
"Aku baru saja bertanya, katanya polisi laut sudah dibunuh dan sistem pemantauan sudah dihancurkan. Dan juga ada kapal besar yang menunggu kapal pesiar di laut lepas. Selama
mereka melarikan diri dari laut lepas, kita tidak punya hak untuk menangkap mereka!" Felicia berkata mendesak.
"Sial!"
Jansen tidak bisa menahan diri untuk tidak memaki.
Boom!
Namun saat ini terdengar suara gemuruh. Terlihat sebuah kapal pesiar mendekat dengan cepat dan hanya ada satu orang yang mengemudikannya. Ternyata itu Elena.
Setelah melihat Jansen, Elena menjadi sangat bersemangat. Ternyata Penatua Jack tidak membohonginya, Jansen masih hidup.
"Cepat naik, Penatua Jack dan yang lainnya juga datang. Mereka berada di belakang!"
Elena melambai ke arah Jansen, kapal pesiar itu belum berhenti di pantai.
Jansen, Ice Blade dan yang lainnya langsung berlari menghampirinya dan melompat masuk ke atas kapal pesiar itu.
Felicia tidak memiliki keterampilan seperti ini dan hanya bisa menonton dari pantai. Di dalam hati dia merasa sedih, jika saja dia memiliki seni bela diri seperti itu, dia bisa terus bertarung bersama Jansen.
Entah kenapa, perasaan bertarung berdampingan dengan Jansen sangat mengasyikkan dan tak terlupakan.
Kapal pesiar itu dengan cepat mengejar kapal pesiar musuh.
Di atas kapal pesiar, Elena membiarkan Tank mengemudikan kapal pesiar itu, lalu Elena menatap Jansen dengan cemas, "Apa kamu baik-baik saja?"
"Baik-baik saja!"
Jansen tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Melihat Elena baik-baik saja, dia sebenarnya juga merasa lega!
"Wah kakak ipar, kamu sangat tidak adil. Kenapa kamu hanya bertanya keadaan bos?" Tank berkata dengan sedih sambil mengemudikan kapal pesiar itu.
"Oke oke, kalian semua baik-baik saja?"
Elena tertawa dan memarahinya.
"Baik-baik saja, selama ikuti bos, tidak akan ada apa-apa!" kata Tank sambil tertawa.
Wajah Elena langsung terlihat aneh. Sejak kapan Tank menyebut Jansen sebagai bosnya?
Jansen juga sangat tertekan. Dia tidak tahu begitu jelas mengenai masalah ini.
"Kamu terluka!"
Kemudian Elena melihat pakaian Jansen yang berlumuran darah. Perasaannya yang baru saja meras lega kembali sesak.
Jansen terluka karena anak panah ninja tadi. Meskipun dia sudah mengobatinya, tapi dia hanya asal mengobatinya.
Ditambah dengan pergerakan yang intens, luka itu kembali terbuka.
"Tidak ada yang serius. Mari cegat H12 dulu!" Jansen menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Elena tiba-tiba merasa sedih. Ketika dia mengingat saat Jansen memberitahunya untuk waspada terhadap Tissa, namun dia tidak memercayai perkataan Jansen, dia pun merasa makin malu pada Jansen.
"Kalian semua sudah berjuang keras. Sayangnya, aku tidak bisa bertarung denganmu!" kata Elena menambahkan.
Melihat tatapan sedih Elena, Jansen tidak bisa menahan untuk tertawa, "Sebenarnya, kamu baru saja menyelesaikan tugas penting, yaitu melindungi H12. Tanpa dirimu, bagaimana kami bisa bertarung tanpa beban!"
Perasaan Elena menjadi lebih baik. Sebenarnya dia merasa lega dipuji oleh Jansen.
"Sudah makin dekat!"
Jansen kembali berjalan di depan kapal pesiar, memandangi kapal pesiar megah itu di kejauhan.
Angin yang datang menerbangkan rambut panjangnya, tapi wajahnya masih tegas.
Elena terus menatap Jansen, tapi untuk pertama kalinya dia menyadari kalau mantan suaminya sangat tampan!
Dia juga berjalan mendekat dan menggenggam tangan Jansen. Dia tersenyum dan berkata, "Jansen di Kota Asmenia sebelumnya, aku hanyalah seorang polisi, sedangkan kamu
adalah seorang dokter. Aku tidak pernah berpikir kalau suatu hari, kita bisa menjadi pusat perhatian seperti ini!"
"Ya!"
Jansen menghela napas dan mengangguk. Dulu dia hanya pecundang, tapi sekarang pecundang itu sudah menjadi pahlawan Huaxia.
Tak bisa dipungkiri kalau ini terasa sangat tidak nyata.
Namun di dalam hati setiap pria memiliki mimpi menjadi seorang pahlawan!
Sepuluh menit berlalu, kapal pesiar itu sudah terlihat. Elena melepaskan jangkar dan kemudian semua orang naik ke atas kapal itu.
"Kenapa tidak ada yang berjaga?"
Elena melihat sekeliling dengan hati-hati.
"Kurasa mereka pergi terburu-buru, jadi mereka tidak membawa banyak orang bersama mereka!" Jansen mengerutkan keningnya dan berkata, "Tapi ada bau ramuan gen yang kuat di sini, jadi semuanya harus tetap berhati-hati!"
Setelah itu mereka memasuki aula untuk mencari, tetapi tidak ada apa-apa. Ketika mereka datang ke ruang kemudi kapten, mereka melihat kalau kapal pesiar itu sudah diprogram dan tidak perlu ada orang yang mengemudikannya. Itu langsung pergi ke laut lepas.
"Pergi ke kabin dan lihatlah!"
Beberapa orang itu pergi dan mencari ke lantai bawah pertama.
Setelah mencapai lantai bawah, mereka menemukan kalau dekorasi di sana seperti bar, tetapi di lantainya dan dindingnya penuh dengan darah. Dan ada banyak mayat, yang tampaknya adalah mayat tentara bayaran.
Tampaknya ada pembantaian yang terjadi di sini.
"Mereka adalah manusia modifikasi genetik, semuanya hati-hati!"
Jansen mengingatkan dengan suara pelan.
Saat itu sesuatu menetes dari langit-langit, ternyata itu adalah darah.
Mereka mendongak dan melihat ada benda seperti tikus merangkak di langit-langit, itu sangat menakutkan.
__ADS_1
"Hancurkan!"
Elena sudah menaruh banyak peralatan di kapal pesiar, bisa dianggap sekarang kekuatan mereka sangat kuat.
Pada saat yang sama ada makin banyak manusia tikus yang bergegas keluar dari sekitarnya dengan jumlah yang sangat banyak, tampaknya mereka tidak sadarkan diri sebelumnya.
Ice Blade tahu kalau waktunya singkat, dia pun berteriak kepada Jansen, "Jansen pergi cari H12, serahkan ini pada kami!"
"Kalian hati-hati!"
Jansen mengangguk, mengibaskan jarum perak, membuka jalan setapak dan berjalan di sepanjang koridor. Setelah berjalan lebih dari sepuluh menit, sebuah gerbang besi besar muncul di depannya. Seorang pria berjubah hitam duduk di sana, seolah-olah dia adalah seorang dewa penjaga pintu!
"Tak disangka kamu masih bisa menyusul, Raja Prajurit Huaxia!"
Suara orang ini sangat serak dan dia memakai topeng, membuat orang merasa aneh.
"Kekuatanmu sangat kuat, anak muda yang memiliki peringkat Surgawi tinggi. Sulit dibayangkan kamu masih muda tetapi kenapa energi Qi mu begitu kuat!"
"Sayangnya, kamu sudah bertempur untuk waktu yang lama dan kamu bahkan terluka. Kalau tidak, aku benar-benar tidak akan bisa melawanmu!"
Setelah pria berjubah hitam selesai berbicara, dengan cepat dia menyerang Jansen dan meninjunya.
Pukulan ini dipenuhi dengan angin hitam yang sangat kuat.
"Peringkat Surgawi tinggi?"
Wajah Jansen berubah, dia menggunakan Tangga Awan Vertikal untuk menghindarinya.
Seperti yang dikatakan pria misterius berjubah hitam itu, Jansen sudah bertarung terlalu lama dan Profound Qi-nya sudah terpakai banyak. Untuk sementara dia tidak bisa melawan orang yang terlalu kuat!
Boom!
Pukulan pria berjubah hitam itu menghantam dinding, dinding baja itu penyok ke dalam sedalam satu meter, seperti tutup panci dan ada retakan seperti jaring laba-laba di sampingnya.
Setelah Jansen menghindari pukulannya, di balik tangannya ada sebuah Pedang. Pedang ini sangat cepat, itu adalah jurus pedang cepat pedang Tai Chi.
Namun pria berjubah hitam itu sangat kuat, pada saat kritis itu tangannya seperti memegang bola, menahan pedang Bayangan itu dengan menggunakan energi Qi nya. Selain itu lengannya menggambar lingkaran, dia mengontrol Pedang Bayangan itu. Dia ingin menggunakan pedang ini untuk membuat Jansen terluka parah.
"Tai Chi!"
Wajah Jansen berubah drastis. Dia dengan jelas menyadari kalau kemampuan seni bela diri pria itu lembut tapi kuat.
Namun pencapaian Tai Chi Jansen sangat mendalam dan Profound Qi miliknya bergerak, seluruh tubuhnya seperti pusat pusaran air. Dia membiarkan kekuatan pria berjubah hitam itu datang, tetapi dia mengubah arah serangannya.
"Kamu juga bisa Tai Chi!"
Kali ini giliran pria berjubah hitam itu yang terkejut, kemudian dia menyadari bahwa ada umpan balik dari kekuatan itu. Dia tahu kalau dia harus mengurangi kekuatannya!
Sosoknya seperti ombak, mengikuti kekuatan yang berasal dari Jansen. Lama kelamaan, semua kekuatan itu menghilang. Tentu saja, pria berjubah hitam itu juga ikut terhempas keluar. Kakinya menginjak tembok baja, lalu dia berdiri terbalik.
Dia berdiri seperti sedang berdiri di tanah, itu sangat menakutkan. Itu juga sepenuhnya menunjukkan betapa menakutkannya tenaga dalam pria berjubah hitam itu.
Dia menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap Jansen dengan acuh tak acuh, "Apa kamu murid Sekte Tai Chi?"
__ADS_1
"Salah, aku adalah murid Sekte Wudang!"
Jansen berkata dengan pelan. Sekte Tai Chi adalah Empat Aliansi Seni Bela Diri, Jansen juga pandai Tai Chi tetapi itu adalah Aliran Wudang yang lebih tua.