Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1418. Kenapa Tidak Bisa


__ADS_3

"Setelah keluar dari sini, mau tinggal di mana itu sudah bukan urusan kita lagi, yang jelas akulah pemilik rumah ini dan berhak untuk menyuruhmu keluar, kalau kamu tidak mau pergi, aku akan memanggil polisi!"


Kali ini Jansen pun ikut bicara.


"Panggil polisi, coba panggil polisi!"


Mereka tidak takut sama sekali, "Kami telah tinggal di sini selama lebih dari sepuluh tahun, tetangga di sini semua tahu tentang kita, kalau masalah ini menjadi besar, lihat saja siapa yang akan dibela!"


"Lagi pula kita tidak akan pergi!"


Menantu Pak tua itu menyolot.


Jansen tertawa.


Kalian hanya menjaga rumah orang, tapi sudah menganggap itu rumah sendiri?


Jangan banyak bicara dengan orang yang suka mengelak begini, lebih baik langsung lapor polisi saja.


Mereka bertiga benar-benar tidak takut, bahkan berteriak-teriak menarik perhatian orang sekitar.


"Kami sudah tinggal di rumah ini lebih dari sepuluh tahun, orang-orang ini datang untuk mengusir kita, katanya akan ada renovasi pemulihan unit peninggalan budaya yang sungguh tidak masuk akal!"


"Dik, kamu tahu sendiri kan, kita sudah sepuluh tahunan bertetangga!"


Pak tua itu terus mengoceh.


Para tetangga menyalahkan Jansen dan orang tiga lainnya, mereka tidak tahu siapa pemilik asli istana ini, tetapi keluarga lelaki tua itu tinggal di sana lebih dari sepuluh tahun, jadi mereka merasa itu memang milik lelaki tua itu.


Apalagi dulu Pak tua itu memberi tahu semua orang bahwa ini adalah rumah leluhur mereka, dan semua orang makin memercayainya.


"Apakah mereka benar orang resmi? Pembongkaran tanpa ganti rugi, kita tidak mau pindah!"


"Betul, lihat saja apa yang bisa mereka lakukan, kalau kalian tidak mau pindah!"


"Pak Yoyo, kami mendukungmu!"


Banyak orang tua-tua ikut bersuara.


Cindy dan Patricia menjadi geram.


Dulu dia pernah membaca berita, ada orang menyewa rumah hingga belasan tahun, lalu mereka mengaku bahwa rumah itu milik mereka sendiri, tak disangka hal ini benar-benar nyata terjadi dalam kehidupannya.


Kalau kedua belah pihak adalah rakyat biasa, pasti prosesnya akan sulit dan akan memakan waktu lebih dari sepuluh tahun.


Namun, mereka bertiga bukanlah orang yang biasa, selama prosedurnya benar, mereka tidak akan membiarkan pihak lain bertindak sesuka hati.

__ADS_1


Saat ini, mobil polisi tiba, bahkan ada orang dari pengadilan.


"Siapa takut!"


Lebih dari belasan mobil parkir di depan gerbang, Pak tua itu masih percaya diri.


"Kamu adalah Yoyo, 'kan? Sekarang rumah ini milik Jansen, kamu harus segera pindah!"


Seorang pria dari pengadilan mendekat dan mengeluarkan beberapa dokumen, "Ini bukti kepemilikan rumah, kalau keberatan silakan mengajukan banding, tapi saya pribadi menyarankan tidak perlu membuang-buang uang, karena ujung-ujungnya kamu pasti kalah!"


"Lihat, pejabat menindas rakyat!"


Lelaki tua itu duduk di tanah sambil meraung-raung.


Putra dan menantunya juga ikut-ikutan menangis, hanya orang bodoh saja yang menyerahkan rumah istana senilai 200 juta yuan.


"Pak Polisi, pasti ada kesalahpahaman, Pak Yoyo dan keluarganya sudah tinggal di sini lebih dari sepuluh tahun!" ujar seorang tetangganya.


"Padahal kami punya berkas, setelah reformasi dan pembukaan, rumah istana ini dibeli oleh seorang bermarga Yiwon, lalu meminta Yoyo untuk menjadi penjaga rumah istana itu, tapi sekarang rumah istana dialihkan atas nama orang lain, tentu saja pemilik rumah berhak meminta Pak Yoyo untuk pindah!"


Seorang pria dari pengadilan dengan sabar menjelaskan, "Semuanya ada bukti nyata, tidak bisa semena-mena mengatakan ini milikmu karena telah tinggal di sini selama lebih dari sepuluh tahun!"


Lalu dia mengeluarkan selembar kertas yang sudah menguning ada tanda tangan Pak Yoyo.


Tetangga di sekitarnya perlahan mengerti situasinya, jadi mereka tidak bisa berkata-kata lagi.


"Semuanya, tolong aku!"


Lelaki tua itu mengalihkan pandangannya ke orang-orang di sekitarnya, "Tolong masukkan surat kabar, pejabat ini menindas rakyat jelata!"


Sayangnya, tidak ada yang membantunya.


Bukti-buktinya lengkap, hingga informasi rumah kediaman leluhurmu, bagaimana aku bisa membantumu!


Ketika lelaki tua itu melihat tidak ada yang membantunya, ekspresinya begitu jelek, dia berteriak marah-marah, "Pindah ya pindah, jangan salahkan aku kalau rumah ini tidak bisa sembarangan ditinggali, jangan sampai memakan korban baru!"


Setelah mengatakan itu, dia masuk ke dalam rumah membereskan barang-barang.


Orang-orang di sekitar teringat akan suatu rumor, diam-diam pergi meninggalkan tempat itu.


"Tuan Jansen, aku akan menyerahkan rumah ini kepada kalian!"


Setelah pengadilan selesai menyerahkan berkas kepada polisi, mereka juga pergi.


Sekitar setengah jam lebih, gerbang besar yang tadinya ramai hanya tersisa Jansen bertiga. Saat ini, Pak tua menatap mereka bertiga sambil berjalan keluar dengan barang-barang yang dipikulnya, kemudian pergi.

__ADS_1


Pandangan Pak tua itu, terasa aneh seakan-akan penuh misteri.


Cindy dan Patricia merinding, tetapi mereka juga menjadi tertarik.


Setelah Jansen memasuki rumah istana itu, dia merasa halamannya begitu luas sekali dan terasa sedikit dingin.


"Ini awal musim panas di selatan, seharusnya udaranya panas, tapi kenapa agak dingin?"


Ternyata Cindy pun merasakannya.


"Ini dipengaruhi oleh letak dan bentuk bangunannya, yang menjadikan siklus udaranya bagus dan terasa sejuk!"


Jansen tersenyum, dia jalan-jalan mengitari halaman dengan Cindy, terlihat ada sekitar seratus kamar, dan juga danau, bisa dibayangkan betapa ramainya tempat ini di zaman dulu.


Berbeda dengan sekarang, rumput liar belantara, kamarnya sudah lama tidak ditempati sehingga, penuh debu dan jaring laba-laba, memberi kesan hancur berantakan.


"Pantas saja tidak ada yang tinggal di sini, kalau aku di suruh tinggal di sini pun aku tak mau!"


Patricia menghela napas, dalam hatinya ini mengerikan sekali, rasanya hanya hantu yang tinggal di sini.


"Padahal dari segi metafisika, pencahayaannya sangat baik, matahari bersinar sepanjang hari dan malam juga terlihat cahaya bulan yang indah, cocok untuk ditinggali!" kata Jansen sambil tersenyum.


"Benarkah? Kenapa aku merasa bagaikan rumah hantu!" ucap Patricia .


Jansen menggelengkan kepalanya, "Itu karena tempat ini sudah lama tidak dirawat dan dibersihkan, lagi pula ada beberapa benda yang seharusnya sudah tidak perlu lagi, karena aku memilih tempat ini, aku akan menata ulang tempat ini!"


Setelah itu, dia meratapi tiga apartemen di seberang jalan, dan senyuman di bibirnya menjadi makin lebar.


"Omong-omong, aku berencana menginap di sini malam ini, bagaimana dengan kalian?"


"Menginap di sini? malam ini?"


Cindy menatap Jansen dengan mata terbelalak.


"Kalau begitu kembalilah ke hotel!"


Jansen memasuki ruang tamu terbesar di istana itu, mereka bertiga semua tinggal di sini, kebersihannya boleh dibilang cukup bersih, tapi anehnya begitu banyak kamar, tapi Keluarga Yoyo tidak tidur di kamar malah tidur di ruang tamu dengan tiga ranjang terpisah.


Cindy dan Patricia menundukkan kepala sambil berdiskusi akhirnya mereka memutuskan untuk tetap tinggal bersama di ruang tamu.


"Jansen, malam ini kita akan menginap di sini juga!"


"Nona-nona, jangan begitu, tempat ini belum dibersihkan, banyak nyamuk, dan tidak senyaman tinggal di hotel!"


Jansen memberi tahu alasan mengapa dia mau tinggal di sini adalah karena dia berencana untuk membereskan rumah istana ini.

__ADS_1


Keluarga Miller akan segera pindah ke sini, dan nanti Elena akan menjalani perawatan di sini, jadi harus dibersihkan.


"Kalau kamu bisa tinggal, mengapa kita tidak bisa? Jangan meremehkan wanita di zaman sekarang!" kata Cindy.


__ADS_2