
"Eh, tidak! Rasanya seperti ada di dalam tubuhku!"
Jansen tiba-tiba seperti merasakan sesuatu, sebuah benda hitam di bawah dadanya.
Rasanya sangat menakutkan.
Entah sejak kapan benda itu memasuki tubuhnya. Apalagi, Jansen bisa merasakan bahwa benda itu berada di dalam tubuhnya dengan sangat jelas.
Setelah dilihat dengan lebih saksama, ternyata benda itu adalah sebuah tongkat. Tebalnya sama dengan dua jari dan panjangnya selengan.
Tunggu, tunggu, ternyata sedikit berbeda. Benda ini bukan tongkat, tapi pedang yang patah.
Pedang ini terlihat sangat sederhana dan tidak canggih. Warnanya benar-benar gelap dan tidak terlihat tajam. Sebaliknya, wujudnya seperti Broken Sword yang digunakan untuk menekan kejahatan.
"Jangan-jangan ini adalah artefak sihir?"
Napas Jansen terkesiap kaget.
Artefak sihir disebut juga senjata sihir atau semacamnya, contohnya adalah simbol mantra, roda perputaran nasib, bel pengusir setan, dan lain sebagainya. Benda-benda ini tidak hanya dapat mengusir roh jahat dan memperkuat tubuh, tapi terdapat pula kekuatan magis yang tersembunyi di dalamnya.
Hanya ada sedikit artefak sihir asli yang beredar di pasaran sehingga jumlahnya bahkan lebih langka daripada barang antik dan bisa dianggap sebagai benda suci. Patung giok berbentuk Buddha yang menjadi barang keramat di kuil-kuil tertentu bahkan bisa dibilang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan artefak sihir yang asli.
"Kalau Broken Sword ini adalah sebuah artefak sihir, itu berarti aku memperoleh sebuah harta karun! Tapi kenapa benda ini tiba-tiba ada di dalam tubuhku?"
"Jangan-jangan karena Darah Raja Mayat Berdarah?"
Jansen menebak-nebak.
Broken Sword ini awalnya digunakan untuk menahan mayat kuno itu. Setelah Jansen merebutnya, sepertinya benda itu bisa merasakan Darah Raja Mayat Berdarah yang mengalir dalam tubuh Jansen sehingga ikut masuk ke dalam tubuhnya.
Kira-kira seperti itulah dugaan Jansen.
"Kalau bisa masuk, apa bisa keluar?"
Jansen ragu sejenak, lalu memusatkan pikirannya seperti saat hendak menggunakan kompas kunonya.
Broken Sword berwarna hitam itu pun muncul di telapak tangannya. Kelihatannya biasa-biasa saja, tapi Jansen bisa mendeteksi kekuatan yang besar jika merasakannya dengan cermat.
"Keluar!"
Jansen sangat gembira. Artefak sihir ini sangat ajaib.
Dia mencoba menggunakan Sihir Daoist untuk mengendalikannya, tapi tidak ada apa pun yang terjadi. Sepertinya bukan ini metode yang harus dia gunakan.
Selanjutnya, Jansen menanamkan Profound Qi.
Kali ini berhasil.
Profound Qi memang layak menjadi kekuatan paling mis di penjuru langit dan bumi. Kekuatan ini dapat digunakan sebagai energi sejati atau Teknik Xuan.
Profound Qi Jansen terserap ke dalam Broken Sword dan membuatnya melayang, lalu benda itu mengeluarkan kekuatan energi yang sangat kuat. Setelah menyerap setengah dari Profound Qi milik Jansen, kekuatan energi Broken Sword itu menjadi lebih kuat seolah-olah dia bisa membunuh semua iblis di dunia.
__ADS_1
"Kekuatan energi yang menakutkan sekali! Ini sebuah senjata pengusir setan yang hebat"
Jansen tidak berani melepaskan Broken Sword itu karena takut seluruh hotel akan hancur. Dia menangkap Broken Sword itu dan menunggunya untuk kembali tenang.
Broken Sword itu mulai bergerak dengan gelisah, lalu perlahan-lahan menjadi tenang.
Jansen masih belum berani melepaskannya, jadi dia mengambil lembaran giok dengan tangannya yang lain untuk membaca isinya.
Lembaran giok itu terdiri dari dua jilid dan merupakan sesuatu yang juga sangat menarik perhatian si mayat kuno.
Jansen membukanya dan ternyata tulisan kuno yang rumit tertera di situ. Namun, dengan ingatan leluhur yang dia miliki, Jansen tidak merasa kesulitan untuk membacanya.
Sebaliknya, dia justru merasa dimudahkan karena ada banyak istilah taoisme dalam tulisan kuno ini.
"Buku ini mungkin terlihat seperti buku logika, tapi sebenarnya ada metode kultivasi yang tersembunyi di dalam tulisannya. Tapi ini jilid pertama sedangkan metode kultivasi yang sebenarnya ada di jilid berikutnya!"
"Kultivasi adalah sesuatu yang menentang langit dan tidak boleh ada di muka bumi ini, itu sebabnya buku-buku ini menjadi terlarang!"
"Bahkan meskipun berhasil mendapatkan buku kedua, nyawa yang tidak cukup kuat dan nasib yang tidak cocok justru akan mendatangkan kemalangan dan bukannya keberuntungan!"
"Sepertinya ada alasan tertentu kenapa buku-buku ini terus dianggap terlarang di setiap masa pemerintahan sejak zaman kekaisaran!"
Jansen perlahan-lahan mengetahui sesuatu setelah membaca lembaran giok itu.
Tentu saja metode kultivasi yang dianggap menentang kehendak langit dan penuh dengan kutukan serta lain sebagainya bukanlah sesuatu yang bisa disentuh orang biasa.
Sebagian besar informasi yang tertulis di jilid pertama adalah tentang istilah penalaran, tapi ada juga teknik bernama Jurus Naga Mengawasi Gunung di situ!
Qi Melihat juga sebenarnya bisa menimbulkan efek seperti ini, tapi tidak sekuat Jurus Naga Mengawasi Gunung.
Jurus ini terasa lebih ajaib karena di akhir teknik, katanya pikiran si pengguna akan berkeliaran di dunia tanpa harus menggerakkan tubuhnya.
Kesadaran tidak bisa membedakan mana yang berwujud atau tidak dan terikat dengan tiga periode, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa depan!
Dalam Taoisme, kemampuan semacam ini disebut juga "Pengetahuan Dewa"!
Dalam Buddhisme, nama kemampuan ini adalah "kesadaran illahi"!
kesadaran illahi juga ada dalam ingatan leluhur, tapi diperlukan kekuatan yang melebihi tingkat kesembilan dari Teknik Kaisar Manusia untuk bisa membukanya.
"Ternyata aku secara tidak sadar membuka 'kesadaran illahi'ku barusan!"
Jansen menghela napas perlahan dan membuka matanya. Ternyata hari sudah menjelang subuh.
Kemudian, dia membakar lembaran-lembaran giok itu dengan Api Yang agar tidak ada informasinya yang tersebar keluar dan memicu pertumpahan darah.
Jansen membuka jendela kamarnya dan langsung disambut oleh udara segar. Suasana kota secara bertahap mulai terasa hidup dan terdengar berbagai suara yang menjajakan sarapan.
"Tidak kusangka akan mendapatkan hal sebaik ini saat sedang menunggu kereta. Aku mendapatkan Broken Sword dan membuka kesadaran illahiku!"
Jansen pun mandi dan tepat saat dia baru saja membuka pintu, Jasmin dan Cheryl sudah berjalan masuk sambil membawa roti isi kukus.
__ADS_1
Mereka berdua juga menguasai prinsip dasar kultivasi, jadi lebih dari setengah tenaga mereka sudah pulih setelah beristirahat semalaman.
"Jansen, bagaimana kamu bisa menemukan kami?" Jasmin bertanya.
Bagaimanapun juga, waktu itu Jansen tidak menjawabnya karena sedang terburu-buru di dalam lubang pembobolan.
Jansen pun menjelaskan ceritanya secara garis besar.
Jasmin dan Cheryl merasa sangat takjub setelah mendengarnya.
Huaxia ini negeri yang luas, entah takdir atau kebetulan mereka bisa bertemu dengan Jansen.
"Jansen, apa kamu akan pergi ke Sekte Yuhua sekarang?" Jasmin bertanya lagi.
"Aku sedikit mengkhawatirkan Elena, jadi aku mau ke sana dan melihatnya!"
"Kudengar ada rombongan murid dari Sekte Yuhua yang pergi ke Gunung Kunlun dan kurasa Kak Elena juga pasti ikut ke sana. Katanya terjadi masalah di gunung itu, ada banyak sekali mayat hidup yang bermunculan. Sinyal di sana tidak bagus, jadi teleponmu tidak akan tersambung!"
Jasmin berbisik sambil memperhatikan sekeliling.
"Gunung Kunlun?"
Jansen mengerutkan keningnya.
Jasmin mengangguk dengan sungguh-sungguh, "Jangan bilang aku yang memberitahumu tentang ini. Ini adalah rahasia Sekte Tersembunyi."
"Gunung Kunlun adalah tempat berasalnya Urat Naga di Huaxia. Kudengar di sana ada yang namanya Kunlun Void yang mengarah ke Sembilan Lapisan Neraka. Kunlun Void ini akan menjadi tidak stabil setiap tiga tahun dan tahun ini ada di gerbang perunggu sana!"
"Ini semua hanyalah desas-desus yang kudengar. Kalau kamu ingin tahu secara spesifik, kamu harus pergi ke Sekte Yuhua!"
"Tapi hati-hati, ya. Kunlun Void adalah salah satu tempat paling misterius di Huaxia. Jangan terlalu dekat!"
Jansen menjadi makin mengkhawatirkan Elena begitu mendengar informasi ini.
Mereka pun mengobrol selama beberapa saat lagi sebelum Jasmin dan Cheryl pamit karena mereka mau pergi ke Bar Jade yang terletak di Pulau Hongkong.
Sebelum pergi, Jansen memerhatikan Jasmin dengan saksama dan bisa melihat Kehidupan Bintang Jatuhnya. Antara nasib baik dan nasib buruk, Jansen menyadari bahwa kerlip bintang kesialan Jasmin sudah jauh lebih redup.
Sepertinya kemarin malam adalah momen di mana bencana menimpa Jasmin. Karena dia bisa melaluinya dengan aman, jadi dia pasti cukup aman untuk sementara waktu.
Jansen pun pergi menggunakan kereta api.
"Jasmin, apakah Jansen itu adalah anggota dari Sekte Tersembunyi?"
Cheryl yang pergi bersama dengan Jasmin pun bertanya.
"Bisa dibilang ya dan juga tidak. Dia itu sangat istimewa!" jawab Jasmin sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Dia sebenarnya bukan murid Sekte Tersembunyi, tapi Sekte Yuhua sangat menghormatinya dan bahkan menganggapnya sebagai salah satu dari mereka. Tidak hanya itu, istrinya adalah Elena! Kamu pasti pernah mendengar tentangnya, 'kan? Elena dari Sekte Yuhua yang memiliki tubuh taoisme atau apalah itu!"
__ADS_1