
Selanjutnya , tanpa melihat ke sisi lain , Jansen langsung menendang orang yang datang kepadanya dengan satu kaki !
Detik ini , pria yang ada di belakangnya sudah bersiap - siap ingin menikam . Dia sudah mengimajinasikan pisau yang dia tusuk akan berwarna merah ketika dia menariknya lagi , tetapi tinggal sedikit saja , tepat ketika dia hampir menyentuh Jansen , tiba - tiba perutnya ditendang dengan sangat keras !
UHUK !
Dia juga terpental beberapa meter jauhnya dan langsung menghantam tanah , lama sekali tidak bisa bangun !
BUG ! BAG ! BUG !
Jansen langsung meninju dan menendang dua orang yang tersisa itu , dengan mudahnya dia langsung menyelesaikan masalah ini , bahkan dia tidak membutuhkan beberapa menit untuk seluruh prosesnya , hal ini membuat orang - orang yang berada di sekitar merasa terkejut , mengira mereka sedang syuting acara televisi .
Selesai menghabisi para gangster tersebut , Jansen perlahan mengalihkan pandangannya dan menatap pria yang duduk di ranjang pasien , " Kamu bosnya kan , cepat ceritakan apa yang terjadi sebenarnya ! "
Pada saat ini , wanita yang dari tadi berjongkok di tanah sambil memegangi kepalanya baru bereaksi , begitu dia menoleh dan melihat pemandangan di sekitatnya , seketika dia tersontak kaget sampai mulutnya ternganga !
Dia kira pemuda yang baik hati ini akan menderita , alhasil dalam beberapa detik , orang - orang itulah yang terpental , pemandangan ini terlihat amat menyedihkan !
" Dia , sungguh hebat ! "
Mata wanita itu berbinar - binar penuh rasa kagum .
" Siapa kamu , beraninya merusak urusanku ! "
Di ranjang pasien masih terduduk sosok yang seperti ketua mereka dan terus meraung.
" Aku adalah seorang dosen dari Universitas Kota Asmenia ! "
Jansen terkekeh kemudian mengangkat tangannya dan langsung melambaikan sebuah tamparan ke wajahnya , " Katakan padaku , apa yang sebenarnya terjadi ! "
" Berani - beraninya kamu memukulku , tahukah kamu siapa aku ! " Pria itu sangat murka sampai urat - uratnya mulai terlihat.
PAK !
Dia langsung mendapatkan tamparan sekali lagi , Jansen menggelengkan kepalanya sambil berkata , " aku benar-benar sial , baru kemarin aku juga bertemu dengan masalah seperti ini ! Benar - benar membuatku kesal saja ! Alhasil kalian juga yang malah menodongkan pistol ke mulut kalian sendiri , tidak bisakah kalian mencari beberapa metode baru ? "
" Kamu ! "
Pria itu langsung mengeluarkan pisau semangka dan hendak mengancam pemuda ini !
PAK !
Tamparan lain langsung meluncur !
" Katakan , ada apa sebenarnya ? "
" Kamu tahu ! "
PAK , PAK , PAK !
__ADS_1
Suara nyaring tamparan tajam terus menggema , membuat pria itu ditampar hingga linglung .
" Aku akan katakan ! "
Dia langsung berteriak dengan keras , " Kami hanya ingin menggunakan luka ini untuk menipu uang kompensasi cedera ! "
" Oke , sekarang kebenaran telah terungkap , apakah ada orang yang merekam ini ? Jika ada , tolong segera hubungi polisi ! "
Jansen kini menarik tangannya dan membantu wanita di sebelahnya untuk berdiri .
" Terima kasih , terima kasih ! "
Wanita itu terus mengangguk berterima kasih , dalam hati dia terkejut , ternyata pemuda ini adalah dosen Universitas Kota Asmenia ?
Tapi kenapa dia belum pernah melihatnya !
" Bocah , apa yang harus kukatakan sudah aku katakan , hati - hati kamu , pada akhirnya air sungai akan berkumpul di laut ! "
Di atas ranjang pasien , pria itu juga tahu kalau sekarang keadaanya telah berbalik . Dia menatap Jansen sengit - sengit , dia hanya tahu kalau bocah ini membawa malapetaka untuknya !
" Pergi ! "
Jansen hanya meremehkan omong kosong pria ini , bagi Jansen , satu - satunya cara untuk mengendalikan orang - orang seperti ini adalah dengan kejahatan , kalau tidak begitu , maka mereka tidak akan tahu siapa bos yang sebenarnya .
Begitu ucapan itu dilontarkan , Jansen langsung menendang ranjang pasien , empat roda ranjang segera berguling dan ranjang pasien segera menggelinding dengan cepat keluar dari gerbang rumah sakit .
Tangan pria itu dengan paniknya menari - nari di udara , akhirnya dia keluar dari gerbang dan menabrak hamparan bunga di seberang jalan .
" Jansen , kamu sudah datang ! "
Rektor David dan Pak Edi datang menghampirinya , setelah menyapa Jansen dengan penuh rasa hormat , mereka langsung membawa Jansen pergi ke lift .
" Bahkan Rektor juga sangat sopan kepadanya , sepertinya dia benar - benar seorang dosen ! "
Ekspresi wajah wanita itu dipenuhi rasa tidak percaya , kemudian dia teringat bahwa pakaian Jansen masih dia kenakan , entah bagaimana dia akan mengembalikanya .
Detik ini , termasuk atasan rumah sakit dan Rektor David yang sedang membuat teh dan berkata kepada Jansen dengan nada yang sangat sopan , " Jansen , untung sebelumnya ada kamu di sini , kalau tidak , kami tidak tahu harus berbuat apa , huh , beberapa para bajingan ini telah melanggar hukum , mereka ternyata sengaja menipu uang kompensasi rumah sakit ! "
" Ada banyak jenis orang dalam masyarakat saat ini , hal ini tidak mengherankan , lain kali jika kalian menemukan hal seperti ini lagi , langsung saja hubungi polisi , tidak usah takut dengan mereka ! " Ujar Jansen seraya tersenyum , dia sudah menghadapi hal semacam ini selama dua hari berturut - turut , tetapi entah kenapa dia masih tidak bisa berkata - kata .
" Ngomong - ngomong , kenapa kalian mencariku ? "
" Jadi begini , minggu depan akan ada orang besar dari ibu kota datang untuk menemui dokter di Kota Asmenia , karena orang ini adalah orang terpenting di ibu kota , oleh karena itu pihak provinsi ingin mengundang para ahli dan profesor Kota Asmenia untuk ikut datang berkunjung , dan kunjungan ini tidak hanya mencakup para dokter di Kota Asmenia , tetapi masih ada juga master nasional yang paling terkenal di Ibukota ! " Pak Edi menjelaskan .
" Dokter tingkat nasional dari ibu kota juga datang ? Asal usul orang besar ini tidak kecil , tapi kenapa mereka malah ingin berkonsultasi dengan dokter di Kota Asmenia ? "
" Ini karena masalah seorang teman asing terakhir kali itu , karena tuan muda Hendry Williams berhasil disembuhkan , dia jadi sangat memuji Pengobatan tradisional di Kota Asmenia , hal inilah yang menarik perhatian para orang - orang besar ini dan segera ingin mencobanya ! "
" Oh , jadi karena itu ! "
__ADS_1
Jansen mengangguk kemudian tertawa , " Baiklah kalau begitu , tolong beri tahu aku jika waktunya tiba ! "
" Ngomong - ngomong , ada satu hal lain , seorang teman ingin mengundangmu , dia ingin berkonsultasi , apakah kamu ada waktu luang ? "
Rektor David mengisi cangkir Jansen dengan teh , kemudian mengedipkan matanya kepada Pak Edi .
Pak Edi dan Professor Oscar juga mengangguk kemudian berbicara , " Iya , jadi putri temanku itu mengidap penyakit genetik yang ditularkan dari keluarganya dan sekarang dia sangat menderita , selama dia bisa disembuhkan , pihak lain berjanji akan mensponsori kami untuk membuka cabang sekolah di tempat lain ! "
" Penyakit genetik ? "
Jansen mengerutkan keningnya dan mencibir , " Apakah itu keluarga Caster ? "
" Iya , bagaimana kamu tahu ! "
Pak Edi dan kedua orang lainnya tersontak kaget .
" Pak Edi , Profesor Oscar , tolong kalian tidak usah ikut campur dalam masalah ini , penyakit yang keluarga Caster derita ini tidak akan aku cek ! "
Jansen dengan tegas menolak , setelah Presdir Martin ini membuat masalah di Aula Xinglin , masih bisa - bisanya dia mencoba menggunakan rasa simpati manusia , dia benar - benar menggunakan semua metode !
Pak Edi dan Profesor Oscar akrab dengan kepribadian Jansen dan percaya kepada etika medisnya , mendengar penolakan tegas darinya , mereka berdua langsung menduga bahwa keluarga Caster pasti sudah memprovokasi Jansen , oleh karena itu mereka tidak mengatakan apa - apa .
Namun Rektor David masih terus membujuk , " Tapi mereka adalah salah satu dari empat raksasa di Kota Asmenia , Jansen , apakah masalah ini tidak dapat diakomodasi lagi ! "
" Rektor David , aku tidak tahu hal apa yang telah dijanjikan oleh Grup Caster kepadamu , tetapi aku tidak akan membuka pintu untuk masalah ini , sudahlah , jika tidak ada urusan lain lagi , aku pamit dulu ! "
Setelah ucapan itu dilontarkan , Jansen bergegas meninggalkan kantornya .
Rektor David menatapnya dengan bingung , kemudian mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Pak Edi beserta yang lainnya , " Bagaimana ini , Grup Caster sudah menyetujui aku untuk membuka cabang sekolah untuk kita ! "
" Rektor David , menurutku sebaiknya kita tidak usah ikut campur dalam masalah ini , jangan sampai kita malah menyinggung Dokter Jansen !"
" Rektor David , menurutku sebaiknya kita tidak usah ikut campur dalam masalah ini , jangan sampai kita yang malah menyinggung Dokter Jansen ! "
Dengan nada datar Profesor Oscar menimpali , " Dengan nama Dokter Jansen di Kota Asmenia sekarang , jikalau kamu menyinggungnya , lantas kamu - lah yang akan menderita ! "
Rektor David mengigit bibirnya dengan wajah yang masam , kemudian buru - buru menelepon Martin , " Presdir Martin , sepertinya masalah ini tidak bisa kami urusi ! "
" Jansen hanyalah seorang dosen di sekolahmu , sebagai rektor , kamu bahkan tidak bisa memerintahnya ? "
" Dia memang dosen , hanya saja identitasnya , huh , sepertinya aku benar - benar tidak bisa melakukannya ! "
" Lantas apakah kamu benar - benar tidak menginginkan cabang sekolah itu ? "
Suasana hati Martin menjadi sangat tidak nyaman , tetapi tepat pada saat itu , telepon Rektor David diambil oleh orang lain , ternyata itu adalah Pak Edi , kemudian terdengar dia berseru , " Presdir Martin , masalah ini tidak bisa kami selesaikan , sekarang kamu bisa mencari orang lain , tetapi aku percaya , sekalipun itu orang terkaya di Kota Asmenia , selebriti ataupun politisi berkekuatan tinggi , jika Jansen tidak ingin memeriksa maka mereka pun tidak akan berguna".
Setelah ucapan itu dilontarkan , tanpa segan - segan memberikan rasa hormat Pak Edi langsung menutup teleponnya .
Dengan emosi yang meledak - ledak , Martin membanting teleponnya , awalnya dia mengira kalau Jansen hanyalah seorang dokter kecil , kalau dia tidak bisa menggunakan cara keras , maka dia akan menggunakan cara lembut . Alhasil mau dia menggunakan cara keras ataupun lembut , Jansen tetap menolaknya mentah - mentah , bahkan seseorang yang terkemuka dalam bidang medis di Kota Asmenia tidak bisa merayu Jansen !
__ADS_1