Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 895. Idola Dari Idolanya!


__ADS_3

Charlie menatapnya santai dan berkata, "Seorang pria dari luar dunia sekuler!"


"Orang dari luar dunia sekuler?"


Tuan Thomas sangat bingung.


Charlie melanjutkan, "Bisa dibilang begitu, orang biasa bekerja keras untuk bisa makan dua kali, orang kaya bekerja keras untuk bisnis, orang-orang berkuasa bekerja keras untuk karier


mereka dan orang-orang di luar dunia sekuler, semua ini tidak dapat mengikat mereka. Yang mereka inginkan, bukan lagi menjadi orang terkaya di Huaxia, bahkan orang terkaya di


dunia mudah mereka dapatkan dan apa yang mereka kejar adalah kekuatan tertinggi!"


"Kekuatan ini, bahkan aku juga sedang mengejarnya, tapi menyentuhnya pun aku tidak bisa!"


Mendengar ini, hati Tuan Thomas meledak dan dia mengerti sebuah kalimat. Orang dari dunia yang berbeda, pandangannya juga berbeda.


Dan dia bisa melihat kalau Tuan Muda Charlie sangat mengagumi Dokter Jansen ini. Dia bisa mengetahuinya dari perkataannya!


Tetapi Charlie adalah orang yang selalu dikaguminya. Di usia remaja dia sudah menyadari bakat yang ada di dalam dirinya,


bahkan bertanggung jawab atas kerajaan bisnis yang luas. Dia adalah idola Tuan Thomas!


Tapi sekarang, idola itu memiliki idola yaitu Dokter Jansen!


"Jika kamu melihat lebih jauh ke depan, karier kamu akan dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi!"


Charlie tahu kalau Tuan Thomas adalah orang yang cerdas. Dia meninggalkan sepatah kata dan memerintahkan sopir untuk pergi.


Tuan Thomas masih tercengang. Berita yang dibawa oleh Charlie kepadanya hari ini benar-benar terlalu mengejutkan.


Sebenarnya dia tahu kalau Keluarga Miller itu adalah salah satu dari delapan keluarga elite dan memiliki posisi yang luar biasa di Ibukota. Tentu saja untuk orang biasa, misalnya dalam menghadapi sepuluh besar orang terkaya di Huaxia, keluarga elite ini mungkin tidak bisa mengamuk!


Kecuali itu adalah empat keluarga elite teratas yang legendaris!


Tapi sekarang, Charlie mengingatkannya kalau menantu Keluarga Miller yang bangkrut itu adalah orang yang paling mengerikan!


Ini hanya menjungkirbalikkan kognisinya.


"Sekretaris Miya, coba cari informasi tentang Jansen untukku!"


"Tuan Thomas, Jansen yang mana?"


"Dokter Jansen dari Aula Xinglin!"


Thomas dipenuhi dengan rasa penasaran tentang idola sang idolanya.


Di sisi lain Jansen dan Elena kembali ke Keluarga Miller.


"Kakak Ipar datang!"


Ricky dengan senang hati berlari menyambutnya dan yang lainnya juga terlihat sopan. Sekarang karena Keluarga Miller sudah bangkrut, mereka


tidak lagi memiliki status di Ibukota. Dalam banyak hal mereka bergantung pada bantuan Jansen.


"Reputasi Jansen di Keluarga Miller makin besar!"


Melihat pemandangan ini, suasana hati Elena juga menjadi sedikit kacau.


Jansen pernah diperlakukan sebagai orang yang bergantung pada Keluarga Miller. Kemudian, saat Jansen bangkit, tanpa sadar Keluarga Miller sudah dilewati oleh Jansen. Sampai

__ADS_1


hubungan antara kedua pihak menjadi tegang dan mereka menganggapnya sebagai musuh!


Tetapi dari luar kelihatannya Jansen mengincar Keluarga Miller. Padahal, selama ini dia membantu Keluarga Miller secara diam-diam. Pada akhirnya, Keluarga Miller tidak memiliki rasa kesal lagi terhadap Jansen, melainkan hanya rasa syukur.


"Jansen, perusahaan keluarga ingin bekerja sama dengan bos Tom News. Apa kamu mengenalnya?" Leimin menuangkan


secangkir teh untuk Jansen.


Elena tercengang. Leimin yang lebih tua dari Jansen, menuangkan teh untuk Jansen?


Kalau dulu, bahkan di keluarga lain ini tidak mungkin terjadi. Umumnya, hanya orang yang lebih muda yang menuangkan teh untuk yang lebih tua.


Hal ini menunjukkan apa yang disebut hubungan antara keluarga sebenarnya tergantung pada uang dan kemampuan!


"Bos Tom News? Aku tidak kenal dia!"


Jansen menggelengkan kepalanya.


"Lihat, sudah kubilang Jansen tidak mengenal Tuan Thomas. Kurasa Tuan Thomas salah mengira orang!"


Renata langsung berteriak.


Leimin dan yang lainnya saling melirik dan mengerutkan kening, "Hanya saja mereka menyebut Jansen untuk memintanya untuk menandatangani kontrak!"


"Kalian bermimpi di siang bolong? Orang di belakang Tuan Thomas adalah orang terkaya di Huaxia. Jansen memang dokter yang andal dan memiliki beberapa aset kecil. Tapi untuk apa dia harus menghormatinya?"


Dia merasa kalau Jansen adalah orang kaya baru. Hanya keluarga elite yang mengakar seperti Keluarga Woodley yang bisa dianggap keluarga elite.


"Aku rasa Tuan Thomas salah sebut nama!"


"Kalau tidak mungkin Jansen diam-diam membayarnya, jadi pihak lain dengan enggan memberinya kesempatan. Tapi penghormatan seperti ini paling tidak bisa diandalkan, ini


bisa membuat pihak lain kesal dan berbalik melawannya kapan saja!"


Semua orang di Keluarga Miller tampak malu. Meskipun Renata suka berbicara sembarangan, tapi apa yang dia katakan masuk akal.


Tidak peduli seberapa hebat Jansen, tidak mungkin orang terkaya menghormatinya seperti itu.


"Jadi anggap saja orang kaya baru adalah orang kaya baru. Tuan Thomas tidak kekurangan uang dan untuk apa dia menghormatinya!"


Melihat kalau semua orang setuju dengannya, Renata berkata lagi.


Dring ring ring!


Begitu kata-kata itu diucapkan, ponselnya berdering. Itu adalah telepon dari sekretarisnya.


"Nyonya Renata, Tuan Thomas dari Tom News bilang kalau dia akan datang secara langsung ke kediaman Keluarga Miller untuk membahas kontrak!"


Telapak tangan Renata bergetar, dia terkejut dan ponselnya hampir terjatuh ke tanah.


"Renata, apa ada masalah?"


Semua orang di Keluarga Miller merasa kalau ada yang tidak beres dengan wajah Renata.


Renata tiba-tiba melirik Jansen dan berkata dengan tidak percaya, "Tuan Thomas bilang kalau dia ingin secara langsung datang ke Keluarga Miller!"


"Datang secara langsung?"


Semua orang di Keluarga Miller tercengang.

__ADS_1


Keluarga Miller hari ini tidak sama dengan yang dulu, untuk apa Tuan Thomas secara langsung datang menemui mereka!


Kecuali kalau itu untuk Jansen!


Tiba-tiba semua orang menatap Jansen.


Jansen memiliki dua perusahaan dengan kekayaan bersih sebesar miliaran, tapi ini tidak ada apa-apanya bagi orang kaya!


Kenapa Tuan Thomas mendatangi mereka secara langsung!


"Aku benar-benar tidak mengenalnya!"


Jansen berkata dengan pelan, "Tetapi dia cukup pengertian, tidak menyuruhku mencarinya!"


Memang benar Jansen tidak mengenal Tuan Thomas, tetapi ketika Renata mengatakan orang terkaya, dia bisa menebak sesuatu.


Renata dan yang lainnya tiba-tiba membeku. Jansen benar-benar menganggapnya wajar kalau Tuan Thomas secara langsung datang menemuinya!


Nada bicaranya terlalu tenang!


Renata mengerutkan keningnya dan tiba-tiba memarahi, "Jansen, aku tidak peduli trik apa yang kamu gunakan untuk menipu Tuan Thomas, tapi jangan membuatnya marah. Kalau itu


memengaruhi Keluarga Miller, kamu akan berurusan denganku!"


"Renata, kenapa kamu bicara seperti itu? Pihak lain kemari karena menghormati Jansen!" Paman Ketiga lucky membalasnya.


"Menghormatinya? Bocah ini memiliki sifat yang buruk. Dia tidak akan dimanjakan oleh orang lain. Jika Tuan Thomas marah, tidak akan ada lagi kesempatan bagi kita untuk bekerja sama!"


Renata menyombongkan diri dan berdebat.


"Tuan Thomas sudah sampai!"


Saat ini Ricky berlari masuk dari gerbang.


Wajah semua orang berubah dan dengan cepat berlari keluar.untuk menyambutnya.


"Sial, aku lupa mengganti jasku!"


"Naomi, nanti keluarkan Teh Da Hong Pao!"


Tepat saat dia keluar dari aula, Leimin tidak berhenti memberi perintah.


Setelah Keluarga Miller bangkrut, mereka menjadi pengertian dan tahu kalau mereka harus mulai dari bawah karena sudah bangkrut. Oleh karena itu, mereka semua menghargai


kesempatan untuk bekerja sama ini.


Terlihat beberapa mobil mewah berhenti di luar gerbang Keluarga Miller. Mobil Bentley memimpin dengan penampilan yang luar biasa.


Tanpa sadar semua orang di Keluarga Miller menelan air liurnya. Bos keluarga orang terkaya itu akan diperlakukan dengan sopan santun.


Apalagi perusahaan berita sekarang sedang baik-baik saja. Siapa yang bisa bekerja sama dengan mereka dan mengumpulkan uang sambil duduk?


Namun, mereka mengetahui bahwa Tuan Thomas bermartabat dan tidak semua orang bisa bekerja sama.


Jika Tuan Thomas selalu merasa kerja sama itu tidak menguntungkan, bahkan jika kamu berlutut di rumahnya selama tiga hari tiga malam, orang tidak akan tergerak.


Saat ini, pintu mobil terbuka dan seorang pria kekar berjas putih berjalan turun.


"Tuan Thomas sudah datang!"

__ADS_1


Renata buru-buru berlari untuk menyambutnya.


Tuan Thomas mengangguk pelan. Dia memperhatikan semua orang dan bertanya, "Dokter Jansen di mana?"


__ADS_2