
Di sisi lain, Jansen sedang keluar dari Aula Xinglin. Dia baru saja selesai menjelaskan beberapa hal dan juga telah menginstruksikan kepada Monica. Dia berencana untuk pergi ke tempat wilayah militer untuk berpartisipasi dalam latihan.
Lagi pula, aku telah berpartisipasi dalam beberapa latihan sebelumnya, dan sebagian besar waktuku berada di sana juga tidak singkat, jadi hal yang harus aku lakukan hanya seperti biasanya.
"Penatua Jack sudah membuat janji denganku untuk bertemu jam sepuluh nanti, tidak terasa setelah menjelaskan waktu sudah mengarah pada jam setengah sepuluh. Aku khawatir waktu akan tidak cukup!"
Dia melirik ponselnya, Jansen sedikit mengernyit. Awalnya, dia ingin meminta Panah dan yang lainnya menjemputnya, tetapi pada akhirnya, dia tidak punya pilihan selain menggelengkan kepalanya.
Entah kapan Panah akan kembali, tanpa mereka di Ibu kota, ingin melakukan apa pun menjadi terasa tidak nyaman.
"Kamu adalah Jansen!"
Saat Jansen ingin memesan Taksi online untuk pergi, seorang pemuda tiba-tiba menghentikannya.
"Benar, siapa kamu?"
Jansen mengerutkan keningnya. Dia bisa merasakan bahwa pemuda ini memiliki kemampuan yang sangat kuat, sepertinya kemampuan nya adalah tingkat Transcedent
"Namaku Raja Kaki Robin Hody, aku di sini untuk menantang mu hari ini!"
Pemuda itu dengan bangga berteriak dingin. Seorang praktisi seni bela diri tidak boleh panik dan tidak akan bertele-tele dan langsung ke intinya.
Selain itu, Dia, Robin Hody sudah sangat terkenal di dunia Jianghu dan telah lama terbiasa dengan kekaguman orang lain terhadapnya, sehingga dia tidak mungkin lagi berbicara dengan sopan.
"Apa maksudmu?"
Jansen tahu bahwa orang ini adalah ahli dunia Jianghu, tetapi baru datang saja dia sudah bilang ingin menantangnya. Apakah orang ini idiot, atau EQ-nya terlalu rendah?
"Kalau aku ingin menantangmu, katakan saja kamu berani atau tidak!"
Robin kembali berteriak dan mengangguk kepada seseorang di kejauhan.
Hanya terlihat laki-laki itu sedang mengambil foto dengan ponselnya. Kalau tidak, bagaimana Isabella bisa tahu bahwa Robin telah mengalahkan Jansen?
Jansen juga melihat apa yang sedang direkam pria itu, dan dia merasa makin aneh!
"Aku sedang buru-buru, lain kali saja!"
Dia malas meladeninya. Saat mobil Taksi online datang, Jansen membuka pintu mobil dan ingin masuk.
"Apa kamu takut?"
Robin mencibir dan merasa Jansen sudah pasti takut pada dirinya!
Genius macam apa, ternyata hanya seorang pengecut, di tempatkan di medan perang paling adalah anak kura-kura yang tidak berguna.
"Aku tidak takut, melainkan aku tidak sempat!"
Mengingat pesawat akan lepas landas setengah jam lagi, Jansen tidak sempat untuk meladeninya.
__ADS_1
"Jadi, kamu mengaku kalah? Kalau begitu katakanlah dengan lantang!" ujar Robin lagi.
"Dasar gila!"
Jansen membanting pintu mobil dan menyuruh sopir untuk segera menyetir pergi.
Robin tidak menghentikan Jansen yang pergi. Menurutnya, Jansen hanyalah seorang dokter biasa. Kalaupun dia menerima tantangannya, hasilnya akan sama. Yang dia inginkan hanyalah video saat Jansen tidak berani bertarung dengannya sehingga terlihat seperti pengecut
Kalau video ini dikirimkan ke Isabella, maka Isabella pasti akan tahu bahwa orang yang dia kagumi hanyalah orang tidak berguna.
"Orang yang bernama Raja Kaki Robin Hody, dia memiliki kekuatan yang lumayan, kurang lebih sama dengan Patricia Fang. Tampaknya di dunia Jianghu ini terdapat orang-orang hebat yang tersembunyi. Aku selalu mengira bahwa orang-orang hebat dunia Jianghu hanya terdapat di generasi yang lebih tua!"
Saat duduk di dalam mobil, Jansen juga teringat dengan Robin yang sebelumnya, namun dia tidak memedulikan ini. Entah itu Robin atau Isabella, paling-paling, itu hanya bisa mendapatkan perhatiannya dan itu tidak cukup untuk mengalahkannya sama sekali.
Bahkan kalau itu adalah Justin onix, pemuda misterius yang pernah dilihatnya di Keluarga Woodley, Jansen yakin bahwa dia tidak lebih lemah darinya.
Namun, raja kaki ini tiba-tiba menemui dia, membuat Jansen merasa cukup aneh!
Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya dia melihat orang ini. Sudah pastinya mereka tidak bermusuhan dan tidak memiliki dendam!
Setengah jam kemudian, Jansen tiba di bandara.
"Apakah anda Ketua Jansen?"
Beberapa pria dengan pakaian pasukan berdiri di sana.
Jansen mengangguk, mengeluarkan izin kerjanya, dan kemudian beberapa pria dengan sopan membawa Jansen ke pesawat.
Sebenarnya, kalau dia tidak berjanji pada Keluarga Fang kali ini, dia juga tidak akan mau ikut campur terlalu banyak tentang masalah pasukan.
Setelah masuk ke dalam pesawat, Jansen juga tidak menanyakan tentang lokasi. Bagaimanapun, pesawat militer ini bisa membawanya ke tempat tujuan.
Setelah terbang selama lima jam penuh, Jansen turun dari pesawat dan melihat ini sudah menjadi kota baru. Hal ini mengingatkan Jansen akan perjalanannya ke Lop Nur terakhir kali.
Latihan kali ini, jangan-jangan berada di Lop Nur.
Sebuah mobil jip militer tiba, kemudian menjemput Jansen pergi menuju ke Komando Wilayah militer barat laut. Satu jam lagi telah berlalu. Terlihat gerbang wilayah militer sudah dekat di depan mata, dan terlihat Penatua Jack dan yang lainnya sedang menunggu di sana.
"Dokter telah datang!"
Ada juga mantan lawan Jansen yang berada di samping Penatua Jack, yaitu Tank, Pedang es, Judge, dan yang lainnya.
Tentu saja, ada juga Glenn, Amanda Carson, Macan Hitam dan lainnya yang telah pernah bertarung bersamanya.
Setelah melihat Jansen, semua orang sangat bahagia. Ini karena, Jansen sudah lama tidak datang ke tempat militer. Meskipun nama Jansen masih beredar di Enam Komando Wilayah Militer, namun nama itu hanya menjadi legenda karena dia menghilang.
"Halo semuanya!"
Jansen menyapa semua orang.
__ADS_1
"Dokter, akhirnya kamu kembali. Aku sudah tidak melihatmu dalam beberapa latihan. Aku pikir kamu sudah pensiun!"
Tank meninju dada Jansen.
"Ayo masuk!"
Penatua Jack tersenyum dan membawa semua orang masuk ke dalam tempat militer. Ketika dia tiba di kantor, dia hanya melihat Kakek Carson dan Adam Carson. Mereka semua sangat senang bertemu Jansen.
"Jansen, kalau bukan Penatua Jack yang memberitahuku bahwa kamu akan datang, aku akan berpikir bahwa kamu selamanya tidak akan datang lagi ke tempat militer!"
Kakek Carson yang menuangkan sendiri secangkir teh untuk Jansen dan berkata sambil tertawa.
"Jangan begitu Kakek Carson!"
Jansen masih sangat menghormati Kakek Carson.
Setelah beberapa saat mengobrol, Kakek Carson juga menjelaskan tentang latihan kali ini.
Ternyata latihan ini merupakan tradisi tahunan. Administrasi Umum yang bertugas mengirim orang untuk menguji tim operasi khusus di berbagai tempat.
Hanya saja kali ini lokasinya di Lop Nur.
"Administrasi Umum? Mungkinkah itu?"
Jansen sedikit terkejut.
"Benar, itu anggota Tim Harimau. Totalnya sepuluh anggota Tim Harimau diberangkatkan kali ini!"
Penatua Jack lanjut berkata, "Anggota Tim Harimau berasal dari seluruh Huaxia dan mereka tidak menjadi tentara, tetapi kekuatan mereka luar biasa kuat. Mereka milik Kementerian Pertahanan. Kekuatan mereka selalu lebih kuat dari tim operasi khusus. Apalagi calon Raja Prajurit, Raja Tentara saja bukanlah tandingan mereka!"
Jansen mengangguk, menebak bahwa yang disebut Tim Harimau sebenarnya dibentuk oleh keajaiban dunia Jianghu.
Beberapa dari mereka adalah orang-orang dunia Jianghu, beberapa adalah pelajar, beberapa adalah bos bisnis, dan bahkan satpam saja juga mungkin ada, tetapi mereka semua memiliki keterampilan dan juga sangat kuat, kalau tidak, mereka pasti tidak akan bisa memasuki tim harimau.
"Tiga besar yang memenangkan kejuaraan tahun lalu semuanya dari tim militer khusus kota lain. Diperkirakan bukan mereka yang akan menang tahun ini!"
Kakek Carson juga berkata, "Setiap tahun, ada banyak tim operasi khusus yang ikut berpartisipasi. Ada lebih dari 50 tim yang berpartisipasi, dan terdapat hampir seribu orang. Beberapa tim operasi khusus ini termasuk dalam Enam Komando Wilayah Militer, dan beberapa berada di bawah yurisdiksi kota. Masing-masing dari mereka berbeda-beda!"
Setelah mendengar ini, Jansen juga tidak menunjukkan reaksi apa pun.
Dia tidak datang ke sini untuk memenangkan kejuaraan, tetapi untuk melindungi Felicia Fang.
Setelah berbincang cukup lama, Jansen secara singkat memahami situasi ini dan juga diatur untuk pergi beristirahat.
"Aku rasa Jansen tidak terlalu tertarik pada latihan ini!"
Begitu Jansen pergi, Dewa Perang Adam Carson tertawa sambil mengatakan ini.
"Tentu saja, latihan semacam ini tidak berarti banyak baginya. Bagaimanapun, dia sudah memiliki reputasi yang cukup. Ini bukan apa-apa baginya!" Kakek Carson tidak terkejut sedikit pun. Karena itulah, dia tidak menyuruh Jansen untuk menang, jadi dia menyerahkan semuanya kepada Jansen.
__ADS_1
"Dia datang untuk berpartisipasi pasti karena dia memiliki tujuan lain. Kalau tidak, dia tidak akan datang sama sekali. Biarkan saja dia begitu!"
Namun, Penatua Jack telah menebak sesuatu.