
"Anak Muda, aku adalah komandan yang kamu tembak di bagian kepala saat latihan militer!"
Pria tua itu pun tertawa melihat wajah Jansen dan memarahinya, "Kamu sungguh kejam. Tembakan itu sungguh dahsyat. Kamu bahkan memperdaya para pengawalku untuk keluar dan langsung menyerang mereka ketika mereka kembali. Kamu sangat licik!"
Jansen langsung tertawa.
"Saudara Jansen, dia adalah ayahku!"
Arthur yang berada di sampingnya berkata.
Jansen kembali kaget. "Dia adalah pemimpin Keluarga Carson, salah satu dari delapan keluarga elit? Dia adalah seorang tokoh besar."
Alexander juga tertawa dan berkata, "Jika Arthur tidak memberitahuku, aku juga tidak akan terpikir bahwa kamu adalah suami dari cucu Phillip Miller. Kamu sungguh luar biasa. Kalau Phillip tahu kabar tentang kamu, dia pasti akan sangat bangga!"
Phillip Miller yang dimaksud pria tua itu adalah Kakek Miller.
"Kakek Carson, ada berapa calon Raja prajurit di enam komando daerah militer?" Jansen bertanya dengan penasaran.
"Setiap daerah militer ada enam orang, total tiga puluh enam orang, dan kamu lebih unggul dibandingkan tiga puluh lima orang lainnya!" Alexander Carson menjelaskan, "Oh ya, peringkat pertama dan kedua di antara tiga puluh enam orang itu berasal dari wilayah Militer Huaxia Utara!"
Macan Hitam dan yang lainnya juga ikut merasa bangga mendengar kabar ini.
"Apakah calon Raja prajurit dipilih berdasarkan kemampuan?" Jansen kembali bertanya.
Alexander menggelengkan kepalanya, "Dilihat berdasarkan skor. Skor yang dilihat meliputi kemampuan, prestasi, kontribusi, dan usia! Kamu adalah penembak jitu nomor satu di wilayah Militer Huaxia Utara. Kemampuan yang kamu miliki telah memenuhi syarat. Prestasi kamu selama latihan militer juga sempurna. Kamu berhasil menumpas semua anggota Resimen Tentara Bayaran SKY Axe. Kamu memang pantas mendapatkan peringkat pertama!"
Jansen pun mengangguk. Jansen awalnya mengira bahwa pemilihan dilakukan hanya berdasarkan kemampuan.
Namun, dunia militer bukanlah dunia jianghu. Kemampuan dan prestasi adalah dua hal yang sama pentingnya.
"Bolehkah aku melihat daftar nama calon Raja prajurit?"
"Boleh! Yeni, tunjukkan kepadanya!"
Macan Hitam memperlihatkan sebuah formulir yang berisi daftar nama tiga puluh enam orang. Dokter menduduki peringkat teratas.
Namun, karena ini adalah rahasia setiap daerah militer, nama-nama ini tidak ditulis langsung melainkan diganti dengan menggunakan nama kode.
Peringkat kedua diduduki oleh Tank.
Peringkat kesembilan diduduki oleh Senlena.
Mata Jansen berkedip. Jansen langsung teringat dengan nama PT. Senlena. "Apakah orang ini adalah Elena?"
Kemudian, Jansen juga teringat dengan Aidan Woodley yang merupakan salah satu calon Raja prajurit. Akan tetapi, Jansen tidak kenal dengan nama kode Aidan Woodley.
"Nama kode yang kamu gunakan adalah Dokter. Arthur pernah bilang bahwa profesi kamu adalah seorang dokter!" Alexander menambahkan.
Arthur lanjut berkata, “Ayah, keterampilan medis saudara Jansen sangat luar biasa. Kalau Ayah tidak percaya, silakan coba minta dia periksa Ayah!"
Setelah berkata demikian, Arthur mengedipkan mata ke arah Jansen.
__ADS_1
Jansen pun langsung paham. Dia buru-buru menatap Alexander sambil tersenyum dan berkata, “Kesehatan Kakek Carson sangat Bagus. Sepertinya, ini karena Kakek Carson sering bekerja dan berolahraga!"
"Haha, aku memang seperti itu, sekali tidak bekerja, tubuh akan terasa sakit. Karena itulah, aku tidak mengundurkan diri dari pekerjaan. Aku bekerja setiap hari, dan benar saja, aku sangat bersemangat setiap hari!" Alexander berkata sambil tertawa.
Jansen tahu bahwa generasi tua memang seperti ini. Setelah bekerja keras sepanjang hidup mereka, tubuh mereka akan terasa sakit jika mereka tiba-tiba menikmati kehidupan yang nyaman. Sebaliknya, jika mereka memiliki pekerjaan, mereka malah akan semakin bersemangat.
"Tapi, Kakek Carson sepertinya punya gangguan tidur!" Jansen menambahkan.
"Kamu tahu ini juga?"
Alexander sontak terkejut karena Jansen tidak memeriksa nadi Alexander dan hanya melihatnya sekilas.
“Tentu saja aku tahu. Selain itu, aku juga tahu bahwa Kakek Carson sepertinya agak ..." Jansen mengangguk sambil berkedip mata.
Hanya pria yang paham dengan tatapan mata mereka berdua.
Alexander langsung tersipu malu sambil tersenyum, "Ketika kamu tua nanti, saat kamu ingin melakukannya, terkadang kamu tidak sanggup melakukannya!"
"Ini bukan masalah besar. Aku akan menulis resep untuk Kakek Carson dan memastikan Kakek Carson tidur nyenyak malam ini sampai besok pagi!"
Jansen tertawa dan berkata, "Kalau untuk urusan itu, Aula Xinglin kami punya semacam anggur yang bila diminum satu gelas setiap hari dapat menjamin keperkasaan Kakek Carson. Oh ya, Penatua Jack juga meminum anggur ini!"
"Bagus sekali!"
Alexander pun langsung bersemangat.
Arthur diam-diam merasa khawatir dengan ibunya karena jika ayahnya menjadi perkasa, ibunya akan sulit meladeni ayahnya.
Alexander mengangguk dengan hati puas. Dia pun percaya pada keahlian Jansen.
Seorang pemuda seperti Jansen yang sendirian membunuh pasukan tentara bayaran internasional terkenal memang punya keterampilan medis yang hebat.
Alexander pun mengatakan ini sambil melirik ke arah Macan Hitam, "Apalagi Phillip, dia paling butuh bantuan dokter. Mengenai masalah kamu yang menjadi menantu Keluarga Miller, Arthur sudah menceritakannya. Tenang saja, nanti Kakek akan membantumu!"
Macan Hitam mengerutkan kening dan tiba-tiba berkata, "Aku juga akan membantumu nanti!”
Jansen sangat senang. Jansen mengikuti rencana Penatua Jack hingga berhasil menjalin persahabatan dengan Kakek Carson dan Kakek Palmer yang merupakan bagian dari delapan keluarga elit.
Selain itu, Macan Hitam juga sudah bersedia membantu Jansen. Macan Hitam adalah adik perempuan dari Danial Miller.
"Baiklah, kalian semua sudah boleh pergi, aku ingin membahas sesuatu dengan Jansen!"
Alexander melambaikan tangan dan kerumunan pun bubar. Di dalam ruang perawatan, hanya ada Jansen dan Alexander.
"Kamu tentu sudah tahu tujuan Barrack datang ke Huaxia. Dia datang demi ramuan yang bertuliskan Southwest pharmaceutical. Masalah ini sangat rahasia. Jangan sampai ada orang lain yang tahu!"Alexander berkata dengan serius
Jansen mengangguk lalu berpikir sejenak dan berkata, "Kakek Carson, apakah kamu ingin menyelidikinya?"
"Itu pasti diselidiki!"
Wajah Alexander terlihat sinis, "Sudah lama beredar rumor bahwa di masyarakat, ada orang yang punya barang semacam itu. Namun, belum ada bukti yang ditemukan. Barrack kini punya bukti itu. Sepertinya barang itu sudah beredar di masyarakat!"
__ADS_1
"Kakek Carson, sebenarnya, aku pernah melihat ramuan itu. Ramuan itu dapat mengubah gen di dalam tubuh manusia!"
Jansen pun bercerita tentang pabrik yang ditinggalkan dan kejadian saat Chris diserang.
"Apa?"
Raut wajah Alexander berubah drastis, "Apakah ramuan itu berdampak besar terhadap gen manusia?"
Alexander menyipitkan matanya. Jika pasukan asing memiliki ramuan itu, bukankah mereka akan menjadi pasukan biokimia?
"Menurut informasi yang aku terima saat ini, Keluarga Woodley punya keterkaitan dengan ramuan itu!" Jansen lanjut berkata.
Alexander terdiam sejenak lalu berkata, "Keluarga Woodley adalah keluarga yang sangat berpengaruh. Dan ini kelihatannya masih puncak gunung es. Kita tidak boleh gegabah. Sementara, jangan ungkit dulu masalah ini. Kamu juga jangan ceritakan masalah ini kepada orang lain!"
"Baik!"
Jansen mengangguk.
Setelah melakukan percakapan singkat, Jansen baru tahu bahwa ternyata Keluarga Woodley jauh lebih besar daripada yang dibayangkan Jansen. Apalagi, Keluarga Carson berada di atas Keluarga Woodley dalam urutan delapan keluarga elit, sehingga Jansen tidak dapat berbicara banyak. Ini juga membuktikan bahwa Keluarga Woodley masih punya pelindung di belakang mereka.
Tak lama berselang, seorang perawat membawakan makanan. Jansen kebetulan sangat lapar dan langsung melahap makanan itu.
Sayangnya, ramuan obat dan jarum peraknya masih tertinggal di barak, kalau tidak, Jansen dapat membuat beberapa pil penyelamatan, sehingga Jansen dapat pulih lebih cepat.
Tiga hari kemudian, Jansen pulih sepenuhnya dan berjalan keluar ruang perawatan. Matahari bersinar terang di luar. Suara serentak para tentara yang sedang berlatih di lapangan olahraga terdengar dari kejauhan.
"Jansen!"
Anggota Tim Macan datang.
Meskipun Jansen baru bergabung dengan Tim Macan, tetapi Jansen telah menggunakan kemampuan yang Jansen miliki untuk menaklukkan mereka, sehingga mereka sangat menghormati Jansen.
"Bos, Apa kabar? Kamu tampak beda!"
Amanda yang menggunakan tongkat langsung berlari ke arah Jansen.
Lengan Glenn dipasang gips, dahinya juga diperban dengan kain kasa.
Mereka tidak terluka parah seperti Jansen, tetapi mereka malah pulih lebih lambat daripada Jansen.
"Kamu yang bernama Dokter?"
Seorang pria berbadan kekar dan tegap setinggi dua meter yang ikut datang dengan Tim Macan memiliki aura yang istimewa.
"Ini siapa?"
Jansen juga menatap pria itu.
Seorang Master!
Dia memiliki kemampuan Master tingkat Bumi.
__ADS_1
Selain itu, dia juga memiliki keterampilan eksternal yang hebat dan Qi yang kuat.