Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 195. Berpura-pura Kencan Buta


__ADS_3

" Halo , perkenalkan aku adalah Marsha , Teman seprofesi Elena . Dengar - dengar kalian pasangan suami istri sedang mengalami masa - masa sulit , nah aku di sini memiliki cara untuk membantumu , tetapi pertama - tama kamu harus membantuku melakukan sesuatu dulu ! "


Mengetahui dia bisa membujuk Elena , Jansen tentu saja akan setuju !


" Setengah jam lagi kita bertemu di Kafe barat di pusat kota! "


Marsha dengan senang hati menutup telepon , kemudian semakin membujuk Elena untuk berdamai dengan Jansen.


" Ayo, mari kita pergi juga untuk melihat pertunjukan yang bagus "


Para rekan kerja lainnya juga ikut berteriak , kemudian seseorang berkata kepada Elena , " Elena , kamu ini masih terlalu muda , jika laki - lakimu tidak bisa memanjakanmu , maka kamu harus memberinya sedikit perlawanan tegas . Kalau tidak begitu , setelah bertengkar untuk apa kamu terus melihat ponselmu setiap harinya . Dia itu begitu dingin , bahkan sama sekali tidak memberikan hadiah untuk membujuk istrinya sendiri . Benar - benar berlebihan ! "


" Menurutku , suamimu ini adalah orang yang tidak tahan dengan godaan . Bagaimanapun , dia hanyalah seorang dokter di sebuah klinik kecil . Pasti dia ingin meniduri wanita cantik dan kaya , sekali ada seseorang memperhatikannya , dia pasti akan langsung menargetkannya ! "


" Namanya juga pria , mereka memang murahan . Istri yang begitu menawan di rumah tidak dipandang , tapi malah main belakang ! "


Semua rekan kerjanya tidak menyukai Jansen , mereka mengira Jansen hanya seorang bajingan dan seorang bajingan tidak akan pernah bisa melepaskan dewi - dewi dalam hidupnya !


Suasana hati Elena seketika langsung memburuk saat dikompori seperti itu . Glenn juga bergegas ikut untuk menonton drama itu . Begitu saatnya tiba , Jansen akan berinisiatif untuk mengejar sepupunya lalu dia akan berdiri dan memarahi Jansen untuk meninggalkan kesan yang baik pada Elena .


Tak lama kemudian , kerumunan itu pun tiba di Kafe barat lalu mulai duduk di toko terdekat . Dari dalam toko mereka dapat dengan jelas melihat pemandangan di dalam Kafe barat.


" Kalian duduklah , aku mau mengurus urusanku dulu ! "


Dengan penuh semangat , Marsha bergegas masuk ke dalam Kafe barat , belum lama menunggu , kemudian datanglah Ryan yang berpura - pura minum kopi bersamanya sambil membicarakan kehidupan sehari - hari mereka !


Karena Marsha juga wanita yang cantik maka daripada itu dia membutuhkan Ryan sebagai seorang gentleman yang mengobrol dengannya .


Saat Jansen datang , Marsha pun buru - buru menyambutnya .


" Jansen ? "


Marsha yang pertama menyapanya , langsung menatap Jansen dari bawah sampai ke atas.


Pada saat ini , hatinya dipenuhi dengan penghinaan , kaos murahan , gaya rambut kuno tanpa jam tangan , dia bahkan tidak punya apa - apa , hal yang mencolok sedikit pun tidak ada sama sekali !


Dia tidak bisa mengerti , kenapa Elena sangat jatuh cinta bahkan sangat terobsesi dengan pria yang sangat biasa ini !

__ADS_1


" Marsha ? "


Ini adalah pertama kalinya Jansen melihat Marsha juga .


" Iya , mari kita duduk dan bicara dulu ! "


Marsha menyuruh Jansen untuk duduk sebentar , lalu memesan dua cangkir kopi dan berkata , " Aku tahu kalau kamu dan Elena sedang berselisih , pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana membujuk istrimu ? "


" Aku sudah menyiapkan hadiah ! "


" Hadiah ? Kamu tidak mungkin menghadiahkan dia beberapa bahan obat kan . Jansen , membujuk seorang gadis itu butuh modal , tapi sudahlah lupakan saja kamu hanya seorang dokter kecil di sebuah klinik saja . Gajimu paling - paling hanya 30 ribu yuan bulan . Sangat dimengerti kalau kamu tidak mampu membeli barang - barang yang bagus ! "


Ujar Marsha dengan nada yang meremehkan , bicaranya tidak ada sedikit sopan santun pun , " Aku akan membantumu memberikan hadiah ini kepada Elena , dan aku juga akan menyampaikan beberapa pesan darimu , seharusnya dengan itu amarah Elena akan reda ! "


" Terima kasih ! "


Meskipun ucapan Marsha tidak enak didengar , tapi Jansen tidak peduli , sudah sangat bagus jika Elena tidak lagi marah kepada dirinya .


" Tapi , kamu harus membantuku , yaitu bertemu dengan kakak sepupuku ! "


Marsha tiba - tiba berbalik dan berkata , " Jadi sepupuku ini usianya hampir menginjak tiga puluh tahun , tetapi dia belum menemukan pacar yang cocok , ditambah lagi karena dia sering sibuk dengan pekerjaannya . Jadi , dia tidak memiliki pengalaman cinta sama sekali , maka daripada itu aku ingin kamu memberinya sebuah pelajaran agar dia dapat beradaptasi apa itu rasanya berkencan ! "


" Hanya agar dia beradaptasi saja , jangan khawatir sepupuku tidak akan suka padamu . Lagipula , jika sepupuku menaksirmu , itu juga berkah untukmu karena sepupuku itu memiliki dua suite apartemen di Kota Asmenia . Salah satu suitenya dengan pemandangan laut dan yang lainnya ada di tengah kota , dia juga memiliki dua mobil mewah . Jika kamu menjadi pacarnya , maka kamu juga bisa menikmati kebahagiaan itu ! "


Ujar Marsha seraya menatap Jansen , tentu saja orang biasa yang mendengar ucapannya , akan langsung membuat ekspresi terkejut . Akan tetapi , jika ekspresi mereka biasa - biasa saja , maka itu berarti mereka adalah seorang pemain hati !


Namun , persis seperti yang dia bayangkan , ekspresi wajah Jansen sangat tenang . Menilai dari pengalamannya selama bertahun - tahun , Jansen pasti tersentuh.


Pada saat ini , Jansen pasti hanya berpura - pura saja !


" Kamu sangat tampan tapi sepupuku adalah pekerja kerah putih . Jadi mana mungkin dia dapat menaksir dirimu yang hanya seorang dokter biasa . Kamu juga tidak pandai berkaca siapa dirimu . Kamu kira , semua orang bisa bodoh seperti Elena ! "


Marsha diam - diam membencinya , tapi dalam hati dia sangat bahagia , penampilan Jansen semakin lama semakin tak tertahankan , dengan begini kakaknya semakin punya kesempatan . Kemudian mata Marsha melihat ke sekitar dan tersenyum , " Sepupuku sudah datang , bersiap - siaplah ! "


Setelah ucapan itu dilontarkan , Marsha langsung pergi menyambutnya .


Sepupunya ini bernama Fanny . Rupanya sangat cantik menawan , badannya tinggi , juga sangat berkelas . Bahkan di usianya yang hampir menginjak 30 tahun , dia masih memiliki kulit lembut seorang gadis yang menunjukkan bahwa dia merawat dirinya dengan sangat baik . Sekarang ini dia mengenakan pakaian formal yang biasa dikenakan oleh wanita cantik kerah putih pada umumnya .

__ADS_1


" Marsha, bagaimana ? "


Begitu Fanny masuk dan berjalan ke arah Marsha , dia langsung bertanya , " Aman , Ryan sudah ada di dalam minum kopi , tunggu saja pasti dia akan melihatmu secara tidak sengaja . Kemudian begitu dia melihat seorang pria mengejarmu , dia pasti akan sangat cemburu . Dan pada saat dia tahu kebaikanmu , mungkin besok dia akan berinisiatif untuk mengejarmu ! " ujar Marsha sambil terkekeh .


" Baguslah kalau begitu ! "


Fanny mengangguk bahagia , dengan penampilan dan temperamennya , dia benar - benar merendahkan pria biasa , bicara terus terang dia adalah wanita matre !


Ryan memiliki latar belakang keluarga yang bagus , parasnya juga lumayan dan sangat memenuhi kriterianya dalam pasangan hanya saja pria ini dingin dan jarang sekali mengambil inisiatif yang membuat fanny menjadi sangat cemas !


" Kalau begitu bagaimana dengan pria yang ada di seberang sana ? Apakah latar belakang keluarganya baik ? " Fanny bertanya lagi .


" Uh dia , dia hanya seorang pria miskin , bahkan jam tangan saja tidak punya . Seluruh barang yang dipakai di tubuhnya tidak sampai seribu yuan ! Selama kamu menunjukkan sedikit kasih sayang , dia pasti tidak akan tahan dengan godaannya ! " ujar Marsha menjelaskan.


" Tentu saja aku tahu dia tidak bisa menahan godaan , hanya saja , pecundang miskin seperti ini tidak akan bisa membuat Ryan cemburu ! "


" Tidak , justru pecundang lebih baik . Coba kamu pikir kalau orang yang aku undang lebih lemah daripada Ryan, lantas Ryan akan merasa dirinya pecundang dan setelah itu , kemungkinan besar dia akan mengejarmu ! "


" Ucapanmu ada benarnya juga. Kasihan juga pecundang itu . Tapi dengan penampilanku ini , aku akan memberikan pecundang malang itu kesempatan , kalau dipikir - pikir lagi aku jadi merasa mual ! "


Raut wajah fanny penuh dengan rasa jijik .


Marsha menimpali , " Jangan khawatir , ini hanya untuk pertunjukan saja kok . Nanti begitu kamu datang , kamu tidak perlu melakukan apapun lagi ! Pecundang malang itu belum pernah melihat dewi cantik . Dia pasti akan mengambil inisiatif untuk mengejar ! "


Kedua orang itu berbincang sambil masuk ke dalam Kafe barat.


Pada saat yang sama , di sisi Elena , dia sudah menantikannya . Semua orang juga sudah menebak - nebak apa yang akan dilakukan Jansen selanjutnya !


Tentu saja , di mata mereka seorang pria yang bahkan tidak memberi hadiah pernikahan dan masih tinggal di rumah ibu mertua pasti merupakan pria gampangan !


Lagipula menantu pecundang rumahan hanya suka bermalas - malasan dan makan . Dia pasti sangat menyukai rejeki nomplok yang jatuh dari langit !


Sekarang Jansen merasa sedikit tertekan . Tiba - tiba harus melatih seseorang kencan buta . Namun , demi Elena , melakukan hal kecil semacam ini juga akan tetap dia lakukan !


Tak lama kemudian , Jansen melihat Marsha datang dengan seorang wanita yang berpostur tinggi dan cantik menawan . Dia harus mengatakan bahwa wanita itu tidak buruk , tubuhnya tinggi dan memiliki wajah yang rupawan .


Jansen telah melihat terlalu banyak wanita cantik seperti Elena , Natasha, Melody dan bahkan bintang besar seperti Alexa. Tentu saja Jansen tidak akan menaruh wanita seperti ini di matanya !

__ADS_1


Hanya saja , Jansen merasa sepertinya sosok wanita ini tidak asing di matanya , seolah - olah dirinya pernah melihatnya di suatu tempat !


__ADS_2