
" Dengan identitasmu ini kamu menyuruh aku menjelaskan ? " Langkah Jansen terhenti sejenak .
" Bolehkah aku bertanya padamu sebagai teman sekelas ? "
Dion tidak berani menatap langsung ke mata Jansen , tetapi ekspresinya tetap teguh , karena dia memiliki setumpuk kebingungan dalam hatinya !
Bagaimanapun , mereka semua lulus dari universitas yang sama , dan Dion berasal dari keluarga kaya , tetapi setelah lulus dia hanya bisa membuat prestasi kecil . Sebaliknya Jansen si pecundang miskin di perkuliahan dan latar belakang keluarganya adalah seorang petani di Kota Seleton , mengapa malah begitu banyak berubah ?
" Sebenarnya , bukan karena aku tidak ingin menjelaskannya , tetapi kalau aku menjelaskannya juga memang kamu bisa percaya ? " Jawab Jansen tanpa daya sambil menghela napas berat .
" Percaya , selama kamu menjelaskannya ke kepadaku , aku , kita semua akan percaya ! "
Dion menggertakan giginya dan akhirnya menatap langsung ke mata Jansen . Dia ingin membuat dirinya sedikit berani dan tidak terlalu takut lagi pada Jansen !
" Baiklah ! "
Jansen mengangguk , lalu melihat semua teman sekelas tapi pada akhirnya sorot matanya jatuh pada Dion .
" Mereka memanggilku Master Jansen karena aku dua kali lipat lebih kuat dari mereka , bahkan jika ada Tuan Marcus di sini , dia juga akan memanggilku Master ! "
" Bahkan di antara empat keluarga besar di Kota Asmenia , Grup Dorcane dan Perumahan Henburg mereka memberikan aku sebuah mobil mewah serta puluhan juta , hanya karena mereka bangga bisa mengundangku ! "
" Para pemimpin Kota Asmenia menghormatiku karena aku telah membantu banyak masyarakat kecil ! "
" Jadi untuk alasan ini , selain aku dipanggil Master Jansen , tetapi yang lebih penting lagi aku adalah Dokter jenius Jansen Scott dari Aula Xinglin ! "
" Jadi apakah kalian puas dengan penjelasan ini ? "
Setelah ucapan itu dilontarkan , Jansen berbalik untuk pergi .
Dion beserta yang lainnya melihat kepergian Jansen dari belakang . Hati mereka berdebar kencang , keraguan sebelumnya yang tidak ada habisnya itu dalam sekejap berubah menjadi sesuatu yang menggetarkan hati mereka .
Ternyata Jansen adalah orang yang seperti ini !
Dia adalah sosok hebat yang berdiri di puncak Kota Asmenia , sosok yang sangat dihormati di Kota Asmenia !
" Kenapa bisa begini ! "
Dion beserta yang lainnya bergumam dalam hati . Sebelumnya mereka sudah terkesima melihat Jansen bisa membuat seorang Master Fander Shan hormat kepadanya. Bagaimanapun , ini sama sekali berbeda dari kesannya terhadap teman sekelas !
Tetapi ketika faktanya mulai muncul di depan mereka , mereka baru menyadari kalau sosok Jansen ini lebih tinggi dan lebih besar dari yang bisa mereka bayangan !
" Tidak heran , kenapa dia tidak sejalan dengan kita . Ternyata orang itu adalah bangsawan yang sebenarnya , huh ! Kenapa sih dia tidak menjelaskannya lebih awal , kita kan jadi salah paham ! " Julia mendengus tanpa daya .
__ADS_1
" Menjelaskan ? "
Seorang teman sekelas nyeletuk dengan senyum masam , " Ketika kita makan di restoran Winnie , bukankah Jansen sudah mengatakan bahwa dia adalah dokter hebat Jansen yang dicari Dion , tapi kita malah menertawakannya! "
Ketika ucapan orang menjadi kaku . ini setengah dikatakan , wajah semua orang menjadi kaku.
Apakah saat itu mereka percaya ?
Tidak !
Sebaliknya , mereka malah mengejek Jansen dan berpikir kalau Jansen sedang membual !
" Dokter jenius Jansen Scott ! "
Tentu saja , Dion adalah yang paling menyesal . Dia tahu dirinya telah menendang seorang master . Sebenarnya kenyataan telah berada di depannya tetapi dia malah melewatkannya , selain itu dia juga telah membuat Jansen tersinggung , sepertinya Jansen tidak mungkin bersedia untuk memeriksa ayahnya .
Julia hanya menghela napas ketika melihat perawakan Dion . Setelah meragu , akhirnya mengejar Jansen . Pangeran menawan yang dia impi - impikan ternyata adalah teman sekelasnya sendiri . Dengan begini jika dia bersama Jansen , mungkin seumur hidup pun tidak akan pernah mengkhawatirkan apapun lagi !
Namun , tidak lama setelah dia menyusul , sebuah Lamborghini Aventador berhenti di depan Jansen . Seorang wanita cantik yang membuatnya merasa rendah diri melambai kepada Jansen . Setelah itu Jansen langsung masuk ke dalamnya dan pergi .
" Kekuatan , kekuasaan , uang , mobil mewah , serta wanita cantik , apakah aku masih pantas mengejarnya".
Dima - diam mata Julia meneteskan air mata . Sejujurnya ketika dia bertemu Jansen setelah bertahun - tahun sejak mereka lulus , sebenarnya dia agak sedikit meremehkan Jansen . Mungkin karena pemikiran inilah dia jadi tidak berani mengejar Jansen sekarang !
" Jansen , mereka adalah teman sekelasmu , tampaknya kalian memiliki hubungan yang cukup baik , aku sangat iri kepadamu . Setelah lulus bertahun - tahun tapi kalian masih sangat akrab satu sama lain ." Elena mengendarai Lamborghininya sambil tersenyum pada Jansen .
" Hubungan yang baik ? "
Diam - diam Jansen tersenyum kecut , dia benar - benar tidak merasa memiliki hubungan apapun . Sekalipun ada , pasti itu berdasarkan materi , kemudian Jansen menyeletuk bertanya , " Selanjutnya , kemana kita akan pergi ? "
" Jansen ini adalah kencanmu dan kamu benar - benar bertanya ke mana kita harus pergi , lantas apakah kamu tidak mempersiapkan apapun tadi malam ? " Elena merasa tidak senang .
Jansen buru - buru merajuk , " Bukankah kemarin aku sibuk karena masalah Winnie ? Saat itu aku lupa . "
" Teman sekelasmu Winnie itu cukup menyedihkan , kali ini terserah kamu , tapi tolonglah sedikit romantis ! "
Elena mengerutkan bibirnya , " Aku paham sekarang , kamu ini orangnya cukup rendah hati , bertanggung jawab dan memiliki prinsip tetapi kamu tidak tahu cara menjadi romantis dan tidak tahu bagaimana membujuk ! "
" Haha , kamu meremehkan aku ya , ucapanku tidaklah lemah , kamu lupa ya kalau aku dokter jadi aku harus membujuk pasien , sekarang aku hanya terlalu malas berbicara ! "
" Jansen apa yang kamu katakan itu bukan romantis tapi bermulut manis ! Apa yang disebut romantis itu adalah kenangan yang manis di antara kita , mengerti ? "
" Aku tahu , kalau begitu kita jalan - jalan di taman dulu kemudian pergi ke bioskop , lalu ke mall , dan setelah selesai kita akan jajan makanan malam , bagaimana menurutmu ? "
__ADS_1
" Terserah ! "
Senyum akhirnya terbentuk di sudut mulut Elena yang membuat Jansen akhirnya lega . Hal romantis ini benar - benar dapat membuat seseorang pusing !
Tak lama kemudian keduanya memarkir mobil mereka di sebuah taman terdekat untuk berjalan - jalan . Hari ini langit belum gelap dan langit dipenuhi dengan cahaya matahari terbenam pemandangannya sangat indah.
Taman ini terletak di pusat kota , oleh karena itu banyak orang yang suka berjalan - jalan di sini , beberapa bahkan menari di alun - alun , dan beberapa mendirikan kios , benar - benar sangat ramai !
Jansen memegang tangan Elena sambil berjalan , dia menemukan bahwa hari ini Elena mengenakan rompi kulit hitam dengan kemeja sifon putih di dalamnya dan dia juga mengenakan celana panjang warna hitam yang menampakkan pergelangan kakinya yang halus , serta sepatu hak tinggi membuat temperamennya terlihat sangat bagus .
" Apa lihat - lihat ! "
Melihat Jansen menghentikan langkah kakinya , Elena mengerutkan keningnya .
" Istriku , kamu sangat cantik ! "
Jansen juga menyadari entah apa yang Elena kenakan , dia akan selalu terlihat bagus . Bisa juga dikatakan bahwa dia bisa memakai apapun yang ingin dia pakai.
" Mulut yang manis ! "
Elena mengerutkan bibirnya , tetapi dalam hati merasa sangat bahagia .
Mereka berjalan menyusuri jalur taman , orang - orang yang berlalu lalang juga tertarik akan rupa Elena yang menawan , bahkan ada seorang paman yang menatap punggung Elena sampai menabrak pohon , membuat istrinya yang kesal langsung menjewer telinganya !
" Hehe ! "
Ketika Elena melihat adegan itu , dia tidak bisa menahan tawanya .
Jansen juga menggelengkan kepalanya tak berdaya . Dia tiba - tiba sadar , akan sangat baik kalau saja dia bisa terus berjalan dengan tenang sepanjang hidupnya .
" Ada apa ? "
Berpikir seperti ini , Jansen baru menyadari lagi bahwa kecepatan Elena tiba - tiba melambat dan dia tengah menggosok betisnya .
" Setelah memakai sepatu hak tinggi sepanjang hari , kakiku agak sedikit tidak nyaman ! " Jawab Elena sambil tersenyum , matanya tiba - tiba menatap Jansen , memperlihatkan penampilan manisnya . Meskipun dia adalah seorang maniak kerja , tetapi dia juga telah melihat beberapa film romantis dan Elena tahu ketika seorang wanita mengatakan masalah seperti ini , otomatis pria mereka menyelesaikan masalah ini untuknya .
Atau , Jansen akan menggendongnya !
Atau , Jansen akan memberikan sepatunya untuk dipakai dan memilih untuk bertelanjang kaki !
Atau yang lebih romantis lagi keduanya akan bertelanjang kaki !
Berpikir sampai di sini , hati Elena mulai berdebar - debar penuh rasa manis .
__ADS_1