Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1319. Layaknya Harimau Bersayap


__ADS_3

"Kalian Cabang Gunung Salju Pergi benar-benar keterlaluan!"


Melihat Jansen membunuh mayat hidup dalam jumlah besar, murid sekte Rizhao pun mulai panik.


"Yaah ... aku memang keterlaluan, apa masalahnya!?"


Jansen terus menebas mayat hidup yang tersisa di depan murid sekte Cabang Rizhao.


"Ingat ini! Namaku Jansen, suami Elena dari Cabang Gunung Salju Peri!"


"Kalian mau terima atau tidak, tidak masalah bagiku. Kalau ingin menyalahkan, salahkan kalian kenapa begitu lemah!"


Lima belas menit kemudian, mayat hidup yang muncul dari celah gunung pun habis terbunuh.


Murid sekte Rizhao pun hampir dibuat pingsan. Pria itu benar-benar kuat!


Meski marah, tapi mereka juga terkejut dengan kekuatan yang Jansen tunjukkan. Satu tebasan mampu membunuh satu mayat hidup, basis kultivasi macam apa itu!?


Apa mungkin Jansen adalah seorang dengan tingkatan Ranah Celestial tingkat keempat?


"Maaf, mayat hidup yang kalian punya sudah habis!"


Pada saat ini, Jansen menyimpan kembali pedang bayangannya. Kemudian, dia membawa serta Preston dan Deliza pergi dari lokasi.


Ada keheningan singkat di celah gunung ini. Tak lama kemudian, muncul kata-kata makian terucap dari mulut cabang Rizhao. Bahkan, tidak sedikit yang sedang menyesali perbuatannya.


Sebelumnya, beberapa orang barusan hanyalah sekedar lewat saja. Tapi karena takut buruan akan direbut, jadi mereka ingin mengusir beberapa orang itu.


Tapi hasilnya?


Semua buruan mereka telah habis dibunuh. Ini adalah akibatnya mulut yang kurang ajar!


"Suami Elena benar-benar kuat!"


"Menurutku itu normal, secara Elena termasuk wanita yang sangat cantik. Kalau suaminya tidak kuat, mana mungkin bisa mempertahankan istri sepertinya!"


"Kenapa dia datang ke istana awan? Aku merasa, dengan masuknya dia ke dalam Cabang Gunung Salju Peri, mereka akan naik peringkat, layaknya harimau bersayap!"

__ADS_1


Lagi-lagi mereka saling berkomentar satu sama lain. Mereka merasa Jansen adalah seorang maniak yang selalu memanjakan istrinya. Meski begitu, tapi dia tetap memiliki aura raja yang mendominasi, sangat kuat!


Di sisi lain, Jansen dan yang lainnya terus melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan, mereka juga sering berhadapan dengan mayat hidup.


Teknik Xuan yang Jansen miliki benar-benar mengerikan. Sihir Daoist pun dia gunakan saat ini!


Cakra Bumi!


Kompas Fengsui Leluhur terbuka dan berubah menjadi sebuah baju zirah. Bergerak dari dalam tanah dan menyerang pasukan mayat hidup. Dalam sekejap, puluhan mayat hidup pun terkapar tak berdaya.


Sihir Daoist sangat efektif jika digunakan saat melawan roh jahat. Tapi, juga cukup efektif saat digunakan untuk melawan mayat hidup atau sejenisnya.


Alasan utamanya karena mayat hidup tak sebanding dengan Zombie yin kebencian, apalagi dengan Darah Raja Mayat Berdarah dan juga mayat pria tua.


"Ini!"


Melihat pemandangan yang ada di depannya, Deliza pun terkejut sampai dibuat lupa untuk bernapas.


Benar-benar kecepatan yang luar biasa!


Ini seni sihir atau keterampilan bela diri?


Saking senangnya, Preston pun bergetar saat ini. Tapi, dia telah bersama Jansen selama periode tertentu, dia tahu Jansen tidak mengandalkan keterampilan bela diri untuk membunuh para mayat hidup dalam jumlah besar, melainkan mengandalkan teknik Xuan.


Jelas-jelas Jansen berasal dari dunia Sekuler. Tapi, mampu memiliki keterampilan bela diri yang tinggi, teknik Xuan nya juga sangat tajam. Dan menurut desas-desus yang beredar, teknik pengobatannya bahkan lebih luar biasa lagi.


Orang seperti Jansen tentu saja sangat langka keberadaannya, meski dikatakan saat ini mereka berada di sekte tersembunyi. Tapi, kenapa dia rela tinggal di dunia yang Sekuler seperti itu?


"Setelah menyeberangi gunung yang ada di depan, kita sudah sampai!"


Pada saat ini, Deliza menghentikan langkah kakinya dan menunjuk ke arah kejauhan.


Jansen hanya mengangguk, dia terlalu malas menghiraukan Deliza. Dia pun terus membawa Preston pergi.


Saat melihat kepergian Jansen, raut wajah Deliza terlihat makin suram. Dia lantas segera pergi dari lokasi.


Dia harus memberi tahu Penatua Yohan mengenai berita ini. Posisi Cabang Sungai Selatan akan terancam karena kehadiran Jansen.

__ADS_1


Jansen dan Preston terus melanjutkan perjalanan mereka. Dari kejauhan, mereka mampu mendengar suara gemuruh dari arah depan.


Namun, jika dibandingkan dengan perjalanan barusan, suara yang ada di sini sedikit lebih kecil. Sepertinya, jumlah mayat hidup di wilayah tenggara benar-benar sedikit. Jika terus seperti ini, maka Cabang Gunung Salju Peri akan tetap berada dalam posisi terbawah.


Sebenarnya Jansen tidak peduli dengan semua itu, tapi dia hafal betul dengan perangai Elena. Istrinya adalah seorang yang kuat dan berambisi. Karena dia sudah memutuskan untuk menjadi murid sekte Yuhua, maka dia akan bersaing sekuat tenaga.


Demi kebahagiaan istrinya, tentu saja Jansen akan memberikan banyak bantuan padanya.


"Kak Jansen, kita juga tidak boleh kalah!"


ucap Preston sedikit cemas.


"Tidak perlu khawatir, selama istriku mau, jangankan mayat hidup, raja mayat sekalipun pasti akan aku bunuh!" sahut Jansen dengan santai.


Preston seolah sedang menghirup udara dingin saat ini. Diam-diam dia mengagumi kesenangan Penatua Rain. Selama Elena masih menjadi murid sekte Yuhua, pria kuat seperti Jansen ini akan tetap menjadi milik mereka!


Dan yang terpenting, sosok Jansen sangatlah memanjakan istrinya, menuruti semua apa yang istrinya mau!


Pada saat ini, di dua puncak kecil yang ada di kejauhan, tampak dua sosok sedang berdiri berlawanan. Mereka saling menatap satu sama lain, memicu sebuah percikan api yang tak terlihat.


Angin di sekitar begitu tenang, auranya cukup menekan.


Dua orang itu memiliki usia yang cukup muda. Jika dalam dunia Jianghu, atau bahkan di dunia Sekuler, mereka berdua terlihat seperti master bela diri yang mampu melawan pasukan khusus seorang diri.


"Jiro, murid dalam Sekte Yuhua cabang gunung salju peri, pernah menjadi murid sekte luar nomor satu. Menjadikan amarah sebagai bahan latihan. Basis kultivasi Ranah Celestial tingkat keempat, tapi mampu mengalahkan kultivator Ranah Celestial tingkat kelima!"


sahut seorang pria berdiri di atas puncak sebelah kiri. Tatapan matanya tersimpan niat bertarung yang sangat besar.


"Arson, murid sekte cabang Hongland, kekuatannya berada di urutan kedua setelah Kak Senior Cassia, seorang genius yang paling terkenal di sekte Yuhua!"


ucap salah seorang pria yang lain di sudut yang berbeda.


Di kejauhan, banyak orang yang juga menonton pemandangan ini. Mereka semua tahu jika kedua orang itu adalah master dengan kekuatan yang luar biasa.


Dalam cabang, status mereka berada tepat di bawah Kakak senior.


Saat ini, mereka saling menyerang satu sama lain.

__ADS_1


"Arson, ini adalah wilayah tenggara, area khusus untuk cabang Gunung Salju Peri!"


"Hehe, terbukanya gerbang perunggu kali ini menjadi pusat perhatian bagi sekte pusat. Jadi, tidak ada namanya pembagian wilayah. Siapa pun yang mampu membunuh mayat hidup lebih banyak dan melindungi kedamaian yang ada di Gunung Kunlun, maka dialah pemenangnya dan berhak mendapatkan hadiah sekte pusat!"


__ADS_2