Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 823. Penatua Frank!


__ADS_3

Macan Hitam marah besar, benar-benar sangat tidak menghargai orang! "Jangan dipedulikan, dia memang orang yang tidak mau


kalah, bukan sengaja menyerang kalian!"


Petugas Jeki buru-buru menenangkan dan berkata, "Semuanya adalah pasukan khusus, tidak ada yang ingin lebih lemah dari yang lain. Sifat mereka semuanya seperti itu!"


Setelah berkata seperti itu, Ice Blade dan yang lainnya mengerti.


Macan hitam merasa khawatir dan berpesan, "tempat transaksi ini. Kita harus mencari tahu secepatnya!"


"Informan aku di sini akan mengumpulkan informasi secepatnya. Kalau ada kabar, aku akan memberi tahu kamu secepatnya!" Petugas Jeki mengangguk dan berkata, "Tapi, ketua Camden di sana sedikit sulit. Dia sangat kuat di Pulau Hongkong dan mempunyai banyak informan di semua tempat. Belum tentu dia memberi tahu kalian ketika mendapatkan informasi!"


"Tapi..."


Ice Blade seketika merasa kesal. Cara kerja di sini memang berbeda.


"Tenang saja, aku akan membantu kalian sebisa mungkin!" hibur Petugas Jeki.


Semua orang meninggalkan ruang rapat dan menunggu berita di sebuah ruangan. Ada orang yang mengantarkan makanan cepat saji dan barang lainnya, tetapi tidak ada yang berminat untuk makan.


Pertama, H12 harus segera dicegat, tetapi mereka orang asing dan kurang informan!


Kedua, tidak ingin kalah oleh Pasukan Khusus Pulau Hongkong!


"Kalian tunggu dulu!"


Di waktu yang sama, Jansen tiba-tiba teringat akan sesuatu, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Sesaat kemudian, dia kembali. "Aku sudah menemukan lokasi


terjadinya transaksi, cepat berangkat!"


"Hah? bagaimana kamu menemukannya?"


Ice Blade dan yang lainnya terkejut.


"Jansen, sepertinya kamu jarang datang ke Pulau Hongkong. Dari mana kamu mendapatkan informan?" tanya Elena tidak


bisa menahan rasa penasarannya.


Jansen tersenyum dan berkata, "Kamu lupa dengan kasus Grup Lippo Mayora waktu itu? Aku menjalin sedikit hubungan dengan bos mereka. Aku meminta mereka untuk membantuku


mencari. Orang-orang seperti mereka ini memiliki informan di seluruh Pulau Hongkong. Tidak ada yang bisa membuat mereka merasa kesulitan!"


"Kalau begitu, ayo kita segera berangkat!"


Mendengar apa yang dikatakan oleh Jansen, Elena langsung merasa sangat senang.


"Hehe, kata Ketua Camden kita adalah orang asing dan tidak memiliki informasi tentang orang dalam. Sekarang, kami juga mendapatkan bocoran informasi!" Tank mengacungkan


kepalan tangannya.


Ketika beberapa orang itu baru saja keluar dari gedung, sebuah mobil sudah menunggu di luar untuk membawa Jansen dan yang lainnya menuju lokasi transaksi.

__ADS_1


Tempat transaksi ini berada di tempat parkir bawah tanah yang cukup terpencil. Saat Jansen dan yang lainnya tiba, suara tembakan sudah mulai terdengar dan ada banyak sekali mobil polisi di sekeliling tempat itu.


Ketika Jansen dan yang lainnya sedang menyusul ke sana, Camden sedang memberikan tugas pada anak buahnya. Yang membuat Jansen dan yang lainnya sangat tidak senang


adalah ternyata Camden sudah mendapatkan laporan, tetapi dia tidak memberi tahu mereka karena ingin mendapatkan pujian pribadi!


"Kenapa kalian ada di sini?"


Camden terlihat terkejut ketika melihat Jansen dan yang lainnya.


"Ketua Camden, apakah kalian semua suka melakukan sesuatu secara rahasia?"


Ice Blade mendengus dingin. Camden yang mendapat ucapan sinis tersebut terlihat mati kutu. Dia masih belum tahu bagaimana Ice Blade dan yang lainnya mendapatkan laporan informasi tersebut.


Camden menyembunyikan rasa bingungnya dan berkata dengan santai, "Sebenarnya kalian juga tidak perlu datang Kami bisa membereskan gangster ini. Apa salahnya kalian tinggal tunggu dan mendapatkan pujian?!"


"Kita sebagai seorang militer tidak pernah suka


memanfaatkan orang saat melakukan sesuatu!" jawab Ice Blade dengan dingin.


"Terserah kalian saja!"


Camden juga malas membahasnya, dia terus memerintahkan tugas kepada anak buahnya untuk segera menyerang dan mendapatkan H12 secepatnya.


"Tunggu dulu!"


Jansen tidak tahan untuk menyela ketika mendengar suara tembakan di tempat parkir bawah tanah. "Untuk sementara masih belum diketahui berapa jumlah spesifik gangster dan


bagaimana senjatanya. Kalau begitu gegabah menyerang ke tempat parkir bawah tanah, akan sangat berbahaya. Bisa menyebabkan konflik besar!"


Camden menatap Jansen dengan tatapan remeh dan berkata,"Aku sudah bilang kalau kalian tidak perlu ikut campur. Kalian cukup lihat saja!"


"Prioritas utama adalah H12 , tidak bisa diselesaikan dengan menangkap beberapa gangster saja. Kalau sampai mereka marah dan menghancurkan H12,


memangnya kamu mau menanggung dosa ini?!" Jansen mengerutkan keningnya, dia merasa Camden terlalu sombong


Camden tertegun sejenak, akhirnya dia mempertimbangkan masalah penting ini, tetapi dia tidak mau mengaku kalah dan berkata dengan dingin, "Kalau terjadi sesuatu, aku yang akan menanggungnya. Semuanya bergerak!"


Semua pasukan khusus menyerbu ke tempat parkir bawah tanah.


Macan Hitam dan Ice Blade terlihat marah, tetapi mereka tidak memiliki hak untuk memerintahkan orang lain. Mereka hanya bisa panik!


Duar!


Pada saat yang sama, tempat parkir bawah tanah mengeluarkan suara ledakan. Pasukan khusus yang tadi menyerbu masuk keluar lagi. Banyak orang yang keluar dengan dibopong karena terluka oleh ledakan bom!


"Ketua, para gangster menyiapkan senjata api seperti bazoka. Kami tidak bisa menyerang mereka!"


Seorang rekan satu tim berlari ke arah mereka dengan raut wajah panik sambil memberikan laporan.


Senjata yang mereka miliki hanya pistol, sedangkan musuh mereka membawa senjata berat. Tidak heran jika mereka mati karena bermain keras.

__ADS_1


Wajah Camden berubah dan dia membeku di tempat.


"Apakah ini yang kamu sebut tidak perlu bantuan?"


Jansen tiba-tiba mencibir, lihatlah betapa sombongnya orang ini!


Camden dengan malu berkata kepada anak buahnya, "Beri tahu tim Naga Terbang!"


"Ketua, butuh sepuluh menit buat tim naga Terbang datang ke sini. Takutnya, para gangster itu sudah mulai bertransaksi. Karena kami baru saja melihat bahwa di dalam sana ada kedua belah pihak, salah satunya adalah orang asing!" ujar salah seorang rekan satu tim nya.


"Ketua Camden, apakah masih belum beres?"


Di waktu yang sama, petugas Jeki membawa seseorang datang, ada seorang lelaki tua yang juga mengikutinya dari belakang.


Camden ingin melaporkan apa yang terjadi, tetapi wajahnya terlihat senang ketika dia melihat lelaki tua tersebut. "Penatua Frank. Kenapa kamu datang ke sini?"


"Sudah terjadi masalah sebesar ini, masa aku tidak datang."


kata lelaki tua itu dengan datar. Dia terlihat sudah tua, tetapi kata-katanya penuh wibawa.


"Penatua Frank adalah kepala instruktur Tim Naga Terbang, seorang veteran di bagian Pasukan Khusus, kemampuannya sangat hebat!" ujar petugas Jeki kepada Ice Blade dan yang lainnya, kemudian menanyakan tentang keadaan spesifiknya.


Camden menjelaskan semua keadaannya secara jelas. Setelah petugas Jeki mendengarkan, raut wajahnya menjadi lebih serius. "Kemungkinan membutuhkan waktu lima belas menit untuk


tim Naga Terbang menyusul ke sini, sedangkan gangster tersebut sudah melakukan transaksi. Yang paling ditakutkan adalah mereka pergi diam-diam!"


Dia terdiam dan hanya melihat Ice Blade dan penatua Frank secara bergantian. "Sepertinya masalah ini harus merepotkan kalian."


Penatua Frank mengangguk. "Aku sudah tua, kalau masih bisa melakukan sesuatu untuk kampung halamanku, aku akan melakukannya dengan senang hati. Cih, gangster ini meremehkanku karena memilih lokasi transaksi di Pulau Hongkong!"


"Penatua Frank, masalah ini kamu yang langsung turun tangan saja, pasti semua masih dalam jangkauanmu."


Camden dengan cepat mencoba memberikan pujian, kemudian dia melayangkan tatapan sinis pada Ice Blade dan yang lainnya.


Sebenarnya, dia itu sudah termasuk murid penatua Frank. Dia tahu seberapa kuat kemampuan Penatua Frank.


Lebih dari puluhan senjata diarahkan ke arahnya, penatua Frank bisa membuat gangster itu menyerah!


"Penatua Frank, mereka ini ...."


Di waktu yang sama, petugas Jeki memperkenalkan Ice Blade kepada penatua Frank.


"Tidak perlu dikenalin!"


Penatua Frank mengabaikan Ice Blade dan yang lainnya, lalu berkata, "Aku sendiri sudah cukup!"


Nada bicaranya sangat sombong!


Namun, di mata Camden dan petugas Jeki, penatua Frank pantas bersikap seperti itu. Lagi pula, nama kepala instruktur itu memang sudah terkenal!


petugas Jeki juga sedikit salah tingkah sambil menjelaskan, "penatua Frank, mereka semua berasal dari Ibu Kota dan merupakan kandidat Raja Prajurit!"

__ADS_1


Setelah itu barulah Penatua Frank melihat Ice Blade dan yang lainnya sambil menggeleng "Anak kecil, ketika aku berperang di Asia Tenggara, kalian belum berhenti menyusu. Bukannya aku sombong, tapi aku tidak ingin kalian mati di sini pada usia muda!"


Meskipun dia juga pernah mendengar tentang kandidat Raja Prajurit, dia merasa bahwa itu masih bermain-main menggunakan senjata. Dia hanya bisa mengatakan bahwa keahliannya cukup hebat, tetapi masih belum bisa terlihat di matanya.


__ADS_2