Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 414. Sekarang Minta Maaf Sudah Terlambat!


__ADS_3

"Minta maaf? Apakah kamu bodoh, sudahlah, aku malas berbicara omong kosong denganmu. Bunuh dia, aku akan menanggung semuanya!"


Jasper terus tertawa, dia penasaran apakah Jansen bisa membalikan keadaan!


"Berhenti!"


Tetapi pada saat ini, pintu terbuka. Seorang pria paruh baya dengan cepat masuk dan berteriak kepada semua orang di aula!


"Kamu cari mati, kamu berani ikut campur tangan dalam masalah Tuan Jasper!" pelayan itu berkata dengan marah, "Pukul dia juga!"


Teman-temannya tidak takut pada pria paruh baya itu, karena mereka didukung oleh Keluarga Woodley, bahkan langit runtuhpun mereka tidak takut!


Beberapa orang berlari dengan cepat dan sebuah botol bir mengenai kepala pria paruh baya itu!


"Berhenti!"


Kali ini seseorang berteriak lagi!


Dan ini adalah teriakan Jasper!


Semua orang tiba-tiba bingung, tidak mengerti situasinya!


Hanya memandang Jasper yang memandang pria paruh baya itu dengan ketakutan dan berseru, "Tuan, Tuan Arthur?"


Seluruh tubuhnya gemetar, lalu dia duduk di lantai dengan wajahnya yang memucat ketakutan!


Orang yang datang itu adalah Arthur Carson. Latar belakangnya tidaklah kecil, di Ibu Kota dipenuhi orang-orang Keluarga Carson. Dalam hal status, Keluarga Carson bahkan berada di atas Keluarga Woodley. Selain itu, Arthur Carson paling membenci kejahatan, karena dia berasal dari militer. Paling membenci pemuda seperti dia, setiap kali mereka bertemu dia pasti memukulinya. Bahkan Keluarga Woodley tidak berani membelanya!


"Tuan Jasper, kenapa kamu gemetar!"


Orang-orang di dekatnya terkejut Melihat Jasper duduk di lantai.


Jasper benar-benar gemetar, seperti Melihat ayahnya. Tidak, bahkan dia tidak begitu takut pada ayahnya!


"Kak, Arthur, kenapa kamu ke sini!"


Dia berkata dengan gugup sambil berdiri.


"Ini adalah Hotel Sun City, apa aku tidak boleh datang kemari?" Kata Arthur dengan wajah serius.


"Tidak, maksudku, kenapa kamu tiba-tiba datang. Oh ya, apakah kamu ke sini untuk makan?" kata Jasper yang tidak sabar untuk segera menyingkirkan Arthur.


"Makan apanya, aku ke sini untuk minum bersama adikku, Jansen dia adalah adikku!" kata Arthur memarahinya.


Plop!


Jasper jatuh ke lantai lagi dan harapan di hatinya hancur. Apa, Arthur benar-benar kemari untuk Jansen? Tapi bagaimana Jansen bisa mengenal Tuan Arthur?


"Kamu bersalah kepada adikku Jansen, kan? Katakan padaku, bagaimana aku harus menghukummu!"


Suara Arthur penuh dengan ancaman.

__ADS_1


"Aku, aku akan segera minta maaf!"


Jasper benar-benar takut pada Arthur dan dengan cepat dia berkata kepada Jansen, "Tuan Jansen, kamu orang yang baik. Maafkanlah aku kali ini, aku meminta maaf padamu!"


Sambil berbicara dia benar-benar membungkuk, membungkuk 90 derajat bahkan lebih!


Seluruh orang tercengang Melihatnya!


Pelayan itu tiba-tiba berteriak, "Tuan Jasper, bagaimana bisa kamu membungkuk kepada seorang pecundang!"


"Tutup mulutmu!"


Jasper menampar wajah pelayan itu hingga terlempar sejauh satu meter!


Sial, wanita bodoh ini ingin menyakitiku?


Dan juga Hotel Sun city ini milik Keluarga Carson, kamu bahkan tidak kenal siapa pemiliknya?


"Siapa kamu, berani menggertak Tuan Jasper seperti ini, tahukah kamu siapa Tuan Jasper itu!"


Pelayan itu sangat bodoh sehingga dia tidak berani marah pada Jasper dan memarahi Arthur.


"Vina, kamu sudah gila, dia adalah Tuan Arthur dari Keluarga Carson!"


Seorang manajer berlari dengan tergesa-gesa. Sebelumnya saat Tuan Jasper memberi pelajaran kepada Jansen, dia tidak berani campur tangan. Tetapi ketika Arthur datang, dia secara alami membela Arthur!


"Tuan, Tuan Arthur? Tuan Arthur yang mana!"


Akhirnya pelayan itu merasa ada yang tidak beres!


"Kenapa di Hotel Sun Cityku ada pelayan yang tidak sopan seperti itu? Terlalu baik jika hanya dipecat!" Arthur berkata dengan dingin.


"Seseorang, bawa Vina ke kantor polisi, dia mencuri sesuatu dari hotel!"


Manajer segera bereaksi dan mencari alasan untuk membawa pelayan itu dan mengirimnya ke kantor polisi.


Pelayan itu terlihat pucat dan tidak berani melawan sama sekali. Dia hanya merasa hidupnya berakhir disini!


"Tuan Jansen, kamu orang yang baik, tolong maafkan aku kali ini. Kamu lihat kamu juga tidak rugi apapun dan kepalaku juga dipecahkan olehmu!"


Saat ini, Jasper masih memohon maaf kepada Jansen.


Silvia dan Fernando tercengang. Tuan Jasper yang mereka takuti, meminta maaf kepada pengecut di depan mata mereka?


Apa dunia ini menjadi gila, atau mereka gila?


Semua orang juga merasa bahwa perbedaan yang besar antara hasil akhir dan imajinasi mereka. Tak disangka Jansen yang pada awalnya dimaki oleh Jasper, pada akhirnya Jasper yang memohon maaf kepada Jansen, rasanya sama seperti bermimpi!


Tapi Jansen berjalan ke depan mendatangi Jasper dan menatapnya, "Tadi kamu bilang aku sampah, seorang pecundang. Sekarang kamu memohon maaf kepadaku, bukankah kamu sekarang lebih buruk dari pada seorang pecundang!"


Jasper terdiam membeku karena merasa malu!

__ADS_1


Benar, dia memandang rendah Jansen yang telah berlutut di depan istrinya. Dia merasa Jansen telah kehilangan harga dirinya dan menjadi pecundang. Tapi sekarang?


Dia membungkuk di hadapan Jansen memohon maaf!


"Sudahlah, Jansen, kita masih harus melakukan sesuatu, jadi lupakan saja!"


Melihat masalah ini sudah terselesaikan, Elena tidak ingin membuatnya semakin besar!


"Baiklah, istriku sudah mengatakannya, jadi seperti itu saja!"


Jansen mengangguk, perkataannya membuat Jasper menjadi lega. Tetapi Jansen berbicara lagi, "Letakkan kakimu di kursi!"


Jasper terdiam tidak mengerti maksud perkataannya, tapi Melihat wajah Arthur yang marah, dia pun mengikuti perintahnya!


Plak!


Tepat saat kakinya diletakkan di kursi, sebuah kaki tiba-tiba menginjaknya dan mematahkan tulang kaki Jasper!


"Sebelumnya aku sudah menyuruhmu meminta maaf, tetapi kamu menolak. Sekarang sudah terlambat untuk meminta maaf!"


Di tengah suara jeritan Jasper, suara dingin Jansen terdengar.


Seluruh penonton terdiam, semua terkejut dengan keberanian Jansen.


Arthur sudah biasa Melihat berbagai jenis kematian dan darah di medan perang. Dia menyimpan masalah ini dalam hatinya, lalu membawa Jansen dan yang lainnya ke sebuah ruangan pribadi. Lalu dia memesan makanan dan minuman.


"Adik Jansen, kali ini aku mengundangmu makan, sebenarnya aku punya satu permintaan!"


Arthur menuangkan segelas anggur kepada Jansen dan berkata sambil tersenyum.


"Kak Arthur, kita kan sudah seperti saudara, kalau ada masalah apa katakan saja!"


Arthur telah banyak membantu dirinya sehingga Jansen sangat ingin membalas kebaikan orang ini.


"Jadi begini, terakhir kali aku di pesawat, aku Melihat kemampuan medismu bagus. Jadi aku ingin kamu memeriksa penyakit saudaraku!" Kata Arthur dengan sopan.


"Ini bukan masalah besar, aku siap kapan saja!"


Jansen langsung setuju.


Arthur sangat senang. Dia tahu kemampuan medis Jansen cukup bagus. Kali ini penyakit kakak laki-lakinya pasti bisa disembuhkan. Kemudian dia menatap Elena dan tersenyum, "Terakhir kali di rumah Keluarga Miller, aku belum sempat menyapamu. Kamu pasti Elena. Ternyata sangat cantik, pantas saja Tuan muda Keluarga Woodley tidak bisa melupakanmu!"


"Halo Kak Arthur!"


Kata Elena menyapanya dengan senang hati.


Jansen langsung memandang Elena kaget. Untuk pertama kalinya, dia Melihat Elena begitu sopan.


"Kenapa kamu Melihatku seperti itu, apakah menurutmu aku wanita yang galak?" Melihat tatapan Jansen, Elena merasa sangat kesal.


"Ini, sedikit memang seperti itu!"

__ADS_1


Jansen mengangguk jujur.


Setelah mengobrol dengan Arthur, Jansen membawa Elena menuju ke panti asuhan di distrik Utara.


__ADS_2