Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1010. Menghentikan Pedang Untuknya!


__ADS_3

Namun, pada akhirnya dia kecewa, karena pemuda bernama Max itu tidak berniat menerima serangan dan hanya berdiri diam.


Max sadar jika dia menerima serangan Pedang Sabit Purnama, kalau tidak mati, maka dia akan lumpuh.


"Dasar sampah, bukankah kalian sepasang kekasih? Apa yang bergandengan tangan sampai tua, hanya omong kosong belaka, pergilah ke neraka!"


Desmond tiba-tiba mengamuk, dia menghempaskan pedang di tangannya, dan dia melihat Pedang Sabit Purnama melaju ke arah pemuda itu seperti frisbee.


Dia tidak membunuh gadis itu, sebaliknya, dia menyerang Max!


"Tidak tahu diri!"


Dengan dengusan tajam, pemuda itu mengambil pedang di tangannya dan menebas Pedang Sabit Purnama, pedang itu mendarat di dinding, terjebak di sana dan tidak bergerak!


"Tanpa pedang, aku akan melihat bagaimana kamu bisa bertarung!"


Pemuda itu mencibir dan menyerang Desmond.


Imbalan untuk membunuh Desmond sangat banyak, dan yang paling penting adalah ketenaran dan kekayaan bagi orang-orang Dunia Jianghu!


Seiring waktu, ketika orang bertanya siapa yang membunuh Desmond si pembunuh maniak, mereka juga akan mengingat Max!


"Benar-benar seni bela diri yang bagus!"


Orang-orang di sekitarnya memuji berulang kali. Desmond begitu sulit untuk dibunuh dan akhirnya mati ditangan seorang pemuda. Ombak di belakang sungai mendorong gelombang depan!


"Oh tidak, hati-hati!"


Tiba-tiba, pria paruh baya itu berteriak di kejauhan. Dia melihat sesuatu dan ingin membantu, tapi sudah terlambat!


Aura pembunuh terasa di udara, sebilah Pedang Sabit Purnama terbang kemari, dan terbang dari belakang pemuda itu!


Saat pemuda itu sedang menyerang Desmond, dia tidak menyadari pedang itu terbang di belakangnya. Ketika dia menyadarinya, tangannya yang memegang pedang terbelah seperti tahu, tubuhnya jatuh menghantam tanah, dia berteriak dengan lirih.


"Ah!"


Banyak orang menghela napas, kehilangan sebelah tangan, pemuda ini mungkin akan seperti ini seumur hidupnya. Dia hanya bisa menjadi orang biasa.


"Huh, dasar sialan!"


Wajah Desmond sangat ganas. Dia menyerang pemuda itu dan ingin membunuhnya.


Dengan sebelah tangannya, dia membuat benang-benang sutra dengan kekuatan energi Qi nya, Pedang Sabit Purnama di dinding tadi melesat dan digenggam olehnya.


Namun Pedang Sabit Purnama yang menebas lengan pemuda itu menghilang!


Clang! Clang!


Ketika dia menebas pemuda itu, sesuatu yang aneh terjadi. Tebasan itu meleset dan mendarat di sisi pemuda tersebut.


"Siapa!"


Wajah Desmond berubah drastis. Ada sesuatu menghalangi pedangnya yang menyebabkannya gagal mengenai sasaran. Namun, dia sama sekali tidak bisa mendeteksi apa yang menghalangi pedangnya.


"Orang yang menginginkan nyawamu!"


Di pintu masuk bar, dua sosok muncul. Seorang pria dan seorang wanita perlahan berjalan mendekat.

__ADS_1


Pria itu terlihat sangat biasa, mengenakan kaus putih, tetapi temperamennya sangat murni dan sangat aneh.


Wanita itu memiliki tubuh yang indah, dan kakinya yang panjang ditutupi dengan celana ketat kamuflase, memberi kesan liar.


"Siapa orang ini?"


"Desmond hampir membunuh pemuda itu, tetapi dia gagal. Itu jelas bukan disengaja, tetapi ada seseorang yang mengganggu. Mungkinkah orang itu?"


"Orang ini juga masih sangat muda!"


Para pengunjung dari Dunia Jianghu berbisik-bisik di bar.


"Siapa kamu!"


Desmond pun menyipitkan pandangannya pada orang tersebut. Entah kenapa, dia merasa pemuda ini sangat berbahaya, bahkan jauh lebih menakutkan dari pemuda dengan Teknik Pedang Mozi sebelumnya.


"Sudah kukatakan, orang yang menginginkan nyawamu!"


Orang itu berkata dengan santai, dan kemudian melesat ke arah Desmond!


Ia adalah Jansen!


"Cari mati!"


Desmond menampilkan teknik pedang, seperti bulan perak yang bocor ke tanah, sungguh memukau!


Wajah Jansen tenang, dia melontarkan sebuah tinjuan, dan kemudian terdengar suara dentuman keras dia melihat Desmond terjatuh di lantai dengan sebuah pukulan, dan langkahnya makin mundur. Melihat tangan Jansen yang tidak terluka, dia mengejar dan meninju lagi!


Desmond sangat marah dan mengeluarkan tebasan. Pedangnya bahkan bisa memotong baja. Dia tidak percaya bahwa tinju seseorang dapat menghalangi ketajaman pedangnya!


Jika ada, maka adalah makhluk abadi!


Clang! Clang!


Waa!


Selanjutnya, dia menyemburkan darah.


Pedang Sabit Purnama di tangannya juga retak, pecah berkeping-keping dan berserakan di lantai.


Bar itu langsung sunyi!


Mereka merasa pemuda dengan Teknik Pedang Mozi sebelumnya sudah sangat kuat!


Tapi pemuda berbaju kaus ini bahkan lebih menakutkan. Dia mematahkan pedang logam dengan tinjunya. Ini di luar lingkup ilmu pengetahuan!


"Sungguh tontonan yang luar biasa!"


Pria paruh baya di kejauhan melihat sesuatu. Pemuda itu seolah hendak melontarkan pukulan, namun nyatanya, tinjunya mengenai punggung pedang.


Hanya saja ini mudah diucapkan tapi sulit dilakukan!


Tidak mudah bagi orang biasa untuk menghindari kecepatan ayunan pedang itu, apalagi menggunakan punggung pedang untuk berkelahi.


"Anak muda, aku telah berada di Dunia Jianghu selama bertahun-tahun. Kamu adalah generasi muda terkuat kedua yang aku jumpai!"


Desmond memicingkan mata ke arah Jansen. Nada suaranya yang menakjubkan justru terdengar suram.

__ADS_1


"Aku sedikit penasaran, siapa yang pertama!"


Jansen tersenyum dan berkata, "Namun Desmond, pedangmu adalah pedang ganda. Kamu tiba-tiba memujiku, tapi sebenarnya kamu ingin mengalihkan perhatianku agar aku tidak bisa memikirkan pedang gandamu!"


Selesai berkata, dengan satu tangan dan tanpa perlu melihat ke belakang, sebilah Pedang Sabit Purnama telah digenggam olehnya.


"Ini, Pedang ganda?"


"Kini aku mengerti. Pemuda yang menggunakan Teknik Pedang Mozi sebelumnya, lengannya dibelah oleh pedang kedua!"


"Orang ini memiliki pengamatan yang luar biasa. Dia benar-benar menemukan rahasia Pedang ganda!"


Sudah tidak heran terjadi keributan di bar.


Wajah Desmond berubah drastis. Dia tidak menyangka teknik pembunuh bisa dipatahkan. Pada saat ini, dia merasa bahwa pemuda ini bahkan lebih menakutkan!


Bang!


Tiba-tiba, dia meledakkan benda hitam ke arah tanah, dan sejumlah besar asap memenuhi udara. Melalui asap, dia tidak bergegas menuju Jansen, melainkan berlari ke sisi lain.


"Haha, pacarmu telah aku tangkap, jika tidak ingin mati, lemparkan pedangku!"


Tak lama kemudian terdengar suara tawa. Desmond muncul di belakang wanita bercelana kamuflase itu. Telapak tangannya berbentuk cakar, memegang leher putih wanita itu.


Dan wanita itu adalah Jessica.


Jansen menggelengkan kepalanya dan melemparkan Pedang Sabit Purnama.


Desmond menerimanya dan melanjutkan, "Jika tidak ingin dia mati, hentikan pedang ini untuknya!"


"Apa kamu yakin dengan ini!" ucap Jansen samar.


"Takut? Siapa yang bilang cinta lebih kuat dari emas? cuih, cinta di dunia ini adalah bohong!"


Desmond berteriak dengan keras.


Jansen melirik Jessica dan mendapati bahwa kakak perempuan mesum ini justru tertawa. Dia tidak takut sama sekali!


Ia menggeleng tak berdaya dan berjalan mendekat.


"Apa yang kamu lakukan? Enyahlah atau aku akan membunuhnya!"


Bagi Jansen, Desmond sebenarnya sangat takut.


"Bukankah kamu ingin aku menghentikan pedangmu? Jika aku tidak kemari, bagaimana kamu bisa menebasku!"


Jansen melangkah tanpa henti.


Kali giliran Desmond yang terkejut dan berseru, "Apakah kamu yakin ingin ditebas olehku? Kamu harus tahu bahwa aku bisa memenggal kepalamu dengan sekali tebas. Hal paling buruk, aku akan memotong kakimu. bagaimana kamu bisa melawanku tanpa kaki!"


"Apa hal ini perlu dikonfirmasi?"


Jansen sudah tiba di depan Desmond dan menunjuk lehernya. "Jika ingin menebas, tebaslah di sini dengan cepat, aku takut sakit. Selain itu, setelah menebas, kamu harus membebaskan dia. Jangan menarik kembali kata-katamu!"


Bar menjadi hening!


Tidak ada yang menyangka jika Jansen benar-benar ingin orang lain yang menebasnya, dan terlebih lagi, dia menunjuk lehernya. Apakah orang ini sudah gila?

__ADS_1


Muka pemuda yang menggunakan Teknik Pedang Mozi sebelumnya memerah karena malu. Dia sangat takut mati dan tidak berani bergerak!


__ADS_2