Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1330. Keberangkatan


__ADS_3

"Jansen, kami semua sangat berterima kasih padamu. Tidak hanya mendapatkan kembali martabat kami, tetapi kami juga melindungi wilayah Gunung kunlun!" ujar Erika sambil datang menghampiri mereka.


Jiro dan yang lainnya menatap Jansen dengan ekspresi bersyukur.


Tidak bisa dibayangkan betapa menyedihkannya Gunung Salju Peri tanpa bantuan Jansen. Bahkan Penatua Rain dan yang lainnya pasti akan ditertawakan.


Terkadang, mereka juga senang Jansen menjadi suami Elena. Jika tidak, akan merepotkan jika dia adalah suami dari cassia atau bahkan murid perempuan dari cabang lain.


"Kalian tidak perlu berterima kasih padaku. Aku hanya ingin istriku pulang lebih awal untuk membesarkan bayinya!"


"Tentu saja, kalau kamu benar-benar ingin berterima kasih, maka berterima kasih lah kepada istri dan anak laki-lakiku!"


Saat Jansen menatap Erika dan yang lainnya, wajahnya kembali acuh.


Erika dan yang lainnya semua menatap dengan bingung. Orang ini benar-benar aneh. Ia rela melakukan apa pun untuk istrinya, namun tampak acuh tak acuh pada yang lain, seolah mereka semua adalah bawahannya.


Pria seperti itu benar-benar pasangan yang sangat sempurna di hati setiap gadis.


Tatapan Erika dan para murid wanita lainnya sedikit berubah, mereka juga merasa iri.


Mendengar ucapan Jansen yang menyebutkan anak di kandungannya, Elena menggerutu dan berkata, "Dasar, memangnya kamu mesin USG? Bagaimana kamu tahu itu anak laki-laki? Siapa tahu ini anak perempuan? Apakah kamu lebih menyukai anak laki-laki daripada anak perempuan? Asal kamu tahu ya, kalau aku melahirkan seorang putri dan kamu tidak menyukainya, aku akan membesarkannya sendiri!"


Beraninya Jansen memprovokasinya? Seorang wanita hamil adalah seorang putri dan permaisuri. Tidak ada yang boleh menyinggungnya.


"Ya, ya, ya, ini putriku. Aku juga suka anak perempuan. Dia akan menjadi anak yang patuh dan tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik!"


"Eh tunggu, aku akan mencegahnya jatuh cinta lebih awal. Putriku bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan orang biasa!"


"Hanya orang yang berbakat yang boleh menikahi putriku!"


ujar Jansen awalnya dia tampak sangat senang, namun dia terlihat makin kesal dan panik seiring memikirkan putrinya yang akan dinikahi orang lain di masa depan.


Semua orang benar-benar tidak bisa berkata-kata. Apakah orang labil ini adalah orang hebat yang membunuh zombie besar tadi?


Jika mereka tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri, mereka pasti tidak akan percaya!


"Jansen, anak ini bahkan belum dilahirkan. kenapa malah sudah memikirkan pernikahan putrimu. Selain itu, memangnya sejak kapan kamu bisa memutuskan siapa yang disukai putri kamu ketika dia besar nanti?" Elena kembali mengeluh.


"Istriku, tidak peduli siapa yang dia sukai, tapi setidaknya harus layak untuknya!"


"Loh, jangan lupa bahwa kamu dulunya adalah menantu yang tinggal di rumah dan menganggur. Bukankah aku tetap menunggumu selama beberapa tahun? Memangnya kapan aku mencampakkan mu?"

__ADS_1


"Tapi..."


Jansen tidak bisa membantah. Dia akhirnya mengerti mengapa Ayah dan Ibu Elena mempersulitnya waktu itu.


"Jansen, Elena, kalian pikirnya terlalu jauh ke depan! Biasanya orang hamil sembilan bulan, tapi kamu sekarang tiga bulan saja belum, malah sudah memikirkan masa depan, memangnya sudah pasti anak kalian nantinya perempuan?"


Mendengar pembahasan Jansen dan istrinya yang menggebu-gebu, Erika pun akhirnya menyela.


Jansen dan Elena sama-sama merasa sedikit malu. Mereka saling melirik, tapi tatapan mereka penuh dengan rasa bahagia.


Tentu saja, hati mereka penuh dengan harapan untuk menyambut kehidupan baru dalam keluarga mereka.


Sehari kemudian, semua orang tiba di Gunung Salju Peri. Erika melihat Penatua Rain dan yang lainnya sudah menunggu lebih awal di sana.


Tampaknya mereka telah menerima kabar mengenai kejadian di Istana Awan.


Mereka yang di Gunung Salju Peri sangat terkejut dengan hasil ini!


"Erika, Elena!"


Penatua Rain menyapa Elena dan yang lainnya dari jauh, namun dia tetap menatap ke arah Jansen.


Dia berjalan cepat dan tersenyum sopan sambil berkata, "Jansen juga datang rupanya. Aku sudah mendengar tentang masalah di Istana Awan. Aku tidak menyangka bahwa zombie juga dihancurkan olehmu. Benar-benar sangat besar sekali kontribusimu!"


Jansen terlihat tidak peduli.


Mendengar jawaban itu, mata Penatua Rain langsung membelalak.


Mereka merasa Jansen penuh teka-teki dan misterius. Bagaimanapun, zombie Yin kebencian kebal terhadap api dan air, kebal pula terhadap pedang dan tombak. Kecuali Jansen memiliki sesuatu yang membantu menambahkan kekuatannya, tidak mungkin baginya untuk mengalahkan zombie Yin kebencian.


Sungguh aneh bahwa orang-orang seperti itu berasal dari dunia sekuler.


"Jansen, kali ini Gunung Salju Peri telah menyelesaikan misi dari Pemimpin Sekte. Mereka akan memberi kita hadiah, mereka juga menanyakan tentangmu. Aku bilang kamu berasal dari Gunung Salju Peri, tidak apa-apa kan?" Penatua Rain bertanya dengan ragu-ragu.


Sekarang, dia akhirnya sadar bahwa Elena dan Erika, para genius tersembunyi ini, tidak bisa dibandingkan dengan Jansen. Pria inilah yang benar-benar hebat.


"Terserah!"


Jansen mengangguk dan berkata, "Aku datang hari ini untuk mengatakan dua hal. Satu, istriku Elena sedang hamil. Dua, aku ingin membawanya kembali ke dunia sekuler!"


"Elena sedang hamil?"

__ADS_1


Sekujur tubuh Penatua Rain bergetar. Suasana hatinya sedikit rumit, tetapi pada akhirnya semua berubah menjadi kegembiraan.


Sebagai orang dari Sekte Tersembunyi dan penatua, dia tidak suka generasi muda menikah dan memiliki anak terlalu dini sebelum bakat mereka dikembangkan sepenuhnya. Bagaimanapun, ini akan memengaruhi jalur kultivasi mereka.


Tapi sekarang, nasi sudah menjadi bubur, dia tidak bisa mengubah apa pun.


Dan alasan yang paling penting adalah meskipun untuk saat ini Elena tidak bisa berlatih kultivasi, paling tidak dia sudah membawa pemuda yang lebih kuat ke pihak mereka, yaitu Jansen.


Mereka jadi mendapatkan anggota baru yang lebih baik.


"Bagus, bagus. Setelah anak itu lahir, dia harus dibesarkan di Sekte Tersembunyi. Dengan begitu, dia akan langsung menjadi anggota setelah dia lahir." ujar Penatua Rain menyatukan tangannya dengan gembira. Dia belum pernah menikah dalam hidupnya dan tidak bisa mengalami perasaan menjadi seorang ibu.


Namun, dia menganggap Elena sebagai putrinya, jadi dia bisa memahami perasaan bahagia memiliki seorang anak.


Di sisi lain, Jansen sedang memikirkan perkataan Penatua Rain. Meskipun dia kurang setuju, tapi ada benarnya juga.


Orang-orang dalam sekte tersembunyi memiliki status yang lebih tinggi daripada orang-orang sekuler. Lahir di sini juga dianggap sebagai orang dalam Sekte Tersembunyi. Mereka bisa mendapatkan banyak keuntungan, tentu saja baik untuk anak-anak mereka di masa depan.


Sama seperti bertahun-tahun yang lalu, banyak orang pergi ke Pulau Hongkong untuk melahirkan supaya anak mereka mendapatkan kartu identitas Pulau Hongkong.


"Jansen, kalau kamu bawa Elena kembali ke dunia sekuler untuk membesarkan bayinya sepertinya kurang bagus," kata Penatua Rain lagi.


Polusi di dunia sekuler sangat besar. Air, udara, makanan dan sebagainya tidak sebanding dengan yang di Gunung Salju Peri.


Jansen juga setuju dengan hal itu, namun dia masih belum bisa tenang. Bagaimanapun juga, dia ingin berada di sisi istrinya.


"Penatua Rain, kondisi janin Elena tidak stabil. Aku seorang dokter, jadi aku bisa merawatnya selama proses kehamilan. Meskipun di Gunung Salju Peri bagus, lebih baik anak itu untuk lahir dalam kondisi yang normal saja, akan lebih bermanfaat bagi pertumbuhannya." Jansen menjelaskan.


Penatua Rain mengangguk dan menanyakan keputusan Elena.


Tentu saja Elena juga setuju. Ia ingin bersama dengan suaminya.


"Karena kalian telah mengambil keputusan, maka lakukanlah. Tapi, kamu harus menjaganya dengan baik!"


Meskipun Penatua Rain agak enggan berpisah dengan Elena, dia tetap mengangguk. "Apalagi tubuh seorang ahli seni bela diri biasanya terlalu aktif, kurang bagus untuk janin. Kamu harus memperhatikan hal itu."


"Yakinlah, aku adalah dokter tradisional nomor satu di Huaxia. Aku bisa melindungi janin Elena."


Jansen sebenarnya mengetahui hal itu, jadi dia sangat berhati-hati.


Setelah mengobrol sebentar dengan Penatua Rain, Jansen dan Elena menginap semalam di Gunung Salju Peri sebelum kembali ke ibu kota keesokan harinya.

__ADS_1


Di saat itu juga, di sebuah daerah tampaklah sebuah gedung tinggi yang terdapat tulisan 'Apartemen Danlong'.


Letaknya di daerah ibu kota yang ramai. Meski luas apartemen itu tidak besar, hanya 120 meter persegi, namun nilai sebuah suite tidaklah murah.


__ADS_2