Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 152. Tamu Tuan Lukas


__ADS_3

" Benar , aku adalah Dokter Jansen . "


Jansen menganggukkan kepalanya , tetapi dia sebenarnya tidak mengenal laki - laki yang mengenakan jas itu .


" Tidak disangka aku bisa bertemu dengamu di tempat ini ! "


Laki - laki yang mengenakan jas itu tersenyum pada Jansen lalu dia melihat ke arah Mordoc dan berkata , " Kamu tidak dengar perkataanku barusan, cepat pergi dari sini , tidak ada alasan ! "


" Beraninya kamu berbicara seperti itu kepadaku , apakah kamu tidak tahu siapa bosku ini ! " kata si laki - laki bertato dengan emosi .


" Aku tahu , bosmu Wildan kan ? Dia ada di ruang sebelah , aku akan panggil dia kemari ! "


Laki - laki i yang mengenakan jas itu membuat panggilan telepon .


Tidak lama kemudian , ada tiga orang yang berjalan dari koridor luar . Orang yang berada di paling depan merupakan seorang pria berusia empat puluh tahunan , di wajahnya terdapat bekas luka pisau . Dia berjalan menghampiri dengan langkah yang cepat lalu berkata dengan kesal , " Mordoc , kamu cari mati ya , beraninya kamu mencari masalah dengan Tuan Eric! "


" Ka , Kakak Wildan ! "


Mordoc dan yang lainnya semuanya tercengang karena orang yang barusan tiba di ruangan itu benar - benar merupakan bos mereka .


" Masih tidak segera minta maaf ! "


Orang yang baru tiba itu terus memarahi Mordoc kemudian dia melihat ke arah laki - laki yang mengenakan jas itu dan berkata , " Tuan Eric, maaf , anak buahku ini memang tidak tahu aturan . Tolong ampuni mereka untuk sekali ini saja . "


" Tidak apa - apa , suruh mereka segera pergi dari sini . Dan lagi , suruh mereka untuk angkat tangan dari masalah dengan dokter Jansen ini , kalau tidak aku tidak akan sungkan ! " kata laki - laki yang mengenakan jas itu dengan tenang .


" Dokter Jansen ? "


Laki - laki yang bernama Wildan itu seklias melihat ke dalam ruangan , dia sangat terkejut karena Mordoc dan yang lainnya sudah mencari masalah dengan seorang tokoh besar !


Melihat tingkah laku dari Wildan , Eric langsung berkata , " Dia adalah tamu Tuan Lukas! "


Ck !


Wildan tercekat karena kaget . Nama " Tuan Lukas " seolah - olah membuat dia tersihir , dia bahkan tidak berani bernapas .


" Masih belum minta maaf juga ! "


Setelah itu Wildan menendang Mordoc dan berkata kepada Jansen , " Dokter Jansen , mohon maaf , aku akan menyuruh dia untuk segera pergi dari sini ! "


" Kak Wildan , ada apa ini ! "


Mordoc dan Rommy ditendang hingga mereka tercengang .


" Aku suruh kamu minta maaf , kamu harus minta maaf ! " Wildan terus menendang bokong mereka .


Mordoc segera meminta maaf , dia tahu kalau dia sudah bertemu dengan orang yang salah , bahkan bosnya pun tidak berani mencari masalah dengan orang ini.

__ADS_1


" Dokter Jansen , mohon maaf , anak buahku ini terlalu banyak minum , kami akan segera pergi dari sini ! "


Setelah meminta maaf , mereka pergi meninggalkan ruangan satu per satu .


" Dokter Jansen , maaf sudah mengganggumu ! "


Laki - laki i yang mengenakan jas itu juga menganggukkan kepalanya pada Jansen lalu menggiring Wildan pergi .


" Jansen , kenapa situasi bisa begini ! "


Setelah orang - orang itu pergi , Lusi dan yang lainnya melihat Jansen dengan tatapan terkejut .


Cuma orang bodoh yang tidak bisa melihat kalau orang - orang itu pergi karena pengaruh dari Jansen . Ditambah lagi , mereka memanggil Jansen dengan sebutan " Dokter Jansen " ? Jangan - jangan Jansen sudah menyelamatkan nyawa bos mereka lalu orang - orang ini jadi takut pada Jansen ?


Tiba - tiba mereka teringat akan cemoohan mereka tadi , mereka merasa Jansen hanyalah seorang dokter kecil , sehebat apa pun ilmu kedokterannya dia hanyalah orang biasa !


Lantas akhirnya ? Ketika berhadapan dengan bos - bos preman , Boy yang begitu ketakutan bahkan tidak berani berbuat apa - apa , malah seorang dokter yang menyelamatkan mereka !


" Aku juga tidak kenal mereka ! "


Jansen menggelengkan kepalanya , memang pada kenyataannya seperti itu . Tentu saja , dia hanya mengenali satu nama , yaitu " Tuan Lukas " .


Belum lama ini , Marcus juga pernah menyebutkan nama ini , dari kemampuannya sepertinya " Tuan Lukas" ini lebih hebat dari Marcus .


" Jangan - jangan ini ada hubungannya dengan gadis di kereta itu ? "


Jansen diam - diam menggelengkan kepalanya , dia merasa kejadian ini terlalu mendadak !


" Menurutku sebaikanya kita juga pergi dari sini , tempat ini bukanlah tempat yang cocok bagi orang biasa ! "


Melihat dari tadi masalah datang silih berganti , Mona sudah kehilangan niatnya untuk bersenang - senang , dia hanya ingin pergi dari tempat itu .


Semuanya juga menyetujui hal ini . Mereka melihat ke arah Boy dengan tatapan membunuh , gara - gara bocah pembual ini , mereka semua hampir terkena masalah !


Boy tersenyum dengan canggung , dia sudah benar - benar kehilangan mukanya !


Setelah mereka semua pergi meninggalkan ruangan , mereka segera pergi membayar . Dalam hati mereka semua diam - diam merasa cemas . Tadi saat berkelahi , mereka sudah merusakkan banyak barang , sepertinya mereka harus membayar ganti rugi yang besar .


" Anda sekalian tenang saja , tagihan kalian sudah dibayar ! " Resepsionis yang cantik itu tersenyum .


" Sudah dibayar ? Jangan - jangan orang - orang tadi membayarnya ! "


Mona dan yang lainnya tanpa sadar melihat ke arah Jansen , pengaruh si Dokter Jansen ini benar - benar hebat ya !


" Aku benar - benar tidak tahu ! "


Jansen hanya bisa mengangkat bahunya .

__ADS_1


Lusi dan yang lainnya merasa Jansen sedang berpura - pura saja , Jansen ini bisa membuat bos - bos itu segan , bagaimana mungkin dia tidak tahu .


Meskipun sudah diremehkan oleh Salsa , Jansen sama sekali tidak berniat untuk membuktikan dirinya . Dia merasa semua orang punya mata , untuk apa menjelaskan lagi .


Sebaliknya , Boy itu hanya bisa membual , sama sekali tidak bisa apa - apa !


Di perjalanan pulang , Elena melihat Jansen sambil mengernyitkan alisnya dan berkata , " Jansen , Tuan Lukas itu siapa ? Sepertinya dia mengenalmu ! "


" Aku benar - benar tidak kenal dia ! "


Jansen menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya .


" Tidak kenal ? Bahkan Lusi dan yang lainnya juga tidak percaya , apalagi aku . Aku rasa , sejak ingatanmu kembali , perubahanmu semakin lama semakin besar sampai terkadang aku jadi tidak mengenalimu ! " Elena menatap Jansen dengan tatapan aneh .


" Sebenarnya begini , waktu itu di kereta api ! "


Jansen hanya bisa menceritakan kejadian yang terjadi di kereta api waktu itu .


Setelah itu Elena langsung menganggukkan kepalanya , " Tidak heran dia membantumu , kamu menolong putrinya . Tapi , malam ini kamu sangat hebat , teman - temanku biasanya melihatmu dengan tatapan tidak senang , hari ini mereka akhirnya bungkam ! "


" Kamu menyadarinya ? "


" Tentu saja . Kamu tenang saja , aku bukan orang yang gampang terpengaruh , aku tidak akan memercayai perkataan mereka . Tapi hari ini kamu menghabiskan waktu bersama dengan Natasha , karena itu aku meminjam tenaga mereka untuk membuat kamu kesal ! "


" Memang benar - benar membuatku kesal sekali . Perkataan teman - temanmu itu benar - benar julid ! " Jansen tersenyum pahit .


Mengingat tentang Natasha Jansen kemudian berkata dengan Canggung , " Elena , aku dan Kak Natasha benar - benar tidak ada hubungan apa pun . Lagi pula , kali ini orang perusahaannya berusaha merebut saham miliknya , karena itu aku pergi untuk membantunya ! "


Jansen menceritakan pertemuannya dengan Natasha kepada Elena , tapi tentu saja dia tidak menceritakan masalah pembunuh itu


Elena adalah orang yang baik hati , setelah mendengar cerita Jansen , dia jadi bersimpati pada Natasha .


Elena kemudian memperingatkan Jansen , " Aku tidak melarangmu membantu orang lain , tapi jangan sampai apa yang kamu sandiwarakan malah jadi kenyataan . Dan lagi , kamu dari mana bisa dapat uang untuk membeli toko tadi ? Kamu tidak bekerja , seharian cuma bersantai , mana mungkin punya begitu banyak uang . Jangan bilang kamu mendapatkan uang itu dari hasil memeriksa pasien ? "


" Memang aku mendapatkannya dari hasil memeriksa pasien . Dan lagi , harga tokonya juga cuma 300 ribu yuan juga saja ! " kata Jansen dengan jujur .


" 300 ribu yuan ? Itu juga sudah sangat banyak , setara dengan tiga tahun gajiku ! "


Elena membelakkan matanya , " Jangan - jangan kamu memeriksa orang kaya ya sampai bisa punya begitu banyak uang ! "


" Aku cuma asal sebut saja ! "


Jansen tidak berani mengatakan kenyataan yang sebenarnya , pada dasarnya fakta itu sangat sulit untuk dijelaskan !


Tuan muda Hendry waktu itu memberikannya 100 juta yuan , ditambah lagi dengan uang hasil acara lelang waktu itu , Natasha juga memberikannya 80 juta yuan . Sekarang bisa dibilang dia punya sekitar 200 juta dengan uang yang diberikan saat mengobati pasien. Ditambah lagi dengan saham dari Dawning Internasional , bisa dibilang dia sudah menjadi konglomerat !


" Jansen , ada uang maupun tidak , jalanilah hidupmu seperti biasa . Aku menikahimu bukan karena uang , jangan sampai kamu melakukan hal yang melanggar hukum , aku tidak ingin menangkapmu dengan tanganku sendiri ! " kata Elena seraya mengingatkan Jansen .

__ADS_1


" Tenang saja , aku bisa membedakan dengan jelas mana yang benar dan mana yang salah . "


Jansen meyakinkan Elena , lalu dia kembali bertanya , " Bagaimana kalau aku punya banyak uang ? "


__ADS_2