Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 836. Ke Laut!


__ADS_3

"Aku akan melawanmu!"


Pada saat itu Ninja Super muncul. Dia membawa pisau ninja dan menatap Jansen dengan kesal.


Tidak mungkin kalau dia tidak ikut turun tangan, karena jika dia tidak muncul Jansen akan membunuh semua orang-orangnya!


"Akhirnya kamu keluar juga?"


Jansen menatap Ninja Super itu dengan acuh tak acuh, "Apa kamu mengganti pisau mu dengan yang baru?"


"Berengsek!"


Ninja Super itu berteriak marah. Sebelumnya Jansen sudah mengambil pisau nya. Ini adalah aib bagi para ninja!


"Selain mengutuk brengsek, kamu tidak punya cara mengutuk lainnya? Apa pemikiranmu begitu kaku?" Jansen menggelengkan kepalanya dan tersenyum, "Apalagi kamu hanya tersisa satu tangan, bagaimana kamu bisa melawanku?"


"Aku ingin menantangmu. Aku ingin menantangmu seperti seorang kesatria!"


Ada tekad yang kuat di wajah Ninja Super itu.


"Jika kamu ingin bertarung, bertarung saja, tapi kamu tidak layak bertarung sebagai kesatria!"


pedang Jansen diarahkan ke Ninja Super itu dan matanya penuh dengan api perang.


Di daerah Huaxia, keberadaan para Master dunia jianghu dapat ditoleransi, tetapi para Master asing tidak diizinkan untuk mati di sini!


Pelanggar, bunuh tanpa ampun!


"Mati kau!"


Ninja Super itu menggunakan jurus gerakan super untuk mendekati Jansen dengan cepat.


Tank dan yang lainnya berhenti bertempur, dengan cemas Felicia bertanya pada Ice Blade, "Apa Jansen bisa menang?"


Mereka semua tahu akan sulit memutuskan yang menang atau yang kalah dalam tugas kali ini!


"Aku tidak tahu!"


Ice Blade tiba-tiba menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu adalah Ninja Super. Aku sudah membunuh banyak ninja, mungkin lebih dari sembilan puluh tapi aku tidak pernah bertarung melawan Ninja Super karena mereka memiliki


peringkat Surgawi tinggi!"


"Apa yang mereka latih bukanlah energi Qi, tetapi Kekuatan yang aneh yang juga sangat kuat!"


"Apalagi kualitas bertempur mereka, refleks, kelincahan dan daya ledak mereka semuanya sangat kuat. Hal yang paling mengerikan adalah mereka memiliki tekad seperti kesatria!"


Mendengar ini Felicia berkata dengan cemas, "Jadi apa Jansen ada dalam bahaya? Bagaimana kalau kita membantunya?"


"Tidak bisa, ini bukan pertempuran individu lagi. Ini adalah pertarungan kehormatan antara seni bela diri Huaxia dengan Ninja!"


Ice Blade menghentikannya dengan suara dingin, "Jika kita ikut campur, ini akan membuat Jansen dipermalukan!"


Wus!


Tiba-tiba cahaya dingin melintas, terlihat Ninja Super yang awalnya menyerang Jansen, tiba-tiba menyerang Ice Blade!


Gerakannya aneh, seperti ada kloningan yang tidak terhitung jumlahnya dengan cepat dia melewati Ice Blade.


"Sial!"


Ice Blade tercengang dan langsung bereaksi. "Felicia,


hati-hati!"


Dia mengutuk dalam hatinya, "Ninja Super ini, mulutnya berkata semangat kesatria, tapi dia menyerang yang lemah. Dia ingin menggunakan Felicia untuk mengalihkan perhatian Jansen!'

__ADS_1


Rendahan!!


"Yang menang adalah Raja, yang kalah adalah pecundang!"


Teriak Ninja Super itu dan dengan kesal dia menebas Felicia dengan pisau ninjanya.


Namun saat ini, cahaya dingin menyambar. Itu adalah pedang Bayangan!


pedang ini seperti bayangan malam, membunuh orang tanpa terlihat!


Merasakan aura membunuh gerakan Ninja Super itu pun tiba-tiba berhenti. Dia melihat ada pedang melesat melewatinya, masuk ke dalam kontainer di kejauhan dan menatap di sana!


Bruk!


Baru setelah itu Felicia kembali sadar dan terduduk di tanah!


Melihat pria di kejauhan, dia tahu kalau Jansen


menyelamatkannya dua kali!


Sulit baginya untuk menggambarkan perasaan di hatinya dengan kata-kata. Dia hanya merasa kalau Jansen seperti payung raksasa yang melindunginya dari angin dan hujan, melindunginya dan bahkan melindungi Huaxia!


Ini benar-benar Dewa Perang Huaxia!


"Hahaha, gerakanmu saja tidak sebagusku. Hanya saja teknik pedang mu sangat kuat. Kita lihat saja bagaimana kamu akan bisa bertarung tanpa pedang!"


Tiba-tiba Ninja Super itu tertawa keras dan menyerang Jansen.


Sebelumnya satu lengannya sudah dipotong oleh Jansen, dia tahu kalau pedang Jansen sangat tajam. Jadi sebelumnya, dia hanya menggunakan pedangnya untuk mengelabui Jansen!


"Jansen, hati-hati!"


Mereka semua mengerti maksud Ninja Super itu dan mereka ingin membantu, tetapi kecepatan mereka tidak secepat Ninja Super itu.


Tim Naga Terbang di kejauhan juga berteriak. Mereka tidak menyangka Ninja Super itu begitu rendahan. Tak disangka demi menang dia menggunakan metode curang.


Saat ini wajah Jansen terlihat suram dan dia berdiri mematung.


"Apa tidak ada jalan keluar?"


"Dokter, kamu juga seorang tokoh internasional yang terkenal sekarang. Sayangnya kamu akan mati di tanganku. Aku akan menginjak reputasimu dan mengguncang dunia!"


"Aku mau lihat bagaimana kamu melawanku tanpa menggunakan pedang!"


Ninja Super itu sudah sampai di depan Jansen dan menebas ke bawah dengan marah.


Tapi saat ini Jansen akhirnya menyerang!


Dia juga tidak menggunakan jarum perak!


Sebaliknya dia mengulurkan satu tangannya, seolah-olah dia ingin meraih pisau Ninja Super itu!


"Bodoh!"


Ninja Super itu berteriak, dia merasa Jansen bodoh. Dia bisa memotong tangan Jansen menjadi dua dengan sekali tebas.


Bruk!


Tapi adegan berikutnya tidak seperti yang dia bayangkan!


Pisaunya terhalang oleh sesuatu dan sulit untuk dipotong!


Yang diketahui kalau Pisau itu yang sangat kuat. Itu berasal dari keluarga terkenal di negara Matahari, yang bisa digunakan untuk memotong besi dengan mudah.


Dia tiba-tiba mendongak, kemudian melihat kejadian yang tak terbayangkan dalam hidupnya!

__ADS_1


Itu api!


Gumpalan api, menahan Pisau nya!


Hal yang paling menakutkan adalah tak disangka Pisau nya meleleh!


"Siapa bilang aku tidak bisa membunuhmu tanpa pedang!"


Suara Jansen terdengar tenang. Setelah pisau yang ada di atas kepalanya meleleh, telapak tangannya mendarat di bahu Ninja Super itu.


"Yang paling kuat di dunia adalah seni bela diri Huaxia!"


Setelah berbicara, dia berjalan menuju pedang Bayangan.


Ninja Super itu tidak bergerak. Pupil matanya mengecil, dia membiarkan kobaran api membakar pundaknya.


Api?


Dia bisa membuat api di udara yang tipis? Apa ini sebuah kekuatan teknologi? Atau itu kemampuan supranatural!


Ketika dia sadar, dia menyadari kalau api itu tidak bisa padamkan ⁷ dan tubuhnya secara bertahap terbakar habis.


Seluruh dermaga itu menjadi sunyi. Bukan hanya Tim Naga Terbang dan yang lainnya, bahkan para ninja yang tersisa pun membeku.


Mereka terdiam seribu kata!


Dokter Dewa Perang!


Ngung!


Saat itu terdengar suara bising sebuah kapal pesiar besar dan sebuah kapal pesiar besar di dekat dermaga terlihat berlayar ke luar.


Ini kapal pesiar yang hendak dicari Jansen dan yang lainnya.


Di atas kapal pesiar, ada dua sosok berdiri di sana dan menatap Jansen dengan dingin.


Keduanya berpakaian hitam dan putih, dan yang berjas putih adalah Luciano. Dia tersenyum sambil mengangkat kotak di tangannya ke arah Jansen di kejauhan, kemudian berbalik badan pergi!


Hanya saja dia tampaknya bangga, tetapi saat dia berbalik badan wajahnya terlihat sangat mengerikan.


Dia tidak pernah menyangka jika dua resimen tentara bayaran dan prajurit ninjanya yang telah disewa dengan uang yang banyak benar-benar dihabisi oleh Jansen dan yang lainnya. Itu membuatnya terpaksa untuk melaut lebih awal.


agar tidak mengganggu transaksi.


Pria berbaju hitam itu memakai topeng. Dia menatap Jansen dengan mata dingin dan berbalik pergi.


"Mereka mau kabur, kejar!"


Ice Blade bereaksi dan berteriak dengan cemas.


Jansen baru saja mengambil pedang Bayangan dan wajahnya langsung muram.


Dia tidak menyangka kalau orang di balik layar sebenarnya adalah Luciano!


Meskipun dia sudah lama menduga kalau Luciano terkait dengan ramuan gen itu, tapi dia tidak menyangka orang dibelakang itu semua memiliki jabatan setinggi itu dalam organisasi.


Dan sekarang Luciano terlihat histeris, dia merelakan segalanya untuk melarikan diri dari Huaxia!


"Tidak ada kapal di sekitar, mereka menghancurkannya dan kecepatan kapal pesiar itu terlalu cepat!"


kata Felicia yang saat ini berlari menghampirinya.


"Di mana polisi laut?"


tanya Jansen. Pasukan kompi sudah datang. Selama mereka bisa mengulur sedikit waktu, Luciano pasti tidak akan bisa melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2