Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1160. Kamu Meremehkanku!


__ADS_3

"Dokter Jansen, tadi kami sangat tidak sopan. Kami minta maaf padamu!"


Kedua orang tua itu dengan cepat mengucapkan terima kasih pada Jansen dan memberi hormat.


Jansen dengan tidak peduli mengibaskan tangannya, "Tidak masalah, aku bisa mengerti bahwa kalian gelisah mengenai pasien!"


Melihat betapa baiknya Jansen, kedua orang tua itu merasa bersalah dan merasa berutang budi besar pada Jansen.


Melihat ini, Ibu Bos tersenyum pada Jansen dan berkata, "Dokter Jansen, jangan khawatir. Dalam setengah bulan, aku pasti akan memberikan informasi yang kamu inginkan!"


"Terima kasih!"


Jansen juga menunjukkan senyumnya.


Dibandingkan dengan rasa terima kasih dan hadiah dari Sekte Tersembunyi, dia lebih peduli tentang keberadaan Elena.


"Dua dokter yang terkenal di dunia, sekarang apa yang bisa kalian katakan!"


Kemudian, Jansen beralih menatap Profesor George.


Wajah mereka berdua memerah dan mereka terdiam.


Mereka mengobati penyakit Tyo selama lima tahun, tapi mereka hanya mengobati gejalanya dan bukan penyebabnya. Akhirnya, Jansen hanya menggunakan waktu sepuluh menit, dia menggunakan teknik yang misterius. Bunuh dulu dan kemudian selamatkan. Apakah ini benar-benar sebuah metode medis?


Melihat mereka tidak berbicara, Jansen merenung dan berkata, "Begini saja, kalian berlutut di Bandara ibu kota dan berteriak, dokter pengobatan tradisional tidak terkalahkan! Dengan begitu, masalah ini terselesaikan!"


"Kau hanya beruntung. Kamu benar-benar berpikir bahwa dokter pengobatan tradisional adalah aspek utama dari keterampilan medis!"


Profesor George tidak dapat menahan amarahnya dan memberanikan dirinya untuk mengatakan itu.


Plak!


Bagaimana bisa kedua orang tua itu membiarkan mereka bersikap seenaknya. Di sini adalah Huaxia, bukan Negara Magnesium maupun Negara Matahari!


Dulu, kedua orang ini bisa meringankan penyakit Tyo, sehingga mereka menolerir sikap arogan kedua orang ini. Akan tetapi, sekarang mereka tidak perlu lagi menghormati mereka!


Bahkan, sebenarnya mereka sudah lama ingin mengusir kedua orang ini!


"Kau akan berlutut atau tidak!"


Mereka berdua masing-masing memegang satu dokter terkenal itu. Mereka mengangkat dan menampar dokter-dokter itu.


"Kami tidak akan berlutut, kami adalah dokter terkenal di dunia dan tidak akan mengakui dokter pengobatan tradisional!"


Namun, kedua orang ini juga pantang menyerah!


Plak!


Mereka menampar lagi!


"Studi Huaxia adalah yang terbaik di dunia. Penghinaan kalian sudah tidak dapat ditolerir, berlutut atau tidak!"


"Kami tidak akan berlutut, bunuhlah kami kalau kamu mampu!"

__ADS_1


"Berlutut atau tidak!"


Setelah lebih dari belasan tamparan berturut-turut, wajah kedua dokter yang terkenal di dunia itu bengkak. Pendirian kuat mereka di awal tadi berangsur-angsur berubah menjadi rasa takut!


Mereka merasa bahwa jika mereka berkata mereka tidak akan berlutut lagi, kedua orang tua ini akan benar-benar menampar mereka sampai mati!


"Kami akan berlutut, kami salah!"


Keduanya berteriak secara bersamaan. Karena wajah mereka bengkak, ucapan mereka menjadi cadel.


"Bawa mereka ke bandara, buat mereka berlutut dan berteriak. Kalau ucapan mereka kurang satu kata saja, jangan biarkan mereka pulang ke negara mereka!"


"Oh iya, biarkan wartawan mengambil foto dan mengirimkannya di situs web seluruh dunia!"


Tyo yang di atas ranjang pun berteriak dingin.


Sekarang ini bukan masalah pribadinya, ini adalah masalah yang berhubungan dengan studi Huaxia, dia tidak boleh takut!


Apalagi melihat dokter pengobatan tradisional menghancurkan pengobatan barat dunia, dia merasa amat tergerak.


Jansen tidak tertarik untuk mengurus permasalahan-permasalahan selanjutnya. Dia mengatakan beberapa kata kepada Paman Tyo lalu pergi bersama Ibu Bos.


Saat mereka pergi, sikap ketiga laki-laki tua tersebut terhadap Jansen berubah 180 derajat. Mereka tidak hanya bersikap sopan, tapi juga lebih menghormatinya.


"Dokter Jansen, keterampilan medismu benar-benar yang terbaik."


Ibu Bos berkata dengan sopan sambil membawa Jansen pergi.


Jansen merasakan adanya perubahan darinya, seperti dengan ketiga orang tua itu, perubahannya yakni adalah rasa hormat.


Terus terang saja, yaitu dengan mengakui status Jansen.


Setelah bertukar beberapa kata dengan Ibu Bos, Jansen pamit dan pergi.


Dia sangat menantikan informasi itu setengah bulan lagi.


Karena dia datang menggunakan mobil milik Ibu Bos, maka untuk kembali Jansen harus naik taksi. Hal ini membuatnya lesu. Jika dia tahu, dia akan membiarkan Ibu Bos mengantarnya kembali.


Lagi pula, tidak mudah menemukan taksi di daerah sini.


Tiba-tiba, Jansen berhenti berjalan dan menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasinya. Kemudian terdengar suara embusan angin.


Di udara, belasan sosok kaki di antara angin yang kencang menyerangnya!


Melihat sikap ini, seni bela diri orang yang datang ini sangatlah hebat. Terutama bagaimana kakinya begitu kuat, kecepatannya yang cepat dan dikombinasikan dengan aura kuat Trancedent.


Mata Jansen berubah dingin dan hendak membunuhnya, tapi kemudian dia menghela napasnya.


Ternyata itu adalah seorang kenalannya.


Buk Bak Buk!


Dengan satu tangan di belakang dan tangan lainnya di depan, Jansen menggunakan Taici miliknya untuk menghadapinya.

__ADS_1


Dia tampak tenang dan terus melangkah mundur. Dia menangkis tendangan lawan seperti seorang Master Besar sebuah sekte!


Teknik kakinya sangat hebat, dan orang itu seperti memisahkan dirinya dari medan gravitasi dan mengambang di udara. Dalam sekejap mata, belasan tendangan kungfu dilepaskan. Bila orang biasa pasti tulang di seluruh tubuhnya sudah lama dipatahkan


"Jansen, terakhir kali kamu bertarung denganku di Keluarga Fang, kamu benar-benar menyembunyikan kekuatanmu!"


Saat tendangan terakhir bagai kapak tempur dilepaskannya, Jansen menahannya dengan satu tangan dan menangkis tendangan tersebut. Dia kemudian menatap mata di depannya, bila bukan Patricia maka siapa lagi!


Patricia adalah salah satu dari Empat Bintang Baru di Dunia Jianghu. Teknik kakinya benar-benar hebat. Sepertinya dia tidak selemah Roland Yiwon.


"Aku tidak menyembunyikan kekuatanku. Aku sudah mengerahkan seluruh tenagaku!"


Jansen menggelengkan kepalanya tak berdaya.


"Kau berbohong padaku. Menurut rumor di Dunia Jianghu, kamu bahkan tidak takut pada Dayton dari Empat Bintang Baru. Kamu berani melawannya dengan kemampuan mu?"


Patricia berkata dengan marah. Terakhir kali, mereka berdua tampak seri. Sebenarnya, Jansen masih lebih unggul, tapi perbedaan mereka tidak terlalu besar sehingga dia masih bisa menerimanya. Namun, rumor di Dunia Jianghu selama periode waktu ini memberitahunya bahwa Jansen lebih rumit dari yang dia bayangkan.


Dia langsung kesal. Mungkinkah Jansen melihatnya sebagai seorang wanita sehingga dia berbelas kasihan padanya?


Hal ini merendahkannya!


"Kakak, kamu memperlihatkannya lagi!"


Jansen melirik ke bawah dan menggelengkan kepalanya, "Merah muda dan renda, sangat berbeda dengan karaktermu. Kemampuan seni bela dirimu tajam dan teknik kakimu seperti badai. Bukankah seharusnya lebih pantas memakai warna hitam?"


"Enyah kau!"


Patricia memarahinya dan menarik kakinya kembali. Lagi pula, kakinya berada di bahu Jansen, posisi mereka terlalu aneh.


"Jangan pakai rok kalau menyerang pakai kaki!"


Jansen bergumam lagi.


"Bukan urusanmu!"


Setelah Patricia menarik kakinya kembali, dia merapikan roknya, tetapi wajahnya sedikit memerah. Dia berkata dengan marah, "Kau menyelamatkan saudara perempuan ku, aku ingin berterima kasih untuk ini. Tapi, ada apa dengan seni bela dirimu? Aku mendengar bahwa Roland Yiwon ingin melawanmu, tapi dia kelihatannya telah kalah!"


"Tidak, dia tidak dalam kondisi baik. Aku sama sekali tidak melawannya. Untung saja dia tidak dalam kondisi yang baik, kalau tidak, aku akan sial!" Jansen menggelengkan kepalanya.


"Aktingmu kurang!"


Patricia merasa sepertinya Jansen kesal padanya dan tidak ingin bertarung dengannya, tapi makin seperti ini makin dia merasa diremehkan.


Jansen kembali berkata, "Kau tidak mencariku untuk hal ini kan!"


"Ini bukan masalah kecil. Roland Yiwon ingin menantangmu dan Dayton juga ingin melawanmu. Kenapa aku tidak bisa? Apakah kamu meremehkanku?" ujar Patricia.


"Harga dirimu terlalu tinggi, aku tidak ingin melawanmu terutama karena aku tidak ingin malu. Aku tidak meremehkanmu!"


Jansen benar-benar takut pada Patricia. Kakak perempuan ini adalah seorang idiot bela diri. Dia tertawa dan berkata, "Dayton ingin melawanku? Kenapa aku belum pernah mendengarnya?"


"Dia belum mengumumkannya untuk saat ini, tetapi dengan sikap Dayton, dia pasti akan melawanmu!"

__ADS_1


Patricia berkata dengan tak acuh, "Kalau bukan karena Keluarga Wilbert yang mendukungmu, kurasa dia sudah bergerak sejak lama. Kamu harus berhati-hati. Dayton sangat brutal. Oh iya, karena kamu ingin melawannya, bukankah lebih baik kalau kita belajar dari satu sama lain. Kalau bahkan aku tidak bisa menang, Dayton akan mencari masalah denganmu dan kamu harus membiarkan Keluarga Wilbert ikut maju!"


__ADS_2