
"Ini di mana?"
Jansen Melihat sekeliling dengan rasa penasaran dan menyadari bahwa sekelilingnya sangat bersih, seperti kamar rumah sakit.
"Kamu sudah bangun!"
Pada saat itu, seorang perawat masuk dan tersenyum, "Brigadir Arthur yang membawamu ke sini. Dia sedang ada tugas, jadi dia pergi dengan terburu-buru. Dia bilang setelah keluar dari rumah sakit, hubungi dia jika ada sesuatu!"
"Terima kasih!"
Jansen mengangguk dan bertanya kepada perawat itu lagi. Mengetahui bahwa dia ada di Ibu Kota, dia pun merasa tenang. Setelah bersiap-siap, dia keluar dari rumah sakit militer dan berjalan tanpa arah tujuan.
"Aku sudah di Ibu Kota, tetapi situasinya masih tegang, aku harus membuat terobosan!
Benar juga, Penatua Jack menyuruhku mencari Damian!"
Jansen buru-buru menelpon Damian.
"Dokter Jansen, apakah kamu sudah berada di Ibu Kota? Aku pikir kamu datang dua hari yang lalu. Kenapa kamu baru datang? Kamu sekarang ada di mana? Aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu!" kata Damian yang sangat antusias menyambut Jansen.
Jansen juga tidak tahu dia ada di mana, jadi dia bertanya kepada orang yang lewat. Lalu memberikan alamatnya kepada Damian.
Tak lama kemudian, sebuah mobil Audi berhenti di samping Jansen. Dan seorang pria berjas hitam dengan sopan berkata, "Tuan Jansen? Saya adalah sopir dari tuan Damian!"
Jansen mengangguk dan masuk ke mobil Audi itu. Dua puluh menit kemudian, mereka berhenti di sebuah rumah besar. Dia Melihat di depan pintu masuk rumah itu, ada Damian yang sudah menunggunya. Setelah Melihat Jansen, dia menyambutnya dengan gembira.
"Dokter Jansen, akhirnya kamu datang!"
"Tuan Damian, maaf telah membuatmu menunggu!
" Jansen tersenyum sopan.
"Jangan panggil aku Tuan Damian, aku dan Penatua Jack sudah seperti saudara. Lebih baik panggil saja Paman Damian!" Damian membawa Jansen ke aula rumahnya.
Dan Melihat Nyonya Sherina Palmer menunggu di aula. Ketika dia Melihat Jansen datang, dia menghidangkan teh dan buah untuk Jansen.
Jansen menyapanya dan kembali Melihat-lihat aula. Dia merasa bahwa rumahnya agak tua, tetapi dekorasinya baru.
"Rumah ini adalah milik Keluarga Palmer. Ketika aku masuk ke rumah ini, Kakek Palmer juga masih tinggal di sini. Lalu semua orang pindah dan meninggalkan kami dua berdua di sini. Walau ini sudah tua, tapi paling tidak harganya 200 juta yuan." Damian memberikan sebatang rokok kepada Jansen. Tapi Jansen menolaknya dengan sopan dan Damian pun menyalakannya rokoknya sendiri.
__ADS_1
Jansen terkejut, rumah lusuh seperti ini harganya 200 juta yuan. Setiap meter tanah di Ibu Kota harganya mahal sekali!
"Apa Bibi Sherina punya keluhan belakangan ini?" Tanya Jansen.
"Tidak ada, kamu juga Melihatnya sendiri. Tubuhku baik-baik saja, tapi ada beberapa!" Nyonya Sherina tiba-tiba berhenti berbicara dan terlihat malu.
"Aku setiap bulan mengalami kram menstruasi!"
Jansen tahu bahwa Nyonya Sherina malu untuk mengatakannya. Tetapi sebagai seorang dokter, selama ada yang sakit tidak perlu malu untuk mengatakannya. Dia mengecek denyut nadi Nyonya Sherina dan tersenyum, "Nyeri haid bisa disebabkan oleh banyak faktor dan setiap pasien memiliki gejala yang berbeda. Untuk Nyonya Sherina, harus makan lebih banyak sup herbal motherwort!"
"Sup herbal motherwort?"
Nyonya Sherina menatap dengan mata berbinar, lalu mencatatnya.
Sebenarnya dia juga telah memeriksakan kondisinya ini ke banyak dokter. Tetapi sakitnya hanya bisa mereda dan terkadang sakitnya bisa berubah dari ringan menjadi parah. Tapi dia percaya kalau Jansen pasti bisa menghilangkan sakitnya sampai ke akarnya.
Jansen juga mengatakan hal-hal lain yang perlu diperhatikan, seperti tidak makan makanan mentah dan dingin, dll. Lalu dia melakukan akupuntur untuk Nyonya Sherina, selama ini dia membawa tas akupunturnya kemana-mana.
Melihatnya Damian merasa lega. Alasan mengapa dia mau membantu Jansen, selain karena persahabatan dengan Penatua Jack ialah keahlian medis Jansen. Mengenal dokter seperti Jansen akan sangat bermanfaat baginya!
"Jansen, apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Damian.
"Ini agak sulit untuk dilakukan. Walaupun orang-orang penting di Keluarga Miller sedang tidak ada di sana sekarang, bagaimanapun itu masih keluarga bangsawan kuno, penjagaannya sangat ketat!"
"Paman Damian, aku tahu Keluarga Miller pasti tidak akan menerimaku, tapi bagaimana kalau aku menyelinap masuk?"
Mendengar kata-kata Jansen, raut wajah Damian berubah drastis. Keluarga Miller sangat kuat. Orang-orangnya di keluarganya terlibat dalam politik, militer dan juga bisnis. Jika kamu ketahuan menyelinap masuk, kamu akan di hukum berat!
Tetapi jika tidak menyelinap masuk, Jansen juga tidak bisa mendekati rumah Keluarga Miller.
"Begini saja, bibimu Sherina memiliki hubungan yang baik dengan istri dari paman ketiga Keluarga Miller. Dia akan membawamu masuk, lalu mencari cara untuk menemui Elena. Menurutmu bagaimana?" kata Damian mengusulkan.
Jansen langsung mengangguk.
Setelah semuanya siap, Nyonya Sherina membawa Jansen ke rumah Keluarga Miller.
Rumah Keluarga Miller juga merupakan sebuah rumah besar yang sangat tua. Rumahnya sangat luas. Ini bukan rumah, ini lebih seperti sebuah organisasi yang sangat besar. Dari jauh, sudah terlihat seorang penjaga bersenjata berdiri di depan gerbang, penjagaannya sangat ketat.
"Dulu Kakek Miller adalah pengawal Kepala Vincent, jadi reputasi Keluarga Miller di Ibu Kota sangatlah tinggi. Ingat, kalau kamu tertangkap, jangan melawan, aku akan menyelesaikan semuanya!"
__ADS_1
Nyonya Sherina memberi tahu Jansen sesampainya pintu masuk, dia harus segera mengeluarkan kartu identitasnya.
Para penjaga mengangguk kepada Nyonya Sherina, mereka tahu dia adalah kenalan Keluarga Miller. Dan latar belakang Nyonya Sherina juga tidaklah kecil. Dia adalah anggota Keluarga Palmer di Ibu Kota, yang mempunyai hak istimewa.
"Nyonya Sherina, siapa dia?"
Kata seorang penjaga sambil menatap Jansen.
"Dia adalah kerabat ku dan dia memiliki sedikit keterampilan medis. Stella mengundangnya untuk membantu memeriksa penyakitnya!" Kata Nyonya Sherina menjelaskan.
Penjaga terus menatap Jansen, tetapi dengan Nyonya Sherina yang menjaminnya, pada akhirnya mereka tidak menghentikan Jansen.
Nyonya Sherina membawa Jansen masuk ke rumah Keluarga Miller dan dia menyadari ternyata rumah itu lebih besar dari yang dibayangkan. Sepertinya rumah itu di lengkapi dengan alarm rahasia yang tersembunyi, bahkan dari waktu ke waktu ada tim penjaga yang lewat. Sepertinya seekor lalat pun tidak akan bisa terbang di tempat seperti itu.
Jansen menyesali rencana yang dia buat sebelumnya. Jika memungkinkan, dia berencana membawa Elena kabur dari sana malam ini. Namun, setelah Melihat penjagaan rumah Keluarga Miller yang ketat. Dia menyerah, mungkin dia akan mati dipukuli sebelum memanjat keluar dari tembok!
Tak lama kemudian, Nyonya Sherina membawa Jansen ke sebuah halaman kecil. Ada suara pertunjukan opera di halaman itu. Setelah masuk, dia Melihat ada dua orang di ruang tamu, seorang pria berusia empat puluhan dan seorang wanita.
Pria itu setengah terbaring di kursi, sambil mendengarkan radio, jari-jarinya berdetak seirama dengan musik.
Sedangkan wanita itu sedang merajut sweater. Ketika dia Melihat Nyonya Sherina datang, dia terkejut, "Sherina, kenapa kamu di sini!"
"Kemarilah!"
Nyonya Sherina membawa Jansen memasuki ke ruang tamu.
"Kenapa kamu datang tidak telepon dulu? Agar aku bisa menyambutmu!"
Wanita itu meletakkan sweaternya dan menuangkan teh untuk Nyonya Sherina. Dia menatap Jansen dengan kaget dan berkata, "Siapa dia?"
Tentu saja dia merasa bingung, karena rumahnya selalu dijaga ketat. Jadi Nyonya Sherina biasanya datang sendirian, jarang membawa orang luar.
Pada saat yang sama, pria yang setengah berbaring di kursi itu juga membuka matanya dan menatap Jansen. Matanya berkedip-kedip karena terkena cahaya, tapi dengan segera dia menutup matanya kembali.
Sifat pria ini agak aneh.
"Kerabat jauh ku!"
Kata Nyonya Sherina memperkenalkan, "Jansen, panggil Bibi Stella dan yang di sana itu Paman Lucky. Dia adalah adik ketiga dari patriak Keluarga Miller saat ini !"
__ADS_1
Perkenalan santai ini memberi tahu Jansen identitas pria itu. Patriak saat ini yaitu ayah Elena bernama Danial Miller dan itu adik laki-laki patriak, berarti dia paman ketiga Elena?