Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 245. Kami Tidak Keberatan


__ADS_3

" Baik ! "


Jansen mengangguk , " Aku akan membiarkanmu bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya ! "


" Apakah dia bisa keluar di siang hari ? "


Vino tersentak kaget , tapi matanya berbinar penuh harap .


" Bisa hanya di tempat tertentu ! "


Jansen mengeluarkan kompas yang diberikan oleh leluhurnya , kemudian dia membacakan beberapa mantra dan menyuntikkan sebuah Profound Qi ke dalam kompasnya lalu berkata pada Vino , " Letakkan gelang itu di atas kompas ! "


Vino pun melakukannya , kemudian begitu gelang itu dipasang , seketika kompas itu terbuka dan berubah menjadi potongan - potongan Armor yang berkeliaran .


Pada saat yang sama , sebuah jiwa melayang keluar dari gelang itu . Ini adalah perawakan seorang wanita yang tampak seperti berumur dua puluh tujuh atau delapan tahun . Saat ini , dia menatap Vino dengan dengan penuh kasih sayang !


" Yusi ! "


Seketika seluruh tubuh Vino gemetar karena bersemangat .


" Ibu ! "


Ini juga kali pertama Nessa melihat ibunya saat dia sudah besar .


" Mari kita pergi keluar ! "


Jansen meninggalkan aula keluarga dan tak lupa berbicara kepada Nessa , " Ingat ya , hanya lima belas menit saja , jika tidak maka akan berdampak besar pada jiwanya ! "


" Terima kasih , Dokter Jansen ! "


Seru Nessa penuh rasa syukur .


Kemudian Jansen pergi ke ruangan lain bersama kerumunan itu . Master Fandy memberikan tatapan penuh hormat kepada Jansen , lalu mengeluarkan kartu namanya , " Dokter Hebat Jansen , ini adalah kartu namaku , jika ada waktu luang bergabunglah bersama Asosiasi Studi Yin metafisika kami oke ? "


Faktanya , Studi Yin metafisika telah diakui oleh pemerintah secara resmi toh sebenarnya ini hanyalah nama lain , selain itu Studi Yin bukan hanya tentang lingkaran energi tetapi juga mencakup numerologi , filsafat serta pengetahuan lainnya !


" Aku akan mempertimbangkannya ! "


Jansen mengambil kartu nama itu sambil tersenyum .


Dia tahu kalau Kota Asmenia tidak memiliki Asosiasi Studi Yin metafisika , jadi seharusnya master ini berasal dari ibu kota . Terlebih lagi meskipun Jansen tidak begitu berminat dengan studi Yin , tetapi teknik daois yang diwarisi oleh leluhurnya juga termasuk dalam studi Yin metafisika .


" Apa aku boleh meminta nomor telepon Dokter Jansen ? " Master Fandy merasa agak canggung dan bertanya lagi .

__ADS_1


Jansen mengangguk kemudian bertukar panggilan telepon dengan Master Fandy , lalu mendiskusikan beberapa pandangan masing - masing tentang Yin metafisika.


Lima belas menit kemudian , Jansen membawa mereka ke aula lagi , dan wanita itu mulai menyeberangi perjalanan jiwa . Begitu jiwa itu memasuki reinkarnasi , perlahan lahan jiwa itu mulai menghilang , kemudian Jansen meminta Master Fandy untuk mematahkan gelang itu , dan gelang yang rusak itu akan ditangani oleh Master Fandy !


" Tuan Vino , hari ulang tahunmu semakin dekat , tetapi sekarang setelah kamu sembuh dengan baik , kamu masih bisa memiliki kehidupan tiga tahun lagi . Aku akan meresepkan beberapa obat untukmu nanti , kamu harus menyempatkan dirimu untuk meminumnya . Kemudian habiskanlah lebih banyak waktu bersama keluarga , dan cobalah selesaikan urusanmu yang belum selesai ! " ucap Jansen .


" Terima kasih , Dokter Jansen ! "


Anehnya , setelah istrinya pergi , kebugaran Vino menjadi lebih baik , mungkin dengan ini hatinya bisa menjadi lega !


" Terima kasih , Dokter Jansen ! "


Nessa berjalan mendekat dan sikapnya berubah menjadi sangat hormat , " Sebelumnya aku telah menghinamu , di sini aku dengan tulus meminta maaf kepadamu ! "


" Tidak apa - apa ! "


Jansen menggelengkan kepalanya , lalu tak lama kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang di sana .


" Dokter Jansen , tunggu sebentar ! "


Tepat saat Jansen hendak melangkah keluar dari aula , Ethan langsung mengejarnya sambil terkekeh , " Dokter Jansen masih muda dan menjanjikan , keterampilan medisnya juga tidak bisa dibandingkan , Melody dapat belajar kedokteran denganmu itu merupakan berkah dalam hidupnya . Sebenarnya aku hanya ingin tahu apa pendapat Dokter Jansen tentang Melody . "


" Melody sangat baik , dia baik hati dan polos , serta tahan banting dan selalu bekerja keras . Dia tidak memiliki sikap seperti anak bangsawan pada umumnya ! " jawab Jansen sambil menunjukkan senyum yang sopan .


Ethan mengangguk bahagia , kemudian dia ragu - ragu sejenak dan bertanya lagi , " Aku tidak tahu , tapi apakah Tuan Jansen memiliki perasaan terhadap Melody ! "


Jansen langsung terbelalak menatapnya , kenapa ucapannya semakin melantur !


" Jadi sebenarnya begini , kami semua tahu kalau Melody sangat memujamu dan bahkan lebih memuja sampai di tahap membabi buta . Dengan kata lain , dia sangat menyukaimu . Aku hanya berpikir , jika kamu tidak keberatan bisakah kamu menikahinya ? " Ethan berkata dengan canggung .


Sebenarnya Ethan sudah lama memiliki perasaan kalau Melody menyukai Jansen , dulu dia juga pernah membujuknya , hanya saja wanita ini memiliki gengsi yang besar , mana mungkin mau mendengar pendapat mereka . Oleh karena itu dia hanya bisa berkompromi dan melihat perasaan Jansen .


" Tentu saja tidak bisa , aku ini sudah menikah ! " Jansen tersenyum kecut dan langsung menolak .


" Apakah Dokter Jansen merasa Melody tidak pantas untuk Dokter Jansen ? "


" Ini bukan pertanyaan tentang pantas atau tidak pantas , faktanya Melody adalah perempuan yang menawan dan lemah lembut , pria manapun akan menyukainya , dan tidak terkecuali diriku juga . Tetapi aku sudah menikah dan aku tidak bisa menyakiti Melody ! "


" Tapi bagaimana jika Melody dan kami tidak keberatan ? "


Mendengar ucapannya ini , Jansen benar - benar ketakutan karena ini terlalu tiba - tiba , selain itu dia juga diam - diam merasa sangat kesal . Melody bilang hanya memeriksa pasien , alhasil dia juga melihat Jansen sebagai kencan butanya .


" Haha , kami hanya sekedar menyarankan saja , toh sekarang Melody masih muda , masalah ini tidak perlu terburu - buru kumohon Dokter Jansen dapat memikirkannya dengan cermat ! "

__ADS_1


Melihat ekspresi Jansen yang ketakutan , Ethan segera menggelengkan kepalanya dan tersenyum , lalu berteriak ke ruang belakang aula , " Melody , antar Dokter Jansen pulang ! "


" Baik ! "


Melody telah berganti pakaian mengenakan gaun yang bersih , sekarang dia mengenakan gaun warna biru muda tanpa lengan dengan topi dan sepasang sepatu hak tinggi putih di kakinya . Meskipun dia tidak memakai stoking sutra , tetapi kakinya yang putih terlihat sangat mulus , secara keseluruhan dia tampak sangat murni dan menawan .


Jansen juga tertegun melihatnya .


Ethan juga merasa sedikit bahagia saat melihat sorot mata Jansen terpaku pada Melody . Sepertinya Jansen juga memiliki perasaan terhadap anak mereka , Melody !


Dia juga tidak ingin mengganggu Jansen dan Melody , kemudian perlahan kembali ke dalam aula . Tak lama kemudian istri Ethan dan Nessa yang tengah mengobrol buru - buru menghampiri dan bertanya , " Bagaimana ? "


" Tentu saja dia terkejut . Lagi pula , jika seorang pria disuruh menikahi dua istri , rata - rata orang masih tidak bisa menerimanya ! "


" Memang nya kenapa ? Bukankah cukup dengan punya uang maka masalah seperti ini sudah biasa teratasi di Pulau Hongkong ! "


Dengan nada tidak puas Lena berkata , " Anakku Melody juga telah berkomitmen untuk bertanya padanya , seharusnya dia bisa puas , masa dia tidak bisa melihat bagaimana identitas dan status keluarga Melody . "


Ethan tersenyum kecut , " Kamu ini , jangan lihat dari tampang Jansen yang sederhana , pria seperti dia jika benar - benar menginginkan uang hanya semudah membalikkan tangannya saja . Kamu sendiri tahu orang - orang yang telah mencapai level seperti kita , bagi mereka uang hanyalah sebuah angka dan nyawalah yang paling penting . Dengan keterampilan medis yang dimiliki Jansen , itu dapat membuat orang kaya menjadi rendah hati , jadi jika Melody dapat menikah dengannya , maka itu akan berkah bagi hidupnya ! "


" Lantas kalau dia tidak setuju bagaimana ? "


" Masalah semacam ini tidak bisa terburu - buru , biarkan saja mengalir secara alami . Tetapi aku lihat , sepertinya perasaan Jansen terhadap Melody lumayan juga . Aku yakin masih ada harapan di masa depan nanti ! " Seru Ethan agak percaya diri .


Di sisi lain , Melody mengantar Jansen pulang . Ekspresi wajahnya tampak sangat bahagia , lalu bertanya sambil tersenyum , " Kak Jansen , memang ayahku berbicara apa kepadamu ? Kok tampaknya kamu sangat gugup ! "


" Hanya obrolan ringan ! "


Jawab Jansen dengan canggung , tetapi dia bergumam dalam hati , ayahmu menyuruhku untuk menikahimu , apa aku masih bisa tidak gugup ?


" Oh ! "


Melody tidak lagi mencurigainya dan tiba - tiba bertanya , " Menurutmu gaun yang aku kenakan hari ini bagus atau tidak ? "


" Bagus . "


Jansen tanpa sadar mengangguk , tapi tak lama kemudian dia tidak berani melihatnya lagi . Dia takut jika dia terus melihatnya , bisa - bisa hatinya akan benar - benar tergerak .


Diam - diam Jansen merasa tertekan , dia sendiri berpikir kalau dia baik dalam aspek lain , tetapi hanya satu aspek kekebalan ini yang sangat buruk !


Lalu keduanya mencari tempat untuk makan , kemudian pergi jalan - jalan . Melody yang cantik rupawan saat berjalan di jalan , semua sorot mata terfokus kepadanya .


Beberapa pria bahkan memberikan tatapan cemburu kepada Jansen , mereka pikir pecundang miskin seperti Jansen sama sekali tidak layak untuk seorang dewi cantik ini !

__ADS_1


Sebaliknya , beberapa wanita berpikir bahwa Jansen dan Melody sangat cocok !


Jansen suka memakai kaos olahraga tetapi wajahnya seperti seorang mahasiswa dan bersama dengan Melody yang secantik bidadari . Keduanya memberikan orang kesan yang awet muda !


__ADS_2