Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 440. Permintaan Kerabat!


__ADS_3

"Aduh!"


Naomi menghela napas dan sudah punya firasat. Dia lalu berkata dengan pelan, "Kak Elena, aku sudah peringatkan kamu sebelumnya. Kalau kita bukan orang yang pantas berada di komunitas ini, tetapi masih saja memaksakan diri untuk masuk ke dalam komunitas, maka akibatnya akan sangat fatal!"


Setelah berkata demikian, Naomi Melirik ke arah Jansen yang ternyata masih saja terus menyantap makanan tanpa sedikit pun rasa malu.


"Hehe, kamu hanya berpura-pura menikmati makanan untuk menutupi rasa malu. Makanlah lebih banyak lagi, hotel ini adalah hotel bintang lima premium. Kamu tidak akan sanggup membayar makanan di tempat seperti ini seumur hidupmu!" ucap Jasper sambil terus tertawa.


Setelah mendengar perkataan Jasper ini, Jansen menyeka mulutnya dan menghampiri lalu menarik jas Jasper.


"Apa yang kamu lakukan? Jas ini harganya delapan juta yuan. Kalau kamu buat jas ini kotor, apa kamu sanggup menggantinya?" Jasper berkata dengan marah.


"Tuan Jasper, aku tidak menyangka orang kaya seperti kamu ini juga bisa begitu bodoh. Kamu mengira jas palsu ini adalah produk asli. Aku kasih tahu kamu, jas kamu ini terlihat seperti Karya asli Edward desainer dari Swedia itu, tetapi kamu tidak tahu motivasi awal dari rancangan Master Edward ini. Edward berada di titik nadir kehidupan dan suasana hatinya sangat kacau saat merancang jas ini. Dia menggunakan motif lingkaran pada bagian bawah jas, yang memiliki pola tidak beraturan dan terkesan abstrak. Namun, motif lingkaran pada jas kamu ini memiliki pola yang sangat rapi dan sama semuanya, sehingga jas kamu ini pasti bukan jas karya Edward. Ini pasti produk palsu, apalagi jas yang asli tidak mungkin dijual karena masih dipajang di dalam Museum Nasional Swedia sekarang!"


"Sepertinya, yang dia katakan ini ada benarnya juga!"


"Aku dengar Master Edward awalnya mengidap penyakit autis. Setelah istrinya meninggal, penyakit autis yang dideritanya semakin parah dan dia Melihat segala sesuatu dengan cara pandang berbeda. Dia menggunakan motif lingkaran di bagian bawah jas. Motif lingkaran yang digunakan memiliki pola tidak beraturan. Coba kamu lihat jas yang dipakai Jasper, pola motif lingkaran itu semuanya sama dan teratur!"


"Apakah dia memang memakai jas palsu?


Para tamu yang hadir juga langsung tahu asli atau palsunya jas itu, karena mereka rata-rata memiliki selera tinggi terhadap produk-produk berkualitas.


Jasper langsung merasa malu. Dia awalnya ingin menggunakan label harga delapan juta yuan untuk menghina Jansen, tetapi sekarang malah dirinya sendiri yang dipermalukan.


Jansen melanjutkan, "Kamu bukan hanya memakai jas palsu, tetapi juga salah tempat. Master Edward merancang jas ini sebagai karya penghormatan kepada istrinya yang telah meninggal, sedangkan kamu malah memakai jas ini ke pesta jamuan makan. Kamu terlihat seperti sedang menghadiri pemakaman!"


Jasper sungguh merasa dipermalukan.


Dia malu hingga tak tahu harus berkata apa.


Nenek Miller mengadakan jamuan makan hari ini, tetapi Jasper malah datang memakai jas pemakaman.


Para kerabat Keluarga Miller juga merasa heran kenapa Jansen yang datang dari Kota Asmenia, bisa paham begitu banyak hal tentang barang-barang mewah.


Naomi pun merasa sangat heran. Dia tiba-tiba merasa kakak iparnya ini bukanlah seorang pecundang.


"Jas palsu yang kamu pakai ini harganya tidak sampai 1000 yuan, sedangkan gaun yang dipakai istriku ini harganya 1500 yuan. Jadi, pakaian istriku masih lebih mahal 500 yuan dibandingkan dengan pakaian kamu!"


Jansen lanjut berkata sambil menambah sindiran, "Gaun yang dipakai istriku memang tidak mahal, tetapi sepatu yang dipakainya juga tidak murah. Sepatu yang dipakainya adalah sepatu The Star Premium Collection!"


"The Star Premium Collection?"


Banyak wanita yang hadir langsung menatap sepatu Elena dan mata mereka pun berbinar-binar.

__ADS_1


"Cantik sekali!"


"Sudah kuduga sepatu hak tinggi yang dipakai Elena memang istimewa, ternyata itu sepatu The Star Premium Collection!"


"Ini adalah sepatu edisi terbatas. Hanya ada dua puluh dua pasang sepatu ini di seluruh dunia. Punya banyak uang juga belum tentu bisa mendapatkan sepatu ini!"


"Konon ada orang di negara kaya minyak Timur Tengah yang berani membeli sepatu ini dengan harga 100 juta yuan!"


Para wanita memang suka sepatu hak tinggi, apalagi kalau itu adalah sepatu hak tinggi kristal edisi terbatas. Sepatu seperti ini adalah dambaan mereka.


Para wanita langsung memandang wajah Elena dengan iri.


Demikian pula dengan Jessica. Dia terus menatap Jansen dan merasa heran kenapa Jansen rela membelikan sepatu hak tinggi yang sangat mahal ini untuk Elena, dia juga curiga dari mana Jansen bisa mendapatkan sepatu hak tinggi ini.


Pandangan Jessica terhadap Jansen kembali berubah.


Jasper berdiri sendiri di sana tanpa ada seorang pun di sampingnya.


Jansen juga mengabaikannya dan terus duduk sambil mengobrol dengan Elena.


Suasana berubah canggung.


"Jessica, aku ingin minta tolong bantuanmu!"


Pada saat ini, terdengar suara seseorang yang menghentikan kesunyian.


Wanita ini adalah Stefi, adik perempuan Stella Istri Paman Ketiga.


Keluarga mereka juga merupakan keluarga terpandang di Provinsi Tianan dan sekitarnya. Namun, mereka tidak punya relasi di Ibu kota.


"Kamu sudah seperti keluargaku sendiri, katakan saja!"


Jessica berkata demikian sambil tersenyum karena ingin memberi muka kepada Lucky, Paman Ketiga.


"Begini, anak aku ingin menjadi tentara, tetapi tidak ada koneksi. Jadi, aku ingin meminta bantuanmu!" Stefi berkata dengan sopan.


Stenly, putranya Stefi, kini berusia sekitar dua puluh tahun. Dia sedang duduk sambil asyik bermain ponsel.


"Menjadi tentara?"


Jessica sedikit terkejut.


Stefi menjelaskan, "Aku dengar kalau menjadi tentara itu bisa mengubah karakter seseorang. Aku ingin menyuruhnya pergi latihan daripada dia duduk malas begini menghabiskan waktu. Aku pikir Jessica bisa membantuku untuk urusan ini!"

__ADS_1


"Tenang saja, Kak Jessica adalah pemimpin Keluarga Miller. Dia pasti bisa bantu!" ucap Stenly sambil menundukkan kepala bermain ponsel.


Stenly ingin masuk menjadi tentara sebenarnya bukan karena ingin latihan. Dia hanya ingin terlihat keren dan menyombongkan diri di depan teman-temannya setelah selesai pelatihan.


"Ini sangat mudah, pihak militer sedang mengadakan perekrutan. Suruh Stenly pergi daftar ke sana saja!" kata Jessica.


"Kak Jessica, aku tidak ingin bergabung dengan pasukan biasa dan hanya menjadi tentara yang tugasnya memasak di dapur umum."


"Huh, jangan kira aku tidak tahu tujuan kamu menjadi tentara. Kamu hanya ingin pamer setelah keluar pelatihan nanti!"


Lucky, Paman Ketiga tertawa lucu mendengar ucapan mereka. Lucky sendiri merupakan perwira militer berpangkat tinggi. Jika Stenly ingin menjadi tentara, seharusnya dia meminta bantuan Lucky.


Namun, Lucky pun menolak membantu Stenly.


Itu karena Lucky tahu maksud Stenly sebenarnya bukan ingin menjalani pelatihan.


Jessica merasa serba salah. Di satu sisi, selain ayahnya sendiri, Paman Ketiga adalah orang yang paling kompeten di Keluarga Miller untuk urusan militer. Namun, Paman Ketiga juga sudah menolak membantu Stenly, sehingga Stefi terpaksa meminta bantuan langsung kepadanya.


Kalau saja Stefi meminta bantuan di waktu lain, tentu Jessica tidak akan begitu menggubrisnya. Namun, Stefi meminta bantuan di depan para tamu yang hadir. Jessica sendiri pun ingin menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin Keluarga Miller.


"Baiklah, serahkan saja masalah ini kepadaku!"


Jessica berkata dengan nada datar.


"Terima kasih, Kak Jessica, tapi aku mau bergabung dengan Tim Operasi Khusus Tiger!" ungkap Stenly yang langsung senang.


Mendengar perkataan ini, raut wajah Jessica berubah drastis. Tim Operasi Khusus Tiger adalah bagian dari Tim Operasi Khusus dan bukan pasukan biasa. Jessica ragu dirinya bisa membantu Stenly bergabung ke sana.


"Tim Operasi Khusus Tiger tidak mungkin menerima kamu orang yang tidak berguna seperti ini! Apa kamu pikir pasukan ini adalah tempat kamu liburan?"


Lucky juga ikut memarahi, "Lagi pula, Tim Operasi Khusus Tiger ada di bawah kendali Keluarga Carson. Kamu malah memilih bergabung dengan pasukan ini, apa kamu sengaja?"


"Tim Operasi Khusus Tiger lebih punya wibawa!" Stenly menjawab dengan suara pelan karena terus dimarahi.


"Kamu masih berani menjawab!"


Lucky semakin geram.


Semua orang yang hadir terkejut. Jika Stenly ingin bergabung dengan pasukan biasa, tentu Keluarga Miller pun bisa mengatur Stenly untuk masuk ke sana dengan mudah. Namun, Stenly ingin bergabung dengan Tim Operasi Khusus Tiger yang menjadi ujung tombak pertahanan negara. Ini tentu tidaklah mudah.


Apalagi, Keluarga Carson yang memegang kendali atas pasukan ini.


Orang Keluarga Carson pun tidak hadir di acara ini, yang ada hanya orang Keluarga Miller dan Keluarga Woodley. Hal ini membuat masalah menjadi semakin rumit.

__ADS_1


"Stenly, kamu harus tahu, orang Keluarga Carson yang punya kuasa atas pasukan ini. Kalau mereka tidak buka mulut, terpaksa kamu harus ikut tes masuk sesuai prosedur!" Jessica berkata demikian dengan serba salah. Dia sendiri juga merasa malu karena sebagai seorang pemimpin Keluarga Miller, dia tidak bisa membantu menyelesaikan masalah kecil seperti ini.


Jessica sungguh tidak tahu harus berbuat apa karena Keluarga Carson di Ibu kota memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada Keluarga Miller. Jessica sama sekali tidak bisa ikut campur atas wewenang Keluarga Carson.


__ADS_2