Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 435. Penipu Sedunia!


__ADS_3

"Omonganmu tidak bisa dipercaya! Kak Adam pagi tadi baru saja selesai melakukan pemeriksaan kesehatan, tidak ada racun di tubuhnya!" Amanda juga berteriak.


Jansen tidak berpendapat sama dan berkata kepada Abian Colev, "Kamu tidak bisa Melihat gejala keracunan, berarti keterampilan medis kamu masih tidak bagus. Selain itu, bukankah kamu ini seorang dokter tradisional? Lalu kenapa kamu malah menggunakan obat anti-inflamasi? Semua orang tahu siapa yang sebenarnya telah menghina pengobatan tradisional!"


Abian Colev terdiam tidak bisa berkata apa-apa.


Sungguh memalukan jika semua orang tahu dokter dari lembah Hantu menggunakan obat-obatan Barat.


Jansen kembali berkata kepada Amanda, "Racun di tubuh tuan Adam sangat istimewa karena tidak dapat terdeteksi oleh orang biasa. Tadi pagi, racun di tubuhnya bekerja. Aku sudah bantu dia mengeluarkan racun, sehingga rumah sakit pun tidak bisa menemukan adanya racun di tubuhnya."


"Kamu sedang bercanda!"


Amanda berteriak keheranan, "Kalau memang racun itu sudah dikeluarkan, lalu apakah di saat siang hari racun itu dengan sendirinya bisa muncul kembali? Apa yang menjadi dasar ilmiah pemikiranmu ini?"


"Aku jelaskan panjang lebar pun kamu tidak akan mengerti!"


Jansen terlalu malas untuk berbicara banyak dengannya.


"Kakak Tertua, usir dia, pria ini penuh omong kosong, benar-benar penipu!" Amanda berteriak lagi kepada Arthur.


Jansen marah seketika. Sejak berhubungan dengan wanita ini, dia selalu dimaki sebagai seorang penipu oleh wanita ini tanpa henti.


"Aku boleh saja pergi, tapi aku kasih tahu kamu, kakakmu itu hanya bisa bertahan hidup sampai malam ini!"


Emosi Jansen mulai meledak.


"Bagus, kamu bahkan berani menyumpahi kakakku, tahukah kamu siapa kakakku ini!" Amanda juga marah dan berkata kepada Arthur, "Kakak Kedua, lihat siapa yang kamu cari! Setelah ketahuan menipu, dia malah menyumpahi orang, benar-benar sama sekali tidak menghargai kami sebagai Keluarga Carson!"


"Amanda, sudah cukup! Aku tahu kamu memang tidak mempercayainya, tetapi akulah yang mengundangnya kemari, lantas apakah kamu juga tidak percaya dengan kakak keduamu ini?"


Kesabaran Arthur sudah habis dan dia langsung menegur adiknya.


Namun, pada saat ini juga, pintu tiba-tiba terbuka dari luar, ternyata Paman Kedua Keluarga Carson dan seorang pria tua perlahan berjalan masuk.


"Kami sudah datang, kami sudah mengundang Dokter Alfred, seorang dokter negara datang kemari!"


Sesaat setelah masuk, kerabat Keluarga Carson itu berteriak dengan penuh semangat.


"Dokter Alfred sudah datang!"


Amanda juga sangat antusias menyambut kedatangan Dokter Alfred ini. Sebelumnya, Amanda juga telah mengenal Dokter Alfred karena beliau pernah membantu Amanda menyembuhkan jerawat parah yang dideritanya. Akibat jerawat parah di seluruh wajahnya itu, Amanda bahkan ditertawakan oleh teman-temannya. Berkat resep obat yang diberikan Dokter Alfred, jerawat Amanda pun akhirnya sembuh.


Jerawat ini memang masih tersisa sedikit, tetapi setidaknya tidak sampai memenuhi seluruh wajahnya.


"Lihat, ini baru asli seorang dokter. Kamu cepat pergi dari sini!"


Amanda menyindir Jansen saat lewat di sampingnya.

__ADS_1


Abian Colev juga menertawakan Jansen. Meskipun kemampuan Abian Colev tidak sebagus dokter negara, tetapi dia cukup terkenal di Ibu kota. Apakah Abian Colev bisa dibandingkan dengan Jansen?


"Hehe, sudah lama sekali aku tidak mengunjungi keluarga Carson!"


Dokter Alfred menyapa anggota Keluarga Carson dengan sopan, matanya Melihat sekilas ke depan, dan ekspresinya langsung berubah senang, "Kamu rupanya!"


"Dokter Alfred, ini aku Abian Colev!"


Melihat Dokter Alfred, Abian Colev tiba-tiba merasa kehormatannya langsung ikut terangkat.


Dokter Alfred adalah dokter negara yang terkenal. Apalagi, beliau sering menjadi dokter para kepala negara, sehingga kalau beliau ini duluan menyapa Abian Colev, tentu saja Abian Colev merasa sangat terhormat.


Namun, yang membuat Abian Colev semakin bersemangat adalah karena Dokter Alfred berinisiatif datang menghampirinya.


Tidak hanya menyapa, tetapi juga menghampirinya terlebih dahulu, ini jelas penghargaan yang besar bagi Abian Colev.


Tubuh Abian Colev gemetar saat berpikiran demikian. Dia dengan sombongnya menatap ke arah Jansen seakan sedang menyombongkan diri kepada Jansen bahwa dokter negara pun mengenal dirinya sendiri, dan menganggap Jansen bukanlah tandingan untuk dirinya.


"Dokter Jansen, kamu juga datang ke Ibu kota!"


Namun, Dokter Alfred langsung melewati dan mengabaikan Abian Colev yang hendak berjabat tangan. Dokter Alfred langsung menghampiri Jansen dan berbincang-bincang dengan senang bersamanya.


"Terakhir kali, kamu menyembuhkan Nyonya Palmer dengan akupuntur dan resep ramuan obat, Dokter Jansen ini memang benar-benar luar biasa dan punya keterampilan medis setara Tabib Hua Tuo!"


"Aku baru terpikir untuk berkunjung ke tempat Dokter Jansen, tetapi tak disangka kita bisa berjumpa di sini!"


Dokter Alfred langsung mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Jansen.


"Dokter Alfred terlalu sungkan!"


Jansen pun berjabat tangan dengan Dokter Alfred yang terakhir kali memeriksa penyakit Nyonya Palmer di Kota Asmenia.


"Di antara seluruh dokter yang ada di Huaxia ini, keterampilan medis yang kamu miliki ini tidak ada tandingannya!"


"Kalau ada kesempatan, aku ingin meminta petunjuk darimu!"


Dokter Alfred berbicara dengan sangat bersemangat.


Arthur dan Adam tiba-tiba terkejut karena tidak menyangka Dokter Alfred mengenal Jansen.


Amanda juga ikut terkejut hingga tak bisa bersuara.


Hal yang lebih memalukan adalah Abian Colev, yang awalnya begitu arogan terhadap Jansen, tetapi pada akhirnya malah diabaikan oleh Dokter Alfred.


Abian Colev menarik kembali tangan yang sudah ingin berjabat tangan dengan Dokter Alfred diliputi dengan rasa malu yang luar biasa.


Semua orang yang hadir terkejut.

__ADS_1


Dokter Alfred dikenal sebagai dokter negara yang kompeten. Beliau punya keahlian di pengobatan tradisional maupun pengobatan Barat. Beberapa kali beliau pernah bertugas sebagai dokter bagi kepala negara. Di dalam dunia kedokteran, beliau adalah figur yang paling disegani, tetapi sekarang beliau malah menaruh rasa hormat yang begitu besar kepada Jansen dan bahkan meminta petunjuk darinya.


Kalau seorang dokter negara seperti beliau saja sudah berkata demikian, apakah mungkin Jansen memang memiliki kemampuan setara dengan Tabib Hua Tuo?


"Dokter Alfred, jangan sampai ditipu oleh dirinya!"


Amanda tidak bisa lagi menahannya. Amanda sangat mengidolakan Dokter Alfred, tetapi dia tidak ingin idolanya ini bersikap begitu hormat kepada seseorang yang dianggapnya sebagai penipu.


"Amanda, jangan kurang ajar!"


Melihat adiknya begitu gegabah, Arthur langsung menegur adiknya. Arthur sangat marah dengan sikap adiknya yang tidak bisa menjaga lisan.


"Penipu? Penipu apa? Nona Amanda, jika dia memang seorang penipu, maka aku adalah penipu sedunia!"


Dokter Alfred tertawa lalu menatap Adam dan langsung menyapa, "Ini adalah tuan Adam, Dewa Perang Huaxia, bukan?"


"Anda terlalu memuji saya!"


Adam dengan sopan menggelengkan kepalanya. Dia bersikap rendah hati di depan seorang dokter negara.


"Dokter Jansen, apakah kamu sudah memeriksa penyakit Tuan Adam?"


Dokter Alfred menoleh ke belakang dan bertanya kepada Jansen.


"Aku sudah memeriksanya, tetapi masih ada saja anggota Keluarga Carson yang tidak percaya dengan omonganku, aku pikir lebih baik Dokter Alfred sendiri yang memeriksanya langsung!" ujar Jansen.


"Baiklah!"


Dokter Alfred merasa sangat aneh karena keterampilan medis Jansen begitu luar biasa, tetapi masih ada orang yang tidak mempercayainya.


Dokter Alfred segera memeriksa Adam dengan mengaplikasikan gabungan antara pengobatan tradisional dengan pengobatan Barat. Raut wajah Dokter Alfred menunjukkan kerumitan penyakit yang diderita Adam.


"Dokter Alfred, penyakit kakakku ini!"


Amanda tiba-tiba berkata dengan cemas.


"Penyakit tuan Adam sangat aneh. Dia tampaknya dalam keadaan sehat, tetapi dia memiliki karakteristik fisik yang aneh. Detak jantung dan pembuluh darahnya normal. Untuk sementara, aku juga tidak menemukan apa penyebabnya!" Dokter Alfred berkata demikian sambil menghela napas, "Sepertinya, penyakit ini memang aneh, aku perlu melakukan penelitian terlebih dahulu sepulang dari sini!"


Saat sedang berbicara, Dokter Alfred tiba-tiba menatap Jansen dan tersenyum, "Dokter Jansen, bagaimana pendapatmu?"


"Tuan Adam ini keracunan!" ungkap Jansen.


"Sembarangan kamu!"


Amanda tidak bisa menahan emosinya karena kondisi kakak tertuanya yang semakin buruk ditambah dengan ulah Jansen yang dianggapnya menganggu kesembuhan kakak tertuanya. Amanda langsung meluapkan kemarahannya, "Dokter Alfred, orang ini bilang kakak aku keracunan, tetapi dia hanya omong kosong! Tadi pagi, kami baru melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, dan dokternya pun bilang bahwa hasil pemeriksaan kakak aku semuanya normal, mana mungkin bisa keracunan!"


"Keracunan?"

__ADS_1


Dokter Alfred tidak meragukan Jansen, dan berkata dengan terkejut, "Sepertinya, dia memang keracunan!"


__ADS_2