oleh suara tepuk tangan . Bagi kebanyakan orang yang ada di sana , pertunjukkan seni bela diri Huaxia dan taekwondo hari ini seperti sebuah film . Terlebih lagi bagi para mahasiswa , mereka tidak berhenti bertepuk tangan , seakan - akan tangannya akan bengkak saking bersemangatnya mereka menepukkan tangannya .


Sebelumnya mereka mengira Jansen adalah seorang pengecut , sekarang mereka baru tahu bahwa Jansen adalah seorang ahli bela diri . Tadi Jansen hanya tidak ingin ikut campur saja .


Mirza begitu emosi , ekspresi wajahnya berubah menjadi gelap . Sejak kecil , Mirza memilih tubuh yang sangat kuat , tidak peduli olahraga atletik , basket maupun taekwondo , asalkan menggunakan tubuhnya , kemampuannya pasti bisa melampaui teman - teman seusianya .


Bruk !


Mirza tiba - tiba memukul lantai lalu berdiri , dia juga tidak mengatakan apa - apa kepada Jansen . Keunggulan taekwondo ada pada jurus tendangan , Mirza sendiri juga tidak berpikir bahwa dia sudah melakukannya lebih baik dari biasanya .


Tendangan Angin Puyuh !


Plak , plak , plak !


Tendangan Mirza menebas udara . Mirza mendekati Jansen dengan cepat , tendangannya seperti cambuk .


" Kakak Ipar , hati - hati ! "


Diana berteriak untuk memperingatkan Jansen , dia kemudian memaki Mirza ,


" Mirza , kamu itu laki - laki atau bukan ! Beraninya kamu menyerang kakak iparku dari belakang ! "


Alis Jansen bertautan , karena melihat Mirza yang masih muda , dia tidak melanjutkan pertarungannya . Siapa yang menyangka Mirza ternyata masih tidak mau mengakui kekalahannya .

__ADS_1


Apakah Mirza tidak tahu bahwa dengan kemampuan taekwondonya itu , dia bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kemampuan pengawal Jay Smith?


Jansen menjulurkan tangannya , kemudian memukul tendangan yang menuju ke arahnya dan menghadang tendangan itu . Tetapi tendangan yang datang tidak hanya satu saja , Mirza menggunakan kekuatan pinggangnya untuk terus menerus mengeluarkan tendangan .


Plak , plak !


Jansen terus melangkah mundur ke belakang . Jansen menghadang tendangan dari Mirza satu per satu . Mirza terengah - engah , dalam hatinya dia terkejut . Kalau tadi Jansen memang kebetulan bisa melukai dirinya , apakah sekarang juga hanya kebetulan belaka ?


Mirza seketika merasa takut . Tendangan Angin Puyuh - nya begitu hebat , tidak hanya memiliki kecepatan yang tinggi , tendangannya juga bertenaga , tetapi semuanya dihadang oleh satu tangan Jansen .


" Kamu sudah menendang berkali - kali , sekarang gantian aku ! "


Pada saat itu , Jansen mengubah posisi bertahannya menjadi posisi menyerang . Tangan Jansen membuat sebuah lingkaran , lalu memukul kaki Mirza dengan bengis , kemudian Jansen mendaratkan pukulannya di dada Mirza lagi .


Buk , buk , buk !


Langkah Mirza menjadi tidak stabil , dia terus melangkah mundur dengan cepat . Mirza merasa begitu ketakutan , mana berani dia menyerang lagi !


Di bawah tatapan ketakutan dari penonton , Jansen melompat tinggi , kelima jarinya menempel seolah membentuk sebuah belati yang tajam lalu Jansen menghunuskan tangannya .


Bruk !


Satu hunusan tangan itu menyerang dada Mirza bagaikan sebuah peluru , membuat Mirza tersengal dan tak bisa bernapas .


" Aku adalah menantu yang menikah masuk keluarga wanita , apakah kamu mengaku kalah ? " kata Jansen dengan suara rendah .


" Kalah , kalah , aku mengaku kalah ! " jawab Mirza gemetaran dengan suara yang terbata - bata .


Jansen mengepalkan tangannya , lalu mendaratkan pukulan di dada Mirza dan berkata ,


" Aku numpang makan makan gratis . apakah kamu sudah menerima kekalahanmu ? "


" Kalah , kalah , aku mengaku kalah ! " teriak Mirza .


Jansen membuka kepalan tangannya , lalu memukul Mirza dengan telapak tangannya , " Aku meremehkan taekwondo dan mempermalukan kamu , apakah kamu sudah menerima kekalahanmu ? "


" Aku mengaku kalah , aku benar - benar mengaku kalah ! " Mirza terus melangkah mundur dan meraung memelas


" Sebagai orang yang belajar ilmu bela diri , kamu tidak boleh licik dan harus berbuat dengan jujur . Menyerang dari belakang merupakan tindakan yang memalukan . Hari ini karena kamu Yudha mengaku kalah , maka aku akan melepaskanmu . Ingat , kamu adalah orang Huaxia , kalau sampai lain kali aku mendengar kamu menghina seni bela diri Huaxia lagi , aku pasti tidak akan melepaskanmu ! "


Jansen mendengus kemudian membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan ruangan .

__ADS_1


Tadi , dia sudah menenangkan emosinya tetapi si Mirza ini tidak mengakui kekalahannya , bahkan berani menyerang Jansen dari belakang . Karena itu dia jadi turun tangan dengan serius .


__ADS_2