Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 229. Tempat Paling Misterius


__ADS_3

" Panah , tolong carikan aku mobil ke Lop Nur ! "


Lop Nur adalah salah satu daerah yang paling misterius di Huaxia , hanya sedikit orang yang datang ke ke sini . Maka daripada itu sangat sulit untuk menemukan transportasi , terutama semakin dekat ke arah Lop Nur akan semakin jarang pula transportasi yang terlihat !


" Tuan Jansen , setelah kamu meninggalkan bandara segera pergi ke arah timur . Di sana ada sebuah desa dan di sana juga ada bus terakhir yang akan pergi ke arah Lop Nur tapi pemberhentiannya hanya sampai ke daerah bernama Bauzo , setengah perjalanan lagi kamu harus menaiki mobil hitam tetapi mobil hitam juga hanya bisa sampai ke cekungan Tarim saja , sepertinya setelah itu kamu harus berjalan tanpa peta navigasi !


Jansen mengikuti petunjuk pembunuh panah dan berjalan timur bandara setelah itu dia memang melihat sebuah bus yang tiketnya seharga 120 yuan , tetapi karena saat itu tengah malam jadi tidak ada banyak penumpang di dalamnya !


Jansen mencari tempat duduk sesuka hatinya untuk beristirahat . Pada saat yang sama juga , dia mengambil sesuatu untuk dimakan , karena terburu - buru jadi Jansen langsung membawa satu kotak medis bersamanya , yang berisikan obat pertolongan pertama , sejumlah besar jarum perak serta kompas leluhur .


Bus itu agak tua , meskipun laju bus sangat bergelombang tapi tampaknya orang - orang di dalam bus sudah terbiasa . Mereka semua bahkan tertidur nyenyak !


Jansen melihat ke sekeliling dengan saksama dan menemukan bahwa mereka semua bukanlah orang biasa , bahkan ada seorang wanita berkacamata hitam serta mengenakan topi yang menarik perhatian Jansen , yang paling penting adalah sepertinya wanita ini adalah teman sebangku Jansen saat di pesawat tadi , lantas kenapa dia bisa datang di sini ?


Setelah tengah malam mobil berhenti di sebuah desa . Yang mengejutkan Jansen adalah , meskipun tengah malam tetapi di sana masih sangat ramai . Beberapa pembeli obat sibuk dengan sejumlah besar kuda yang berjongkok bersiap untuk berangkat , selain itu banyak orang desa di sini yang memiliki ATV dengan kostum yang misterius juga sedang sibuk dengan urusan mereka masing - masing .


Jansen membeli sesuatu untuk dimakan kemudian lekas pergi mencari mobil hitam yang pergi ke arah cekungan Tarim. Toh meskipun lokasinya sangat rahasia , tetapi desa ini tidak besar jadi dia masih bisa menemukannya setelah mencari - cari !


" Mobil kalian ingin pergi kemana ? " Jansen bertanya kepada seorang pria yang sedang duduk di di dalam mobil .


" Ke gunung batu ! "


Pria di dalam mobil berbicara dengan Bahasa Huaxia yang buruk .


" Gunung batu? "


Sebelum terbang tadi , Jansen menggunakan aplikasi navigasi di ponselnya untuk memeriksa peta , ditambah lagi dia juga memaksa Reno untuk memberi tahu dia dimana kira - kira lokasinya , menurut perkiraan Jansen , lokasi gunung batu ini masih agak jauh dari tujuannya .


" Sobat , kalau kamu mau ke cekungan Tarim, mobil Kamilah yang paling dekat , kalau kamu tidak ingin naik kamu bisa naik kuda ! " Pria itu melihat keraguan di wajah Jansen .


Perjalanan naik kuda jelas memakan waktu yang lebih lama , tanpa basa - basi lagi Jansen segera mengangguk .

__ADS_1


"Dua ratus Yuan ya ! "


Tiba - tiba pria itu langsung berteriak .


Selang beberapa waktu kemudian dia langsung membawa Jansen ke tempat lain dimana sebuah bus tua diparkir di sana , ternyata di situlah dia bisa duduk , selanjutnya pria itu berkata kepada sopir , " Puma , ada satu orang yang ingin pergi ke gunung batu ! "


" Oke ! "


Sopir itu menjawab dengan tegas.


Jansen naik ke dalam bus sambil mencari tempat duduk . Namun pada saat ini , ada orang lain yang juga naik ke dalam bus . Dia adalah wanita yang sebelumnya .


Wanita itu telah mengganti dandanannya , sekarang dia mengenakan kacamata hitam besar dan rambut pendek yang rapi menyiratkan aura yang tangguh .


Jansen diam - diam mengamati wanita itu secara saksama , lalu menemukan wanita ini memiliki aura membunuh di tubuhnya , ini menunjukkan bahwa wanita ini pasti telah merenggut banyak nyawa . Sepertinya Jansen telah meremehkan dia di pesawat , tapi dia tidak tahu apakah wanita ini adalah pembunuh atau seorang tentara bayaran .


Jansen jarang sekali meninggalkan Kota Asmenia , maka daripada itu dia juga tidak tahu banyak tentang peraturan di luar dan dia tidak terlalu memperhatikannya . Selain itu , meskipun dia sekarang akan pergi menyelamatkan Diana dan teman - temannya , tetapi bagaimana cara menyelamatkan mereka , Jansen juga masih tidak tahu . Meskipun seni bela dirinya sangat baik tetapi Jansen juga takut jika harus berhadapan dengan banyak peluru .


Setelah wanita itu duduk , di balik kacamatanya . Kedua matanya terus mengamati ke sekitar mobil , sorot matanya sangat datar seolah - olah dia sedang melihat orang biasa . Namun begitu dia melihat Jansen akhirnya matanya agak terbelalak .


Ternyata beberapa orang menaksir wanita berkacamata itu , dan sepertinya mereka hendak merampok uangnya !


Jansen tidak kuasa menahan tawanya diam - diam . Dengan keterampilan orang - orang itu , maka akan hampir sama dengan membawa diri mereka sendiri menuju jurang kematian , tetapi Jansen juga malas memedulikan mereka .


Tak lama kemudian dia merasakan sedikit rasa dingin , setelah Jansen melihat ke sekeliling dia menemukan bahwa semua orang mengenakan jaket berlapis katun , hanya dia seorang yang mengenakan kaos murahan !


" Sepertinya aku tidak memiliki cukup pengalaman untuk keluar ! "


Jansen tersenyum pahit , kemudian langsung menggelengkan kepalanya serta mulai memobilisasi Profound Qi ke seluruh tubuhnya . Dalam sekejap mata , perasaan dingin itu berangsur - angsur menghilang !


Mobil itu melaju dalam kegelapan malam , bahkan sesekali melaju ke tepi tebing yang membuat orang bergidik ketakutan . Akan tetapi , sopir ini adalah pengemudi handal , raut wajahnya tampak sangat tenang . Di sisi lain nampaknya para penumpang juga sudah terbiasa dengannya . Mereka semua menyipitkan mata dan tertidur . Sebaliknya , Jansen malah merasa sangat khawatir .

__ADS_1


Satu jam kemudian , mobil akhirnya berhenti dan sopir itu tiba - tiba berteriak , " Kita telah tiba di Gunung batu! "


Gunung batu adalah sebuah tanah yang tandus . Di depannya tidak ada toko ataupun desa maka daripada itu , sangat jarang ada penumpang yang turun di sini . Jadi begitu melihat Jansen turun dari bus , mereka semua langsung memberikan tatapan yang aneh kepada Jansen apalagi wanita berambut pendek itu , yang memandang Jansen dari atas sampai ke bawah dalam benaknya dia berpikir apakah mahasiswa ini sedang cari mati !


Jansen turun dari bus , kemudian melanjutkan perjalanannya . Di malam hari , hutan belantara terasa sangat gelap dan dingin . Satu - satunya suara yang terdengar adalah lolongan binatang buas dari kejauhan yang terdengar beberapa kali .


Jansen mengeluarkan senternya dan terus melanjutkan perjalan malamnya . Sayangnya saat itu terlalu gelap sehingga dia tidak dapat menemukan petunjuk dari peta itu . Dalam keputusasaannya , akhirnya dia memutuskan untuk membuat api unggun terlebih dahulu sambil menunggu Fajar menyingsing . Namun karena tidak bisa tidur , Jansen mengeluarkan petanya dan terus memeriksa serta mengingat nama tempatnya .


Karena di sini tidak ada sinyal , maka navigasi seluler tidak akan berguna , sekarang dia hanya bisa mengandalkan peta kertas dan kompas !


Untungnya tengah malam di hutan belantara sangat cerah karena banyak bintang - bintang menghiasi langit , dengan ini Jansen dapat secara kasar menggunakan bintang untuk menentukan arah !


Saat Fajar menyingsing pada keesokan harinya , Jansen langsung bergegas pergi . Setelah berjalan sebentar , Jansen telah meminum habis air di ketelnya . Untungnya dia memiliki warisan keterampilan medis sehingga dia dapat mengidentifikasi tanaman mana yang dapat menghasilkan air dan dapat melengkapi cairan yang hilang dalam tubuhnya .


" Hey , ada orang ! "


Tepat setelah memetik tanaman , Jansen langsung melihat langkah kaki yang hampir tertiup angin itu . Setelah itu dia segera menoleh ke belakang.


Dari kejauhan terlihat beberapa sosok orang datang di tengah angin ****** beliung . Karena setiap tahunnya , selalu ada angin ****** beliung di hutan belantara jadi Jansen hanya bisa melihat sosok itu secara samar - samar .


Setelah beberapa orang itu mendekat , Jansen terkejut begitu mengetahui bahwa ternyata yang datang ke depannya adalah wanita berambut pendek itu . Tampaknya dia sedikit terluka , maka daripada itu dia bisa berjalan cepat . Di belakangnya ada beberapa pria bertopi kulit domba . Jansen telah mengenal orang - orang ini di dalam bus Benar saja , beberapa orang ini mengikuti wanita itu turun dan tak hanya itu mereka bahkan mengikutinya sepanjang jalan !


Tapi yang membuat Jansen aneh adalah , wanita itu memiliki keahlian yang sangat bagus , lantas kenapa dia tidak langsung menghajar pria ini ?


" Sial , wanita genit ini benar - benar bisa berjalan , bahkan di saat ****** beliung begini dia masih bisa berjalan ke Gunung batu ! "


" Cepat singkirkan dia , setelah selesai kita bisa langsung pulang . Di sini sangat dingin selain itu daerah ini dekat dengan zona iblis yang terlarang , sangat berbahaya ! "


" Al , barusan waktu di dalam mobil aku melihat wanita itu memiliki beberapa puluhan ribu yuan di dalam tasnya ! "


Sambil terus berjalan beberapa pria di belakang juga berbincang , wajah mereka penuh dengan cibiran . Namun wanita itu sama sekali tidak mempercepat langkah kakinya , pelan - pelan dia pun muncul di hadapan Jansen , lalu menatap Jansen dengan tatapan yang terkejut .

__ADS_1


Jelas terlihat kalau dia mengenali Jansen , tapi dia Jelas terlihat kalau dia mengenali Jansen , tapi dia tidak menyangka kalau Jansen ternyata masih hidup !


" Kamu lagi ? Apa yang kamu lakukan di sini ? " Mau tidak mau wanita itu bertanya .


__ADS_2