Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1439. Kehebohan


__ADS_3

"Aku Jansen yang kalian cari!"


Jansen lanjut bertanya dengan nada yang santai, "Apa kamu yakin ini kasus pembunuhan?"


"Tentu, seseorang menyaksikan kamu mendorong Rayson ke bawah!"


Polisi itu mengangguk, "Omong-omong, namaku Miko!"


"Pak Miko, saat itu kami berada di lantai 18, itu sangat tinggi, terlebih lagi saat itu adalah malam hari. Bagaimana bisa seseorang menyaksikan aku mendorong seseorang ke bawah!" Jansen berkata dengan santai, "Selain itu, setahuku, orang yang bernama Rayson ini adalah penjahat buronan Kelas A. Dia mengganti KTPnya menjadi Thalinus untuk memulai sebuah perusahaan. Mengapa kalian tidak mempertimbangkan hal ini?!"


Miko berkeringat diam-diam. Belum lama ini, dia mengetahui jika pemilik Rumah Istana itu bernama Jansen, dan pihak kepolisian juga mengatakan jika Jansen memiliki latar belakang yang tidak main-main. Dia bukan hanya seorang dokter yang terkenal se-Huaxia, tetapi juga anggota dari Distrik Militer Huaxia Utara. Inilah yang membuat Miko sedikit merasa segan padanya.


"Itu adalah dua hal yang berbeda. Penjahat buronan adalah satu hal, dan pembunuhan jugalah kasus yang berlainan!" jelas Miko. "Sekarang, aku harap Tuan Jansen akan kembali bersama kami untuk membantu penyelidikan!"


"Apa kamu yakin?"


Jansen menatap samar.


Jantung Miko berdebar kencang, tetapi ketika dia memikirkan perintah kepolisian, dia harus menggertak giginya dan mengangguk.


"Iya, tapi jangan pakai borgol. Lagi pula, aku hanya di sangka. Aku belum yakin jika aku itu pembunuhnya, "ucap Jansen.


"Baik!"


Miko mengangguk. Asalkan dia bisa membawa Jansen kembali untuk sebuah pemeriksaan, bahkan jika Jansen ingin memakan daging naga pun akan dirinya penuhi.


"Aku akan segera kembali. Jangan terlalu khawatir. Istirahatlah dengan baik!"


Jansen menoleh ke arah Elena dan yang lainnya sebelum akhirnya pergi dengan mobil polisi.


Di dalam mobil, Miko duduk di samping Jansen. Dia tidak berbicara, tetapi dia sebenarnya juga sedang sangat gugup.


Sebenarnya, meskipun dia berada di sini untuk menangkap Jansen, dia tahu bahwa dari segi senioritas dan identitas, Jansen bahkan lebih tinggi darinya.


Jika Miko sampai menolak penangkapan orang seperti itu, satu kecerobohan saja dapat menghancurkan kariernya ini.


Untungnya, bukti motif Jansen dalam kasus pembunuhan ini relatif jelas. Kalau tidak, Miko juga tidak akan berani menangkap siapa pun.


Di kantor cabang, Jansen dibawa masuk ke dalam ruang interogasi. Pertama, serangkaian pertanyaan dan jawaban yang dirumuskan secara bertahap memasuki topik utamanya.


"Tuan Jansen, ada bukti untuk membuktikan bahwa kamu memiliki konflik dengan Rayson malam itu, dan kemudian kamu mendorongnya dari atas atap. Seseorang di tempat kejadian mengambil foto dan video sebagai barang buktinya," ujar Miko


"Tidakkah menurutmu ini kebetulan? Seseorang bahkan mengambil video. Apakah tidak ada sesuatu yang mencurigakan tentang hal itu?" Jansen bertanya kembali.


Miko mengerutkan kening, "Ini tidak berada di bawah yurisdiksi kami. Kami hanya ingin tahu apakah kamu membunuh seseorang atau tidak? Jadi, sekarang jawablah!"


"Aku tidak punya banyak jawaban, tunggu sampai pengacaraku datang!"

__ADS_1


Jansen cukup paham tentang hal ini.


"Siapa pengacaramu?"


Miko cukup merasa penasaran.


"Tuan Fiscal, Fiscal Han!"


"Itu dia!"


Wajah Miko sedikit berubah. Beliau adalah pengacara yang sangat terkenal di Huaxia. Dia pun mengangguk, "Kamu berhak menunggu pengacara datang sebelum menjawab kami. Tapi, kasusnya sudah sangat jelas. Motif, saksi, dan bukti, jadi meskipun kamu memiliki pengacara, kamu mungkin tidak akan bisa lepas dari sanksi hukum!"


"Di mana saksinya?"


Jansen cukup skeptis akan hal ini.


"Pengawal Rayson semua menyaksikan ini!" jawab Miko.


"Pak Miko, penilaianmu terlalu subjektif!"


"Kamu bilang aku memiliki motif untuk membunuhnya. Aku baru sebulan berada di Kota Yanba dan ini pertama kalinya aku bertemu dengan Rayson. Kenapa aku harus membunuhnya?" lanjut Jansen.


"Ada yang melihatmu mengikutinya ke atas gedung Klub Nyanyi Ria malam itu!" sebut Miko.


"Seharusnya kamu lebih tahu dariku apa yang sebenarnya sedang dia lakukan. Kenapa kamu tidak berpikir bahwa dialah yang membawaku ke gedung Klub Nyanyi Ria? Juga, kenapa kamu tidak berpikir aku membela diri!" Jansen melanjutkan, "Coba kamu dengar omonganmu lagi, saksi matanya adalah para pengawalnya. Ini semua adalah orang-orang Rayson sendiri. Lantas, kesaksian mereka dinilai sah?"


"Sejujurnya, aku juga tidak sepenuhnya pejabat. Tapi aku juga tidak ingin kalian dimanfaatkan menjadi senjata bagi orang lain. Lebih baik, gunakanlah dasar-dasar hukum yang jelas dalam menyelidiki ku!" Jansen kembali berucap.


Merasa marah sekaligus malu, Miko langsung memukul mejanya, "Tuan Jansen, aku tahu kamu adalah seseorang yang terkenal, tapi jangan sombong dengan ketenaranmu itu. Di sini, kamu adalah tahanan kami, hak istimewa mu itu tidak berlaku di sini!"


"Kasusnya saja belum diputuskan, mengapa aku yang harus menjadi orang jahatnya?!"


Jansen langsung melotot pada Miko.


Miko menjadi marah dan menjawabnya dengan cuek, "Sekarang, kamu masih bukanlah seorang tahanan, tapi kamu menolak untuk bekerja sama dan tak ingin mematuhi hukum. Ini jelas-jelas sudah melanggar hukum itu sendiri."


"Tuan Jansen hanya melindungi hak dan kepentingannya sendiri. Dia tidak menolak untuk bekerja sama dan melanggar hukum. Kurasa, Andalah yang sudah sedikit berlebihan!"


Saat itu, seorang pria paruh baya masuk. Itu adalah Fiscal.


"Tuan Jansen!"


Ia kemudian menyapa Jansen dengan hormat, kemudian menatap Miko dan berkata, "Pak Petugas, kurasa ada sesuatu yang mencurigakan tentang kasus malam ini. Terlepas dari apakah Rayson dibunuh oleh klienku, tetap ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa Rayson pantas terbunuh!"


"Pak Fiscal, hidup dan matinya seseorang harus diatur berdasarkan hukum, bukan main hakim sendiri. Jelas sekali klienmu tak berhak untuk melakukannya!" Miko berkata dengan dingin.


"Karena Pak Miko yang berkata begitu, maka aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Mari kita lakukan ini saja. Aku sudah punya informasi padaku. Ini tentang Rayson. Aku ingin Pak Miko sendiri yang melihatnya!"

__ADS_1


Fiscal mengeluarkan setumpuk berkas dari tas kerjanya dan meletakkannya di desktop.


"Berkas yang terkait dengan Rayson ini sama sekali tak ada kaitannya dengan kasus ini. Pak Fiscal, sebagai pengacara, kamu harusnya tahu bahwa ini adalah dua hal yang berbeda!"


Miko mencibir dan dengan santai melihat berkas yang ada di atas meja.


Begitu melihat halaman pertama, dia langsung ketakutan hingga berkeringat dingin.


Halaman pertama adalah tentang bagaimana Rayson memperdagangkan manusia, dan beberapa tokoh masyarakat terkait juga disebutkan namanya di situ.


Halaman kedua adalah kasus perdagangan narkoba, ada juga sejumlah besar tokoh masyarakat yang juga terjerat.


Jika semua informasi ini dirilis, tidak hanya Kota Yanba, seluruh warga wilayah selatan akan berada dalam kekacauan dan banyak orang akan merasakan akibatnya.


"Pak Miko, kamu harus bisa pahami hal ini!"


Fiscal menegaskan dengan nada yang masih cukup ringan.


Wajah Miko masih acuh tak acuh, tapi hatinya sudah panik. Dia mengambil informasi itu dan pergi.


"Kalian tunggu di sini sebentar!"


Setelah mengatakan itu, dia berlari ke kantor wakil kepolisian.


Di kantor saat ini, seorang pria sedang berada dalam panggilan telepon. Tepat setelah panggilan pria itu diakhiri, Miko pun masuk ke dalam kantornya. Pria itu pun bertanya dengan datar, "Miko, bagaimana dengan kasus Jansen?"


"Pak Trona, kasus ini agak merepotkan!"


Bam!


Pria diujung telepon itu tiba-tiba memukul meja dan berkata dengan dingin, "Apa masalahnya? Jansen adalah seorang dokter terkenal di Huaxia. Ada baiknya dia adalah pahlawan di Wilayah Militer Huaxia Utara. Ada banyak tekanan dalam persoalan untuk menjatuhinya hukuman, tapi kita adalah utusan keadilan. Selama Jansen melanggar hukum, kita pasti akan menangkapnya. Jangan takut akan jabatan yang dimilikinya!"


"Pak Trona, lihatlah informasi ini!" Miko meletakkan informasi tebal di atas meja.


Pria itu mendengus dingin dan melihatnya dengan santai, lalu keringat dinginnya membumbung tinggi.


Informasi ini cukup untuk membuat seisi wilayah selatan menjadi kacau!


"Siapa yang memberikannya padamu!"


"Pengacara dari Tuan Jansen!"


"Informasi ini sangat penting dan harus segera dihancurkan!"


"Pak, menurutku itu sama sekali tidak ada gunanya. Pengacaranya Jansen yang memberiku ini, dia pasti memiliki cetakan yang lain. Lagi pula, Jansen itu bukan orang yang biasa-biasa saja. Kalau sampai berkas ini dikirim ke Ibu kota, kitalah yang akan berada dalam masalah!"


Pria itu langsung terdiam. Ia ragu-ragu dan berkata, "Biarkan Jansen pergi saja!"

__ADS_1


__ADS_2