Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1461. Kalian Itu Sangat Polos


__ADS_3

Jansen tersenyum, "Tidak kusangka aku Jansen Scott, bisa menimbulkan reaksi sebesar ini!"


Ghalinus sontak tertegun. Jansen ternyata malah merasa senang dan bangga?


Bajingan, apa dia tidak takut mati?


"Jangan berbangga hati, Jansen! Ada banyak orang di luar negeri yang menginginkan kematianmu! Jangan pernah berpikir bahwa akan ada keajaiban yang terjadi!" seru Ghalinus dengan histeris. Dia entah kenapa selalu merasa seperti seorang adik kecil di hadapan Jansen, tidak peduli secerdik atau seberani apa pun dia.


"Panah, kamu pergi saja dulu!"


Jansen tetap mengabaikan Ghalinus.


"Tuan Jansen, aku tidak akan pergi!"


Panah menggelengkan kepalanya.


"Ini adalah perintah!"


Jansen menyahut singkat.


Panah menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan keras kepala, "Tuan Jansen, aku menjadi bawahanmu yang setia karena kamulah yang menyelamatkanku. Aku juga sudah melihat setiap langkah perkembanganmu dari Kota Asmenia. Di bawah kepemimpinan mu, kami telah berkembang dari tim kecil menjadi Dragon Hall yang menyebutkan namanya saja sudah bisa membuat orang-orang di dalam dan luar negeri menjadi pucat. Aku sangat mengagumimu dan akan mematuhi apa pun perintahmu!"


"Tapi, aku tidak mau mematuhinya kali ini!"


Jansen menggeleng begitu mendengarnya dan tersenyum, "Panah, aku tahu kamu sudah menyiapkan bom yang bisa meledak secara otomatis, tapi kamu terlalu banyak berpikir. Bagiku, kalian bukan bawahanku melainkan saudara-saudariku. Aku, Jansen, tidak akan menukar nyawa kalian dengan nyawaku!"


"Pergilah! Ini perintah!"


"Kamu hanya akan menjadi beban kalau tetap di sini!"


Panah merasa sedikit tersentuh saat mendengarnya. Dia memberi hormat sedikit pada Jansen dan akhirnya pergi.


"Ingin pergi? Memangnya kamu sudah meminta izin padaku?!"


Ghalinus berseru dengan dingin dan mengedikkan dagunya ke seseorang di sampingnya. Orang itu berubah menjadi bayangan gelap dan bergegas ke arah Panah.


"Jansen, kalau kamu tidak membicarakan tentang saudara, aku tidak akan repot-repot memedulikannya. Apa kamu sudah lupa apa yang kukatakan sebelumnya? Aku akan membunuh semua kerabat dan teman-temanmu!" kata Ghalinus sambil tertawa dengan kejam.


"Jika aku mengatakan dia bisa pergi, dia bisa pergi!"


Jansen menyalakan rokoknya dan mengembuskan sekepul asap ke arah langit!


Dia tiba-tiba menjulurkan tangan kirinya dan bayangan hitam melesat kuat seperti kilat hitam!


Itu adalah pedang yang patah di tubuh Jansen!


Meskipun nano robot juga menyerap kekuatan Profound Qi , tapi jelas tidak bisa mengimbangi pedang yang patah. Pedang patah itu terus bersembunyi di dalam tubuh Jansen dan memiliki lonjakan Profound Qi yang sekarang akhirnya bisa digerakkan oleh Jansen!


Wuuush!


Manusia modifikasi genetik yang sedang mengejar Panah itu memiliki kemampuan pemulihan super. Saat merasakan ada benda hitam yang melesat dari belakangnya, dia mencibir, "Trik murahan!"


Syuuut!


Pedang yang patah itu pun melaju menembus dirinya.


Para manusia modifikasi genetik lainnya juga ikut tertawa dingin melihat kejadian ini.


Peluru meriam saja tidak membuat mereka takut, jadi untuk apa mereka takut dengan senjata rahasia Jansen?

__ADS_1


"A... Argh!"


Manusia modifikasi genetik yang tubuhnya ditembusi oleh pedang patah itu tiba-tiba menjerit kesakitan sambil menggosok-gosok bagian dadanya.


Sekujur tubuhnya pun mematung seperti patung batu!


Kemudian, tubuhnya hancur dan berubah menjadi abu saat terkena embusan angin!


Siiing...


Suasana hening yang tercipta terasa sangat mencekam!


Tidak ada satu pun dari manusia modifikasi genetik itu yang berani bergerak. Mata mereka membelalak lebar.


Informasi dari pihak Hailey mengatakan bahwa Jansen telah diracuni oleh racun kuat berteknologi tinggi dan juga terkena racun dari Keluarga Vindes. Hidupnya tidak akan lama lagi dan seharusnya dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan kemampuannya!


Namun, penjelasan apa yang tepat untuk menggambarkan kejadian di hadapan mereka ini?!


Fyuh! Fyuh!


Jansen masih mengembuskan asap rokoknya. Sosoknya terlihat suram, tapi masih ada aura misterius yang terpancar.


Firasat tidak enak pun merayapi benak Ghalinus dan yang lainnya.


Jansen adalah Dewa Perang Huaxia!


Dia adalah Pemimpin Aliansi Seni Bela Diri!


Dia tidak bisa diremehkan sekalipun dia sudah diracuni dan hanya sendirian!


Waktu terus berlalu sampai akhirnya Panah benar-benar menghilang dari pandangan. Namun, Ghalinus dan yang lainnya tidak berani mengejarnya.


Namun, saat Jansen ingin memanggil benda itu kembali, dia tidak mendapatkan respons apa-apa. Pedang yang patah itu seolah tenggelam ke dasar laut seperti sebongkah batu.


Jansen tahu bahwa sedikit Profound Qi yang tersisa dari pedang yang patah itu telah menghilang.


Sekarang, dia tidak punya apa-apa lagi selain kesadaran illahinya.


Jansen mengabaikan pedangnya yang patah, lalu menatap Ghalinus dan tersenyum, "Sekarang, apa kamu percaya kalau aku mengatakan aku sudah tidak punya trik apa pun lagi?"


Ghalinus dan yang lainnya sontak tertegun.


Apa mereka percaya?


Awalnya mereka memang sangat percaya, tapi sekarang mereka tidak bisa mengatakannya.


"Kalian tidak akan punya kesempatan lagi kalau terus membuang waktu seperti ini! Nanti bala bantuanku keburu datang!" kata Jansen sambil mengembuskan sekepul asap.


Ghalinus dan yang lainnya sontak merasa tidak bisa percaya.


Kenapa Jansen malah mengingatkan mereka?!


Kenapa rasanya mereka seperti dikejar-kejar oleh Jansen?


Ghalinus nampak kesal selama sesaat. Entah kenapa, dia tidak menyukai sensasi dikendalikan oleh orang lain ini!


"Jansen, kamu sengaja membuat segalanya menjadi rumit! Kamu mungkin terlihat seperti mengingatkan kami, tapi sebenarnya kamu sedang mengulur waktu!"


Ghalinus berteriak, "Taruhan, aku yakin kamu sudah tidak memiliki trik untuk melawan kami saat ini!"

__ADS_1


Tangan Jansen yang sedang memegang rokok tiba-tiba membeku.


Ghalinus pandai dalam mengamati detail. Gerakan Jansen yang tiba-tiba membeku itu sudah menjelaskan sesuatu. Sebagai sesama perokok, Ghalinus tahu bahwa orang akan cenderung berhenti merokok untuk sesaat ketika fokusnya terganggu.


"Kamu boleh saja terlihat tenang dari luar, tapi sebenarnya kamu sangat panik! Bahkan lebih panik daripada orang biasa! Itu karena kamu sudah merasakan bagaimana enaknya terbang tinggi! Kamu telah menikmati segala kemuliaan dan kekayaan, serta sensasi disembah oleh puluhan ribu orang!"


"Jadi, kamu lebih takut mati dibandingkan dengan orang lain!"


"Racun yang kamu terima itu adalah racun kuat dengan teknologi global. Kalau tidak, kenapa kamu perlu melarikan diri? Senjata rahasiamu yang sebelumnya itu pasti adalah menjadi pilihan terakhirmu!"


"Aku bisa membacamu!"


Makin banyak Ghalinus berbicara, dia makin bersemangat. Dia menunjuk ke arah Jansen dan berteriak, "Aku yakin kamu mengatakan dengan jujur bahwa kamu sudah tidak memiliki trik apa pun lagi! Bunuh dia!"


Begitu Ghalinus berteriak, tiga orang di sisinya bergegas menerjang ke arah Jansen secara bersamaan dengan menggunakan kekuatan rekayasa genetik mereka.


Jansen menyaksikan mereka menghampirinya dengan cepat, tapi tangannya tetap tidak memasukkan rokoknya kembali ke dalam mulut.


Ghalinus terus menatap Jansen dan makin merasa bahwa dugaannya benar.


Masih ingin berpura-pura!


Coba lihat bagaimana kamu bisa menangkis serangan ini!


Wuuush!


Sebuah kilat cahaya dingin tiba-tiba muncul dan manusia modifikasi genetik yang paling cepat tiba-tiba berhenti secara mendadak dan jantungnya terasa sakit.


Ghalinus dan yang lainnya sontak merasa ketakutan. Sepertinya tadi ada yang bergerak lebih cepat daripada mereka. Mereka pun mendongak dan melihat seorang wanita berambut putih yang mengenakan stoking jaring-jaring berwarna hitam dan rok panjang berdiri di sana. Telapak tangannya terulur dan mendarat di dada manusia modifikasi genetik yang berada di paling depan.


Craaas!


Darah pun menyembur keluar dan sebuah jantung yang berlumuran darah dicabut dari dalam dada manusia modifikasi genetik itu.


"Argh!"


Si manusia modifikasi genetik menjerit histeris dan langsung mati di tempat.


Bulu kuduk di sekujur tubuh Ghalinus dan yang lainnya sontak meremang. Siapa wanita ini? Kenapa rasanya dia lebih kuat daripada mereka?


"Kalian ini polos sekali, main percaya saja pada setiap perkataanku!"


Pada saat yang sama, Jansen kembali melanjutkan merokok dan ekspresinya terlihat tidak berdaya. "Bagaimana dengan drama yang baru saja kulakukan? Sudah pantas memenangkan penghargaan, 'kan!"


"Berani-beraninya kamu membohongi kami, Jansen!"


Para manusia modifikasi genetik merasa sangat murka. Ternyata sikap panik Jansen barusan hanya sebuah pertunjukan belaka!


"Aku tidak berbohong. Aku bilang aku tidak punya trik apa pun lagi, aku tidak bilang aku tidak punya bawahan lagi!"


Jansen menghela napas lagi, "Pokoknya, kalian itu terlalu polos!"


"Kak Jessica, bunuh mereka!"


Setelah mengatakan itu, Jansen pun memegang rokoknya dan lanjut berjalan ke depan.


"Hei, adik kurang ajar! Kamu mau ke mana!"


Jessica mengerutkan keningnya melihat Jansen yang hendak pergi. Saat ini, akan lebih aman bagi Jansen jika dia tetap berada di sisi Jessica.

__ADS_1


__ADS_2