Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 404. Keluarga Miller Sedalam Laut!


__ADS_3

Melihat Paman Ketiga, Jansen tahu bahwa Jessica telah menyembunyikan banyak hal, dia langsung mengatakan hubungannya dengan Elena!


"Jessica gadis itu, ternyata dia tidak mengatakan hal ini!"


Setelah beberapa waktu, wajah Lucky menjadi serius dan dia berkata dengan marah, "Bukankah yang dilakukan Jessica adalah memisahkan pasangan ini? Meskipun Elena dibesarkan di keluarga biasa, tapi dia juga berhubungan darah. Bisa-bisanya dia memperlakukan adiknya seperti ini?"


Plak!


Ketika dia mengatakan ini, dia tiba-tiba menampar pegangan kursi!


Dengan Melihatnya seperti ini, Jansen tahu bahwa Paman Ketiga berada di pihaknya, itu bagus. Bisa di bilang dia punya pendukung di Keluarga Miller!


"Jessica sekarang sudah menjadi penanggung jawab keluarga. Ketika kakak pertamamu pergi dia berkata, Jessica lah yang akan membuat keputusan di Keluarga Miller. Apa gunanya kamu marah?" Stella tidak impulsif seperti Lucky.


Lucky mengerutkan kening, memang, sekarang bukan dia lagi yang mengatur di rumah ini, dia tidak bisa mengubah apapun!


"Sebenarnya, tujuan kedatanganku ke sini adalah untuk Melihat Elena dan aku harap Paman ketiga bisa membantu!" kata Jansen.


"Ini bukan masalah besar, tapi kamu tetap harus berhati-hati. Jessica yang bertanggung jawab sekarang. Dia memiliki kewenangan yang lebih besar dari padaku!"


Kata Lucky menjelaskan, "Keluarga bangsawan berbeda dengan keluarga biasa. Kekeluargaan di sini lemah dan menghargai kepentingan. Anak-anak Keluarga Miller yang ingin memiliki jabatan. Mereka juga mengandalkan prestasi. Jessica gadis itu walaupun agak sombong, tetapi kemampuannya bagus. Karena itulah dia yang menentukan keputusan di Keluarga Miller. Jika dia menemukanmu, semuanya akan sangat merepotkan!"


Jansen tidak menyangka keluarga bangsawan sangatlah rumit. Tetapi dia merasa lega Keluarga Miller memiliki posisi yang tinggi. Siapa pun pasti ingin mengontrol hak ini. Seiring waktu, hal itu secara alami menyebabkan hubungan kekeluargaan melemah!


"Elena juga sangat kasihan. Dia tidak dirawat oleh Keluarga Miller sejak dia masih kecil. Walaupun sekarang dia dianggap oleh Keluarga Miller, tapi dia tidak bisa bertindak sesuai keinginannya. Dia dikendalikan oleh Keluarga Miller. Huh!"


Berbicara tentang Elena, Lucky menghela napas lagi. Meski ia dan Elena baru bertemu satu kali, ia tetap sangat bersimpati dengan Elena.


"Bagaimanapun, Elena telah menemukan suami yang baik. Dari Kota Asmenia sampai ke Kota Ibu Kota, bahkan menyelinap untuk masuk rumah ke Keluarga Miller. Hebat, menantumu ini, aku, walau Keluarga Miller tidak menganggapmu, tetapi aku akan menganggapmu. Aku hanya berharap nantinya kamu bisa memperlakukan Elena dengan lebih baik lagi dan jangan biarkan dia menderita!"


Lucky memiliki latar belakang tentara, tetapi dia memiliki sifat yang ceria dan dia bisa membedakan antara cinta dan kebencian. Hanya saja dia sulit di dekati jika tidak begitu kenal!


"Tenang saja! Selama hidupku, aku tidak akan pernah mengecewakan Elena!" Jansen mengangguk.


"Stella, bawa Jansen untuk bertemu dengan Elena. Ingat, jangan sampat ketauan!" kata Lucky menambahkan.


"Terima kasih Paman!"


Jansen buru-buru mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


Lucky langsung tersenyum masam, "Kamu ini, pandai mendekati orang. Baru ketemu sekali, sudah langsung memanggilku Paman ketiga!"


Jansen tersenyum canggung.


Stella kembali dan membawa satu set pakaian untuk di kenakan Jansen dan berkata kepadanya, "Jansen, jika kamu ketahuan, jangan melawan atau kamu akan dibunuh sebagai mata-mata. Apapun yang terjadi, pamanmu akan membantumu!"


"Terima kasih Bibi ketiga!" Jansen buru-buru menjawab.


Stella tiba-tiba merasa aneh dan hatinya mengatakan bahwa anak ini mempunyai keberanian dan kepercayaan diri juga.


Keduanya meninggalkan halaman kecil itu dan berjalan di sepanjang koridor Keluarga Miller. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan tim penjaga. Namun, karena Stella, mereka tidak mencurigai Jansen. Setelah memasuki sisi lain halaman, Jansen juga Melihat banyak tentara. Kekuatan mereka sepertinya tidak lemah.


Saat ini di sebuah ruangan, Elena sedang membersihkan pistol di atas meja!


Dia sekarang adalah pemimpin tim operasi khusus dan memiliki hak untuk membawa senjata!


"Kakak ketiga, apakah Ibu Kota menyenangkan? Apakah lebih indah dari Asmenia?"


Ada juga seorang wanita berusia 20 tahun di ruangan itu. Berpakaian modis, dengan mata bulu panjang dan sipit, dalam pandangan pertama, dia terlihat seperti orang yang kejam!


Dan dia adalah sepupu Elena, Silvia Miller!


Elena dengan malas menjawab, walaupun dia diperlakukan seperti seorang anak. Tapi setelah masuk Keluarga Miller, dia masih bisa merasakan banyak permusuhan!


Dia menebak itulah alasan mengapa keluarga bangsawan sedalam laut.


"Hehe, Kakak Ketiga tidak familiar dengan Ibu Kota. Kalau kamu ingin pergi keluar, katakan saja padaku, aku akan mengantarmu ke sana. Dan telepon aku kalau kamu ingin membeli sesuatu. Kamu baru di sini dan kamu tidak punya banyak uang!"


Kata Silvia menambahkan, matanya penuh dengan penghinaan. Dia bisa mendeteksi pakaian Elena hanya pakaian seharga 2 ribu yuan, sangat memalukan!


Keluarga Miller adalah keluarga bangsawan, baik dalam hal politik maupun bisnis semuanya ada. Keluarga mereka kaya, pakaian yang mereka pakai mulai dari 10 ribu yuan.


Kalau bukan karena Elena adalah keturunan langsung Keluarga Miller dan memiliki status yang lebih tinggi darinya. Dia mungkin akan membuat gadis desa ini kembali ke desanya, agar aset Keluarga Miller tidak jatuh ke tangannya!


"Oke, aku akan mencarimu lagi nanti!"


Melihat Elena yang tidak peduli, Silvia yang merasa bosan, meninggalkan kamar itu.


Di luar ruangan, seorang wanita berpakaian permata sedang menunggu. Setelah Melihat Silvia dia bertanya, "Bagaimana? Bagaimana gadis liar itu?"

__ADS_1


"Tidak mudah didekati dan sifatnya sangat buruk. Aku benar-benar tidak mengerti mengapa kakak pertamaku membiarkan gadis liar ini kembali. Ini tidak menguntungkan!" kata Silvia.


"Jangan bilang, sekarang kita berada di perahu yang sama dengannya. Dia meminta kita untuk mengawasi gadis liar ini. Jadi sebaiknya kita awasi saja, kakak pertamamu pasti punya rencana!"


"Bu, tidak peduli apa yang kakak pertama rencanakan, tapi Elena adalah putri paman pertama. Nantinya dia pasti akan mendapatkan sesuatu. Sedangkan kita bisa Sengsara dan tidak bisa menandingi gadis liar itu!"


Keduanya berbisik dan perlahan pergi.


Di dalam ruangan, Elena masih membersihkan senjatanya, tapi di dalam hatinya dia teringat suaminya. Di sini, dia tidak bisa merasakan kehangatan apapun. Hanya ketika dia bersama suaminya dia bisa merasakan indahnya hidup!


"Jansen, jangan khawatir, aku akan menjadi sangat kuat. Aku tahu apa yang kamu maksud dengan melepaskanku, kamu sedang mengkhawatirkanku!"


"Walaupun di Keluarga Miller masing-masing mempunyai komplotannya sendiri dan ada berbagai grup yang bertempur satu sama lain. Tapi aku akan tumbuh kuat di Keluarga Miller dan pada saatnya tiba aku akan kabur bersamamu!" Elena memikirkan Jansen dan menjadi tersenyum!


Bagaimana mungkin dia tidak tahu pikiran Jansen? Alasan mengapa dia berjanji pada Jansen karena untuk masa depan mereka berdua!


Sekarang tidak apa menderita sedikit, demi Jansen, dia bisa menahannya!


"Elena, apakah kamu di dalam?"


Saat ini, ada suara ketukan pintu.


Elena buru-buru membuka pintu. Ketika dia Melihat Stella, dia berkata, "Bibi ketiga?"


Saat ini, Elena sudah bertemu semua kerabatnya kecuali ayahnya dan tokoh besar lainnya. Jadi dia tahu siapa Stella, tetapi dia tidak begitu mengenal bibi ketiganya.


"Apa kamu sudah merasa nyaman tinggal di sini?" Stella bertanya sambil tersenyum.


Elena tahu bahwa internal Keluarga Miller sangat kacau dan banyak orang yang memusuhinya. Dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan Stella. Dia tersenyum dan berkata, "Lumayan!"


"Baguslah, jika ada keinginan, maka katakan saja kepada Bibi ketiga, jangan sungkan!" Stella berkata, karena Jansen memiliki kepercayaan diri untuk menyembuhkan suaminya, jadi dia juga ramah kepada Elena!


"Kamu hanya menetap di kamarmu sejak kamu pulang, bagaimana kalau berjalan-jalan denganku?"


"Ini, sementara aku tidak ingin keluar!"


"Bagaimana bisa? Kalau kamu tinggal di kamar terlalu lama, kamu akan sakit karena kebosanan!"


Bibi ketiga mau tidak mau banyak bicara, dan menarik Elena pergi, ini membuat Elena merasa tertekan.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan di sepanjang koridor, tetapi Elena bisa merasakan ada mata yang menatapnya. Seolah-olah dia dalam kurungan, ini membuatnya sangat tidak nyaman!


__ADS_2