Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1371. Pengepungan


__ADS_3

Pada saat itu, sejumlah mobil melaju dengan cepat di Jalan Cupakay di selatan kota, menarik perhatian orang-orang yang lewat. Sebuah SUV Land Rover memimpin di depan.


Alastor duduk di mobil kelima, sebuah Volkswagen Phaeton. Sekilas mobil itu tampak seperti mobil jutaan yuan, tetapi sebenarnya itu adalah versi Timur Tengah dengan kemampuan anti peluru yang tinggi.


"Tuan Muda Alastor, forum dunia Jianghu sedang membicarakan bahwa kita melarikan diri."


ucap tetua di sebelahnya sambil terus melihat ponsel.


Wajah Alastor murung. Dengan melarikan diri, dia tidak hanya kehilangan harga dirinya, tapi juga reputasi seluruh keluarga Gibson.


Tetua itu berkata lagi, "Tidak ada waktu lagi menunggu bantuan dari Keluarga Gibson. Mereka sempat memanggil banyak master dunia Jianghu, tetapi mereka semua butuh waktu. Beberapa bahkan ditahan di luar Kota Duqon."


"Dokter ini benar-benar memiliki reputasi yang tinggi. Martabat yang telah dikumpulkan Keluarga Gibson berpuluh-puluh tahun bahkan tidak sebanding dengan dia yang baru muncul!"


Meskipun Alastor terlihat tidak mau mengakui kehebatan Jansen, tapi hatinya sudah dipenuhi oleh Jansen.


Dia berujar dingin, "Buatlah keributan. Makin besar keributan yang kamu buat, kita lihat bagaimana kamu membereskannya setelah aku meninggalkan Huaxia!"


Semua orang di dunia Jianghu tahu bahwa Operasi Pemburu menjadikannya sebagai kambing kurban. Jika Jansen akhirnya gagal, reputasinya pasti akan hancur.


Jika itu terjadi, pemimpin sekte kecil manapun bisa mengganggu Jansen.


"Tuan Muda Alastor, jalan menuju bandara telah diblokir. Dinas mengatakan sedang ada perbaikan jalan. Kita harus memutar jauh!"


sopir tiba-tiba menoleh dan berkata.


Alastor mengerutkan keningnya. "Tidak perlu memutar. Cari jalan lain meninggalkan Kota Duqon."


Dia tidak sabar segera menuju ke perbatasan. Waktu terus berjalan.


Iring-iringan mobil bergerak menuju jalan tol. Belum sampai jalan tol, pengemudi mengangkat telepon lalu berkata dengan panik, "Tuan Muda Alastor, ada kecelakaan beruntun di jalan tol. Jalan tol macet parah. Kalau kita masuk, kita akan terjebak di sana."


"Semua jalan tol macet parah?"


Alastor sedikit was-was.


Ia yakin ini semua ulah Jansen. Namun, makin dia yakin, hatinya makin kesal.


Ia tidak percaya jika Jansen benar-benar bisa menguasai satu Huaxia semudah itu.


"Beberapa jalan lainnya sedang diperbaiki, yang lainnya sedang ada razia oleh polisi lalu lintas. Semua akan sangat memakan waktu!"


"Jansen berusaha mengepungku. Mari lihat bagaimana dia mengepungku. Masuk jalan nasional, secepatnya ke area Wild Bull Mountain!"


Alastor memberikan perintah. Konvoi panjang itu segera berbalik dan menuju jalan nasional.


Jalan nasional jauh lebih lancar. Dan lagi mobil-mobil yang lewat segera menyingkir begitu melihat iring-iringan mobil mereka.


Iring-iringan ini semua mobil mewah. Jika menyenggol dan tergores, seumur hidup pun tidak akan mampu mengganti rugi.


Pada saat itu, forum dunia Jianghu kembali heboh. Berita utama di Jianghu News adalah Alastor yang meninggalkan Kota Duqon.


Banyak sekali komentar.


"Berapa banyak pemburu yang bergerak? Alastor bisa pergi dengan mudah. "


"Dokter Jansen mungkin akan kesal, tidak ada yang tertangkap. "

__ADS_1


"Besar sekali keributan yang kamu buat! Sungguh memalukan."


Meskipun Jansen berhasil mengurung Keluarga Gibson di ibu kota dan menjadi terkenal di mana-mana, tapi dengan lolosnya Alastor, beberapa orang yang mulai berkomentar untuk menjatuhkan Jansen.


Alastor melihat forum. Hatinya sedikit terpuaskan.


"Tuan Muda, makin tinggi kamu terbang, makin sakit jatuhnya. Jansen membuat kehebohannya sendiri, sekarang bagaikan jatuh dari ketinggian!" tawa tetua di sampingnya.


"Jangan senang dulu. Kalau kita tidak mencapai Wild Bull Mountain dalam satu hari, kita belum dihitung menang."


Meskipun Alastor Gibson sedikit senang, dia belum dirundungi kegembiraan.


Jansen berhasil mengurung Keluarga Gibson, rencananya yang sangat matang. Seharusnya dirinya tidak sesederhana itu.


Duar!


Baru saja dipikirkannya, SUV Land Rover di depannya, meledak dan terlempar hingga puluhan meter bagaikan terkena bom di tanah.


Prang!


Setelah jatuh ke tanah, seluruh mobil berguling. Hanya karena mobil itu anti peluru, jika tidak, pasti sudah hancur berkeping-keping.


Konvoi mendadak kacau.


"Kembali! Kembali!"


Tetua segera menyuruh sopir untuk memutar.


Brum! Brum!


Pada saat itu, serangkaian bom kembali meledak. Tiga mobil terkena imbasnya, roda terlempar tidak karuan.


"Suruh mobil belakang untuk memimpin, segera masuk 325 Country Rood!"


Sopir memerintahkan mobil belakang melalui walkie-talkie. Mobil belakang segera berbelok ke jalan pedesaan, diikuti mobil lainnya.


Jalan pedesaan ini tidak diaspal, sangat bergelombang. Tapi setidaknya di luar kendali Jansen.


"Tuan Muda Alastor, kurasa Jansen tidak akan menyangka kita mengubah rute kita!"


kata tetua itu di sampingnya.


"Belum tentu!"


Alastor Gibson bukanlah tipe orang yang mudah sombong. Dia mencoba menganalisis keadaan dengan tenang.


Shuu! Duaarr!


Sebuah bazoka datang dari jauh dan mendarat di atas mobil. Mobil hancur dan orang di dalamnya tewas. Bahkan dua mobil di belakang pun ikut terhempas.


Semua orang tersentak. Bahkan bazoka pun muncul. Apakah berikutnya akan menggunakan tank?


Mereka makin paham apa yang dimaksud dengan operasi pemburuan.


Namun, orang-orang dalam iringan mobil adalah master dunia Jianghu semua. Mereka berasal dari enam sekte jianghu dan sudah terbiasa melihat hidup dan mati.


"Segera terobos!"

__ADS_1


sopir mobil Alastor berteriak di walkie-talkie.


Konvoi lewat dari samping dan terus maju, kecepatannya hingga 120 kilometer per jam.


Perlu diketahui, ini adalah jalan pedesaan, sempit, bergelombang, dan ada jurang di sampingnya. Tanpa kemampuan khusus pasti akan terjerembap dengan mudah.


Duar!


Bazoka datang lagi, kali ini mendarat di mobil belakang. Mobil tersebut meledak dan terbalik.


Dari total 40 mobil, sudah hilang seperempat dalam sekejap mata.


Masih tersisa tiga puluh mobil yang melaju cepat sepanjang jalan pedesaan.


"Masuk ke jalan gunung!"


sopir paling depan berteriak lagi. Nampak beberapa mobil menaikan sasis, mulai menggunakan fungsi off-road.


Jalan nasional dan jalan pedesaan mungkin dikuasai Jansen. Sekarang mereka memasuki jalan gunung, lihat saja bagaimana Jansen mengikuti mereka.


Benar saja! Setelah mobil memasuki jalan pegunungan selama 20 menit, dia tidak menemui dengan penembak jitu.


Mereka akhirnya merasa lega.


Kembali ke Kota Duqon, Jansen meninggalkan hotel bersama Veronica. Sebuah panggilan telepon masuk.


"Tuan Jansen, sesuai tebakanmu, Alastor Gibson sedang menuju Wild Bull Mountain!"


"Lanjutkan sesuai rencana!"


Jansen menutup telepon, kemudian naik mobil terpisah dengan Veronica. Ia sendiri pergi untuk memburu.


Namanya saja Operasi Pemburu, bagaimana mungkin Jansen tidak turun tangan?


Faktanya, Jansen adalah pemburu yang sebenarnya.


"Jansen, hati-hati!"


Veronica menurunkan jendela dan berteriak pada Jansen dari mobil lain.


"Tunggu aku di rumah!"


Jansen melambaikan tangan ke arahnya, lalu meminta sopir untuk bergerak. Mereka langsung mengejar Alastor.


Sebenarnya, Jansen bisa menebak tujuan Alastor, terutama berkat masukan dari Penatua Jack. Ini karena tentara bayaran asing merapat ke Wild Bull Mountain.


Ini juga memastikan bahwa tentara bayaran ini datang demi Alastor Gibson.


"Ayo!"


Veronica menyuruh sopir. Yang bisa dilakukannya adalah menjaga keamanan dirinya agar Jansen bisa fokus.


Sebenarnya, dia pun baru mengetahui bahwa masalahnya sudah sebesar ini tadi pagi. Seluruh Dunia Jianghu heboh dan kacau.


Pikirkanlah, Kelurga Gibson, penguasa Dunia Jianghu, terkurung di Ibu kota. Tuan Muda tertua keluarga Gibson dikepung di Kota Duqon. Cerita ini sepertinya akan terngiang-ngiang di dunia Jianghu hingga ratusan tahun.


Tapi dia mengerti Jansen!

__ADS_1


Ini semua demi melindungi Elena, demi melindungi semua kerabat dan teman.


__ADS_2