Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab 1121. Istri Gemar Selingkuh


__ADS_3

Tidak lama kemudian, lift sampai di lantai paling atas. Tepat saat mereka berjalan keluar dari lift, terdengar suara omelan seorang wanita.


"Di mana bos kalian? Suruh dia cepat datang kemari. Aku sudah menunggunya dari jam tiga sore tadi sampai sekarang. Dia benar-benar sok hebat. Percaya atau tidak, aku bisa membuatnya mati kapan pun aku mau!"


Bam! Bam! Bam!


Setelah omelan tersebut, terdengar suara barang-barang dihancurkan. Jansen melihat suasana ruangan kantor yang berantakan. Komputer dan benda lainnya pun hancur berserakan di mana-mana.


Seorang wanita berpakaian modis dan membawa tas LV tampak sangat marah.


Para mitra bisnis sontak terkejut. Sepertinya, wanita itu adalah bos dari para pria berpakaian jas. Para pengawal itu dan bos mereka ternyata sama galaknya.


"Biar aku beri tahu kalian, kalau dalam waktu setengah jam bos kalian masih belum datang kemari, aku akan membuat perusahaan kalian bangkrut sekaligus menghabisi kalian semua!"


Wanita itu kembali menyumpah.


Para sekretaris, manajer dan orang lain di sekelilingnya tidak berani bersuara. Mereka semua berdiri di pojokan dengan kepala menunduk.


"Nona Luna, jangan marah, aku akan menelepon perusahaan pakaian terbesar se-Huaxia untuk bekerja sama dengan Anda, tidak perlu bekerja sama dengan perusahaan kecil seperti Dutch Textile!"


Seorang pemuda di sebelahnya yang berpenampilan anggun dengan pakaian putih berkata demikian sambil tertawa.


"Freddy, aku pernah berjanji kepada teman sekelasku bahwa aku akan menggunakan merek Grup Dutch Textile untuk memproduksi pakaian yang aku rancang. Kalau aku menggantinya dengan pakaian produksi perusahaan lain, itu bakal tidak menyenangkan lagi!"


Wanita itu merasa tidak puas. Ternyata, dia bekerja sama dengan Grup Dutch Textile hanya untuk bersenang-senang.


Orang kaya memang selalu keras kepala.


Jansen tidak mengenal wanita itu, tetapi pemuda berpakaian jas putih itu agak familier. Setelah berpikir sejenak, Jansen tiba-tiba teringat bahwa pria itu adalah Freddy Fang, adiknya Felicia Fang.


Ketika Jansen mengunjungi kediaman Keluarga Fang, Freddy bahkan pernah melarangnya masuk.


Freddy berbuat seperti itu karena dia menyukai Isabella.


"Rupanya kamu!"


Saat ini, Freddy juga melihat Jansen dan yang lainnya berjalan keluar dari lift. Dia sangat terkejut melihat Jansen.


Wajah Freddy terlihat kesal.


Terakhir kali, ketika Freddy pergi mencari Isabella, pembantu Isabella mengatakan bahwa Isabella mengagumi Jansen dan sepertinya juga sangat menyukai Jansen.


"Jansen, untuk apa kamu datang kemari?"


Amarah Freddy pun memuncak. Dia tiba-tiba mengumpat.


Jansen tidak menghiraukannya dan langsung berjalan melewatinya sambil berteriak memanggil seorang manajer dan bertanya, "Di mana bos kalian?"


Manajer itu diam-diam mengumpat karena para mitra bisnis datang melakukan protes kepada dirinya. Dia sebenarnya ingin memarahi mereka, tetapi karena melihat wanita modis tersebut, dia pun hanya bisa tersenyum sambil berkata, "Kabarnya, terjadi sesuatu dengan pabrik di kawasan industri sana. Struktur kepemilikan saham bos kami mengalami perubahan. Beliau sedang mengurus masalah di sana dan sebentar lagi akan datang kemari!"


"Suruh dia datang kemari sekarang juga!"


Jansen berkata dengan datar.

__ADS_1


Manajer itu pun menatap Jansen dengan melotot. Wanita modis itu memiliki koneksi luas dan bisa bertindak semena-mena, tetapi tidak demikian dengan Jansen, si pemuda berpakaian olahraga ini. 'Apa dia pantas berteriak seperti itu tadi?'


"Jansen, aku sedang bertanya kepada kamu! Apa kamu mendengarku?"


Freddy yang berada di sampingnya berteriak dengan marah karena Jansen berani mengabaikan dirinya.


Sret!


Jansen langsung mencekik leher Freddy dan menariknya sambil menatap wajahnya dari jarak yang sangat dekat.


"Apa yang mau kamu katakan?"


Freddy tiba-tiba merasa ketakutan mendengar pertanyaan Jansen.


Freddy hanya bisa terdiam. Dia tidak menyangka bahwa Jansen berani berbuat lancang seperti ini dengan mencengkeram tubuhnya.


Meskipun kakek Freddy cukup akrab dengan Jansen, itu semua terjadi hanya karena urusan bisnis. Bagaimanapun juga, Freddy adalah seorang tuan muda di Keluarga Fang.


Jansen malah berani menyentuhnya seperti itu. Apakah Jansen tidak takut mati?


Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Saat Jansen menatap Freddy dari jarak yang sangat dekat, Freddy malah tidak berani berbicara apa-apa.


Freddy sendiri juga tidak tahu mengapa dirinya bisa seperti ini.


Freddy pun terus merasa ketakutan.


Meskipun dia adalah tuan muda Keluarga Fang, Jansen sama sekali tidak sungkan untuk membunuhnya.


"Pergi sana!"


Manajer itu pun terkejut dan ketakutan melihat Jansen yang begitu sangar. Dia awalnya mengira bahwa Jansen hanyalah orang biasa. Namun, Jansen ternyata adalah seorang pria sangar.


"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu menyentuh temanku!"


Wanita modis itu berkata dengan sinis.


Jansen hanya meliriknya sekilas dan tidak ingin menggubris ucapannya.


"Berani-beraninya kamu! Apa kamu tidak tahu siapa aku?"


Wanita modis itu pun marah besar dan berkata, "Biar aku beri tahu, namaku Luna Gibson. Aku adalah anggota Keluarga Gibson. Segera minta maaf kepadaku sekarang juga! Kalau tidak, kamu pasti akan menyesal!"


Keluarga Gibson!'


Orang-orang biasa hanya tahu bahwa Keluarga Lankester adalah keluarga terkaya di Huaxia. Mereka sama sekali tidak tahu tentang latar belakang Keluarga Gibson. Hanya kalangan kelas atas yang tahu tentang sepak terjang Keluarga Gibson yang sangat disegani.


Keluarga Gibson adalah salah satu pemimpin dari Empat Keluarga Elit yang juga mengendalikan dua aliansi bela diri utama. Keluarga Gibson benar-benar sangat menakutkan.


Keluarga Gibson termasuk salah satu penguasa di dunia Jianghu.


Pantas saja wanita itu bersikap sangat arogan. Dia punya kekuasaan.


"Keluarga Gibson? Kalau begitu..."

__ADS_1


Ricky pun berbeda dengan mitra bisnis lainnya. Saat terpikir dengan kehebatan Keluarga Gibson, wajah Ricky langsung berubah pucat.


Meskipun Keluarga Miller tidak termasuk dalam Delapan Keluarga Elit untuk saat ini, Ricky juga tahu bahwa keluarga Gibson adalah pemimpin dari Delapan Keluarga Elit. Keluarga Gibson adalah salah satu keluarga paling misterius di Huaxia. Mereka bahkan lebih menakutkan dibandingkan Keluarga Weibert, Keluarga Fang dan Keluarga Yiwon.


Kenapa aku begitu sial? Aku berjumpa dengan seseorang dari Keluarga Gibson.'


Jansen berpikir sejenak dan akhirnya tahu siapa sebenarnya wanita itu.


Jansen sebenarnya juga sangat terkejut akan hal ini.


Namun, Jansen tidak terlalu peduli. Apalagi, Jansen telah berulang kali merusak rencana Sekte Bangau Putih. Jansen tentu tahu tentang Keluarga Gibson. Akan tetapi, Keluarga Gibson malah tidak pernah mencari masalah dengan Jansen sampai saat ini. Ini menunjukkan bahwa Keluarga Gibson sebenarnya juga takut terhadap Jansen.


"Nona Luna, ini adalah Jansen, menantu Keluarga Miller!"


Saat ini, Freddy berjalan pulang dengan wajah sedih sambil menatap Jansen dengan perasaan benci.


Freddy tentu hanya berani menatap Jansen, tetapi tidak berani berkata apa pun.


Meskipun Freddy begitu membenci Jansen, Freddy masih belum mengetahui maksud hati kakeknya terhadap Jansen. Karena itu, Freddy pun belum berani menggunakan nama besar dan kekuatan keluarga besarnya untuk melawan Jansen.


"Menantu pecundang Keluarga Miller? Pria sampah pemalas itu?"


Luna merasa sangat terkejut dan langsung berjalan mengitari Jansen sambil berkata, "Jadi kamu yang membuat kegaduhan di ibukota. Ternyata, kamu hebat juga!"


Luna jelas mengetahui gosip tentang Jansen.


"Aku dengar bahwa kamu telah diselingkuhi. Istrimu telah digauli oleh Aidan Woodley. Haha, pria seperti dirimu sungguh tragis. Kamu memang luar biasa. Bagaimana perasaanmu setelah diselingkuhi?"


Luna mengitari Jansen lalu menatapnya dengan penuh penghinaan.


Jansen sebenarnya malas menggubris wanita ini. Akan tetapi, ucapannya telah membuat Jansen murka.


Elena adalah sebuah luka di hati Jansen.


"Aduh, kamu malah tidak senang mendengarnya. Oh ya, semua pria pasti akan merasa sakit hati mendengar hal menyakitkan seperti ini!"


Luna makin terkekeh saat melihat raut wajah Jansen. Luna sangat suka melihat orang lain menderita. Dia selalu berbahagia di atas penderitaan orang lain.


"Aku dengar bahwa istrimu telah menghilang. Bisa jadi, saat dia pulang nanti, kamu bakal menjadi seorang ayah!"


"Istrimu juga gemar selingkuh. Kabarnya, dia menjalin hubungan dengan banyak pria. Kamu telah diselingkuhi!"


"Oh ya, sepertinya kamu bakal sulit menemukan siapa sebenarnya ayah kandung dari anakmu!"


Luna pun makin merasa senang saat berkata demikian.


Wajah Freddy juga tampak sumringah. Dia memang tidak berani memukul Jansen, tetapi tidak demikian dengan Luna yang mengandalkan nama besar Keluarga Gibson. Luna sama sekali tidak segan-segan untuk menghabisi Jansen.


Jansen pasti merasa terhina sekarang, tetapi dia malah tidak berani membalas Luna.


Plak!


Begitu pikiran terlintas di benaknya, tiba-tiba terdengar suara tamparan.

__ADS_1


Suasana di dalam ruangan kantor berubah hening.


__ADS_2