
" Benar , aku adalah Dokter Jansen . "
Jansen menganggukkan kepalanya , tetapi dia sebenarnya tidak mengenal laki - laki yang mengenakan jas itu .
" Tidak disangka aku bisa bertemu dengamu di tempat ini ! "
Laki - laki yang mengenakan jas itu tersenyum pada Jansen lalu dia melihat ke arah Mordoc dan berkata , " Kamu tidak dengar perkataanku barusan, cepat pergi dari sini , tidak ada alasan ! "
" Beraninya kamu berbicara seperti itu kepadaku , apakah kamu tidak tahu siapa bosku ini ! " kata si laki - laki bertato dengan emosi .
" Aku tahu , bosmu Wildan kan ? Dia ada di ruang sebelah , aku akan panggil dia kemari ! "
Laki - laki i yang mengenakan jas itu membuat panggilan telepon .
Tidak lama kemudian , ada tiga orang yang berjalan dari koridor luar . Orang yang berada di paling depan merupakan seorang pria berusia empat puluh tahunan , di wajahnya terdapat bekas luka pisau . Dia berjalan menghampiri dengan langkah yang cepat lalu berkata dengan kesal , " Mordoc , kamu cari mati ya , beraninya kamu mencari masalah dengan Tuan Eric! "
" Ka , Kakak Wildan ! "
Mordoc dan yang lainnya semuanya tercengang karena orang yang barusan tiba di ruangan itu benar - benar merupakan bos mereka .
" Masih tidak segera minta maaf ! "
Orang yang baru tiba itu terus memarahi Mordoc kemudian dia melihat ke arah laki - laki yang mengenakan jas itu dan berkata , " Tuan Eric, maaf , anak buahku ini memang tidak tahu aturan . Tolong ampuni mereka untuk sekali ini saja . "
" Tidak apa - apa , suruh mereka segera pergi dari sini . Dan lagi , suruh mereka untuk angkat tangan dari masalah dengan dokter Jansen ini , kalau tidak aku tidak akan sungkan ! " kata laki - laki yang mengenakan jas itu dengan tenang .
" Dokter Jansen ? "
Laki - laki yang bernama Wildan itu seklias melihat ke dalam ruangan , dia sangat terkejut karena Mordoc dan yang lainnya sudah mencari masalah dengan seorang tokoh besar !
Melihat tingkah laku dari Wildan , Eric langsung berkata , " Dia adalah tamu Tuan Lukas! "
Ck !
Wildan tercekat karena kaget . Nama " Tuan Lukas " seolah - olah membuat dia tersihir , dia bahkan tidak berani bernapas .
" Masih belum minta maaf juga ! "
Setelah itu Wildan menendang Mordoc dan berkata kepada Jansen , " Dokter Jansen , mohon maaf , aku akan menyuruh dia untuk segera pergi dari sini ! "
" Kak Wildan , ada apa ini ! "
Mordoc dan Rommy ditendang hingga mereka tercengang .
" Aku suruh kamu minta maaf , kamu harus minta maaf ! " Wildan terus menendang bokong mereka .
Mordoc segera meminta maaf , dia tahu kalau dia sudah bertemu dengan orang yang salah , bahkan bosnya pun tidak berani mencari masalah dengan orang ini.
__ADS_1
" Dokter Jansen , mohon maaf , anak buahku ini terlalu banyak minum , kami akan segera pergi dari sini ! "
Setelah meminta maaf , mereka pergi meninggalkan ruangan satu per satu .
" Dokter Jansen , maaf sudah mengganggumu ! "
Laki - laki i yang mengenakan jas itu juga menganggukkan kepalanya pada Jansen lalu menggiring Wildan pergi .
" Jansen , kenapa situasi bisa begini ! "
Setelah orang - orang itu pergi , Lusi dan yang lainnya melihat Jansen dengan tatapan terkejut .
Cuma orang bodoh yang tidak bisa melihat kalau orang - orang itu pergi karena pengaruh dari Jansen . Ditambah lagi , mereka memanggil Jansen dengan sebutan " Dokter Jansen " ? Jangan - jangan Jansen sudah menyelamatkan nyawa bos mereka lalu orang - orang ini jadi takut pada Jansen ?
Tiba - tiba mereka teringat akan cemoohan mereka tadi , mereka merasa Jansen hanyalah seorang dokter kecil , sehebat apa pun ilmu kedokterannya dia hanyalah orang biasa !
Lantas akhirnya ? Ketika berhadapan dengan bos - bos preman , Boy yang begitu ketakutan bahkan tidak berani berbuat apa - apa , malah seorang dokter yang menyelamatkan mereka !
" Aku juga tidak kenal mereka ! "
Jansen menggelengkan kepalanya , memang pada kenyataannya seperti itu . Tentu saja , dia hanya mengenali satu nama , yaitu " Tuan Lukas " .
Belum lama ini , Marcus juga pernah menyebutkan nama ini , dari kemampuannya sepertinya " Tuan Lukas" ini lebih hebat dari Marcus .
" Jangan - jangan ini ada hubungannya dengan gadis di kereta itu ? "
Jansen diam - diam menggelengkan kepalanya , dia merasa kejadian ini terlalu mendadak !
" Menurutku sebaikanya kita juga pergi dari sini , tempat ini bukanlah tempat yang cocok bagi orang biasa ! "
Melihat dari tadi masalah datang silih berganti , Mona sudah kehilangan niatnya untuk bersenang - senang , dia hanya ingin pergi dari tempat itu .
Semuanya juga menyetujui hal ini . Mereka melihat ke arah Boy dengan tatapan membunuh , gara - gara bocah pembual ini , mereka semua hampir terkena masalah !
Boy tersenyum dengan canggung , dia sudah benar - benar kehilangan mukanya !
Setelah mereka semua pergi meninggalkan ruangan , mereka segera pergi membayar . Dalam hati mereka semua diam - diam merasa cemas . Tadi saat berkelahi , mereka sudah merusakkan banyak barang , sepertinya mereka harus membayar ganti rugi yang besar .
" Anda sekalian tenang saja , tagihan kalian sudah dibayar ! " Resepsionis yang cantik itu tersenyum .
" Sudah dibayar ? Jangan - jangan orang - orang tadi membayarnya ! "
Mona dan yang lainnya tanpa sadar melihat ke arah Jansen , pengaruh si Dokter Jansen ini benar - benar hebat ya !
" Aku benar - benar tidak tahu ! "
Jansen hanya bisa mengangkat bahunya .
__ADS_1
Lusi dan yang lainnya merasa Jansen sedang berpura - pura saja , Jansen ini bisa membuat bos - bos itu segan , bagaimana mungkin dia tidak tahu .
Meskipun sudah diremehkan oleh Salsa , Jansen sama sekali tidak berniat untuk membuktikan dirinya . Dia merasa semua orang punya mata , untuk apa menjelaskan lagi .
Sebaliknya , Boy itu hanya bisa membual , sama sekali tidak bisa apa - apa !
Di perjalanan pulang , Elena melihat Jansen sambil mengernyitkan alisnya dan berkata , " Jansen , Tuan Lukas itu siapa ? Sepertinya dia mengenalmu ! "
" Aku benar - benar tidak kenal dia ! "
Jansen menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya .
" Tidak kenal ? Bahkan Lusi dan yang lainnya juga tidak percaya , apalagi aku . Aku rasa , sejak ingatanmu kembali , perubahanmu semakin lama semakin besar sampai terkadang aku jadi tidak mengenalimu ! " Elena menatap Jansen dengan tatapan aneh .
" Sebenarnya begini , waktu itu di kereta api ! "
Jansen hanya bisa menceritakan kejadian yang terjadi di kereta api waktu itu .
Setelah itu Elena langsung menganggukkan kepalanya , " Tidak heran dia membantumu , kamu menolong putrinya . Tapi , malam ini kamu sangat hebat , teman - temanku biasanya melihatmu dengan tatapan tidak senang , hari ini mereka akhirnya bungkam ! "
" Kamu menyadarinya ? "
" Tentu saja . Kamu tenang saja , aku bukan orang yang gampang terpengaruh , aku tidak akan memercayai perkataan mereka . Tapi hari ini kamu menghabiskan waktu bersama dengan Natasha , karena itu aku meminjam tenaga mereka untuk membuat kamu kesal ! "
" Memang benar - benar membuatku kesal sekali . Perkataan teman - temanmu itu benar - benar julid ! " Jansen tersenyum pahit .
Mengingat tentang Natasha Jansen kemudian berkata dengan Canggung , " Elena , aku dan Kak Natasha benar - benar tidak ada hubungan apa pun . Lagi pula , kali ini orang perusahaannya berusaha merebut saham miliknya , karena itu aku pergi untuk membantunya ! "
Jansen menceritakan pertemuannya dengan Natasha kepada Elena , tapi tentu saja dia tidak menceritakan masalah pembunuh itu
Elena adalah orang yang baik hati , setelah mendengar cerita Jansen , dia jadi bersimpati pada Natasha .
Elena kemudian memperingatkan Jansen , " Aku tidak melarangmu membantu orang lain , tapi jangan sampai apa yang kamu sandiwarakan malah jadi kenyataan . Dan lagi , kamu dari mana bisa dapat uang untuk membeli toko tadi ? Kamu tidak bekerja , seharian cuma bersantai , mana mungkin punya begitu banyak uang . Jangan bilang kamu mendapatkan uang itu dari hasil memeriksa pasien ? "
" Memang aku mendapatkannya dari hasil memeriksa pasien . Dan lagi , harga tokonya juga cuma 300 ribu yuan juga saja ! " kata Jansen dengan jujur .
" 300 ribu yuan ? Itu juga sudah sangat banyak , setara dengan tiga tahun gajiku ! "
Elena membelakkan matanya , " Jangan - jangan kamu memeriksa orang kaya ya sampai bisa punya begitu banyak uang ! "
" Aku cuma asal sebut saja ! "
Jansen tidak berani mengatakan kenyataan yang sebenarnya , pada dasarnya fakta itu sangat sulit untuk dijelaskan !
Tuan muda Hendry waktu itu memberikannya 100 juta yuan , ditambah lagi dengan uang hasil acara lelang waktu itu , Natasha juga memberikannya 80 juta yuan . Sekarang bisa dibilang dia punya sekitar 200 juta dengan uang yang diberikan saat mengobati pasien. Ditambah lagi dengan saham dari Dawning Internasional , bisa dibilang dia sudah menjadi konglomerat !
" Jansen , ada uang maupun tidak , jalanilah hidupmu seperti biasa . Aku menikahimu bukan karena uang , jangan sampai kamu melakukan hal yang melanggar hukum , aku tidak ingin menangkapmu dengan tanganku sendiri ! " kata Elena seraya mengingatkan Jansen .
__ADS_1
" Tenang saja , aku bisa membedakan dengan jelas mana yang benar dan mana yang salah . "
Jansen meyakinkan Elena , lalu dia kembali bertanya , " Bagaimana kalau aku punya banyak uang ? "