Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 714. Masih Belum Mengembalikan!


__ADS_3

"Tunggu, aku bisa memberimu uang!"


Rowen berteriak cemas.


"Bawa uangnya, maka kami akan segera melepaskannya!"


Pria jangkung itu mengangkat tangannya dan menghentikan gerakan anak buahnya.


Rowen merasa cemas sampai dahinya penuh dengan keringat. Dulu uang sebanyak puluhan juta pun bukan masalah baginya. Tetapi sekarang, lima juta sudah membuatnya kewalahan.


Dia selalu merasa bahwa dirinya sangat hebat, sekarang dia merasa mereka hanya akan terpuruk untuk sementara waktu saja, tidak sampai satu tahun mereka pasti bisa bangun kembali.


Tetapi kenyataan mengatakan kepadanya, manusia, sekali sudah jatuh, maka akan sangat sulit untuk bangun kembali!


"Pasti tidak ada, beraninya membohongiku."


Melihat Rowen terdiam lagi, pria jangkung itu sangat marah, "Aku ingin dua jarinya!"


"Ayah!"


Ricky menangis cemas, "Lapor polisi, cepat lapor polisi!"


Namun, Rowen tidak berani lapor polisi, karena dia yang berutang sehingga hal ini wajar. Kalau dia menelepon polisi hari ini, maka besok dia akan menerima akibat yang lebih berat lagi.


Melihat ayahnya diam saja, Ricky tahu bahwa sepertinya jarinya ini sudah tidak dapat dia pertahankan!


Bang! Bang!


Namun, saat ini, tendangan telapak kaki menuju ke arah mereka dan menendang belati itu sampai terbang, membuat tangan yang memegang belati itu langsung terkilir.


Ricky terkejut. Kemudian tanpa sadar dia membuka matanya dan melihat sosok yang dikenalnya!


Orang ini berdiri di depannya, terlihat kurus, tetapi dia tinggi.


Pria ini diperlakukan seperti sampah oleh keluarganya setengah tahun yang lalu, tetapi sekarang dia yang menyelamatkannya!


Karena, dia adalah Jansen.


"Siapa kamu, beraninya ikut campur masalah Perguruan Tinju Elang!"


Pria jangkung itu tiba-tiba menatap Jansen.


"Jansen!" ucap Jansen dengan terus terang.


Pria jangkung itu tertegun sejenak dan tersenyum cemas, "Jadi kamu, aku pernah mendengar tentangmu, menantu


Keluarga Miller, kamu yang membunuh Kakek Miller dan menyebabkan kehancuran Keluarga Miller. Kenapa? Apakah kamu ingin berpura-pura menjadi orang baik sekarang?"


"Aku beritahu padamu, jangan ikut campur urusan Keluarga Miller, jika tidak maka aku akan melukaimu!"


Setelah selesai berbicara, Rowen juga mengertakkan gigi dan memarahi, "Jansen, pergi sana, Keluarga Miller tidak membutuhkan belas kasihan palsu kamu!"


Ricky tidak berbicara. Meskipun dia juga membenci Jansen,


namun Jansen yang sudah menyelamatkannya!


Namun, Jansen menggelengkan kepalanya, "Aku tidak sempat untuk ikut campur dalam masalah Keluarga Miller. Namun, Anggur Baimo itu adalah anggur yang kuberikan kepada Keluarga Miller, kalian harus memuntahkannya!"


"Kamu masih meminta aku untuk memuntahkan apa yang sudah aku telan. Apakah kamu tidak punya otak!" pria jangkung itu seperti mendengar lelucon yang paling lucu.

__ADS_1


"Jika tidak memuntahkannya, maka bayarlah sepuluh juta yuan!" ujar Jansen dengan dingin.


"Sial, sepertinya kamu bermaksud ikut campur masalah hari ini!"


Wajah pria jangkung itu terlihat ganas, dan pisau muncul di tangannya, "Baiklah, aku akan melihat apakah kamu pantas ikut campur. Anak-anak buahku, lumpuhkan salah satu lengannya!"


Di bawah perintahnya, semua preman di belakangnya langsung menerobos ke sana.


"Aku akan lihat siapa yang berani bergerak!"


Pada saat ini juga, teriakan dingin terdengar. Kemudian, seorang lelaki tua berjalan ke sana dengan tongkat, di belakangnya diikuti oleh sejumlah besar pengawal berpakaian hitam.


"Tuan Dean!"


Ketika dia melihat orang-orang yang datang, raut wajah pria jangkung itu sedikit berubah.


Tuan Dean, Vajra Agung di Kota Ibu kota, orang ini bukanlah orang yang bisa dia ganggu.


"Tuan Jansen!"


Setelah Tuan Dean datang, dia terlebih dahulu memberi hormat pada Jansen.


Pria jangkung itu sangat terkejut, bisa-bisanya Tuan Dean juga memberi hormat kepada Jansen?


Omong-omong, Jansen adalah seorang dokter. Sepertinya dia sudah pernah menyembuhkan Tuan Dean, sehingga Tuan Dean begitu menghormatinya.


Dia mengerutkan kening dan berkata, "Tuan Dean, karena dia adalah salah satu dari orang-orangmu, maka mari kita lupakan masalah ini. Aku minta maaf karena telah menyinggung perasaanmu sebelumnya!"


Setelah mengatakan itu, dia meminta maaf pada Jansen demi menghormati Tuan Dean. Kemudian dia pergi bersama semua preman itu.


"Apakah aku membiarkanmu pergi?"


Jansen tiba-tiba menyela dengan suara dingin, "Mana anggurku? Di mana uangku? Jika kamu tidak mengembalikannya hari ini, maka kamu harus meninggalkan satu jarimu!"


Pria jangkung itu membelalak dan dia berkata dengan marah, "Bocah, jangan pikir bahwa ada Tuan Dean yang mendukungmu, maka kamu bisa seenaknya. Biarkan aku memberi tahu kamu, aku adalah anggota dari perguruan Tinju Elang dan tempat ini merupakan salah satu dari empat Vajra Agung di Ibu kota, kamu hanya perlu menjalankan tugasmu sebagai dokter dengan baik. Jika kamu berani mencampuri urusanku, maka sepuluh nyawa saja tidak akan cukup!"


"Jadi, maksudmu kamu tidak berencana mengembalikannya?"


Jansen menyipitkan mata, "Tuan Dean, berikan kepadaku satu Jarinya!"


Raut wajah Tuan Dean sedikit berubah, dan dia mengingatkan dengan suara pelan, "Tuan Jansen, anak ini berasal dari Perguruan Tinju Elang, dan pemilik perguruan tinju itu bernama Bos


Lorry. Nama lengkapnya adalah Lorry Ortega, dan dia adalah seseorang yang sangat kuat. Ayah Lorry Ortega adalah Jorell Ortega, dan dia adalah pemimpin dari Akademi Tiga Belas!"


Meskipun perguruan Tinju Elang juga merupakan salah satu dari Vajra Agung di Ibu kota, tetapi mereka memiliki jumlah anggota yang paling sedikit. Industri ini terutama didasarkan


pada logistik, tetapi tidak ada yang berani mengganggu mereka.


Alasannya adalah orang-orang di perguruan Tinju Elang sangat pandai bertarung. Mengandalkan ratusan orang saja, mereka bisa mengalahkan kekuatan ribuan orang di Akademi Bela Diri.


Di tambah dengan dukungan dari belakang yang sangat kuat, bahkan Tuan Dean juga tidak berani berlebihan memaksanya. Lagi pula, yang mendukung mereka dari belakang hanya Matthew yang merupakan pemimpin dari Sekte Delapan Satu.


"Bocah, dengarkan perkataan Tuan Dean, air sumur tidak akan melawan air sungai, jangan sampai menyinggung orang yang seharusnya tidak boleh disinggung!"


Mendengar peringatan Tuan Dean ini, pria jangkung itu menjadi sangat sombong.


"Patahkan!"


Baru saja perkataan ini dikatakan, Jansen berbicara dingin.

__ADS_1


Mata Tuan Dean tampak membeku, dia mengertakkan gigi dan melambaikan tangannya. Semua pengawal di belakangnya langsung menerobos ke sana dan menangkap pria jangkung itu. Tangannya mengangkat pisau lalu mengayunkan pisau itu ke bawah, dan satu jari jatuh ke tanah.


"Aaa!"


Pria jangkung itu berteriak dengan tragis, "Kamu sudah gila, beraninya mematahkan satu jariku, tunggu saja kamu!"


Dia segera menyuruh orang di belakangnya untuk menelepon.


Dan Tuan Dean juga tahu jika masalah ini sangat merepotkan, tetapi saat memikirkan ada Jansen di sana, dia jadi tidak khawatir.


Sebaliknya, Rowen dan Ricky bersukacita, "Bajingan ini terlalu gila, bahkan perguruan Tinju Elang saja berani dia ganggu. Apakah kamu berpikir bahwa jika kamu seorang dokter


terkenal, kamu tidak akan mati?"


"Huh, tunggu saja sampai dia dipotong-potong!"


Mereka sangat bahagia, mereka tahu mereka tidak bisa mengganggu Jansen. Lebih baik melihat jika perguruan Tinju Elang dan Jansen kalah dan terluka bersama, lebih baik lagi jika mereka mati bersama, sehingga mereka tidak harus


membayar uang lagi.


Setelah sepuluh menit, kerumunan itu dipisahkan, dan ada lebih dari sepuluh pria mengenakan pakaian latihan hitam yang datang.


Mengenakan pakaian latihan di hari yang dingin


menunjukkan betapa luar biasanya tubuh mereka.


"Bos Lorry, dia mematahkan satu jariku!"


Pria jangkung itu memanggil salah satu pria kekar yang rendah.


Wajah pria itu sangat dingin. Perguruan Tinju Elang berbeda dengan Tuan Dean. Mereka tidak bekerja di industri hiburan, tetapi mereka bekerja di bagian logistik dan membuka kasino. Segala sesuatu pasti ada batasnya, maka jangan mengganggu satu sama lain. Namun, hari ini, seseorang beraninya menjatuhkan martabat mereka dan benar-benar cari mati.


Apakah masih ada yang tidak tahu bahwa Perguruan Tinju Elang tidak suka orang lain mengganggu mereka?


"Tuan Dean, apa maksudmu?"


Lorry Ortega berteriak dingin.


"Aku hanya mendengarkan perintah Tuan Jansen!"


Tuan Dean tidak berani melawan Lorry, jadi dia membiarkan Jansen yang menyelesaikan ini.


"Apakah kamu yang mematahkan jari anak buahku?" Lorry menatap Jansen lagi.


"Kembalikan anggurku, atau bayarlah sepuluh juta yuan. Maka kita lupakan saja masalah hari ini. Tetapi, jika kamu berani mengatakan tidak, maka aku akan mematahkan satu jarinya lagi!" ucap Jansen dengan santai.


Lorry marah besar. Dia saja bahkan belum menyelesaikan masalahnya, tapi pemuda ini justru lebih dulu mengungkit masalahnya? Dia mendengus dingin dan berkata, "Aku menghargai Tuan Dean, jadi aku bersikap baik. Apa kamu benar-benar berpikir aku mudah diganggu?"


"Apa salahnya mengganggumu!"


Jansen acuh tak acuh.


Tempat kejadian itu diam-diam menjadi gempar. Ini namanya dengan sengaja menyinggung perguruan Tinju Elang!


Bahkan Tuan Dean saja terus tersenyum pahit, tidak mengerti mengapa Jansen begitu gila.


"Menarik!"


Tatapan Lorry terlihat sangat mematikan, dia adalah salah satu orang dari dunia Jianghu, jika ada yang berani menentangnya maka dia akan membasminya.

__ADS_1


"Masih Belum Mengembalikan?"


Jansen lanjut bertanya.


__ADS_2