Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 918. Perintah Keluarga Gibson!


__ADS_3

"Cari mati!"


Tampak ada seseorang lagi dengan keterampilan yang baik. Dia mengeluarkan pistol khusus dan mengarahkannya pada Jansen.


Dia juga tahu bahwa tentara seperti ini tidak dapat diselesaikan dengan hanya beberapa senjata kecil!


Namun sebelum dia sempat menembak, sebuah jarum perak melesat ke arahnya, dengan sebuah tusukan dari jarum tersebut, dia pun jatuh dan berhenti bernapas.


Aula itu terdiam dalam sekejap!


Mereka yang tangannya patah semua menatap Jansen dan tanpa sadar mundur selangkah, merasa bahwa orang yang di hadapan mereka sangat berbahaya!


"Jansen, aku tahu kamu adalah orang yang spesial, tapi ini bukan berarti kamu bisa seenaknya saja membunuh orang!"


Parel mendengus dingin. Sebenarnya, sebelum dia datang, dia juga menyelidiki dengan jelas. Dia mengerti bahwa selama Keluarga Miller di bawah lindungan Jansen, mereka tidak akan bisa melakukan penangkapan. Namun, dia tidak menyangka Jansen begitu semena-mena.


"Kamu seperti binatang liar yang kesasar, bahkan tidak tahu apa yang kamu lakukan di sini!"


"Biar kuberitahu ya, Keluarga Miller ada di bawah naunganku. Jika kamu tidak memberi tahu asal usulmu, kamu tidak akan bisa pergi dari sini!"


Setelah Jansen selesai berbicara, dia berjalan ke hadapan Parel yang sudah menodongkan senjatanya ke arahnya. Namun dia menahan pistol itu dan mulai mengerahkan tenaga!


Kretak! Kretak!


Pistol itu bagaikan kertas, hancur lebur dan berjatuhan ke lantai.


Jansen memegang leher Parel dan mengangkatnya dengan sangat santai.


"Jansen, berani-beraninya kamu!"


Parel juga mulai takut. Kekuatan Jansen bagaikan sebuah robot.


Bruk!


Begitu dia selesai berbicara, seluruh tubuhnya dihempaskan ke tanah. Ia merasa sangat kesakitan seperti tulangnya akan patah!


"Katakan padaku, kamu dari departemen mana? Apa tujuanmu sebenarnya?"


Setelah Jansen menghempaskan Parel dengan kesal, kakinya menginjak pria yang tersungkur itu, dan menahannya di lantai.


Semua orang di Keluarga Miller menjadi takut!


Ini adalah pertama kalinya mereka melihat Jansen yang begitu ganas!


Mungkinkah ini penampilan asli Jansen Scott?


Ironisnya, mereka dulu selalu berpikir bahwa dia adalah pengecut!


"Pria sejati!"


Jessica sudah pernah melihat kemampuan Jansen dari jauh-jauh hari. Justru aneh jika Jansen yang terhempas oleh binatang kecil ini!


Namun, sekarang Jansen membela dirinya. Ini membuat perasaannya menjadi sangat rumit.


Bukankah dulu mereka saling membenci satu sama lain?

__ADS_1


Tiba-tiba dia merasa malu pada Jansen, yang karena dirinya, jadi harus datang ke Ibu Kota dan terlibat ke berbagai masalah.


"Jansen, hentikan itu!"


Di saat itu, sebuah suara orang tua terdengar dan tampaklah Penatua Jack berjalan cepat bersama asistennya.


" Penatua Jack!"


Melihat lelaki tua itu, Parel memanggilnya, nada suaranya seperti teriakan minta tolong.


Ia jelas tidak mengira Jansen begitu gila dan tidak memberikan mempertimbangkan permintaan mereka sedikit pun.


"Brigjend Parel, Jansen memang terkenal dengan karakternya yang keras kepala. Kenapa kamu memprovokasi dia?"


Penatua Jack menghela napas begitu masuk ke dalam aula.


"Penatua Jack, kamu bosnya!"


Parel pun tertegun setelah mendengarkan ucapan Penatua Jack, berarti dia memang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Jansen.


"Memang aku bosnya, tapi dia juga tentara keras kepala. Jadi mendingan katakan saja kenapa kamu datang dan siapa yang menyuruhmu ke sini!"


Penatua Jack tahu bahwa Parel memiliki tanggung jawab yang besar, tetapi ini bukan alasan baginya untuk menangkap orang secara sembarangan, apalagi penangkapan yang kejam.


"Jessica disuntik dengan ramuan gen, tapi dia selamat dan tidak ada mutasi, jadi Akademi Ilmu Pengetahuan ingin dia kembali untuk pengujian lebih lanjut!" jawab Parel.


Duk!


Jansen mengerahkan lebih banyak tenaga pada kakinya, dan ubin di lantai pun retak. Parel yang di bawah kakinya berteriak-teriak kesakitan.


"Jangan salahkan semuanya pada Akademi Ilmu Pengetahuan!"


Jansen berkata dengan dingin.


Parel ingin melawan, tetapi kekuatan yang menekan punggungnya makin kuat dan kuat. Tulang punggungnya seperti patah. Rasa sakit seperti ini tak terlukiskan.


"Kami dari Tim Harimau!"


Parel akhirnya berkompromi


"Tim Harimau?"


Wajah Penatua Jack sedikit berubah, dia mulai memahami apa tujuan dari operasi ini.


"Tim harimau apa, kamu banyak alasan saja!"


Jansen tidak percaya sama sekali kata-kata Parel.


"Jansen, kamu terlalu semena-mena. Beraninya kamu bunuh anggota Tim Harimau, kamu pasti akan dihukum!" Parel sangat marah karena Jansen telah mempermalukan Tim Harimau.


"Penatua Jack, sepertinya kamu tidak punya hak untuk menyentuh bawahanku!"


Pada saat ini, sejumlah besar orang masuk. Pemimpinnya adalah seorang pria paruh baya, mengenakan setelan seragam dinas dan topi, bentuk wajahnya persegi, dan tampak sangat serius.


"Jansen, kamu menyabotase operasi kami. Bahkan di depan Penatua Jack, aku tetap berani menangkapmu dan menghukummu!"

__ADS_1


Pria paruh baya itu menatap Jansen dengan dingin setelah masuk ke aula.


"Benny, itu perintahmu?"


Penatua Jack jelas agak waspada dengan pria paruh baya itu karena mereka memiliki status yang sama walaupun termasuk dalam departemen yang berbeda.


"Ini perintah Huaxia, yang dikeluarkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan. Administrasi umum bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Jessica memiliki rahasia ramuan gen dalam tubuhnya. Jadi kami harus membawanya sekarang!"


Benny kemudian dengan tegas berkata, "Penatua Jack, kamu dari bagian Kemiliteran. Untuk urusan Biro keamanan kamu tidak perlu ikut campur!"


"Administrasi umum?"


Mendengar hal itu, Jansen menyipitkan matanya. Kini dia tahu bahwa administrasi umum adalah Biro Keamanan yang kebetulan memegang posisi tinggi. Diperkirakan Tim Harimau juga termasuk dalam Biro Keamanan.


"Aku tidak peduli apakah kamu adalah Harimau atau Biro Keamanan. Jika kamu benar-benar ingin mengambil orang-orangku, kamu akan mendapatkan akibatnya!" Jansen masih tak bergeming.


"Jansen!"


"Apakah kamu berani melanggar perintah Huaxia? Ini adalah perintah dari administrasi umum!" ucap Benny penuh dengan wibawa.


"Tentu aku tidak bisa menyinggung administrasi umum, tetapi aku tidak percaya bahwa ini adalah perintah dari mereka!"


Jansen mencibir dan berkata, "Apalagi Jessica selamat karena menyerap darahku. Darahku memiliki serum cairan ramuan gen. Jika kamu membawanya pergi, mungkin lebih baik kamu ambil saja darah aku, dan sudah tersedia di rumah sakit militer. Minta saja dari mereka!"


Benny dengan tegas mengabaikan perkataan Jansen. Dia mengeluarkan senjata dan mengarahkannya pada Jansen. "Kami hanya diperintahkan untuk membawa Jessica, bukan darah siapa pun. Jika kamu berusaha menghentikan dan tidak bekerja sama dengan pekerjaan kami, maka ini akan menjadi peringatan terakhirmu. Ikuti perintah, jangan salahkan aku kalau kami sampai bertindak kasar!"


Wush!


Begitu Benny selesai berbicara, tampak pergerakan dari sebuah pedang, dan pistol Benny pun terpotong!


"Sudah kukatakan, siapa pun yang berani menyentuh orang-orangku akan menanggung akibatnya!"


Jansen mengarahkan pedang bayangan di tangannya dan menunjuk ke arah Benny.


Benny dan Parel sangat marah sampai gemetaran. Tampaknya lelaki di hadapan mereka ini benar-benar ingin bertarung sampai mati dengan administrasi umum.


"Benny, apakah ini benar-benar perintah administrasi umum?" tanya Penatua Jack.


Kemudian dia lanjut bertanya lagi, "Kalau aku tidak salah ingat, ayahmu dulunya adalah seorang pengawal di Keluarga Gibson, bukan?"


Raut wajah Benny pun berubah dan dia berkata dengan marah, "Aku hanya bertindak sesuai dengan perintah administrasi umum. Penatua Jack, tingkatan kamu setara denganku. Aku tidak punya kewajiban untuk menjelaskan apa pun padamu!"


"Dari segi otoritas, memang tidak perlu, tapi kalau dari segi latar belakangku?"


ucap Penatua Jack dengan suara yang terdengar makin suram.


Benny tertegun dan sedikit gemetaran, tapi kali ini dia tidak mengatakan apa-apa.


"Kembalilah dan katakan pada Keluarga Gibson bahwa Jansen adalah orangku. Jika kamu ingin menyentuhnya, datang langsung ke kepada ku. Jangan mainkan trik seperti ini di depanku. Pergi sekarang!"


Penatua Jack mengusir mereka dan tampak marah bagaikan seekor singa yang murka, situasi di aula yang mengintimidasi menjadi makin mencekam.


Lagi pula, tidak biasanya Penatua Jack menggunakan otoritas identitasnya, Benny yang awalnya tidak peduli pun seketika mengingat latarbelakang tampak takut.


"Penatua Jack, kami tidak ingin mempersulit Jansen. Kami hanya ingin membawa pergi Jessica!"

__ADS_1


ucap Benny agak mengalah.


__ADS_2