
"Issac!"
Jasper sangat marah sampai mau meledak, tapi pria berwajah bulat itu mengabaikannya dan sudah melarikan diri.
Pria berwajah bulat ini adalah kerabat jauhnya yang kebetulan bekerja di departemen ini. Maka dari itu, dia meminta pria berwajah bulat untuk membantunya. Siapa sangka, ternyata dia sangat tidak bisa diandalkan.
Dia kembali menatap Jansen dengan tubuh gemetar.
Kenapa sulit sekali menghadapi Jansen?
Lalu, siapa orang yang berbicara dengannya itu? Sepertinya, dia memiliki reputasi yang cukup besar.
Saat ini, Mike sedang berbicara dengan Jansen. Mike bersikap sungkan, "Dokter Jansen, terima kasih telah menyelamatkan ayahku kemarin. Di sini, aku mewakili ayahku untuk berterima kasih kepadamu."
Naomi berdiri di samping Mike. Wajahnya terlihat rumit. Dia membenci sekaligus berterima kasih kepada Jansen. Perasaan yang tidak jelas ini membuatnya tidak nyaman.
"Itu hanyalah hal kecil."
Jansen menatap Naomi sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Jansen sudah menebak, sepertinya keserakahan Naomi telah menimbulkan masalah. Kalau tidak, dia tidak mungkin membawa Mike ke sini.
"Apa yang kamu banggakan?"
Melihat Jansen menggelengkan kepala sambil tersenyum, amarah Naomi sulit mereda. Dia merasa bahwa Jansen sedang menertawakannya.
"Meskipun penyakit ayahku sudah stabil, aku berharap Dokter Jansen masih bisa memeriksa ayahku," kata Mike, "Aku memohon kepadamu sebagai seorang anak. Maafkan sikapku yang meremehkanmu kemarin. Dokter Jansen, tolong jangan masukkan ke dalam hati."
"Tidak apa-apa. Tapi, penyakit ayahmu adalah ketetapan langit. Siapa pun tidak bisa mengubah hukum hidup dan mati seseorang. Aku hanya bisa berusaha memperlambat kematiannya, tapi tidak akan lama," kata Jansen dengan jujur.
Wajah Mike sangat muram, tapi dia sudah mempersiapkan diri. Dia pun menganggukkan kepala.
Melihat perbincangan kedua orang itu, Jasper sangat marah.
Berani-beraninya seorang Jansen berebut istri dengan kakaknya! Sedangkan dia, Jasper Woodley, yang begitu terhormat, masa tidak bisa mengalahkan Jansen di Kota Ibu kota ini?
Lelucon konyol macam apa ini?
Kemudian, dia Melihat ke sekelilingnya dan menemukan orang-orang jelas sudah tergerak. Ada tanda-tanda bahwa mereka akan masuk ke Aula Xinglin.
Ini menunjukkan bahwa rencananya hari ini sama sekali tidak berhasil.
"Jansen, kamu ingin membuka klinik di sini? Mimpi! Kami, Keluarga Woodley, tidak setuju!"
Jasper berteriak keras. Bagaimanapun, dia sudah datang.
Dengan menggunakan nama Keluarga Woodley, Jasper ingin lihat bagaimana Jansen akan melawannya.
"Keluarga Woodley? Keluarga Woodley di Ibu kota?"
Wajah orang-orang di sekitar langsung berubah. Asalkan penduduk lama Ibu kota, siapa yang tidak mengenal raksasa itu?
__ADS_1
"Siapa pun yang berani masuk memeriksakan diri, berarti dia melawan Keluarga Woodley!"
Jasper berteriak sambil menunjuk orang-orang, "Hari ini, meskipun aku, Jasper Woodley, menghancurkan Aula Xinglin ini, Langit pun tidak bisa menolongnya."
"Keluarga Woodley, kamu telah melanggar hukum!" Mike tidak tahan Melihatnya, lalu memarahinya.
"Aku tahu, latar belakangmu tidaklah sederhana. Tapi, kamu hanya mengurus masalah medis. Ketertiban umum bukanlah tanggung jawabmu."
Jasper kesal, wajahnya tampak acuh tak acuh. Keluarga Woodley berkuasa dan kaya, untuk apa takut? Asalkan dia meminta anak buahnya turun tangan, kalau di belakang ada masalah, anak buahnya yang akan menjadi tameng.
Ditambah, memangnya di Ibu kota ada yang berani menangkap Keluarga Woodley?
"Jansen, Jansen. Aku merusak reputasimu, kamu pergi mencari dokter negara untuk mengklarifikasinya. Aku menahan dokumenmu, kamu menemui pemimpin Senior untuk membantumu. Sekarang, aku akan menghancurkan klinikmu secara terang-terangan. Aku ingin lihat, kepada siapa lagi yang akan membantu mu."
Jasper mengangkat tangannya. Seketika, anak buah yang berada di sekitar muncul dengan membawa pipa besi, tongkat baseball dan benda lainnya.
"Kalau kamu hebat, coba cari bantuan lain!"
"Apakah kamu Melihat karangan bunga itu? Hari ini aku datang untuk mengantarkan bela sungkawa kepada Aula Xinglin milikmu ini. Tidak senang? Lihat saja siapa yang lebih keras."
Jasper menunjuk karangan bunga. Tawanya terdengar semakin sombong.
Jasper juga merasa dirinya sangat bodoh. Untuk apa dia menjebak seorang dokter kecil seperti Jansen secara diam-diam? Terbuka saja, sederhana dan kasar. Memangnya si miskin ini bisa melawan?
Di saat bersamaan, tiba-tiba, sebuah telapak tangan muncul dan menggenggam karangan bunga yang diberikan Jasper.
"Cari mati? Apakah kamu tuli?"
Jasper tidak senang. Saat dia sedang membicarakan karangan bunga, tiba-tiba, ada orang yang datang membuat onar.
Jasper Melihat orang yang menenteng karangan bunganya berumur sekitar 30 tahunan, dia berjalan mendekat dengan wajah muram.
Prang!
Sesampainya di depan Jasper, pria itu melemparkan karangan bunga ke wajah Jasper tanpa berkata apa-apa.
"Aku tidak peduli siapa kamu. Aula Xinglin bekerja sama dengan kami. Kamu berani menghancurkan Aula Xinglin? Kalau kamu menghancurkan Aula Xinglin, sama saja dengan menghancurkan botol anggur bos kami!"
Pria itu berteriak marah, lalu mengambil karangan bunga dan melemparkannya kembali.
Jansen juga sedikit terkejut, tapi dia menebak siapa orang-orang ini. Sepertinya, mereka adalah orang-orangnya Penatua Jack.
Aula Xinglin menyediakan anggur khusus untuk bos besar tentara. Kalau berani menghancurkan Aula Xinglin, berarti memang menghancurkan botol anggur para bos besar itu.
"Siapa kalian? Beraninya menyentuhku!"
Jasper duduk di tanah dengan mata memerah. Dia tercengang dan meraung, "Bunuh mereka!"
Anak buah Jasper bergegas menyerang dengan pipa besi di tangan mereka.
"Aku mau lihat, siapa yang berani bergerak?"
__ADS_1
Dua orang pria di samping pria yang pertama beranjak maju, lalu menarik pakaian mereka dan memperlihatkan ikat pinggang mereka. Terlihat senjata tergantung di ikat pinggang.
Akibatnya, anak buah Jasper tidak berani bergerak. Mereka tidak masalah kalau diminta berurusan dengan rakyat biasa, tapi kalau menghadapai orang yang bersenjata? Seberapa banyak pun nyawa tetap tidak akan cukup.
Selain itu, pria-pria ini berani membawa senjata. Identitas mereka pasti tidaklah sederhana.
"Angkuh! Beraninya bersikap angkuh di hadapanku!"
Pria itu melangkah maju, lalu menarik kerah baju Jasper dan mengangkatnya. Pria itu mengangkat tangannya dan menampar Jasper.
Plak!
Suaranya keras dan tamparannya kuat.
Kepala Jasper berputar-putar, dia pun berteriak, "Aku adalah tuan muda Keluarga Woodley!"
"Berani menyebut dirimu tuan muda?"
Pria itu kembali menamparnya lagi!
"Apakah kalian adalah tentara?"
Tamparan itu menyadarkan Jasper. Dia berhasil menebak identitas pria ini. Apalagi, kharisma seperti ini tidak bisa dibuat-buat. Jasper berteriak dengan mata berapi-api, "Kakakku juga tentara! Ditambah, dia adalah calon Raja prajurit. Beraninya kamu memukulku! Tunggu saja sampai kamu dipenjara."
Plak!
Pria itu kembali menampar hingga Jasper kehilangan giginya.
"Memenjarakan aku?"
Pria itu mengangkat tangannya dan menampar Jasper bolak balik. Dia menampar Jasper sampai kepalanya berputar-putar. Jasper sangat amat terkejut.
Siapa pun tentara yang mendengar kata calon Raja prajurit pasti akan ketakutan. Namun, orang-orang ini tidak takut, mereka malah menamparnya semakin keras.
"Kalian, siapa kalian? Jangan sampai senjata makan tuan!"
Jasper kembali mengancam, suaranya terdengar dingin.
Pria itu melemparkan Jasper ke tanah, lalu menatapnya dan menjawab dengan bangga, "Militer Timur Laut, bawahan Fang Angran."
"Siapa Fang Angran? Kakakku adalah Alvaro Woodley, kamu akan tahu setelah bertanya kepada pasukan tentara. Aku ingatkan, sebaiknya kamu segera berlutut dan memohon ampun kepadaku!" Jasper sangat percaya diri.
Pria itu tidak bisa menahan tawanya, dia tertawa semakin keras.
Salah satu pengawal Jasper pernah diberhentikan dari Militer Timur Laut. Saat ini, wajahnya berubah drastis. Dia buru-buru mengingatkan, "Tuan Jasper, Tuan... Tuan Fang Angran adalah Dewa Perang Timur Laut."
Jasper masih ingin melontarkan beberapa ucapan kasar. Namun, setelah mendengar kalimat itu, dia bergemetaran.
Di seluruh Huaxia, terdapat enam kelompok militer besar. Dewa Perang Timur Laut mewakili bendera militer timur laut, hal itu merupakan sebuah kebanggaan. Jangankan calon Raja prajurit, Raja prajurit sendiri pun harus menunduk saat bertemu dengan Dewa Perang.
"Kamu, kamu, kamu, adalah bawahan Dewa Perang Timur Laut?"
__ADS_1
Suara Jasper bergetar. Ternyata, ini adalah bos besar tentara yang sebenarnya.
Dia sama sekali tidak menyangka. Awalnya, dia ingin bermain kekerasan. Alhasil, lawannya justru lebih keras.