
"Tidak apa-apa, kita telah mengalami banyak pasang surut kehidupan, kalaupun ada masalah paling kita mati saja!" Jansen tersenyum dan menghibur diri.
Elena terdiam sejenak, lalu mengangguk, dia merasa bahwa bisa mati bersama Jansen pun sudah cukup baginya!
"Ini Nona Ketiga! Yang di sana itu seharusnya adalah Jansen, suami Nona Ketiga!"
Orang tua itu tiba-tiba berkata, "Saya datang ke sini mewakili Keluarga Miller, karena status Elena ini bukanlah orang sembarangan, maka Keluarga Miller ingin datang membawanya kembali. Jika ada tindakan saya yang tidak berkenan, saya mohon maaf sebesar-besarnya!"
Setelah berhenti sejenak, dia menambahkan, "Ini sudah jalinan takdir, dan bagaimanapun juga Elena adalah bagian dari Keluarga Miller!"
"Omong kosong!"
Jansen tiba-tiba berteriak, "Kata-katamu memang sungguh enak didengar, kalau begitu aku tanya, di mana Keluarga Miller saat Elena lahir? Di mana Keluarga Miller saat Elena belajar? Di mana Keluarga Miller saat Elena pertama kali sakit?"
Ketiga pertanyaan ini membuat orang tua itu tidak berkutik.
"Kalian tidak melakukan apa pun untuk Elena, tetapi sekarang hanya dengan mudah berkata kalian ingin membawa pergi Elena? Kalian benar-benar tidak tahu malu!" ucap Jansen dengan penuh ketegasan.
"Hah, ini memang kesalahan Keluarga Miller, tetapi identitas Elena sudah diumumkan ke publik, dan bila dia tetap tinggal di Kota Asmenia, maka akan menjadi bahaya bagi dirinya, jadi lebih baik Elena pulang ke rumah Keluarga Miller!" balas orang tua itu dengan perkataan yang penuh logika.
Wajah Jessica tampak kesal karena dirinya tak menyangka Jansen, pria yang katanya pecundang itu, berulang kali dengan argumentasi yang tegas dan membuat dirinya terdiam.
"Bahaya? Berapa kali sudah Elena menghadapi bahaya di Kota Asmenia, pengejaran Organisasi Pembunuhan malam, Maniak Bom, Master hantu, dan Juara Tinju dari Selatan, pada saat itu Keluarga Miller semua ada di mana!"
Jansen melangkah maju dan mempertegas kembali, "Jika aku tidak salah menebak, alasan mengapa Elena dikejar para pembunuh adalah karena Keluarga Miller. Aku tanya padamu, apakah lebih aman baginya untuk tetap menjalin hubungan dengan Keluarga Miller, atau sama sekali tidak berhubungan lagi dengan Keluarga Miller?"
Orang tua itu tiba-tiba terdiam tanpa bisa membantah, dan tak hanya itu, dia juga merasa bersalah.
Jessica sangat marah karena Jansen sepertinya mampu membalikkan keadaan, dan dia berkata dengan penuh amarah, "Paman Bonnie, jangan dengarkan omong kosongnya. Orang ini pecundang dan tidak punya kemampuan sama sekali. Selain membual, apa lagi yang dia bisa lakukan?"
Setelah berkata demikian, Jessica memandang Jansen dengan sinis, "Jansen, aku mengagumi keberanianmu, tetapi hanya mengandalkan keberanian itu tidak ada gunanya, berani tanpa strategi hasilnya tetap gagal!"
"Keberanian yang aku miliki berasal dari kemampuan yang aku miliki!"
Jansen tersenyum puas, dia lalu menelepon, "Maaf, sudah membuat kalian menunggu lama, tolong bantu aku adakan pesta ulang tahun untuk kakek aku!"
Setelah berkata demikian, Jansen menutup teleponnya.
Tidak ada seorang pun yang mengerti apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Kemudian, Jasper tiba-tiba tertawa menghina, "Ajalmu sudah dekat, kenapa kamu masih membodohi dirimu sendiri?"
Tak lama setelahnya, seseorang masuk dari pintu, dia adalah Ethan dari Grup Dorcane.
"Haha, selamat ulang tahun kakeknya Jansen. Maaf saya terlambat, sungguh maaf, saya hari ini datang mewakili Grup Dorcane!"
Jasper tiba-tiba menatap dengan terkejut. Meskipun dia berasal dari Ibu Kota, tetapi dia pernah mendengar nama Grup Dorcane yang merupakan salah satu dari empat keluarga kaya di Kota Asmenia.
Apa orang ini datang karena Jansen?
Seorang dokter biasa bisa mengundang datang salah satu dari empat keluarga kaya besar?
"Jadi ini dukungan mu? Hanya keluarga kaya, itu biasa saja!" ucap Jasper meremehkannya, meskipun dia sendiri agak terkejut.
"Maaf saya datang terlambat, Grup Caster datang memberi ucapan selamat ulang tahun kepada kakeknya Jansen!"
Namun, penghinaan Jasper ini tidak berlangsung lama karena Martin Caster pun dengan penuh wibawa datang memberi selamat.
Jasper semakin tercengang karena mereka semua ini bukanlah hanya keluarga kaya biasa!"
"Haha, anggur ulang tahun hari ini akan saya minum dan nikmati, ini saya dari Perumahan Henburg datang memberi selamat!"
"Marcus datang memberi selamat!"
Dan orang-orang ini semuanya adalah bos besar di Kota Asmenia, mereka tidak hanya punya pengaruh di dunia politik tetapi juga merupakan taipan bisnis.
Osmond terdiam lama melihat kehebohan ini, dan penilaian darinya terhadap Jansen semakin bertambah bagus.
"Ini aku Lukas sudah datang!"
Pada saat ini, datanglah sang penguasa Kota Asmenia, dia adalah orang yang menguasai hampir setengah perekonomian, bisnis gelap dan dunia beladiri Kota Asmenia.
"Lukas, taipan besar Kota Asmenia, yang dulu datang mengunjungi rumah kami Keluarga Woodley!"
Kaki Jasper lemas seketika dan dia hampir duduk terjatuh di atas lantai. Jasper tidak takut dengan para tokoh besar ini, tetapi dia terkejut seorang dokter biasa malah bisa mengundang begitu banyak taipan datang berkunjung ke tempatnya.
Sebelumnya, Jasper juga menertawakan Jansen sebagai rakyat biasa dan tidak mengizinkan Elena hidup bersama Jansen, kecuali Jansen bisa menjadi seorang bos besar. Akan tetapi, Jansen membantah pernyataan Jasper dengan berkata bahwa walaupun Jasper adalah anak dari keluarga elit, tetapi tanpa dukungan keluarganya sendiri Jasper tak akan mungkin mencapai apa yang Jasper miliki saat ini.
Saat itu, Jasper merasa kesal dengan pernyataan Jansen ini, dan merasa bahwa orang biasa tak akan bisa mencapai kesuksesan hingga menjadi seorang tokoh penting yang ucapannya didengar banyak orang, tanpa dukungan dari latar belakang keluarga sendiri.
__ADS_1
Namun, Jansen berhasil melakukannya!
Dia tidak memiliki latar belakang keluarga besar, dia hanya seorang dokter!
Bisakah Jasper melakukan ini? Bisakah dia dibandingkan dengan Jansen?
"Ingat, Kota Asmenia masih punya satu bos besar lagi. Ngomong-ngomong, dia ini adalah pemilik PT. Glory. Hehe, dia tidak datang hari ini, kalau begitu kamu masih belum memenuhi syarat untuk menjadi suami Elena!"
Jasper tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata dengan penuh kesombongan.
"Siapa bilang aku tidak datang? Aku sudah tua, tubuhku tidak kuat lagi, tidak bisa seperti kalian anak muda ini, makanya aku datang agak terlambat!"
Suara seorang pria tua tiba-tiba terdengar di pintu depan, suara itu adalah suara Garrick Moore, kedatangannya seakan menampar wajah Jasper yang katanya putra keluarga elit.
Kali ini penguasa kota Asmenia benar-benar datang berkumpul semua!
Di luar halaman, banyak orang telah berkumpul untuk menonton kehebohan ini. Melihat mobil-mobil mewah ini, semua orang merasa takjub. Mungkin mereka belum pernah melihat begitu banyak mobil mewah berkumpul seperti ini dalam hidup mereka.
Bagi mereka semua, pemandangan seperti ini sungguh fantastis.
Seluruh halaman rumah tiba-tiba menjadi tenang, Osmond dan yang lainnya tampak bingung dan sangat terkejut, mereka semua akhirnya memandang wajah Jessica.
Wajah Jessica sangat tenang. Tidak ada yang tahu apakah dia marah atau bahagia. Jessica ini sangatlah cerdik. Tentu saja, dia juga tidak bodoh. Dia tahu bahwa semua bos besar Kota Asmenia ini mengenal dirinya, tetapi mereka secara terbuka berani mendukung Jansen. Jessica pun merasa pasti ada sesuatu yang salah.
Sebelumnya, Jessica memberikan penawaran kepada Jansen agar dirinya bersedia enyah menjauh dari Elena, sedangkan Jansen balik menyerang Jessica dengan memberikan penawaran yang lebih dahsyat kepadanya.
Saat itu, Jessica mengira Jansen hanya sedang membual.
Namun, sekarang ini fakta telah membuktikan segalanya.
Jessica tidak bisa membayangkan, dengan cara apa Jansen yang hanya seorang dokter di daerah kecil, bisa membuat bos-bos besar itu datang memberinya muka bahkan sampai ada yang berani membuat Keluarga Miller dari ibukota merasa tersinggung.
Selain itu, biasanya Jessica tidak merasa perlu mengambil hati bos-bos besar ini, tetapi sekarang adalah momentum yang penting karena Jessica masih ingin sukses berkarir di Kota Asmenia, sehingga dia juga pasti butuh dukungan dari bos-bos besar ini.
"Kakek Moore, aku ingat ayahku pernah bertemu denganmu sekali dan pernah berhubungan bisnis dengan Keluarga Moore. Apakah kamu benar-benar akan ikut campur dalam masalah ini?"
Jessica tersenyum hingga matanya sipit, dan dia pun masih tidak percaya bos-bos besar ini berani ikut campur dalam masalah tersebut.
"Haha, Nona Jessica, mereka berdua pun sudah menikah, untuk apa lagi kita pisahkan mereka, pepatah mengatakan lebih baik mengajarkan orang mendidik anak daripada mengajarkan orang berpisah dengan pasangan hidup!" ujar Kakek Moore sambil tertawa.
__ADS_1
Sikapnya Kakek Moore sangat jelas, yaitu berdiri di sisi Jansen.
Pada kenyataannya, Kakek Moore juga tidak bisa menceritakan kesulitan yang dialaminya. Lagi pula, jika dia tidak membantu Jansen, maka Keluarga Moore akan selalu ditimpa musibah kehilangan nyawa. Meskipun dengan berbuat demikian, dia telah menyinggung perasaan Keluarga Miller dari Ibu Kota dan akan kehilangan banyak omset bisnis, tetapi musibah kehilangan nyawa bukan sembarang musibah!