Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 218. Bantuan Elena


__ADS_3

" Boni , kamu gila ! "


Dia melihat wakil ketua Jefri datang masuk , sorot matanya terpaku pada Jansen karena auranya yang dingin , ternyata memang Jansen , untuk tepat waktu !


" Wakil ketua Jefri , ini ! "


Pria bernama Boni itu membelai wajahnya dan raut wajahnya tampak terlihat bodoh .


" Apa kamu tahu siapa dia ! "


Wakil ketua Jefri menatap pria bernama Boni ini dengan sengit , pria ini adalah pendatang baru yang belum lama tiba , kemudian dengan nada yang dingin dia berkata , " Dia adalah suami dari petugas polisi Elena ! "


" Apa ? "


Pria bernama Boni itu jelas tidak tahu akan hal ini , lagipula Ervan tidak mengatakan apapun tentang hal ini kepadanya . sedangkan Elena tentu saja dia tahu , dia adalah bintang baru di kalangan polisi , umurnya masih muda , tetapi sudah menjadi polisi kelas dua selain itu dia terkenal bersama seorang bintang baru bernama Glenn yang disebut sebagai " Dua Bintang Paling Bersinar se- Kota Asmenia " di kalangan polisi !


Dia gelagapan menjelaskan , " Ini , ini adalah kesalahpahaman ! "


"Salah paham"


Wakil ketua Jefri mencibir , sebenarnya , dia tahu bagaimana latar belakang Jansen . Pria ini adalah seorang dokter terkenal , juga telah menyembuhkan banyak penyakit langka . Jika Jansen benar - benar melakukan kejahatan itu masih mending , tapi jika ini adalah fitnah lantas para orang penting itu tidak akan tinggal diam , ditambah lagi Jansen telah berhasil memecahkan beberapa kasus besar untuk biro kepolisian , maka daripada itu di mata Ketua Biro , dia juga termasuk orang penting !


" Masih tidak melepaskan dia ! "


" Baik ! "


Pria bernama Boni itu buru - buru melepaskan borgol Jansen sambil berkata dengan canggung , " Kamu dibebaskan , pergilah ! "


" Kenapa pergi ? Aku tidak akan pergi ! " Ujar Jansen dengan nada yang datar , dia hanya duduk diam seperti seorang Tuan besar .


Pria bernama Boni itu menjadi sangat geram , pria ini sengaja melakukannya , tapi dia juga salah , jika pihak atas melakukan penyelidikan , maka dialah yang akan terkena getahnya .


Akan tetapi , yang dia bisa lakukan hanyalah menahan diri dan berkata , " Ini adalah ruang interogasi dan tempat tinggal narapidana . Kamu bukan seorang tahanan maka daripada itu kamu tidak cocok untuk tinggal di sini . "


" Aku rasa di sini cukup menyenangkan . Tenang dan masih ada orang yang menemani aku mengobrol , oh iya bukankah kamu tadi bilang ingin membuatku duduk di bangku penyiksaan dan makan sambal cabai ! Aku sudah menantikannya ! " seru Jansen dengan semangat .


Pria bernama Boni ini tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluh , pria ini sangat mudah dibawa masuk tapi begitu disuruh keluar sangat sulit !


Wakil ketua Jefri menatap pria itu dengan dingin , kemudian bertanya kepada Jansen , " Jansen , Elena ada di luar pintu , apa kamu tidak ingin melihatnya ? "


" Elena ! "


Seketika Jansen berubah , hatinya berangsur - angsur menjadi hangat , kemudian tersenyum , " Dia memintamu untuk membantuku ? Memang tidak diragukan lagi istriku ini ! "

__ADS_1


" Tentu saja , begitu mendengar kamu mengalami kecelakaan dia langsung berlari lebih cepat dariku , dia sangat amat khawatir ! "


Wakil ketua Jefri mengangguk , tetapi diam - diam dia merasa tertekan , jika terkait dengan Elena tampaknya Jansen langsung berubah menjadi orang lain , mana ada raut wajah tenang dan wibawa seorang dokter .


" Kalau begitu aku akan bergegas menemuinya ! " Seru Jansen seraya berjalan keluar dari ruang interogasi.


" Wakil ketua , ini "


Begitu Jansen pergi , pria bernama Boni ini buru - buru berkata .


" Boni , hampir saja kamu mengalami bencana besar , terakhir kali Dokter Jansen yang membantu kami menyelesaikan kasus ini , bahkan dia juga mendapat pujian dari Kepala Divisi , Pak Ronnie . Kamu ini latar belakangnya saja tidak tahu tapi main asal tuduh saja ! Kamu telah melanggar protokol kedisiplinan ! "


Ujar Wakil ketua Jefri dengan nada yang datar tapi dalam hati dia terus mengutuk , untung dia mengundang Elena ke sini jadi Jansen tidak tidak peduli lagi tentang masalah ini , bagaimanapun dia juga tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini !


" Ini adalah salah para petugas polisi itu , mereka tidak cukup berpengalaman jadi tidak tahu begitu jelas ! " Pria bernama Boni itu mulai bercucuran keringat dingin .


" Karena mereka tidak memiliki cukup pengalaman , maka suruh mereka mengundurkan diri saja . Posisi kita ini sama sekali tidak mengizinkan kesalahan . Adapun kamu , tunggu saja hukumanmu ! "


Setelah berkata seperti itu , wakil ketua Jefri langsung berjalan keluar dari ruang interogasi .


DUK !


Pria bernama Boni itu duduk terkapar di lantai dengan rasa tidak berdaya . Sulit sekali untuk bisa mendapatkan pekerjaan ini , tapi sekarang sepertinya semuanya akan berakhir !


" Elena ! "


Namun Elena di sisi lain , menyiratkan wajah yang muram , tentu saja hanya di permukaan saja dalam hatinya dia diam - diam sangat bahagia dan diam - diam dia berbisik , sudah lama Elena tidak melihat orang ini tampaknya Jansen telah kehilangan sedikit berat badan . Nanti begitu pulang ke rumah Elena akan meminta ibunya untuk memasak beberapa suplemen tambahan untuk tubuhnya .


" Elena , aku minta maaf seharusnya waktu itu aku tidak marah dan membanting pintu lalu pergi ! " Jansen akhirnya menemukan kesempatan itu dan segera meminta maaf !


" Lupakan saja , semuanya sudah berlalu ! "


Sebenarnya sudah lama Elena tidak memedulikan itu lagi , tapi dia merasa sangat bersalah . Kemudian dengan nada yang datar Elena bertanya , " Selang beberapa waktu ini kamu tidak pulang , bukankah kamu sedang mencari wanita lain ? "


Faktanya , sejak tes terakhir yang dilakukan Marsha , Elena telah mempercayai Jansen 100 kali , bahkan andai kita ada wanita yang datang menemuinya , mungkin dia akan mengira pihak lain - lah yang mengambil inisiatif untuk menghampiri Jansen lebih dulu . Elena percaya kalau Jansen sama sekali tidak mungkin berinisiatif mendekati wanita lain !


" Mana ada ! "


Jansen merasa agak gugup .


" Lihatlah dirimu sendiri , bicara saja gugup begitu , pasti ada ! Huh , Jansen aku bisa melihatmu ! " Elena mempercepat langkah kakinya .


" Hey jangan pergi ! "

__ADS_1


Jansen buru - buru mengejarnya , kemudian meraih tangan Elena .


" Lepaskan ! Ini adalah markas polisi , tidak senonoh jika sampai terlihat orang lain ". Elena buru - buru meredam emosinya .


" Aku tidak akan melepaskanmu , kamu memukulku sampai matipun aku tetap tidak akan melepaskanmu . Kamu adalah istriku dan selama aku masih hidup aku tidak akan pernah melepaskanmu ! " ujar Jansen tegas tanpa malu - malu .


Sebenarnya Elena saat senang ketika mendengar ucapan ini , tapi dia tetap berpura - pura marah dan berkata , " Jansen , karakterku tidak baik , dan aku tidak tahu bagaimana cara peduli kepada orang lain . Lepaskan , kamu bisa menemukan wanita yang lebih baik ! "


Dia sengaja bermain merendahkan diri , Elena hanya ingin Jansen lebih memperhatikannya !


" Aku tidak akan melepaskannya ! "


Jansen menggelengkan kepalanya dengan kuat membuat hati Elena semakin bersemi berseri - seri , ditambah lagi dia sudah dapat menebak ucapan apa yang akan dikatakan Jansen selanjutnya . Namun , menebak adalah satu hal , dan suka mendengarkan adalah perihal yang lain !


Ini seperti seorang wanita yang bertanya kepada seorang pria , apakah kamu mencintaiku ? Kebanyakan pria akan menjawab " Iya , aku cinta padamu " , dan semua wanita juga sudah tahu jawabannya , tetapi mereka adalah makhluk yang emosional , mereka tahu dan suka mendengarkan kata - kata seperti itu !


Tepat ketika Elena mengira Jansen akan mengungkapkan perasaannya yang dalam , Jansen melanjutkan ucapannya , " Kalau aku bahkan tidak bisa menjaga berkah sepertimu , mana bisa aku menemukan yang lebih baik ? "


Elena seketika terdiam membeku , apa - apaan !


Awalnya dia pikir Jansen akan mengatakan sesuatu tentang janji cinta abadi , tetapi alhasil dia malah seperti itu , berkah macam apa ? Apakah sangat buruk ? Orang ini bahkan tidak bisa membujuknya , menjengkelkan sekali !


Elena mencampakkan tangan Jansen dan kemudian melangkah maju dengan cepat .


" Istriku , jangan marah ! " Jansen terus mengejar .


Elena menghela napas , dia sudah paham dengan temperamen Jansen yang kaku . Meskipun dia tidak terlalu membujuk , tapi setidaknya dia memiliki keteguhan dan dapat memberikan rasa aman , selain itu , bukankah Jansen sudah memberikan hadiah untuknya ?


" Kenapa kamu ditangkap di kantor polisi , masih bermain dengan wanita liar lagi ! " tanya Elena . "


"Mana mungkin aku ada disini kalau bukan karena sainganku , Ervan Nash ! "


Keluh Jansen dengan kesal , tapi ketika dia berbicara Jansen diam - diam menatap Elena , tapi malah mendapati penampilan Elena sangat datar , hal ini membuat hatinya sangat gembira , tampaknya Elena telah berangsur - angsur melupakan Ervan !


" Oh dia , orang ini sangat kompetitif sudah tahu dia tidak bisa mendapatkannya tapi masih tetap mencoba , padahal aku sudah menikah tapi masih saja dia tidak melepaskanku ! " seru Elena dengan nada yang marah .


" Tidak apa - apa , aku akan biarkan dia melakukannya , karena aku ingin menyerang harga dirinya secara menyeluruh dan memberitahu dia bahwa dia tidak layak untuk Elena , hanya aku seorang yang cocok untuknya ! " ujar Jansen dengan penuh percaya diri , itulah sebabnya dia selalu tidak membalas perbuatan Ervan .


" Sok hebat ! "


Elena memutar matanya .


Keduanya melewati koridor dan menarik perhatian banyak orang di departemen . Marsha dan Glenn juga kebetulan ada di sana hati , mereka menjadi gundah . begitu mereka melihat romansa Jansen dan Elena .

__ADS_1


__ADS_2