Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1314. Pedang Pembasmi Setan!


__ADS_3

"Pergilah ke neraka!"


Pada saat ini, terdengar suara teriakan Preston. Entah sejak kapan dia membawa sebuah pilar batu dan menghantamkannya ke arah Zombie.


Dia adalah kultivator yang memiliki level kekuatan Ranah Celestial. Di dalam dunia Jianghu, dia sudah masuk ke dalam daftar master bela diri yang sangat tinggi. Energi sejati pun mengalir di setiap bagian tubuhnya.


Blar!


Hantaman keras pun terjadi. Bagaikan menabrak dinding tebal, pilar batu yang ada di tangan Preston hancur berkeping-keping. Bahkan, dia sendiri sampai terpental hingga beberapa meter.


"Apa-apaan ini!?"


Setelah tersungkur ke tanah, Preston pun terbelalak seolah tak percaya.


Srek! Srek!


Melihat ke arah Zombie yang berkerumun, tampaknya mereka sedang bergerak mendekati Preston. Benar saja, sebuah lengan pun berusaha menariknya.


Di atas lengan itu, terdapat mata, telinga, gigi, hati dan yang lainnya. Benar-benar menjijikkan.


Di saat genting seperti ini, Jansen mengeluarkan teknik tangga awan vertikal untuk menyelamatkan Preston. Di saat yang bersamaan, dia juga mengeluarkan pedang untuk menebas para Zombie.


Hanya saja, tebasan pedang yang dia lancarkan tampaknya tidak begitu efektif.


Zombie-Zombie ini mampu mengubah bentuknya dalam sekejap. Terkadang menjadi lunak, terkadang juga dapat menjadi keras. Sulit untuk dihadapi.


Bahkan, saat pedang bayangan milik Jansen menyentuh tubuh para Zombie, cahaya yang ada pada pedang nampak mulai meredup. Seolah-olah sudah terkontaminasi oleh aura mayat.


"Api Yang!"


Api membara muncul di telapak tangan Jansen. Kemudian, dia gunakan api itu untuk membakar aura mayat yang menempel pada pedang bayangan miliknya.


Selesai melakukannya, dia lantas menarik Preston mundur menjauh. Di saat yang bersamaan, dia menyimpan kembali pedang bayangan sembari mengeluarkan api Yang dalam jumlah besar.


Layaknya sebuah meteor, api Yang membara dalam kegelapan. Tak berselang lama, satu demi satu Zombie yang terkejut pun mulai mundur.


Api Yang menyelimuti tubuh para Zombie dan membakarnya hingga membentuk sebuah kobaran api yang mirip dengan manusia terbakar.


Melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini, Alice dan Preston terlihat bahagia. Yaaah... seperti yang diharapkan dari seorang Jansen, master bela diri yang luar biasa.


Sampai detik ini, Jansen sudah menjadi pilar utama bagi mereka. Entah bagaimana nasib mereka jika Jansen tumbang dan tak mampu melawan para Zombie. Pastinya, mustahil bagi mereka untuk melawan kepungan para Zombie.

__ADS_1


Namun, entah kenapa tidak terpancar raut bahagia pada wajah Jansen. Memang benar api Yang mampu membakar tubuh para Zombie, tapi... dia teringat saat api Yang membakar tubuh Raja mayat berdarah kala itu.


Efektivitas api Yang sangat lemah!


Makhluk seperti mereka memang sangat sulit untuk dihadapi.


Andai saja tidak ada Alice ataupun yang lainnya, dari awal pasti Jansen sudah mencoba jurus menghilang untuk meninggalkan tempat ini.


Tentu saja, jurus tersebut mungkin juga tidak akan efektif saat ini. Zombie mampu merasakan aura manusia. Besar kemungkinan jurus bayangan juga akan sia-sia.


Lalu, bagaimana? Apa yang harus dilakukannya?


Jansen pun menggunakan ingatan leluhurnya untuk mencari cara menghadapi para Zombie. Tapi sayang, dia tidak menemukan apa pun untuk mengatasi serbuan mereka.


Alasan utamanya adalah ilmu Taoisme miliknya masih sangat lemah. Hal itu menyebabkan banyak teknik Xuan seperti sihir Daoist, di mana saat menggunakannya, kekuatan yang dikeluarkan tidak akan begitu kuat.


"Kak Jansen, sepertinya api Yang tidak mempan terhadap mereka?"


Preston yang awalnya terlihat senang pun kini merasakan ada yang aneh.


Zombie dengan perawakan tinggi besar sedang menghalangi jalan mereka. Terlebih lagi, makhluk itu dalam keadaan terbakar saat ini. Tiap kali makhluk itu melangkah, terdapat sebuah cairan yang menetes ke tanah dan menyebabkan seisi istana dipenuhi dengan aroma tidak sedap.


Khususnya Mr. Allen yang saat ini memang sudah tak lagi muda. Mendaki gunung Kunlun saja sudah membuatnya menguras tenaga, apalagi kemudian bertemu dengan makhluk seperti ini, sudah pasti dia akan berada pada titik terlemahnya.


Mr. Allen mengambil senjata api yang ada di pinggangnya dan bermaksud untuk mengakhiri hidupnya.


"Paman Allen, jangan!"


Alice pun berusaha menghentikannya. Tapi sebenarnya, dia juga berada pada titik terlemahnya saat ini.


Kondisi Preston terlihat lebih baik daripada mereka.


"Lebih baik aku melawan master sekte tersembunyi daripada harus melawan makhluk setan seperti mereka!" ucap Preston.


"Makhluk setan?"


Mata Jansen tiba-tiba bersinar, dia teringat akan broken sword yang ada pada tubuhnya.


Broken Sword tidak hanya memiliki kekuatan yang dahsyat, tapi juga dapat mengusir roh jahat seperti setan. Tapi entahlah, apa mungkin mampu melawan para Zombie.


Memikirkan hal itu, dia langsung mengalirkan Profound Qi pada Broken Sword. Tak lama, Broken Sword pun muncul di tangannya.

__ADS_1


Seolah merasakan aura mayat yang ada di sekeliling, Broken Sword terlihat bergetar dan bergerak saat berada dalam genggaman Jansen.


"Jansen, mereka sudah makin dekat!"


Melihat Jansen tak bergeming, Alice pun makin panik.


"Nona Alice, mungkin ini sudah menjadi takdir kita. Kita akan berakhir di tempat ini!"


sahut Mr. Allen sembari menghela napas panjang.


"Kita harus percaya pada Tuhan, Tuhan-lah yang sudah mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini!" imbuhnya.


Saat ini, dia sudah benar-benar putus asa.


"Tuhan telah mengatur kita untuk bisa keluar dari sini!"


Tiba-tiba... terdengar suara teriakan Jansen. Alice dan Mr. Allen pun langsung menatap ke arah pria itu. Mereka melihat Jansen mengayunkan tangannya yang dipenuhi dengan cahaya hitam melesat jauh ke depan. Gerakannya begitu cepat!


Alice dan Mr. Allen pun terdiam di tempat. Sebenarnya apa yang terjadi?


Di waktu yang bersamaan, layaknya pedang master surgawi, Broken Sword yang dipenuhi energi besar pun menebas semua Zombie.


Zombie-zombie yang terkena tebasan Broken Sword terpotong seperti tahu dan kemudian mencair. Aromanya bahkan lebih busuk dari sebelumnya.


Cairan terus bercucuran dan bercampur dengan organ-organ dalam, kepala, jari serta banyak lagi, membuat siapa saja yang melihatnya merasa jijik.


Selain itu, terlihat juga 3 ekor kelabang berwarna hijau. Hanya saja, mereka tidak bergerak saat ini, sepertinya sudah mati!


Jansen benar-benar terkejut saat menggunakan Broken Sword untuk yang pertama kali. Dia tidak menyangka jika efektivitas Broken Sword untuk melenyapkan roh jahat sangatlah besar.


"Sudah berakhir?"


tanya Preston sedikit tercengang.


Alice dan Mr. Allen pun juga merasakan hal yang sama.


"Sudah, semua sudah berakhir!"


angguk Jansen sembari melambaikan tangannya.


Dalam kegelapan ini, Broken Sword terbang kembali dan mendarat di telapak tangannya. Tidak buru-buru memasukkannya kembali, Jansen justru mengamati pedang itu dengan saksama.

__ADS_1


__ADS_2