Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 653. Lukisan Kaligrafi Yang Aneh!


__ADS_3

"Tanganmu terluka oleh angin hitam. Tulangmu memiliki energi hitam yang aktif. Tentu saja kamu tidak bisa mengembalikannya seperti semula." Jansen berkata dengan datar, "Aku akan memberimu Salep Giok Sambung Tulang dan mengobatimu sebentar."


"Terima kasih, Senior!"


Matthew sangat senang dan berkata, "Senior, aku masih punya satu permintaan. Aku tidak tahu kenapa, tapi urusan di dalam keluargaku sepertinya tidak mulus dan semuanya mengalami gangguan mental. Senior mengerti fengsui. Apakah bisa membantuku?"


Tiba-tiba, Jansen menyipitkan mata.


Matthew segera berkata, "Senior, tenang saja. Aku meminta bantuanmu, tentu saja aku akan membayarmu."


"Kalau begitu, ayo, pergi dan lihat sekarang.”


Jansen menganggukkan kepala. Matthew adalah ketua dari Sekte Delapan Puluh Satu. Jansen bisa mengetahui beberapa hal di dunia Jianghu, jadi tidak ada salahnya.


Tak lama kemudian, beberapa Volkswagen Phaeton berhenti di sebuah rumah kuno.


Tuan Dean mengikuti dari belakang sambil memegang tongkatnya. Dia segera membukakan pintu mobil untuk Jansen. Tatapan mata Jansen sangat menakutkan.


Saat di mobil, Tuan Dean menanyakan beberapa informasi kepada Matthew. Pemuda seperti apa yang bisa membuat seorang ketua sekte sampai berlutut seperti itu. Sangat aneh.


Matthew hanya mengucapkan satu kalimat, pemimpin akademi tiga belas, meninggal di tangan Jansen!


Tuan Dean sangat ketakutan hingga hampir melempar tongkatnya.


Sebenarnya, Jansen juga mendengar percakapan Tuan Dean dan Matthew. Kalau dihitung, banyak pemimpin Sekte Delapan Puluh Satu yang kalah di tangannya. Namun, dari akademi Tiga Belas hanyalah satu orang.


Jansen justru penasaran, bagaimana kemampuan pemimpin akademi Tiga Belas yang lainnya.


"Senior, sudah sampai. Tempat ini ditinggalkan oleh Ketua Sekte Gunung Hitam yang sebelumnya. Karena tempat ini merupakan peninggalan turun temurun, jadi tidak berani dijual. Kami tinggal di sini."


"Hanya saja, rumah ini jadi bermasalah sejak tiga tahun yang lalu. Semua orang yang tinggal di rumah ini mengalami gangguan mental. Di tengah malam, kamu sering melihat sosok yang berjalan-jalan. Bahkan, aku sendiri pernah beberapa kali melihatnya."


"Aku adalah orang di dunia Jianghu. Aku tahu keberadaan kekuatan gelap. Tapi, aku tidak bisa membereskan masalah seperti ini. Senior, tolong lihat fengsui rumah ini."


Matthew memohon.


Jansen mengangguk, lalu mengeluarkan Kompas Leluhur dan berjalan mengelilingi rumah kuno ini. Kemudian, Jansen menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aneh, tidak ada yang salah dengan enam hal rumah ini. Tidak ada yang mencurigakan, kok."


"Senior, apa yang dimaksud dengan enam hal?"


"Yang disebut enam hal, mewakili enam benda di dalam dan enam benda di luar. Enam benda di dalamnya adalah pintu, kompor, sumur, toilet, pabrik, dan gudang hewan. Enam benda di luar adalah jalan, kolam, jembatan, kuil, dan pagoda.”


Jansen menjelaskan, "Dari sudut pandang ilmiah, kita


harus melihat apakah konstruksi bangunan ini mempengaruhi medan magnet. Tapi, tempatmu ini biasa saja. Tidak melanggar enam hal itu."

__ADS_1


"Lalu, bagaimana semua ini bisa terjadi. Lantas, apakah ada hal yang tidak-tidak?"


Raut wajah Matthew berubah.


"Hal tidak-tidak seperti apa? Jangan membawa-bawa hantu atau iblis. Sebenarnya, secara ilmiah bisa menjelaskan yang terjadi dengan masalah di rumah ini." Jansen memperingati.


Saat memasuki aula, terlihat banyak orang di dalam sana. Seorang gadis yang modis tampak berjalan keluar, lalu tersenyum, "Ayah, kamu sudah pulang."


Kemudian, gadis ini menatap Jansen lagi, "Siapa oran gini?"


"Beliau adalah master fengsui yang sangat handal. Ayah mengundangnya untuk datang melihat-lihat," kata Matthew memperkenalkan.


"Semuda ini? Apakah penipu?"


Gadis berusia dua puluh tahun ini tidak memercayai Jansen.


Gadis ini juga mempelajari seni bela diri. Dia mengetahui tradisi kuno dan tahu betapa sulitnya mempelajari fengsui. Fengsui bukanlah hal mudah yang dapat dipelajari dalam sekejap.


"Ayah, menurutku jual saja rumah jelek ini. Kita pindah ke rumah bertingkat yang ada lift dan seluas 200 meter persegi. Bagaimana?" Gadis ini cemberut.


"Pindah, pindah. Rumah ini adalah peninggalan leluhurmu. Mana bisa pindah?"


Matthew menegur dengan keras.


"Sudah tahun berapa ini? Apakah Ayah mau tinggal di sini sampai tua? Apalagi, rumah ini berhantu,” kata gadis ini dengan dingin.


Matthew marah dan ingin memukul.


"Bu."


Gadis itu langsung menatap seorang wanita.


Wanita itu juga mengerutkan kening dan mengeluh, "Suamiku, rumah ini benar-benar sudah tidak bisa ditinggali. Kamu tahu, selama tiga tahun ini, siapa yang tidak pernah menderita sakit? Meskipun sehat, kita selalu bermimpi buruk. Ditambah, setiap malam aku selalu merasa ada yang mengawasiku dengan tatapan jahat.”


Bahkan nenek Matthew pun membujuk, “Matthew, demi keselamatan semua orang, jual saja rumah ini."


Matthew menghela napas. Sebenarnya, dia pernah memikirkan hal ini.


Namun, semua ini adalah tetasan darah peninggalan leluhur. Semua ini adalah warisan turun temurun.


Matthew tahu, setelah menjualnya, pemilik baru juga mungkin saja kan merobohkan tempat ini.


Jadi, bagaimana dia tega menjualnya?


"Rumah ini tidak akan dijual. Kamu selalu menakut-nakuti dirimu sendiri." Matthew mendengus dingin.

__ADS_1


"Ayah, memangnya kamu tidak tahu kalau di rumah ini ada sesuatu? Kamu selalu berpikir bahwa semua ini adalah peninggalan leluhur. Memangnya, leluhur akan memarahimu tidak berbakti bila rumah ini dijual?"


Gadis itu kembali mengeluh, "Ditambah, kalau kamu memang tidak percaya, untuk apa kamu membawa seorang penipu fengsui datang? Jelas-jelas kamu sendiri memercayainya."


"Sebenarnya, yang dikatakan Matthew benar. Banyak yang bergantung pada cara menenangkan diri dan sugesti kepada diri sendiri. Kalau kamu berpikir ada, maka barang itu ada. Kalau kamu berpikir tidak ada, maka barang itu tidak ada."


Jansen tersenyum dan berkata, “Menurutku, pemikiran Matthew sangat bagus. Tidak peduli seberapa jelek, peninggalan nenek moyang memang tidak boleh dibuang."


Gadis itu memandang Jansen dengan merendahkan, "Omong kosong. Kamu merasa hebat, kan? Ayo, lihat fengsui di rumah ini."


"Aku memang melihat fengsui, tapi tidak berarti semuanya berhubungan dengan fengsui," kata Jansen, "Semua hal yang terjadi pasti ada alasan. Hal-hal yang berbau fengsui hanyalah tahayul."


“Berpura-pura berbakat. Kalau jago, temukan masalah di rumah ini."


Istri Matthew juga membantah.


Jelas-jelas dia adalah orang praktisi Xuan. Namun, malah menyuruh orang untuk tidak memercayai fengsui. Tidakkah itu aneh?


Jansen tidak berbicara. Dia berjalan mengikuti aula dan meminta Matthew untuk membuka setiap kamar, lalu melihatnya.


Saat Jansen keluar, gadis itu berkata dengan kasar, "Sudah selesai melihatnya? Aku rasa kamu adalah penipu. Jangan-jangan kamu mencari kesempatan untuk mencuri, ya?"


"Amara, beraninya kamu kurang ajar kepada Senior! Aku akan menghajarmu!"


Matthew langsung menegur putrinya.


Jansen melambaikan tangannya kepada Matthew. Dia melihat gambar di dinding dan berkata, "Lukisan ini sangat artistik."


Lukisan yang dilihatnya adalah lukisan cat minyak yang tergantung di sudut tenggara aula. Lukisan itu sedikit abstrak. Lukisan itu adalah potret seorang gadis muda dengan topi dan berleher panjang.


Bila dilihat dengan cermat, lukisan ini membuat orang merasa aneh.


"Jangan-jangan ... lukisan ini?"


Raut wajah Matthew langsung berubah.


"Sepertinya, lukisan ini dibawa oleh Amara dari luar negeri pada tiga tahun yang lalu. Aku masih ingat, lukisan ini seharga tiga juta," kata istri Matthew.


"Sudah, cukup! Itu hanya lukisan biasa yang aku bawa dari luar negeri. Saat di pelelangan, lukisan itu sangat laris. Aku menghabiskan banyak uang untuk mendapatkannya."


Gadis itu mendengus dingin, "Kalau tidak bisa menikmatinya, jangan bicara omong kosong!"


Jansen memandang gadis itu, "Kamu yang membelinya? Akhirnya, aku mengerti apa yang terjadi!"


"Apa yang ingin kamu katakan? Haha, jangan bilang itu lukisan berhantu. Hanya di Huaxia orang meributkan masalah hantu. Yang terkenal di luar negeri adalah iblis dan roh." Gadis itu tertawa.

__ADS_1


Matthew dan yang lainnya juga merasa aneh.


Kalau lukisan ini adalah kaligrafi atau lukisan kuno, mungkin ada hal magis di dalamnya. Namun, ini adalah lukisan asing. Kedua hal itu berbeda.


__ADS_2