Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1223. Teknik Misterius


__ADS_3

"Tuan Jansen, anggota-anggota kami dibagi menjadi beberapa tingkatan. Makin tinggi tingkatannya, makin bersih asal-usulnya, yang tidak diketahui asal-usulnya hanyalah anggota biasa!"


Liam menjelaskan, "Kami tidak akan membiarkan siapa pun yang tidak jelas asal-usulnya untuk berpartisipasi dalam misi inti!"


Jansen mengangguk puas, meskipun dia tidak keberatan mengungkapkan identitas Pemimpin Dragon Hall, tapi dia tidak ingin ada orang dari Keluarga Gibson bersembunyi di Dragon Hall.


Setelah sampai di lantai lima bawah tanah, terlihat bahwa areanya sangat luas, lantainya tinggi, ada banyak pepohonan, rerumputan dan lain sebagainya. Jika tidak menaiki lift, semua orang akan mengira bahwa mereka berada di alam liar.


Apabila melihat sekeliling, ada banyak peralatan pelatihan, senjata api terbaru dan tank tipe 59 di sudut.


Semua orang menghentikan segala aktivitas ketika mereka melihat Jansen datang.


Jumlah orangnya sekitar seratus, tetapi semuanya memiliki keterampilan yang baik dan banyak dari mereka telah mencapai tingkat Bumi.


"Ini adalah!"


Orang asing yang botak dan berjenggot bertanya karena penasaran.


"Ini Tuan Jansen, dia adalah bos kalian!"


ujar Panah sambil berjalan mendekat dan menyambut Jansen.


Semua orang terkejut, pemuda ini adalah bos mereka?


Lelucon apa ini!


Panah dan yang lainnya sangat kuat, setelah berhubungan dengan mereka, orang-orang akan yakin, tapi apa-apaan dengan pemuda ini!


Jika mereka tahu bahwa bosnya adalah orang seperti ini, mereka tidak akan bergabung dengan Dragon Hall.


"Semuanya berkumpul!"


ujar Panah sambil berdiri di samping Jansen.


Semua orang berjalan dengan enggan, mereka menatap Jansen dan berbisik.


"Pemuda tampan ini, apakah dia ahli waris yang kaya?"


"Sepertinya begitu, pasti dia menginvestasikan uang dan mengumpulkan sekelompok Master. Tapi, ini adalah Dragon Hall, bukan perusahaan, sebagai bos, bagaimana bisa dia tidak memiliki kekuatan apa pun!"


"Kalau dia bos Dragon Hall, cepat atau lambat aku harus berhenti!"


Mereka berhenti di depan Jansen dengan wajah kesal.


Meskipun suaranya kecil, tidak mungkin Panah dan yang lainnya tidak mendengarnya, mereka ingin tertawa tapi tidak bisa. Mereka tahu bahwa orang-orang ini memiliki latar belakang yang hebat, ada yang pensiunan pasukan khusus, pembunuh dan tentara bayaran. Mereka semua bisa melawan Tim Marinir Anjing Laut asing seorang diri.


Tapi kalau dibandingkan dengan Tuan Jansen?


Mereka bukan apa-apa!


Tuan Jansen telah beberapa kali menyelesaikan misi militer seorang diri, membuat tentara bayaran dan pembunuh asing ketakutan dan merupakan Master yang tak tertandingi di dunia jianghu.


Jangankan menjadi bos, kualifikasi seperti itu lebih dari cukup untuk menjadi Master mereka.


"Bos Panah, aku tidak yakin!"


teriak seorang pria berbadan kekar dengan kepala botak.


"Aku juga tidak yakin!"

__ADS_1


teriak orang lain yang tampak seperti pembunuh dengan tatapan suram.


Yang lainya juga mencibir, mereka ingin melihat bagaimana bos ini akan mundur.


Panah dan yang lainnya geram dan ingin mengatakan sesuatu, tapi Jansen sudah lebih dulu berkata dengan ringan, "Kalian bisa masuk ke sini, berarti kalian adalah anggota inti. Kalau sudah begini, mari kita berbicara dengan kekuatan!"


"Baiklah, aku akan melawanmu!"


teriak pria botak itu.


"Tidak perlu, aku tidak akan tertarik meskipun kalian semua menyerang bersama-sama!"


Jansen menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah tank tipe 59.


"Bersama-sama?"


"Belum tertarik?"


"Untuk apa kamu berpura-pura!"


Semua orang sangat marah. Awalnya, mereka ingin menghancurkan harga diri bos itu, tetapi bos itu menghina mereka!


Mereka semua kuat, bermartabat dan menginginkan kehormatan!


Mana bisa mereka menahan diri ketika diremehkan seperti itu!


"Tentu saja, kalau kamu ingin bertarung, kamu bisa menunggu sampai aku melakukan pemanasan!"ujar Jansen.


Dia sudah berdiri di depan tank tipe 59, telapak tangannya berubah menjadi pisau dan dia memotong tank itu tanpa melihatnya!


Ssst!


Hening!


Tempat latihan itu menjadi hening!


Semua orang menatap tank yang terbelah dua itu dan mata mereka seperti mau copot.


Tank tipe 59 itu beratnya 34 ton, dilengkapi dengan lapis baja tebal di bagian kepala dan samping dan kemampuan antirudal yang kuat. Sekarang, tank itu dipotong dengan satu telapak tangan!


Ini, ini teknik manusia?


Ya ampun, telapak tangan itu bahkan lebih kuat dari bom!


"Sekarang, siapa yang masih ingin bertarung?" ujar Jansen menatap semua orang.


Tiba-tiba terjadi keheningan.


Meskipun mereka adalah Master dari berbagai negara, tidak ada yang yakin bahwa mereka lebih kuat dari tank.


"Tidak ada? Maka aku yang akan berbicara!"


Jansen kembali berkata dengan acuh tak acuh, "Karena kalian adalah anggota inti Dragon Hall, aku hanya memiliki satu permintaan, loyalitas, loyalitas dan loyalitas. Begitu aku mengetahui ada yang berkhianat, Dragon Hall akan mengikuti dan membunuhmu meskipun kamu berada di Kutub Selatan!"


Begitu Jansen mengatakan itu, nyala api muncul dari tank di sampingnya, tank itu terbakar dan perlahan-lahan berubah menjadi tumpukan besi cair!


Sssr, sssr, sssr!


Semua orang tersentak dan benar-benar terkejut.

__ADS_1


Tank itu pecah dan hancur.


Api makin besar, tank itu lama-kelamaan menjadi besi cair.


Orang Huaxia tekniknya memang misterius.


"Berikan pil ramuan kepada mereka!"


Melihat semua orang terkejut, Jansen mengangguk pada Panah dan mengizinkan mereka semua menggunakan Pil Pengembalian untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Kemudian, Jansen mengajarkan seni bela diri kepada anggota inti Panah.


"Kalau kamu ingin melangkah ke tahap Transcedent, kamu harus memahami kekuatan alam, kesatuan langit dan manusia!"


Kata-kata Jansen memang singkat, tapi setiap katanya brilian.


Panah dan yang lainnya merasa jantungnya berdebar lebih cepat, mereka mencatat dan mengingat kata-kata Jansen, terutama mengenai para Master dunia jianghu seperti Desmond dan memahaminya secara mendalam.


Faktanya, kekuatan mereka saat ini tidak lemah, mereka semua adalah peringkat Surgawi, tetapi mereka telah mencapai batasnya. Jika mereka ingin masuk ke tahap Transcedent, itu tidak akan berhasil tanpa bimbingan siapa pun.


Malam harinya, Jansen kembali ke rumah komunitas dan menemani Natasha dan yang lainnya sambil menunggu kabar dari pabrik.


Keesokan harinya, Jansen teringat akan janjinya pada Natasha untuk membantu temannya mengobati penyakit.


Di WhatsApp, mereka sepakat untuk bertemu pukul delapan dan Jansen menunggu di McDonald pukul setengah delapan.


Jansen merasa sangat aneh, kenapa mereka tidak bertemu di klinik untuk memeriksa pasiennya, ini malah seperti kencan.


Jansen tidak terlalu mengenal orangnya, dia hanya membuat janji dengan santai untuk bertemu di McDonald.


"Hei, aku sudah sampai. Apa kamu sudah di sini?"


Sudah pukul delapan, Jansen kembali mengirim pesan.


"Oh, kamu dokter itu ya!"


Orang itu menjawab, "Aku belum akan sampai di sana sampai pukul sepuluh, tunggu ya, aku sedang berolahraga sekarang!"


"Kita membuat janji untuk bertemu pukul delapan, kenapa kamu berubah pikiran?"


Jansen sedikit tidak senang, kalau bukan karena janjinya kepada Natasha, dia akan menampar pantat orang ini dan pergi.


Orang-orang yang tidak menepati janji seperti ini adalah orang yang paling menyebalkan.


"Aku sibuk sekarang, paham? Tunggu saja ya, sampai jumpa jam sepuluh, oke, sudah ya!"


Orang itu pergi setelah dia selesai berbicara.


Jansen menggelengkan kepalanya dan menghapus kontak WhatsApp orang itu, bukannya memberi tahu dia datang terlambat, dia malah ingin Jansen menunggu dua jam lagi.


Siapa yang berobat ke dokter seperti ini?


Belum lagi Jansen adalah seorang dokter terkenal di Aula Xinglin, dokter biasa pun tidak akan sabar.


Di sisi lain, di sebuah gym, seorang gadis berusia delapan belas atau sembilan belas tahun sedang berlari, kulitnya putih dan wajahnya cantik


"Milka, apakah ada laki-laki yang mengajakmu berkencan?"


Seorang gadis sebaya yang ada di sampingnya bertanya, "Kamu melihat ponselmu sepanjang pagi!"

__ADS_1


__ADS_2