Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 380. Kenapa Tidak Mengambilnya?


__ADS_3

Grup perusahaan yang berhutang bernama Leonard Manufaktur. Industri tersebut berkaitan dengan manufaktur mobil dan produksi suku cadang. Mereka sangat terkenal di Huaxia Utara. Kali ini, mereka ingin memperluas industri ke Huaxia Selatan, jadi mereka membuka anak perusahaan di Kota Asmenia.


Saat mereka tiba di kantor Leonard Manufaktur, mereka menemui resepsionis.


"Ternyata orang dari Tuan Zachary. Manajer mempersilahkan kalian naik." Resepsionis bersikap sungkan.


Setelah Jansen dan Elena tiba di kantor lantai 6, mereka langsung melihat seorang pria gemuk dan botak duduk di kursi besar dengan wajah berminyak dan glamor.


"Kamu adalah putri Tuan Zachary, Nona Elena!"


Pria paruh baya itu menatap Elena dengan mata berbinar-binar. Sudah lama dia mendengar bahwa putri Zachary, Elena, sangat cantik. Setelah melihatnya hari ini, ternyata bukan omong kosong belaka. Di dalam hidupnya, dia sudah bermain dengan begitu banyak wanita. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan wanita secantik ini, lebih berkharisma dibandingkan artis-artis yang ada.


"Aku bernama Samuel Harper."


Dilihat dari luar, pria paruh baya ini terlihat cukup sopan.


Elena mengedipkan mata pada Jansen. Dia tahu, adakalanya Jansen sangat lembut, adakalanya malah susah diajak bicara. Sebelum menyelidiki masalah ini dengan jelas, dia takut Jansen akan asal marah. Jadi, dia menyuruh Jansen duduk dulu.


Jansen memang sedikit kesal. Pria ini menatap istrinya, terutama, kedua matanya itu menatap cup E Elena dengan tajam. Jansen marah, rasanya dia ingin mencongkel mata pria ini.


Namun, istrinya sudah berbicara. Sementara ini, Jansen hanya bisa menahannya. Semoga pria botak ini tahu diri.


"Berkaitan dengan tagihan tuan Zachary, Grup kami sudah berusaha. Namun, sekarang sudah akhir tahun. Setiap aspek keuangan sedang dibereskan. Jadi, kami masih memerlukan waktu." Samuel sengaja beranjak keluar untuk menuangkan Elena teh. Kedua matanya menatap stoking hitam panjang yang menutupi paha Elena dengan berhasrat.


Menurut pengalamannya, wanita seperti ini tampak dingin di luar, tapi sebenarnya sangat luar biasa!


Ditambah, dia memiliki kecantikan yang langka.


Pria mana pun yang bisa mendapatkannya, hidup berkurang beberapa tahun pun tidak apa-apa.


"Apakah kamu bisa memberikan waktu yang pasti?" Elena mengerutkan keningnya.


"Mungkin sekitar 3 bulan lagi."


Samuel menghela napas.


Wajah Elena sangat panik. Pabrik ayahnya sedang menunggu uang untuk mendapatkan pertolongan. Kalau menunggu tiga bulan lagi, bukankah pabrik itu harus berhenti produksi?


Melihat Elena yang panik, hati Samuel sangat senang. Menurutnya, selama ada uang, wanita mana pun bisa ditiduri. Dia tersenyum dan berkata, "Sebenarnya, Departemen Keuangan bisa memprioritaskan tagihan tuan Zachary. Namun, itu tergantung bagaimana Nona Elena akan melakukannya!"


"Apa yang harus aku lakukan?"


Elena pintar menangani kasus, tetapi dia tidak mengerti tipu daya manusia. Dia belum mengerti maksud Samuel.

__ADS_1


"Hal yang sederhana."


Samuel hampir menyeka air liurnya. Dia mengulurkan tangannya yang gendut, tiba-tiba, dia membelai pipi Elena, "Tidak peduli bagaimana prosedurnya, hubungan antara manusia lebih penting. Asalkan Nona Elena dan aku memiliki hubungan, semua bisa diselesaikan."


"Apa yang kamu lakukan?"


Elena bangkit berdiri. Dia tidak menyangka Samuel berani menyentuh wajahnya.


Wajah Samuel langsung menjadi dingin, "Nona Elena, aku ini sudah melanggar aturan Grup untuk memprioritaskan urusan tuan Zachary. Kenapa terkejut seperti ini? Bukankah cuma masalah uang? Kamu mau berapa?"


Dia mengeluarkan kartu atm dan melemparkannya ke atas meja, "Di dalam kartu ini ada 1 juta. Asalkan kamu bersedia menemaniku, uang ini akan jadi milikmu."


Setelah itu, tangannya yang gemuk kembali menyentuh pipi Elena. Orang ini tidak sabar.


Namun, mana mungkin Jansen membiarkan keinginannya terwujud? Jika bisa tahan melihat hal semacam ini, dia bukanlah pria sejati!


Plak!


Dengan cepat, Jansen melangkah maju dan menampar babi ini. Samuel kesakitan sampai menyeringai marah, "Kamu berani memukulku? Aku tahu siapa kamu, pecundang di Keluarga Lawrence. Sampah yang berlutut dan ditampar, untuk apa kamu ikut campur? Minggir sana! Lagi pula istrimu akan dikembalikan, hanya main-main saja."


Selesai berbicara, Samuel melemparkan kartu atm yang berada di atas meja kepada Jansen, lalu berkata, "Ini, m1 juta! Ambil dan pergi dari kantorku."


Menjijikkan!


Namun, di mata Samuel, 1 juta cukup untuk mengusir Jansen dari kantor ini. Dia berasal dari Huaxia Utara, dia sama sekali tidak mengetahui kemampuan Jansen. Dia hanya mendengar bahwa Jansen adalah pria yang berlutut kepada istrinya di hadapan umum dan ditampar serta memohon untuk kembali bersama.


Bisa-bisanya seorang pria bersikap seperti itu, seperti anjing peliharaan saja.


Jansen sangat marah dan hampir ingin memukul babi gemuk ini dengan kasar. Namun, tiba-tiba Jansen mencibir dan mengeluarkan kartu atm, lalu melemparkannya ke wajah Samuel, "Di dalam kartu ini ada 5 juta yuan. Suruh ibumu menemaniku!"


"Kamu!"


Seluruh tubuh Samuel gemetaran karena marah. Dia adalah anak yang berbakti. Hal yang paling dia tidak sukai di dalam hidupnya adalah saat orang lain merendahkan ibunya.


"Cari mati! Jangan kira karena aku bukan lokal, lantas aku tidak bisa membunuh mu."


Samuel mengeluarkan ponselnya dan menelepon, "Kak Hermawan, aku memerlukan bantuanmu."


Setelah selesai menceritakan kronologi yang ditambah-tambahkan, Samuel duduk kembali di kursi besarnya dan menatap Jansen dengan bercanda.


Meskipun dia bukan penduduk lokal, dia bisa mengembangkan bisnisnya, secara alami, dia memahami beberapa aturan lokal. Ketika pertama kali datang ke Kota Asmenia, dia bisa menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang.


Sedangkan Jansen, menantu laki-laki yang tidak berguna. Memangnya dia lawan yang setimpal?

__ADS_1


Bang!


Tak lama kemudian, pintu kantor terbuka dan beberapa pria kekar masuk. Salah satu pria botak, berteriak dingin, "Pak Samuel, siapa yang berani membuat masalah di kantormu?"


Setelah selesai berbicara, pupilnya bergerak. Sesaat melihat Jansen, dia langsung bergemetaran.


Tentu saja dia mengenal Jansen. Bagaimanapun, dia mengikuti Marcus. Sebelumnya, dia diberi pelajaran saat Jansen membeli ponsel.


Sial!


Dang!


Tanpa basa-basi, Kak Hermawan langsung berlutut dan menangis, "Dokter Jansen, aku benar-benar tidak tahu tentang ini. Aku salah, aku salah!"


Orang-orang yang dibawanya langsung tertegun. Bukankah datang untuk memberikan orang pelajaran?


"Kak Hermawan, ini..."


Kata Samuel yang bingung.


"Jangan banyak omong! Cepat berlutut dan panggil kakak!"


Kak Hermawan marah dan mengejutkan orang-orang yang dibawanya. Sedangkan Samuel tertegun, dia tidak mengerti apa yang terjadi.


"Ternyata kamu?"


Jansen juga mengenali bawahan Marcus. Dia berkata dengan datar, "Aku akan membayar 5 juta untuk menyuruh ibunya menemaniku. Bagaimana menurut mu?"


Begitu selesai berbicara, dia memungut kartu atm dan melemparkannya kepada Kak Hermawan.


"Menyuruh ibunya menemanimu? Tentu saja boleh. Namun, aku tidak bisa menerima uang ini."


"Ambil saja! Kenapa tidak ambil?"


"Dokter Jansen, aku tahu kesalahanku. Aku benar-benar tidak bisa menerima uang ini."


Melihat pemandangan ini, Elena dan yang lainnya tercengang, terutama Samuel. Untuk pertama kalinya, dia melihat bos-bos ini menolak uang. Samuel masing ingat, saat pertama kali datang ke sini, dia memberikan 500 ribu yuan sebagai biaya perlindungan. Para bos-bos ini antusias memintanya.


Namun, sekarang, dia malah menangis dan menolaknya.


Plak, plak, plak!


Kak Hermawan menampar dirinya sendiri, lalu berkata, "Dokter Jansen, aku benar-benar tidak bisa menerima uang ini. Aku sudah tahu salah, aku tidak tahu Dokter Jansen berada di sini. Kalau tidak, mana mungkin aku membuatmu marah?"

__ADS_1


"Kak Hermawan, ada apa denganmu? Menghadapi pecundang seperti ini, apakah kamu perlu menampar dirimu sendiri?" Samuel tidak tahan melihatnya.


__ADS_2