
"Kencan buta yang diperkenalkan oleh ibuku. Sungguh, dia terlalu tidak sabar dan menolak ketika aku meminta dia menunggu!" ujar gadis yang dipanggil Milka tidak puas.
Namanya Milka Kasio, ibunya adalah teman Natasha. Dia keliru dan mengira Jansen diperkenalkan oleh ibunya untuk kencan buta.
Lagi pula dia cantik dan berwawasan luas, karena itulah keluarganya cemas, entah sudah berapa kali dia melakukan kencan buta.
Karena itulah, setelah ibunya memperkenalkan seseorang kali ini, dia langsung mengira itu adalah kencan buta.
"Orangnya seperti apa? Kalau dia adalah ahli waris yang kaya, maka kamu melewatkannya!" ujar gadis di sebelahnya sambil tertawa.
"Ibuku bilang dia hanya seorang dokter, siapa juga yang berkencan di McDonald? Miskin dan pelit!"
Milka berkata dengan jijik, "Gaji dokter paling banyak hanya 30 ribu sampai 50 ribu. Berapa banyak uang yang bisa dia miliki? Uang itu hanya sekedar cukup, jangan terlalu berharap bisa meminta dia untuk membeli rumah dan mobil. Selain itu, dia sangat tidak sabaran, kalau hidup bersama di masa depan, bukankah itu sangat menyebalkan. Mengapa orang seperti itu harus ikut kencan buta, lebih baik dia sendirian!"
"Benar juga ya, tidak ada uang dan tidak ada hati. Dia adalah pria brengsek!"
Gadis di sebelahnya mengangguk dan berkata, "Omong-omong, siapa namanya? Bagaimana penampilannya? Apa kamu mengetahuinya?"
"Dia tidak memasang foto WhatsApp, dari perkataan ibuku, sepertinya dia bernama Jansen!"
Milka melengkungkan bibirnya dan berkata, "Aku akan bertanya padanya!"
Setelah mengatakan itu, Milka mengirim pesan pada Jansen.
Akan tetapi, WhatsApp menunjukkan bahwa orang itu telah menghapus kontaknya.
"Ya ampun, masih ada ya pria seperti ini, dia benar-benar menghapus kontak WhatsApp-ku?"ujar Milka sebal.
Biasanya, dia lah yang menghapus kontak orang lain, orang itu tidak terima dengan perlakuan Milka dan akan terus mengejar-ngejar dia.
Sepertinya menampar wajah dokter sialan ini adalah ide yang bagus.
Siapa yang mengizinkan dia untuk menghapus kontak!
"Dia terlalu pelit!"
ujar gadis di sampingnya melotot.
"Aku benar-benar marah, seorang pecundang miskin berani-beraninya menghapus kontakku. Aku bisa melampiaskan amarahku, tidak, aku harus memberi tahu ibuku ketika aku kembali!"
Milka sangat arogan dan sombong, dia masih marah dan tidak terima.
"Kamu bilang namanya Jansen?" tanya gadis di sebelahnya.
Keluarga gadis itu membangun perusahaan dan bekerja sama dengan Restoran Herbal Dojans, dia mendengar bahwa bos Restoran Herbal Dojans bernama Jansen.
Berita ini tidak diketahui oleh kebanyakan orang.
Ayah gadis itu pernah makan malam bersama koki Restoran Herbal Dojans bernama Sabrina. Sabrina minum terlalu banyak dan tidak sengaja mengatakannya.
Jansen ini luar biasa, di usia muda dia sudah menjadi sepuluh besar orang terkaya di Huaxia.
Gadis itu juga mendengar bahwa Jansen adalah seorang dokter terkenal di Huaxia.
Siapa pun yang menikah dengan CEO yang begitu sempurna adalah orang yang paling beruntung.
Ayah gadis itu ingin memperkenalkan putrinya kepadanya, tetapi tidak jadi karena putrinya dianggap tidak layak.
__ADS_1
"Kencan buta Milka juga seorang dokter, tidak mungkin mereka adalah orang yang sama kan!"
Gadis itu diam-diam berpikir dan tersenyum pada Milka, "Milka, pria ini berani menghapus kontak WhatsApp-mu. Nanti, minta ibumu untuk membuat janji dengannya di lain waktu, lalu kamu akan mencampakkannya dan mengatakan kepadanya bahwa sebenarnya kalian memiliki kesempatan untuk bersama, tapi dia tidak menghargainya. Dia akan menyesal dan menderita!"
"Ya, dia pasti akan menyesal seumur hidup!"
Milka mengangguk dengan angkuh, dia masih belum bisa terima sebelum melihat Jansen mengejar-mengejar dia.
Faktanya, Milka memiliki beberapa orang yang terus mengejar-ngejar dia.
Katakan saja pada mereka, kamu tidak menghargai ku, tidak mencintaiku, aku sedih, ayo kita putus.
Orang-orang bodoh itu langsung membelikan apa pun yang dia mau seperti bunga, tas, ponsel dan lainnya.
Ketika gadis itu melihat Milka, dia mencibir di dalam hatinya, kalau memang benar itu adalah Jansen, pasti kamu yang akan menyesal!
Kekayaan bersih senilai puluhan miliar, bahkan lebih dari itu!
Yang disebut teman dekat adalah mereka yang bisa ditipu, yang dimaksud gadis itu adalah Milka.
"Pria brengsek itu tidak usah dibahas lagi, kita bahas reuni alumni malam ini saja, semua orang akan berpakaian dengan cantik, mungkin ada laki-laki yang akan maju dan mengejarku" kata Milka.
"Berbicara tentang reuni alumni, aku ingin tahu bagaimana keadaan ketua kelas!"
Di sisi lain, Jansen sedang berjalan menuju Aula Xinglin tanpa memikirkan masalah yang terjadi sebelumnya.
"Bukankah ini Jalan Sunmori? Ah, aku salah jalan!"
"Apakah kamu tahu di mana Jalan Jacweek?"
Orang itu tampak familier!
Bukankah itu Nori, manajer keuangan pabrik?
Melihat ekspresi Nori yang kosong, Jansen tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata-kata.
Wanita ini tampaknya memiliki busur refleks yang sangat panjang, makanya dia sangat lambat dalam berpikir.
"Huh, aku membuat janji dengan teman sekelas untuk bertemu dengannya di Jalan Jacweek. Bagaimana aku bisa sampai di Jalan jacweek?"
Nori ingin bertanya kepada orang yang lewat, tetapi dia malu.
Jansen tidak ingin memedulikannya, tapi dia tidak tahan dengan si bodoh ini dan akhirnya memberikan petunjuk. Jansen berjalan mendekat dan berkata, "Sudah berapa lama kamu berada di Ibu kota?"
"Ah, kamu ini?"
Nori mendorong kacamatanya dan menatap Jansen dengan hati-hati, dia berseru, "Apakah Anda Bos?"
Wajahnya langsung memerah, dia tidak tahu harus meletakkan tangannya di mana.
"Aku bertanya padamu!"
Jansen memutar bola matanya, bagaimana wanita ini bisa bertahan dalam kehidupan yang serba cepat?
"Sudah tiga bulan!"
"Dalam tiga bulan masih belum tahu jalan?"
__ADS_1
ujar Jansen menggelengkan kepalanya, dia berkata lagi, "Aku akan mengantarmu ke sana!"
"Bos, Anda akan mengantar saya? Tapi, ini!"
Nori tercengang dan berbicara dengan tidak jelas.
Jansen mengabaikannya dan berjalan di depan untuk mengarahkan jalan, Nori terpaksa mengikutinya. Nori menatap punggung Jansen dan merasa jantungnya berdebar cukup kencang.
Baru kemarin dia mendapatkan tambahan 10 juta di rekeningnya!
Sepuluh juta!
Nori mendapatkan sejumlah uang yang tidak berani dipikirkan oleh orang biasa.
Uang itu diberikan oleh pria yang ada di depannya, padahal Nori hanya memberikan sebuah kancing.
Ketika orang kaya melakukan sesuatu, mereka seperti hanya bermain-main
Sepuluh menit kemudian, Jalan Jacweek muncul di depan matanya. Jansen berhenti berjalan dan berkata, "Sudah sampai!"
"Sedekat ini?"
tanya Nori tercengang.
"Menurutmu memang sejauh apa? Omong-omong, kalau kamu tidak berani bertanya kepada orang-orang, bukankah kamu bisa menggunakan navigasi di ponsel?" ujar Jansen.
"Ah, aku lupa!"
Nori tiba-tiba menundukkan kepalanya.
Jansen tidak mau repot-repot memedulikannya. Dia melirik mall besar di depan Jalan Jacweek, mumpung Jansen ada di sini, sekalian saja membelikan sesuatu untuk Natasha dan yang lainnya.
Nori ingin mengatakan sesuatu pada Jansen, tapi Jansen sudah berjalan menuju mall. Nori terpaksa pergi dengan kepala tertunduk, lalu dia sadar ada sesuatu yang salah setelah dia melangkah.
"Teman-teman sekelas ku juga memintaku untuk bertemu di mall itu!"
Nori mematung sejenak dan berjalan menuju mall, tapi dia tidak berani terlalu dekat dengan Jansen karena takut bosnya akan salah paham.
"Bos sangat keren!"
"Aku sangat mengagumi dia karena dia bisa memimpin kelompok besar di usia yang begitu muda!"
"Dia tidak banyak bicara, sedikit dingin dan arogan!"
"Tapi, itu biasa, dia sangat kaya dan cakap, tentu saja dia sombong!"
Nori berpikir sambil berjalan. Saat itu, seorang teman sekelasnya sudah melambaikan tangan di pintu masuk mall. "Nori, kenapa kamu baru datang? Apa kamu punya pacar?"
"Tidak, tidak punya!"
Nori melihat ke dalam mall dan melihat Jansen sudah masuk ke dalam mall, dia sedikit kecewa.
"Kamu melihat siapa? Noriku tidak mungkin jatuh cinta, 'kan? Nah, kamu harus membawanya ke reuni alumni malam ini!" teman sekelasnya menarik Nori.
"Tidak, aku tidak punya pacar. Fina, jangan salah paham!"
Nori melambaikan tangannya terus menerus.
__ADS_1