
"Dokter Jansen, jarummu ini jenis apa?" tanya Alfred yang penasaran.
"pengobatan tradisional memperhatikan lima elemen yang saling berhubungan dan berlawanan. Serta gabungan antara yin dan yang. Jarumku ini adalah delapan jarum yin, yang meningkatkan unsur yin dan menekan unsur yang. Sangat efektif untuk panas dalam tubuh yang berlebihan, seperti panas yang ada di hati, paru-paru dan perut!" kata Jansen sambil tersenyum, "Jika kedua master mau, aku bisa
mengajarkannya kepada kalian!"
"Apa boleh?"
Ernest sudah lama penasaran dengan metode jarum ini.
"Kenapa tidak? pengobatan tradisional adalah budaya nasional. Master Ernest juga seorang Dokter tradisional yang paling bersinar. Master Ernest juga bertanggung jawab untuk mempromosikan pengobatan tradisional. Jika orang yang ahli
dalam pengobatan tradisional bertambah, ini akan menjadi keuntungan bagi masyarakat di Huaxia!" kata Jansen.
Ernest dan Alfred langsung memberikan hormat kepada Jansen.
Jansen sungguh baik hati!
Jansen membawa keduanya ke lantai dua, di mana ada patung model akupunktur. Dia menggunakan patung model itu untuk mengajari mereka.
Setelah kedua orang itu mengerti, Jansen tidak mengganggu... dan berjalan turun... Tiba-tiba dia berkata dengan pelan,"Masih belum puas Melihatnya? Apakah kamu masih ingin terus berpura-pura menjadi pasien?"
Ada banyak pelanggan di Aula Xinglin, tetapi Jansen memandang ke salah satu sudut.
"Matamu sangat tajam, bahkan kamu bisa Melihatku ada di sini!"
Naomi berjalan keluar. Sebenarnya, dia sudah ada di sana dari tadi. Melihat Jansen mengajari Master Ernest, membuatnya tercengang kaget!
Ernest Alfie adalah salah satu pemimpin medis Tradisional di Huaxia. Tapi dia tidak malu untuk bertanya dan belajar keterampilan medis dari Jansen!
"Ada urusan apa? Jika tidak ada, silakan pergi!" kata Jansen dengan datar.
"Jansen, kamu jangan keterlaluan. Aku dengan baik-baik datang menemuimu, tapi kamu malah mengusirku?"
Naomi berkata dengan marah, Jansen sungguh tidak menghargainya!
"Dengan identitas apa kamu datang menemuiku? Jika sebagai putri keempat Keluarga Miller, silakan pergi!"
"Aku, aku datang sebagai seorang dokter!"
"Apa kamu yakin?"
Melihat Jansen bertanya seperti itu, Naomi menjadi sedikit ragu, tapi dengan cepat dia menganggukkan kepalanya, "Aku yakin!"
"Oke!"
Jansen berkata dengan wajah datar, "Karena kamu juga seorang dokter, jadi kamu pasti tahu kalau yang utama bagi seorang dokter adalah pasien. Tapi kamu serakah dan sombong!"
"Aku, aku tidak begitu!" Naomi menghentakkan kakinya kesal.
"Tidak? Lalu Tuan Zion yang tersedak anggur itu apa? Jelas-jelas, bukan kamu yang menyembuhkannya. Kenapa kamu mengaku menyembuhkannya? Kamu sudah dibutakan oleh ketenaran dan kekayaan!"
Kata Jansen menegurnya, "Kamu mudah menjadi sombong, orang hanya memujimu sedikit kamu langsung sombong. Kamu berinisiatif merobek plester salep orang tua itu, yang hampir membuatnya mati!"
__ADS_1
Mendengar omelannya mata Naomi berkaca-kaca, tapi dia tidak bisa menyangkalnya!
Dia merasa sangat sedih!
Dari kecil sampai dewasa, ayahnya tidak berani
memarahinya, bahkan Jessica pun tidak berani. Tapi pecundang ini berani, bahkan memarahinya sampai pikirannya menjadi kacau!
Melihat wajah Naomi menjadi murung, Jansen bertanya lagi "Kamu tidak terima?"
"Aku!"
Dengan identitas Naomi sebagai putri keempat Keluarga Miller, mana mungkin dia bisa terima!
"Tidak masalah jika kamu menolak untuk menerimanya. Saat kamu mengatakan kamu adalah seorang dokter, kamu sudah memikul tanggung jawab. Entah kamu putri keempat
Keluarga Miller ataupun seorang ratu, kamu harus tetap mengutamakan pasien!"
Perkataan Jansen membuatnya terpukul, "Jika kamu salah, kamu harus mengakuinya. Jika kamu tahu salah, kamu harus memperbaikinya, kecuali kamu tidak mengakui dirimu adalah seorang dokter!"
"Aku salah!"
Kata Naomi sambil menggigit bibirnya kesal, lalu dia menangis setelah berbicara.
Jansen menjadi kaget. Dia tidak menyangka Naomi akan mengakui kesalahannya dan menangis!
"Jan, Jansen, aku ingin belajar ilmu kedokteran denganmu!" Naomi ragu-ragu sesaat dan berkata dengan berani.
"Aku, aku serius!"
"Baiklah, pel lantainya!"
"Kamu menyuruhku mengepel lantai?"
Naomi menggertakan giginya kesal, "Aku ini putri besar Keluarga Miller, kamu menyuruhku mengepel lantai?"
"Kamu ingin belajar ilmu kedokteran, tapi kamu masih tidak mau melepaskan egomu?"
Jansen mencibir, "Kalau tidak mau, kamu pulang saja, aku tidak merekrut nona besar!"
"Berani sekali kamu!"
Kata Naomi menggerutu. Ternyata dia meminta Mulin untuk membantunya mengepel lantai.
"Nona, jika Dokter Jansen bisa menjadi gurumu, kamu sangat beruntung. Keterampilan medis Dokter Jansen bukanlah sesuatu yang bisa ditemui di rumah sakit dan tidak semua orang dapat menjadi muridnya!" Mulin berkata sambil tersenyum dan menghiburnya, "Aku seorang dokter terkenal di kota Asmenia. Aku berasal dari keluarga dokter tradisional dan aku juga lulus dari universitas terkenal di luar negeri. Dulu, saat aku meminta Dokter Jansen untuk menjadi guruku, aku bahkan harus berlutut sambil memegang teh!"
"Dan lihatlah Melody, putri dari orang kaya di kota Asmenia, bukankah dia juga membuang statusnya demi belajar kedokteran?"
Mendengar ini, Naomi terkejut dan berkata "Aku tahu, aku hanya tidak suka dengan nada bicara Jansen!"
Selesai berbicara, mereka pun mengepel lantai dengan benar!
Jansen melirik nya, tapi pandangannya mengenai Naomi sedikit berubah. Gadis itu ternyata tidak seegois seperti yang dia bayangkan!
__ADS_1
Saat ini, sebuah mobil audi berhenti di luar. Pintu mobilnya terbuka dan kemudian Mike berjalan menghampiri Jansen dengan gembira!
Jansen kembali teringat akan ayah Mike, tetapi kenyataannya, tidak ada obat untuk membuat orang tidak mati, jadi hanya dapat berusaha memperpanjang hidupnya!
Dia ikut dengan Mike ke rumah sakit, lalu menuliskan beberapa resep obat dan pergi. Dalam perjalanan, Arthur menelepon dan meminta bantuan Jansen.
Jansen menyetujuinya dan menunggunya sebentar pinggir di jalan, lalu masuk ke mobil Arthur.
Di dalam mobil, Arthur menghela napas dengan emosi, "Jansen, Aula Xinglinmu saat ini sudah terkenal di Ibu kota. Dokter Alfred yang terkenal itu dan Kepala medis tradisional Nasional master Ernest secara pribadi ikut mempromosikannya. Pada awalnya saat di pesawat, aku tidak menyangka kamu bisa mencapai prestasi seperti ini!"
"Semuanya karena keberuntungan saja, terima kasih atas bantuan Kak Arthur!"
Kata Jansen dengan rendah hati. Saat itu, ada SMS masuk diponselnya.
Ternyata SMS itu dari Jasper. SMS tersebut mengatakan kalau dia merasa terhormat bisa mengenal bos Grup Dream Internasional, tertanda Jasper Woodley dari Keluarga Woodley!
Sepertinya Jasper mencarinya karena ingin mengancam PT. Senlena!
Jansen hampir tertawa. Jika Jasper tahu kalau orang yang dia mintai tolong adalah Jansen, bagaimana perasaannya?
Dia terlalu malas memedulikannya, Jansen berkata kepada Arthur, "Kak Arthur, bagaimana dengan masalah PT. Senlena-ku?"
"Jangan khawatir, kakak pertamaku sudah mengurusnya, sepertinya nanti siang juga sudah selesai. Lalu PT. Senlena bisa buka seperti biasa!" kata Arthur menenangkannya.
Jansen akhirnya bisa menghela napas lega. Semuanya menjadi sangat mudah jika memiliki koneksi. Baru satu hari setelah PT. Senlena ditutup, sekarang sudah bisa buka kembali. Kalau perusahaan lain, pasti sudah terancam bangkrut.
Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di sebuah rumah yang sepi. Setelah keduanya turun dari mobil, Jansen bertanya dengan kaget, "Kak Arthur, ini?"
"Hehe, teman dekat kakak pertamaku ada sedikit masalah, jadi aku ingin memintamu untuk membantunya!"
"Ternyata begitu!"
Keduanya memasuki rumah itu dan masuk ke aula. Aula itu dihiasi dengan dekorasi kuno dan penuh dengan lukisan kaligrafi di mana-mana. Lukisan-lukisan ini terlihat kuat dan cukup bergaya.
Awalnya Jansen tidak sengaja Melihatnya, tetapi lama kelamaan dia merasa lukisan-lukisan terlihat sedikit tidak biasa.
Terlihat ada seni bela diri dalam lukisan ini.
"Arthur, kamu sudah datang!"
Seorang pria paruh baya yang gagah menyambutnya, di sampingnya adalah Adam Carson.
"Tuan Baldwin, Kak!"
Arthur menyapa keduanya dan memperkenalkan Jansen.
"Arthur, apakah dia dokter yang kau undang itu?"
Pria paruh baya yang gagah itu merasa sedikit ragu. Bukankah dokter ini masih terlalu muda!
"Jangan khawatir, aku bisa menjamin kemampuan medis Jansen. Selain itu, dia juga dokter dari Aula Xinglin!" kata Adam menjelaskan.
Walaupun Aula Xinglin sekarang terkenal, tidak berarti semua mengetahuinya, seperti pria paruh baya itu, yang tidak tahu apa-apa.
__ADS_1