
"Kekuatannya lebih besar dari sebelumnya!"
"Apa ini kekuatan manusia?"
Veronica dan Amanda sama-sama melupakan luka mereka dan melihat ke depan dengan kaget.
Apakah Jansen bisa menahan serangan dari Master Sepatu Besi yang telah melipat gandakan kekuatannya?
Jansen mengerahkan Profound Qi, tetapi tidak
menggunakan Tai Chi dan hanya mengeluarkan satu pukulan sederhana.
Jansen ingin menguji kemampuan Profound Qi yang dimilikinya.
Bang!
Suara ribut dari pukulan mereka berdua disertai angin kencang yang bertiup mulai terdengar.
Jansen kembali meninju kaki Master Sepatu Besi.
Mereka berdua seperti sebelumnya masih tidak bergerak.
Tual Hilton dan semuanya sangat cemas menyaksikan pertarungan ini karena jika Jansen kalah, maka mereka semua kemungkinan besar juga akan mati.
"Hah, ternyata begitu saja kemampuanmu. Sepertinya, aku sia-sia menunggu!" Master Sepatu Besi berbicara dengan wajah arogan.
Master Sepatu Besi terlihat bernafsu ingin menghabisi mereka semua.
Wajah Tuan Hilton dan mereka semua mulai pucat.
"Ah!"
Namun, Master Sepatu Besi tiba-tiba menjerit kesakitan dan mengangkat kakinya tinggi-tinggi sambil melompat kesakitan.
Semua tulang kaki Master Sepatu Besi patah!
Tulang kaki Master Sepatu Besi sudah dilatih sejak kecil hingga sekeras baja.
Jansen berhasil mematahkan kakinya hanya dengan satu pukulan.
"Kamu juga segitu saja kemampuannya!"
Jansen menyerang lagi. Kini dia sudah jelas dengan kekuatannya sendiri.
Bang!
Jansen masih belum menggunakan Tai Chi dan hanya menggunakan pukulan sederhana.
Pukulan kedua mengenai dada Master Sepatu Besi Pukulan ketiga menghantam dahi Diakhiri dengan satu tendangan dari Jansen.
Plak!
Master Sepatu Besi terpelanting jatuh dan memuntahkan darah. Bola matanya pun keluar. Tak lama kemudian, dia berhenti bernapas.
Semua orang tercengang.
Veronica begitu terpukau dengan dahsyatnya energi Qi yang dimiliki Jansen.
Apalagi, Jansen yang dianggapnya pecundang ini bukan berasal dari keluarga elit.
Robinson malah lebih tragis. Setelah berupaya mati-matian, ternyata orang paling hebat di antara mereka semua adalah Jansen yang dianggapnya penakut itu
"Ayo, siapa lagi?"
__ADS_1
Jansen memiringkan kepalanya sambil menatap keempat orang musuh yang tersisa.
Dari empat orang ini, ada dua orang master, satu orang ahli taoisme yang punya kemampuan teknik wayang mayat dan satu orang pria berkacamata yang paling lemah kekuatannya.
"Energi Qi yang luar biasa! Sudah lama aku tidak menemukan anak muda dengan kehebatan seorang master seperti ini!"
Seorang pria tua yang bertubuh pendek dan berpakaian nelayan tiba-tiba muncul.
"Anak Muda, kamu seharusnya bergabung dengan Empat Sekte Besar karena memiliki energi Qi yang sangat kuat. Apa kamu tertarik?"
Orang tua itu berkata sambil berjalan seperti seekor ular berbisa yang siap menyerang mangsanya.
Dia juga dikenal dengan nama Master Tinju Tiga Ular. Nenek moyangnya adalah petinggi militer pada zaman Dinasti Qing yang mengungsi ke Asia Tenggara karena memiliki masalah dengan pejabat tinggi di ibu kota dan akhirnya menjalani hidup sebagai rakyat biasa.
Keluarga mereka telah mewariskan seni bela diri
turun-temurun. Saat zaman perang , kakeknya Master Tinju Tiga Ular ini juga ikut membunuh banyak sekali pasukan penjajah dan memberikan sumbangsih yang cukup besar.
"Apakah kamu tertarik menjadi muridku?"
Jansen balik bertanya.
"Dasar tidak tahu diri!"
Orang tua itu marah dan menggerakkan tubuhnya yang lunak seperti ular lalu berkata, "Aku sudah bersikap sopan, tapi kamu masih berani-beraninya lancang. Kamu mati saja!"
Wah!
Setelah itu, Jansen segera melemparkan jarum perak yang kekuatannya jauh lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya. Dalam jarak dekat, jarum perak itu bahkan lebih berbahaya daripada peluru.
Suasana menjadi hening.
Saat semua orang menunggu Master Tinju Tiga Ular menyerang, ternyata dia sudah tidak bisa lagi bergerak. Ada belasan jarum perak menancap di keningnya membentuk pola tujuh bintang.
Bang!
Belum sempat menyerang, dia sendiri pun sudah mati di tempat.
Semua orang lagi-lagi tercengang.
Begitu cepat penyerangannya?
Mereka bahkan tidak bisa melihat gerakan Jansen.
"Kekuatanmu sudah pada Master Bumi tingkat menengah !"
Pada saat yang sama, terdengar suara Master Korka yang akhirnya keluar menyerang
Dia menatap Jansen dengan serius karena tidak menyangka ternyata energi Qi Jansen begitu menakutkan.
Saat Jansen menancapkan jarum perak dengan cepat, keras dan tepat tadi, hanya Master Korka yang bisa melihatnya.
Hal yang paling langka adalah jarum perak tadi telah dibungkus oleh energi Qi sehingga dapat dengan mudah menembus pelat baja sekali pun.
Kekuatan energi Qi yang dahsyat ini sungguh mematikan.
Untuk mencapai keahlian ini diperlukan energi Qi yang panasnya seperti sinar matahari.
"Aku juga seorang praktisi seni beladiri kuno dengan kemampuan Master Bumi tingkat menengah. Mari coba seberapa hebat kekuatanmu!"
Udara panas yang seperti bara api muncul di sekeliling tubuh Master Korka.
"Master Korka!"
__ADS_1
Veronica tampak cemas melihat Master Korka yang merupakan orang Empat Sekte Besar dan juga anggota Asosiasi Bela Diri.
Kabarnya, beberapa orang ini memiliki hubungan dengan empat keluarga elit teratas. Mereka semua adalah para master yang bekerja untuk empat keluarga elit teratas.
"Aku berlatih Jurus Bangau, yang dikenal juga dengan nama Jurus Bangau Leluhur. Jurus ini menitikberatkan pada kekuatan energi Qi yang terkumpul di bagian perut. Fokusnya ada pada pernapasan, bukan pada tenaga!"
Master Korka berbicara sendiri. Tubuhnya yang mirip seekor bangau dalam waktu sekejap sudah muncul di depan Jansen lalu menyerangnya.
Jansen sadar Master Korka ini adalah benar-benar seorang master.
Jansen mencoba mendorong tubuh Master Korka dan langsung merasakan energi Qi yang berbeda. Ternyata, Master Korka menggunakan Tai Chi untuk menguras energi Qi Jansen.
"Hehe, Jurus Bangau adalah kombinasi dari keras dan lembut yang menghasilkan ketenangan jiwa. Saat keras, gerakan yang dihasilkan sangat kuat dan mantap. Saat lembut, gerakan yang dihasilkan pun sangat pelan dan lembut. Gerakan jurus ini mirip dengan gerakan refleks kibasan tubuh seekor anjing yang keluar dari dalam air. Untuk mencapai kemampuan refleks ini tentu saia dibutuhkan latihan keras selain bakat!"
Wajah Master Korka terlihat sombong. Setelah berkata demikian, dia langsung mengeluarkan serangan lewat dorongan telapak tangan.
Jansen segera balas mendorong, tapi energi Qi Nya masih saja dikuras habis oleh Master Korka.
"Luar biasa!"
Veronica dan mereka semua takjub melihat kehebatan ilmu bela diri Master Korka.
Ini adalah kemampuan refleks.
Serangan energi Qi Jansen dapat ditangkal oleh Master Korka dengan kemampuan refleks yang menguras energi Qi tersebut dan melepaskan energi Jansen keluar.
Dengan begitu, Jansen sulit mengalahkan Master Korka
"Energi Qi kamu akan aku habisi cepat atau lambat!"
Master Korka memanfaatkan kesempatan untuk balas menyerang Jansen dengan membabi-buta.
"Bukan kamu seorang saja yang bisa teknik lembut taklukkan keras!"
Jansen tertawa mencibir. Dia menggunakan Tai Chi untuk menghilangkan kekuatan energi Master Korka yang mendorongnya dengan telapak tangan.
Namun, Jansen menyerap energi lawan dengan kekuatan Yin dan Yang. Berbeda dengan Master Korka yang menggunakan kemampuan refleks.
"Apa, kemampuan Tai Chi yang kamu kuasai sudah sejauh ini!"
Master Korka menatap Jansen dan berkata dengan marah, "Apa hubungan kamu dengan Sekte Tai Chi dan Empat Sekte Besar?"
"Tidak ada!"
Jansen menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Mereka berdua saling membalas serangan.
Tuan Hilton tertegun melihat mereka berdua saling berbalas serangan yang tidak tahu kapan akan berakhir.
"Jangan khawatir, Jansen masih muda dan kuat, sedangkan Master Korka sudah tua. Kalau soal daya tahan, tentu Jansen yang akan menang!" ucap Veronica dengan optimis.
Logika ini tentu dipahami semua orang
Master Korka semakin kesal. Dia heran dengan Jansen yang memiliki energi Qi dan kemampuan Tai Chi yang begitu dahsyat. Apalagi, Jansen masih sangat muda. Jansen memang seorang ahli bela diri dengan bakat langka.
"Kita berhenti saja sekarang, bagaimana? Kalau
terus-menerus begini, tak akan ada pemenangnya!"
Master Korka mencoba mengajak Jansen berhenti sambil menunggu kesempatan untuk menyerang,
Teknik lembut taklukkan keras adalah ciri khas Master Korka. Dia tidak suka bila ada orang lain yang juga menguasai teknik ini. Tentu saja, karena tak ingin kehilangan pamor di dunia jianghu, dia pun pasti berniat menghabisi
Jansen.
__ADS_1
"Kenapa harus berhenti bertarung? Kalau kamu terus seperti ini, kamu kan pasti kalah!" Jansen menggelengkan kepala menolak untuk berhenti.