
"Sudah lebih baik? Bukankah ini terlalu simpel? Kamu tahu tidak, berapa lama aku naik pesawat untuk pergi ke Huaxia? Tidak bertanggung jawab sekali!" Wanita asing itu merasa Jidan sama sekali tidak memeriksanya.
Brown dan yang lainnya juga bingung, dia merasa bahwa pria itu tidak bertanggung jawab.
Namun, Jansen tahu temperamen Jidan. Bagi Jidan, jika bukan karena promosi pengobatan tradisionalnya, dia bahkan tidak mungkin memeriksa wanita ini meskipun dia menghabiskan biaya 100 juta yuan.
Dia menjelaskan kepada Brown dan yang lainnya, "Ini adalah ciri khas pengobatan tradisional Huaxia. Kamu dapat mengetahui penyakit pasien dengan mengamati, mendengar, bertanya dan memotong. Setelah itu langsung bisa memberikan resep obat yang tepat, dan tentu saja ini menghemat sumber daya medis yang lebih efisien."
"Yang penting bisa disembuhkan lah. Lihat dia, aku bahkan tidak tahu mengapa dia bernanah!"
"Kalau dibandingkan dengan pengobatan barat, tentu saja pengobatan tradisional cukup kuno. Bayangkan saja, kalau kita menggunakan pengobatan barat, setelah infeksi virus itu dites, dapat disembuhkan sekaligus." ujar Collin.
Wanita asing itu berpikir hal yang sama dengan Collin, "Katakan padaku, apa sebenarnya yang terjadi padaku? Aku lihat beberapa rumah sakit, mereka yang sudah diobati selama setengah tahun masih saja tidak sembuh!"
"Itu karena terlalu banyak menggunakan obat barat!"ucap Jidan dengan singkat.
Wanita asing itu tertegun.
Brown dan yang lainnya juga ikut tertegun.
Terlalu banyak minum obat barat, jadi nanahnya tidak kunjung membaik, begitu?
Jansen tersenyum, diam-diam mengagumi keterampilan medis Jidan karena pendapatnya sama dengan Jidan.
Sepertinya selain dia, ada juga orang yang bisa mengibarkan bendera di Dokter Pengobatan Tradisional, itu sangat bagus!
Jansen menjelaskan pada Brown, "Maksudnya adalah tubuh kita ini sudah memiliki kekebalan tubuh, dan meski obat anti inflamasi memiliki efek membunuh virus, tetapi jika terlalu banyak dikonsumsi, akan menyebabkan banyak efek samping seperti rasa panas, dan akhirnya makin tidak bisa disembuhkan."
Brown dan yang lainnya tercengang, mereka pikir hal itu memang memungkinkan.
"Jidan, beri dia akupunktur untuk meredakan nanah dan pembengkakannya!" Jansen kembali berteriak pada Jidan.
"Oke, itu hal yang mudah!"
Tanpa bicara lagi, Jidan langsung mengeluarkan kantong akupunktur, dan meminta wanita asing itu untuk membuka kacamata hitamnya agar akupunktur bisa dilakukan.
Dengan cepat, nanahnya mengalir banyak, dan terlihat tidak begitu merah dan bengkak.
"Sepertinya itu efektif!"
Wanita asing itu senang dan merasa kepalanya tidak begitu bengkak.
Saat itu, Jansen juga berjalan mendekat. "Minum obatnya sesuai resep yang diresepkan dokter. Kalau tidak berhasil dalam tiga hari, datanglah lagi. Tentu saja, aku percaya tidak akan memakan waktu tiga hari nanah kamu hanya tinggal bekas luka!"
"Baik!"
__ADS_1
Wanita asing itu dengan cepat mengangguk, lalu pergi.
Melihat hal ini, Brown mengerutkan kening dan merenung.
Penyakit seperti ini jika diobati mungkin dalam 3 hari tidak mungkin sembuh, mereka juga sudah diberikan sedikit obat anti-inflamasi. Tetapi, jika dilihat kondisi saat ini bisa memperburuk keadaan.
Tampaknya Dokter Pengobatan Tradisional memang lumayan bagus.
Awalnya, mereka pikir pengobatan barat lebih manjur dibandingkan dengan pengobatan tradisional, tetapi ternyata saat ini pengobatan tradisional Huaxia diam-diam meningkat.
"Dokter, tolong periksa suamiku!"
Saat itu, beberapa orang terlihat berlari sambil membawa tandu. Orang yang terbaring itu adalah seorang pria paruh baya, matanya terpejam, wajahnya pucat dan kakinya mengalami kejang.
Saat mengamati kondisi pria itu, Jansen tahu kalau kondisinya sangat serius.
"Jidan, coba periksa dulu!"
Jansen sebenarnya ingin Monica yang datang, tetapi demi keselamatan, akhirnya Jansen membiarkan Jidan datang.
Jidan tidak terlalu puas dengan instruksi Jansen, tapi demi pengobatan tradisional ini, dia tetap menahannya dan memeriksa pasien.
"Tuan Brown, apa pendapatmu tentang pasien?"
"Dia tidak koma, mungkinkah kejang otot?"
Brown mengerutkan keningnya. "Dari kelihatannya, kita masih belum bisa menyimpulkan. Coba ukur suhu, detak jantung, dan yang lainnya untuk memastikan!"
"Pengobatan tradisional Huaxia tidak membutuhkan ini, ingat, amati, dengar, tanya, dan potong!" ujar Jansen dengan pelan. Ia merasa sedikit bangga, karena ucapannya terdengar bahwa cara pengobatan tradisional dalam menghadapi berbagai penyakit tidak begitu merepotkan.
Brown dan yang lainnya terdiam.
"Dokter, suamiku jatuh dari kamarnya lalu pingsan!" ujar istri pria itu dengan cemas.
Jidan mengecek denyut nadi pria itu dan melihat matanya. Dia mengerutkan kening dan berkata, "Aneh. Ia hanya terluka karena terjatuh, tapi jiwanya terlihat gelisah dan takut. Dia sepertinya ketakutan karena sesuatu!"
"Takut?"
Brown dan yang lainnya juga tercengang. Pria itu terluka karena terjatuh. Bagaimana mungkin ada hubungannya dengan ketakutan?
"Omong-omong, kamu tinggal di daerah Selatan, ya?" tanya Jidan.
"Ya, ya, ya!"
Wanita mengangguk.
__ADS_1
"Kalau begitu sudah jelas. Itu disebabkan oleh guntur pagi hari. Setengah jam yang lalu, ada beberapa guntur pagi di Selatan. Suamimu pasti ketakutan dengan guntur ini!"
"Aku akan memberi pasien beberapa akupunktur dan moksibasi, dia akan baik-baik saja!" ujar Jidan perlahan.
Brown dan yang lainnya bingung. Mereka saling berbisik, lalu bertanya pada Jansen, "Jansen, apa maksudnya guntur? Bukankah guntur fenomena alam? Apa hubungannya dengan pasien?"
"Aku pikir mereka hanya main-main. Mereka sama sekali tidak paham teori ilmiah, ya?!"
Tegur Collin mau tidak mau.
"Dalam sudut pandang pengobatan tradisional Huaxia, kasus ini adalah cedera jiwa Zeus. Bahkan jika mereka pergi ke rumah sakit, mereka akan tetap linglung setelah bangun. Dengan metode pengobatan tradisional ini, tentu akan membuat jiwa itu lebih tenang. Jadi, setelah perawatan, dia bisa pulih dengan cepat." ujar Jansen sesuai dengan pemahamannya.
"Ada-ada saja!"
ucap Collin dengan jengkel.
Brown dan yang lainnya juga tampak tak percaya dan merasa aneh.
Tepat pada saat itu, pria tadi perlahan bangun setelah Jidan memberikan akupunkturnya. Wajahnya pun sudah tidak pucat.
"Tadi, aku takut sekali. Aku hanya mengumpulkan sayuran kering di atap. Tiba-tiba, guntur menghantamku. Aku pikir mereka akan memukulku."
"Ayah ini, aku sudah bilang kan kalau akan guntur dan hujan? Aku sudah memperingatkan mu untuk tidak ke atas, tapi Ayah tidak percaya padaku!"
Wanita itu tidak tahan ingin memakinya.
"Inikan hanya guntur dan hujan. Kalau tidak, sayuran kita akan basah, apa kamu masih menginginkannya?" ujar pria itu. Sekarang, dia bahkan tidak terlihat seperti pasien yang baru saja koma.
"Terima kasih, Dokter!"
Pria itu dengan cepat berterima kasih pada Jidan. Jidan melambaikan tangannya sambil menuliskan resep agar pria itu bisa sembuh.
"Setelah akupunktur, jiwanya menjadi tenang dan semangatnya pulih dengan cepat!"
"Kalau pengobatan barat digunakan sebagai pengobatan, mungkin terdiagnosa gegar otak, dan akhirnya malah tidak ada hasil." ujar Jansen kepada Brown dan yang lainnya.
Brown dan yang lainnya terdiam lagi. Meskipun mereka masih belum puas dan belum dapat memahami pengobatan tradisional Huaxia, tetapi itu bisa dibuktikan dengan kesembuhan pasien saat ini.
Jansen menatap pria itu lagi, kemudian berjalan ke arah Jidan dan berkata, "Jidan, biarkan aku melihat resep yang kamu berikan padanya."
"Apa? Kamu tidak percaya padaku?"
Jidan mengerutkan kening, dia tidak menyukai nada bicara Jansen ini.
Sihir Daoist dan sihir Lu Ban adalah tiga buku yang paling kuat di Huaxia. Tidak ada yang bisa menandinginya. Bagaimana mungkin Jansen lebih tinggi darinya?
__ADS_1