
Meskipun Gracia mengenakan baju yang cukup tertutup, tapi dia mengenakan gaun putih yang setelah terkena air, menunjukkan seluruh lekuk tubuhnya.
Apalagi, dia tidak mengenakan pakaian dalam!
"Jangan tundukkan kepalamu!"
Wajah Gracia memerah.
Jansen tidak punya pilihan selain menatap lurus ke arah Gracia. Mereka berdua saling memandang dan merasa canggung.
"Jangan lihat aku!"
ucap Gracia lagi.
"Kakak, aku tidak boleh menundukkan kepalaku, melihatmu juga tidak boleh, lalu aku harus melihat ke mana!"
"Tutup matamu!"
Gracia menghela napasnya. Meskipun secara mental dia sudah siap, bahkan dulu dia pernah mencoba untuk berlatih beberapa kali bersamanya, tapi dia masih sangat gugup.
"Tubuh Sembilan Unsur Yin milikmu sudah lebih baik kan? Energi sejati yang kamu kultivasi berkombinasi dengan Yin dan Yang. Akan tetapi, sebagian besar adalah Yin, yang dianggap sebagai semacam energi vital!"
Setelah menutup matanya, Jansen merasakan energi sejati Gracia yang mengalir ke dalam tubuhnya.
"Bisakah aku membantumu?"
Gracia bertanya.
"Bisa, tapi jangan hamburkan energi sejatimu begitu. Semuanya mengalir ke perut bagian bawah!"
"Perut bagian bawah?"
Gracia terdiam sejenak dan membayangkannya.
Pada akhirnya, mereka menggelengkan kepala dan tertawa. Keduanya tidak bertemu selama dua tahun. Mereka tidak menyangka akan bertemu lagi dalam keadaan seperti ini.
Pada saat ini, istana Pangeran Lilong Kota Yanba
"Kepung tempat ini, jangan biarkan satu orang pun kabur!"
Di luar gerbang, terdapat sejumlah besar mobil mewah yang mengepung.
Roman Vindes dan Ghalinus turun dari mobilnya lalu memandang istana yang besar ini sambil mencibir.
"Katanya, fengsui istana ini sangat bagus. Jansen benar-benar tahu cara memilih!" Roman Vindes menyalakan sebatang rokok lalu menyerahkan sebatang lagi kepada Ghalinus.
"Tuan, dokter menjelaskan bahwa Anda tidak boleh minum dan merokok!"
Seorang kepala pelayan di samping menasihatinya.
"Hari ini aku senang!"
Roman Vindes tertawa dan mengisap rokoknya, sekujur tubuhnya merasa rileks.
Tentu saja, dia senang. Begitu Jansen mati, Kota Yanba yang luas ini sekali lagi akan menjadi milik Keluarga Vindes. Apalagi istana di depannya ini, yang memiliki fengsui yang sangat baik, juga akan menjadi miliknya.
"Melihat maksud Tuan Roman, apakah kamu tertarik dengan istana ini?" Ghalinus mengisap rokoknya.
"Benar, Ghalinus. Aku bisa memberimu apa pun kecuali istana ini!"
__ADS_1
Roman Vindes sangat tegas. Dia selalu percaya pada fengsui. Istana ini sudah disulap oleh Jansen menjadi begitu sempurna. Mungkin saja dapat membuat Keluarga Vindes sejahtera.
Kemudian, dia memikirkan penerus Lu Ban dan menggelengkan kepalanya.
Walaupun Tingkat Masternya tinggi, tapi bagaimanapun juga dia tidak mahakuasa. Kali ini, dia telah salah perhitungan.
Ghalinus juga tidak peduli, "Istana itu milikmu, aku tidak peduli. Tapi, aku harus menghadapi anggota keluarga Jansen sendiri!"
"Belum, kita harus menunggu Nona Hailey datang!" Roman Vindes mengingatkannya.
"Benar, mari kita tunggu beberapa hari!"
Ghalinus mengangguk lalu matanya berbinar, "Aku ingat istri Jansen sangat cantik. Ketika menunggu Nona Hailey, aku akan menikmatinya dengan perlahan!"
"Oh tidak, istananya kosong!"
Saat ini, orang-orang yang baru saja memasuki istana semuanya bergegas keluar.
"Tidak ada orang satu pun?"
Roman Vindes melempar puntung rokoknya, "Aku jelas-jelas meminta kalian untuk mengawasi istana. Kapan mereka melarikan diri? Selain itu dengan begitu banyak orang, jangan-jangan mereka bisa terbang!"
"Orang-orang kami terus mengawasi istana, tetapi tidak ada yang meninggalkan keluarga Miller, kecuali mereka melarikan diri melalui jalan lain!"
"Tapi, jangan khawatir, Tuan. Seluruh bandara, jalan tol, jalan raya, bahkan saluran air di kota semua diawasi oleh orang-orang kita. Saya rasa mereka masih bersembunyi di dalam kota!"
Laki-laki itu bebicara dengan yakin.
Ghalinus tiba-tiba terlihat suram. Dia ingin menikmati wanita-wanita cantik itu, tapi mereka telah kabur dari bawah hidungnya.
"Tuan, orang-orang dari Grup Aliansi Senlena masih ada, tapi mereka semua adalah pemegang saham, bukan anak buah Jansen. Tapi, kami menemukan sejumlah besar orang menuju ke Gunung Baiyun, termasuk Keluarga Miller!"
"Pergi ke Gunung Baiyun!"
Mendengar ini, Ghalinus melempar puntung rokoknya dan tersenyum ganas. Kali ini, mari kita lihat bagaimana mereka akan melarikan diri!
Puluhan mobil mewah bergegas menuju Gunung Baiyun. Tidak lama kemudian, mereka tiba di puncak gunung.
Terlihat sebuah vila besar di puncak gunung. Tingginya setinggi lima lantai dan gaya arsitekturnya sangat aneh. Selain itu, terdapat banyak mobil yang diparkir di depan vila.
"Mereka ada di dalam vila, tangkap mereka semua!" Roman Vindes keluar dari mobilnya dan berteriak.
Kabur? Kabur hingga ke ujung dunia pun tak akan bisa!
Sejumlah besar master dari Keluarga Vindes menuju ke arah vila. Namun, pada saat ini suasana di sekitar mereka tiba-tiba berubah, ada kabut asap menyebar, makin banyak hingga seluruh puncak gunung diselimuti oleh kabut asap.
"Apa yang sedang terjadi?"
"Ah, selamatkan aku!"
"Aku terjatuh dari tebing!"
Kemudian, terdengar teriakan dan kepanikan dari dalam kabut asap.
"Mundur!"
Roman Vindes dan yang lainnya buru-buru mundur, karena kabut asap sudah memenuhi udara. Sesaat kemudian, mereka tidak dapat mendengar suara apa pun!
Sepertinya semua orang yang masuk ke sana sudah mati.
__ADS_1
Rasa dingin diam-diam memenuhi hati Roman Vindes.
"Itu trik Jansen. Orang ini sudah sejak lama menyiapkannya!"
Ghalinus tiba-tiba menebaknya, dia merasa kesal.
Orang-orang Jansen berada tepat di depannya. Ia bisa melihat mereka, tapi tidak bisa menangkap mereka. Perasaan ini bahkan lebih buruk daripada membunuhnya.
"Aku akan masuk dan melihatnya!"
Ghalinus ingin segera ke vila. Menurutnya, selama dia terus berlari ke depan, cepat atau lambat dia akan menemukan vila itu. Lagi pula, dia adalah manusia yang telah dimodifikasi secara genetik, kekuatannya jauh lebih kuat daripada manusia biasa.
"Jangan impulsif!"
Roman Vindes tiba-tiba menarik nya, "Ini adalah formasi kuno. Tampaknya memang bukan apa-apa, tapi nyatanya, ada dunia di dalamnya!"
Setelah mengatakan itu, dia menoleh ke orang di sampingnya dan berkata, "Panggil beberapa orang lagi dan minta mereka untuk membawa kipas angin besar dan alat lainnya!"
Tak lama kemudian, beberapa alat berat datang. Sementara itu, kipas angin besar mulai bekerja.
"Hehe, ini hanya kabut asap!"
Roman Vindes menyeringai dan menunjuk ke depan, "Menghancurkan formasi remeh seperti ini sangatlah mudah!"
Ghalinus juga tertawa, "Jansen, Jansen. Menyiapkan beberapa formasi di sini, kamu pikir kami ini bodoh?"
Duarrr!
Kipas besar itu membuat suara gemuruh dan menyingkirkan kabut asap tersebut. terlihat kabut asap yang mengepul disedot ke dalam truk tangki.
Roman Vindes dan yang lainnya menunggu dengan tenang. Tiba-tiba mereka merasa ada yang tidak beres. Kabut asap tersebut disedot dengan cepat, tapi juga muncul lagi dengan cepat!
"Sial, apa-apaan kabut asap ini!"
Ghalinus mengumpat.
"Kurasa formasi ini menggunakan geografi di sekitarnya untuk terus membentuk kabut asap!"
Raut wajah Roman Vindes pun suram, tapi dia juga marah, "Seseorang, siram kabut asap itu!"
Beberapa selang pemadam kebakaran tersambung dan air terus menerus dikeluarkan. Namun, air itu menghilang tanpa jejak setelah memasuki formasi.
"Sial, ada selokan drainase khusus, bakar mereka!"
Amarah Roman Vindes makin memanas.
Sejumlah besar bensin dituangkan ke dalam formasi, kemudian mereka membakarnya dan api pun membumbung dengan tinggi.
Namun, api ini amat aneh. Api ini tidak mendekati vila dan hanya membakar sisi luar. Bahkan api ini mengenai pohon-pohon di sekitar dan hampir memulai kebakaran hutan.
"Cepat padamkan apinya!"
Roman Vindes tidak ingin seluruh kota mengetahuinya dan dirinya muncul di koran.
"Lepaskan drone itu!"
"Lapor, dari drone tidak terlihat apa pun kecuali kabut!"
"Beri tahu helikopter, kunci lokasi vila dan turunlah dari udara!"
__ADS_1
Tidak lama kemudian, beberapa helikopter tiba. Belasan orang lalu turun menggunakan tali.