Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 283. Bisakah Kamu Sedikit Romantis


__ADS_3

" Dengan identitasmu ini kamu menyuruh aku menjelaskan ? " Langkah Jansen terhenti sejenak .


" Bolehkah aku bertanya padamu sebagai teman sekelas ? "


Dion tidak berani menatap langsung ke mata Jansen , tetapi ekspresinya tetap teguh , karena dia memiliki setumpuk kebingungan dalam hatinya !


Bagaimanapun , mereka semua lulus dari universitas yang sama , dan Dion berasal dari keluarga kaya , tetapi setelah lulus dia hanya bisa membuat prestasi kecil . Sebaliknya Jansen si pecundang miskin di perkuliahan dan latar belakang keluarganya adalah seorang petani di Kota Seleton , mengapa malah begitu banyak berubah ?


" Sebenarnya , bukan karena aku tidak ingin menjelaskannya , tetapi kalau aku menjelaskannya juga memang kamu bisa percaya ? " Jawab Jansen tanpa daya sambil menghela napas berat .


" Percaya , selama kamu menjelaskannya ke kepadaku , aku , kita semua akan percaya ! "


Dion menggertakan giginya dan akhirnya menatap langsung ke mata Jansen . Dia ingin membuat dirinya sedikit berani dan tidak terlalu takut lagi pada Jansen !


" Baiklah ! "


Jansen mengangguk , lalu melihat semua teman sekelas tapi pada akhirnya sorot matanya jatuh pada Dion .


" Mereka memanggilku Master Jansen karena aku dua kali lipat lebih kuat dari mereka , bahkan jika ada Tuan Marcus di sini , dia juga akan memanggilku Master ! "


" Bahkan di antara empat keluarga besar di Kota Asmenia , Grup Dorcane dan Perumahan Henburg mereka memberikan aku sebuah mobil mewah serta puluhan juta , hanya karena mereka bangga bisa mengundangku ! "


" Para pemimpin Kota Asmenia menghormatiku karena aku telah membantu banyak masyarakat kecil ! "


" Jadi untuk alasan ini , selain aku dipanggil Master Jansen , tetapi yang lebih penting lagi aku adalah Dokter jenius Jansen Scott dari Aula Xinglin ! "


" Jadi apakah kalian puas dengan penjelasan ini ? "


Setelah ucapan itu dilontarkan , Jansen berbalik untuk pergi .


Dion beserta yang lainnya melihat kepergian Jansen dari belakang . Hati mereka berdebar kencang , keraguan sebelumnya yang tidak ada habisnya itu dalam sekejap berubah menjadi sesuatu yang menggetarkan hati mereka .


Ternyata Jansen adalah orang yang seperti ini !


Dia adalah sosok hebat yang berdiri di puncak Kota Asmenia , sosok yang sangat dihormati di Kota Asmenia !


" Kenapa bisa begini ! "


Dion beserta yang lainnya bergumam dalam hati . Sebelumnya mereka sudah terkesima melihat Jansen bisa membuat seorang Master Fander Shan hormat kepadanya. Bagaimanapun , ini sama sekali berbeda dari kesannya terhadap teman sekelas !


Tetapi ketika faktanya mulai muncul di depan mereka , mereka baru menyadari kalau sosok Jansen ini lebih tinggi dan lebih besar dari yang bisa mereka bayangan !


" Tidak heran , kenapa dia tidak sejalan dengan kita . Ternyata orang itu adalah bangsawan yang sebenarnya , huh ! Kenapa sih dia tidak menjelaskannya lebih awal , kita kan jadi salah paham ! " Julia mendengus tanpa daya .

__ADS_1


" Menjelaskan ? "


Seorang teman sekelas nyeletuk dengan senyum masam , " Ketika kita makan di restoran Winnie , bukankah Jansen sudah mengatakan bahwa dia adalah dokter hebat Jansen yang dicari Dion , tapi kita malah menertawakannya! "


Ketika ucapan orang menjadi kaku . ini setengah dikatakan , wajah semua orang menjadi kaku.


Apakah saat itu mereka percaya ?


Tidak !


Sebaliknya , mereka malah mengejek Jansen dan berpikir kalau Jansen sedang membual !


" Dokter jenius Jansen Scott ! "


Tentu saja , Dion adalah yang paling menyesal . Dia tahu dirinya telah menendang seorang master . Sebenarnya kenyataan telah berada di depannya tetapi dia malah melewatkannya , selain itu dia juga telah membuat Jansen tersinggung , sepertinya Jansen tidak mungkin bersedia untuk memeriksa ayahnya .


Julia hanya menghela napas ketika melihat perawakan Dion . Setelah meragu , akhirnya mengejar Jansen . Pangeran menawan yang dia impi - impikan ternyata adalah teman sekelasnya sendiri . Dengan begini jika dia bersama Jansen , mungkin seumur hidup pun tidak akan pernah mengkhawatirkan apapun lagi !


Namun , tidak lama setelah dia menyusul , sebuah Lamborghini Aventador berhenti di depan Jansen . Seorang wanita cantik yang membuatnya merasa rendah diri melambai kepada Jansen . Setelah itu Jansen langsung masuk ke dalamnya dan pergi .


" Kekuatan , kekuasaan , uang , mobil mewah , serta wanita cantik , apakah aku masih pantas mengejarnya".


Dima - diam mata Julia meneteskan air mata . Sejujurnya ketika dia bertemu Jansen setelah bertahun - tahun sejak mereka lulus , sebenarnya dia agak sedikit meremehkan Jansen . Mungkin karena pemikiran inilah dia jadi tidak berani mengejar Jansen sekarang !


" Jansen , mereka adalah teman sekelasmu , tampaknya kalian memiliki hubungan yang cukup baik , aku sangat iri kepadamu . Setelah lulus bertahun - tahun tapi kalian masih sangat akrab satu sama lain ." Elena mengendarai Lamborghininya sambil tersenyum pada Jansen .


" Hubungan yang baik ? "


Diam - diam Jansen tersenyum kecut , dia benar - benar tidak merasa memiliki hubungan apapun . Sekalipun ada , pasti itu berdasarkan materi , kemudian Jansen menyeletuk bertanya , " Selanjutnya , kemana kita akan pergi ? "


" Jansen ini adalah kencanmu dan kamu benar - benar bertanya ke mana kita harus pergi , lantas apakah kamu tidak mempersiapkan apapun tadi malam ? " Elena merasa tidak senang .


Jansen buru - buru merajuk , " Bukankah kemarin aku sibuk karena masalah Winnie ? Saat itu aku lupa . "


" Teman sekelasmu Winnie itu cukup menyedihkan , kali ini terserah kamu , tapi tolonglah sedikit romantis ! "


Elena mengerutkan bibirnya , " Aku paham sekarang , kamu ini orangnya cukup rendah hati , bertanggung jawab dan memiliki prinsip tetapi kamu tidak tahu cara menjadi romantis dan tidak tahu bagaimana membujuk ! "


" Haha , kamu meremehkan aku ya , ucapanku tidaklah lemah , kamu lupa ya kalau aku dokter jadi aku harus membujuk pasien , sekarang aku hanya terlalu malas berbicara ! "


" Jansen apa yang kamu katakan itu bukan romantis tapi bermulut manis ! Apa yang disebut romantis itu adalah kenangan yang manis di antara kita , mengerti ? "


" Aku tahu , kalau begitu kita jalan - jalan di taman dulu kemudian pergi ke bioskop , lalu ke mall , dan setelah selesai kita akan jajan makanan malam , bagaimana menurutmu ? "

__ADS_1


" Terserah ! "


Senyum akhirnya terbentuk di sudut mulut Elena yang membuat Jansen akhirnya lega . Hal romantis ini benar - benar dapat membuat seseorang pusing !


Tak lama kemudian keduanya memarkir mobil mereka di sebuah taman terdekat untuk berjalan - jalan . Hari ini langit belum gelap dan langit dipenuhi dengan cahaya matahari terbenam pemandangannya sangat indah.


Taman ini terletak di pusat kota , oleh karena itu banyak orang yang suka berjalan - jalan di sini , beberapa bahkan menari di alun - alun , dan beberapa mendirikan kios , benar - benar sangat ramai !


Jansen memegang tangan Elena sambil berjalan , dia menemukan bahwa hari ini Elena mengenakan rompi kulit hitam dengan kemeja sifon putih di dalamnya dan dia juga mengenakan celana panjang warna hitam yang menampakkan pergelangan kakinya yang halus , serta sepatu hak tinggi membuat temperamennya terlihat sangat bagus .


" Apa lihat - lihat ! "


Melihat Jansen menghentikan langkah kakinya , Elena mengerutkan keningnya .


" Istriku , kamu sangat cantik ! "


Jansen juga menyadari entah apa yang Elena kenakan , dia akan selalu terlihat bagus . Bisa juga dikatakan bahwa dia bisa memakai apapun yang ingin dia pakai.


" Mulut yang manis ! "


Elena mengerutkan bibirnya , tetapi dalam hati merasa sangat bahagia .


Mereka berjalan menyusuri jalur taman , orang - orang yang berlalu lalang juga tertarik akan rupa Elena yang menawan , bahkan ada seorang paman yang menatap punggung Elena sampai menabrak pohon , membuat istrinya yang kesal langsung menjewer telinganya !


" Hehe ! "


Ketika Elena melihat adegan itu , dia tidak bisa menahan tawanya .


Jansen juga menggelengkan kepalanya tak berdaya . Dia tiba - tiba sadar , akan sangat baik kalau saja dia bisa terus berjalan dengan tenang sepanjang hidupnya .


" Ada apa ? "


Berpikir seperti ini , Jansen baru menyadari lagi bahwa kecepatan Elena tiba - tiba melambat dan dia tengah menggosok betisnya .


" Setelah memakai sepatu hak tinggi sepanjang hari , kakiku agak sedikit tidak nyaman ! " Jawab Elena sambil tersenyum , matanya tiba - tiba menatap Jansen , memperlihatkan penampilan manisnya . Meskipun dia adalah seorang maniak kerja , tetapi dia juga telah melihat beberapa film romantis dan Elena tahu ketika seorang wanita mengatakan masalah seperti ini , otomatis pria mereka menyelesaikan masalah ini untuknya .


Atau , Jansen akan menggendongnya !


Atau , Jansen akan memberikan sepatunya untuk dipakai dan memilih untuk bertelanjang kaki !


Atau yang lebih romantis lagi keduanya akan bertelanjang kaki !


Berpikir sampai di sini , hati Elena mulai berdebar - debar penuh rasa manis .

__ADS_1


__ADS_2