
Wanita cantik dengan kaki jenjang menariknya , begitu melihat Jansen dia buru - buru berbalik , takut perawakannya terlihat oleh Jansen .
" Ellisa ? "
Jansen juga tersentak kaget , sambil membawa sampanye menghampiri mereka , lalu berseru lagi , " Melody ? Dan , Diana ? "
" Ah , kakak ternyata kamu masih bisa menemukanku , ini semua salahmu Ellisa , untuk apa kamu memanggilnya ! "
Diana yang ketahuan langsung buru - buru memegang tangan Jansen sambil berkata , " Kakak , tolong jangan beritahu ayah dan ibu . Aku hanya diundang oleh teman sekelasku , selain itu aku juga belum pernah naik ke kapal pesiar makanya aku datang ke sini ! "
" Diana , kamu ini masih belajar ! Tempat seperti ini bukanlah tempat yang cocok untuk bermain ! " Jansen selalu merasa bahwa Diana ini dikelilingi oleh beberapa orang besar dan kecil yang membuatnya sangat khawatir !
" Jangan khawatir , aku baik - baik saja kok. Lagipula ada Ellisa dan Melody di sini , mereka tidak akan membiarkanku lompat ke dalam lubang buaya ! " seru Diana .
Raut wajah Jansen berangsur - angsur lega , apa yang Diana katakan benar , lalu dia langsung menyapa Melody juga .
Melody tersenyum manis kepada Jansen , lalu mengalihkan pandangannya dan memberikan tatapan yang iri kepada Diana . Gadis ini setiap kalinya selalu dekat dengan Kak Jansen , benar - benar berkah untuknya !
" Kak Jansen , menurutmu apakah gaun yang aku pakai hari ini terlihat cantik ? "
Diana berputar di hadapan Jansen dan membuat rok gaunnya berkembang . Harus dikatakan , postur tubuh Diana termasuk tinggi dengan kaki yang jenjang dan sepatu hak tinggi , tingginya hampir sama dengan Jansen , ditambah dengan rok ungu memancarkan temperamen yang mulia .
" Aku baru cantik ! Pak Jansen , coba lihat aku ! "
Ellisa juga tidak mau kalah , hari ini dia berdandan bak putri kecil dengan gaya rambut yang tinggi , juga kalung di leher putihnya , memberikan kesan yang imut .
" Semuanya cantik kok ! "
Seketika Jansen merasa hidungnya gatal , seolah - olah dirinya akan segera mimisan , kedua gadis kecil ini Sengaja menggodanya, bukan?
" Kalau dibandingkan dengan kakakku bagaimana ? " tanya Diana .
Jansen tidak kuasa menahan diri untuk mengingat penampilan Elena , lalu menggelengkan kepalanya , " Kamu masih kurang sedikit lagi ! "
Di antara wanita cantik yang dia kenal , Elena memang yang paling cantik , entah itu dalam hal temperamen atau karakter , dia adalah wanita yang paling menarik bagi Jansen .
Elena adalah wanita yang impulsif dan terus terang , dia berani mencintai dan juga membenci , tetapi dia adil serta baik hati , persis seperti wanita kuno yang membenci kejahatan serta tidak menyimpan benci .
Mungkin tidak setiap pria menyukai karakter seperti ini . Beberapa pria mungkin lebih menyukai wanita lembut , beberapa orang lebih menyukai wanita cerdas dan dingin seperti es , tetapi Jansen menyukai wanita yang seperti ini !
" Ih menyebalkan , mana mungkin aku tidak sebanding dengan kakakku ! "
Raut wajah Diana tampak tidak puas , lalu menundukkan kepalanya , sorot matanya terjatuh pada dadanya , " Hanya sedikit lebih kecil di sini ! "
__ADS_1
" Bukan sedikit lebih kecil , tapi jauh lebih kecil ! " seru Jansen .
Mendengar perbincangan tak senonoh yang mereka ucapkan , wajah menawan Melody memerah , tapi diam - diam melihat dadanya sendiri . Dia menyadari sepertinya miliknya juga tipe C , dan Kak Elena tampaknya adalah tipe E dengan postur tubuh yang sempurna bagaikan seorang dewi dari kayangan !
" Diana , terima saja . Pak Jansen tidak menyukai wajah selebritimu tetapi dia lebih menyukai wanita dengan temperamen unik seperti aku ! "
Ellisa juga mengikuti gaya Diana , kemudian langsung menggandeng tangan Jansen , " Ayo kita ke aula besar untuk bermain , dengar - dengar setelah sampai di laut lepas , akan ada perjudian di aula ! "
Diam - diam Jansen merasa malu , kemudian segera melepaskan tangan kedua gadis remaja ini . Dia sama sekali tidak ingin seperti Tom satu tangan satu gadis , karena sekarang Jansen sudah sakit kepala dengan Natasha . Dia tidak akan tahan jika mendapatkan wanita yang lebih cantik lagi .
Ada banyak orang kaya yang berkumpul di aula kapal pesiar . Di satu sisi terdapat meja judi dan di satu sisi lainnya terdapat meja bar untuk minum . Selain itu peredam suaranya sangatlah bagus , musik di sisi permainan judi terdengar lebih menarik sedangkan music di bar tempat minum terdengar lebih elegan .
Banyak model muda yang cantik datang untuk menemani para bangsawan kaya . Mereka semua mengeluarkan suara yang menggerakan nafsu yang menarik orang kaya tak tahan untuk segera membawa mereka ke lantai dua !
Biaya masuk untuk model cantik muda ini tidaklah murah . Harga yang paling murah 10 ribu yuan dan yang paling mahal bisa mencapai 100 ribu yuan . Bagi orang biasa , dengan uang sekali hadir dalam pesta cukup untuk biaya hidup satu tahun !
" Wow , nona kamu sangat cantik , apakah kamu punya waktu untuk menemaniku minum ? "
Seorang pria yang tampak muda datang menghampiri mereka . Dia melihat Diana dari atas sampai ke bawah dan sorot matanya jatuh pada kaki Diana yang jenjang !
Pemuda ini juga bukan orang yang bodoh , dia bisa membedakan antara model muda dan gadis bangsawan .
Pada pandangan pertama , tipe seperti Diana ini tidak tampak seperti anak perempuan dari bangsawan kaya , sepertinya dia datang demi mencari uang !
Diana langsung memakinya .
" Apakah kamu tahu siapa aku ? Aku beri saran kepadamu ya , sebaiknya kamu patuhi perintahku untuk pergi ke lantai dua , kalau tidak , kalau tidak ! "
Pemuda itu berkata dengan gugup , seluruh tubuhnya pun naik ke atas , ternyata itu karena Jansen yang memegang kerahnya , hingga membuatnya melayang sedikit !
" Coba katakan lagi ! "
Seru Jansen dengan dingin.
Diana adalah anggota keluarganya . Oleh karena itu dia tidak akan membiarkan orang lain menggertaknya !
" Ini salah paham , ini hanya salah paham ! "
Seketika raut wajah pemuda itu berubah drastis , dia langsung buru - buru minta maaf sampai Jansen melepaskannya . Baru setelah itu dengan raut wajah yang sedih , dia langsung kabur ke sisi lain sambil mengeluh !
Sorot mata Jansen terus menatapnya sengit - sengit , dan dia menemukan bahwa pria itu masih termasuk anggota dari lingkaran generasi bangsawan kaya yang dipimpin oleh Tom . Pria itu lagi , apakah dia belum cukup menderita ?
Jansen juga tidak mau repot - repot untuk menggubris Tom , kemudian dia membawa Diana beserta yang lainnya untuk berjalan - jalan santai .
__ADS_1
" Kak Jansen , tampaknya di sana menyenangkan ! Aku ingin bermain ! "
" Kamu tidak boleh berjudi ! "
" Hanya untuk bersenang - senang saja kok ! "
Jansen hanya bisa pasrah sambil menggelengkan kepalanya melihat Diana yang sangat antusias , dia terpaksa mengikuti keinginan mereka .
Dan pada saat ini , seorang pelayan berlari menghampiri mereka , dengan nada yang sopan berkata , " Tuan , di sebelah sana ada seorang wanita yang mengundang Anda untuk datang ! "
" Oh ! "
Jansen mengira itu adalah Natasha , jadi dia segera mengikuti pelayan ke area lain , yang merupakan meja bar untuk minum - minum . Semua orang yang berkumpul di sana adalah orang - orang dari kalangan atas yang telah sukses .
Tiba - tiba ada seorang wanita yang mengenakan baju mengkilap dengan rok pendek , jalan dengan agak tergesa - gesa , kemudian dia menabrak Jansen sampai hampir jatuh . Jansen pun segera membopohnya agar tidak jatuh !
Siapa sangka kalau wanita itu malah menjebak Jansen , dia tiba - tiba memegang Jansen sambil berteriak , " Ah , pencabulan , pencabulan ! "
Jansen pun langsung membeku , dia segera menoleh dan melihat wanita itu memakai riasan yang menor dengan kulitnya yang keriput , apakah Jansen bisa mencabuli dia ?
Selain itu , sebelumnya dia hampir jatuh dan Jansen hanya membantunya saja , ini bisa dijadikan bahan fitnahan juga ?
Jansen menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan apapun , kemudian dia teringat bahwa ini adalah yang kedua kalinya dia terperangkap dalam jebakan murahan seperti ini !
" Semuanya tolong bantu aku , pria ini mencabuliku ! "
Wanita itu masih berteriak. Ironisnya , Jansen sama sekali tidak bergerak tetapi malah dia yang memegang Jansen !
" Dasar bajingan tak tahu hukum , beraninya kamu menganiaya pacarku ! "
Pada saat ini , beberapa pria kekar yang mengenakan jas datang . Dengan gaya agresif dia memberikan tatapan sengit pada Jansen .
Dan semua orang yang berkumpul di sini adalah orang - orang kelas atas , karena berisik , satu per satu dari mereka mulai menuding Jansen .
Bagaimanapun , mereka yang bisa datang ke kapal pesiar semuanya adalah orang kaya . Jika mereka benar - benar ingin mencabuli orang lain , lantas orang itu juga harus memberi uang . Mereka hanya melakukan itu setelah pihak lain setuju , bagi mereka hanya bajingan miskin yang bertindak begitu impulsif seperti ini!
" Orang macam apa dia ini , bahkan orang seperti dia juga bisa naik ke kapal ini ? "
" Memalukan ! "
Banyak orang yang memberikan tatapan jijik pada Jansen .
" Apa kalian semua buta ? Aku bahkan tidak bergerak , dialah yang sedang memelukku ! Bagaimana aku bisa mencabuli dia , dialah yang mencabuli aku ! " seru Jansen tanpa daya .
__ADS_1
" Tidak , aku baru saja lewat sini kemudian tiba - tiba dia memelukku dan berkata aku sangat cantik , lalu dia memaksaku untuk pergi ke lantai dua bersamanya ! " seru wanita itu dengan nada getir lalu menangis .