
Camden dan penatua Frank tidak mengerti kondisinya, tapi mereka melihat Jansen berjalan ke hadapan Camden dan memandang rendah ke arahnya.
"Apa maksud kamu?"
Camden masih tidak mengerti apa yang akan terjadi.
Plak!
Jansen tidak mengatakan sepatah kata pun dan melayangkan satu tamparan
"Ah, kamu berani memukulku!"
Tamparan ini menyadarkan Camden. Ternyata Jansen dan Ice Blade bermain suit untu menentukan siapa yang memukulnya!
"Tidak bisa memukulmu?"
Jansen mengangkat tangannya dan melayangkan tamparan lagi.
"Kamu makin ngelunjak! Petugas Jeki, lihat mereka yang dengan beraninya memukul orang!" ujar Camden sambil menatap Petugas Jeki dengan marah.
"Kamu sendiri yang sudah melakukan kesalahan. Kamu pantas mendapatkan pukulan itu!"
Petugas Jeki tidak membantu Camden kali ini. "Kamu tidak melaporkan informasi ke markas, Ada kendala malah tidak cepat tanggap dan egois. Sebagai seorang komandan, kamu membuat keputusan yang salah. Kamu sudah hampir melukai semua orang. Kamu memang pantas dipukul!"
Sebenarnya, dia sudah lama tidak senang dengan Camden, tetapi Camden sangat dekat dengan tim Khusus Kepolisian, oleh karena itu, dia masih harus menjaga nama baik Camden.
Tetapi Jansen dan yang lainnya yang telah menyelesaikan misi kali ini, otomatis dia memiliki alasan untuk memberi pelajaran pada Camden.
"Aku!"
Camden mengelus pipinya, tapi tidak berani mengatakan apa pun.
Dia mengerti bahwa pukulan ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga masalah pekerjaan!
"Berhenti!"
Penatua Frank yang ada di sampingnya berseru menjadi marah. Camden adalah muridnya, tidak mungkin dia bisa dipukuli oleh orang lain di hadapannya?
Plak!
Jansen mengangkat tangannya dan melayangkan tamparan lagi.
"Sudah kubilang berhenti, kamu dengar tidak?"
Meskipun penatua Frank sudah terluka, tetapi wibawanya tidak berkurang. Dia terlihat berkuasa dan memiliki sikap kepemimpinan sebagai seorang kepala instruktur.
Jansen menutup telinga. Tidak hanya tamparan di wajah saja, dia juga menendang perut Camden. Dia menginjaknya dan membuat lelaki itu meringkuk kesakitan.
Di bawah tatapan anak buahnya yang tidak terhitung itu, dia mempermalukan Camden. Petugas Jeki tidak menghentikannya. Dia tahu bahwa tidak ada gunanya jika dia melawan sekarang!
Kalau mau disalahkan, maka salahkan dia karena tidak menyelesaikan tugas dan kurang informasi orang dalam untuk membelanya.
Melihat Elena dan yang lainnya yang terlihat sangat bahagia. Camden tidak memiliki rasa kebersamaan Tim, dia hanya ingin menyelesaikan tugas ini sendiri. Sudah waktunya. untuk memberikan pelajaran padanya.
"Kamu tidak mengerti ucapanku. Jangan berpikir bahwa kamu bisa berbuat sesuka hati setelah membuat beberapa pengabdian. Aku adalah kepala instruktur. Jika kamu memaksaku untuk memukulmu, kamu akan menyesalinya
seumur hidupmu!"
Kemarahan penatua Frank tidak bisa lagi diredam. Meskipun Jansen dan yang lainnya telah menyelesaikan misi mereka, dia merasa bahwa mereka pasti telah menggunakan senjata
canggih!
__ADS_1
Dan siapa itu penatua Frank?
Tentu saja seorang kepala instruktur!
Dia juga seorang yang hebat dan terkenal di Pulau Hongkong. Satu pukulan saja dapat mengalahkan anak-anak muda ini yang tidak tahu kemampuan mereka sendiri.
"Kamu membuat kesalahan!"
Setelah penatua Frank marah, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak melayangkan pukulan!
Meskipun jika petugas Jeki yang akan menghentikannya, dia tetap akan memberikan pelajaran pada pemuda itu.
"Kesalahan diri sendiri? Kamu pikir kamu pantas?"
Jansen perlahan berbalik dan melihat pukulan penatua Frank dengan tangan yang lainnya tengah mengarah padanya dengan energi Qi yang kuat.
Jansen menggelengkan kepalanya dengan tatapan miring dan juga melayangkan kepalan tangannya!
Buk!
Suara pukulan terdengar, terlihat lengan penatua Frank terputar 180 derajat dan patah karena pukulan itu!
Petugas Jeki, Camden dan yang lainnya membelalakkan matanya. Kepala instruktur tidak bisa mengalahkan seorang pemuda?
"Kamu berani memukulku?"
Wajah Penatua Frank berubah drastis, dan dia melangkah mundur. Pukulan tadi membuat dia merasa seolah-olah dia telah menghantam sebuah besi baja setebal satu meter.
"Tidak bisa memukul mu?"
Jansen melangkah maju, dia sudah lama tidak suka melihat pria tua ini!
Plak!
"Bukankah kamu bilang kami seperti sampah? Tapi kenapa kami menyelesaikan misinya, sedangkan tanganmu patah?!"
Plak!
"Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu adalah kepala instruktur? Kamu ingin aku menyesal seumur hidup?"
Plak!
"Kamu tidak dapat menyelesaikan misi, dan hanya menghambat kami. Beraninya kamu meminta H12 pada kami?"
Plak!
"Siapa yang memberimu keberanian?"
Penatua Frank yang telah ditampar beberapa kali sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Wajah tuanya penuh dengan perasaan malu.
Sekarang, dia akhirnya tahu seberapa kuat kemampuan Jansen!
Ironisnya, sebelumnya dia terus membual, tetapi pada akhirnya, dia tidak bisa menghadang pukulan dari orang lain!
"Ketua Jansen, kira-kira saja sudah cukup!"
Di waktu yang sama, petugas Jeki Drew berbicara dan menasihati. Penatua Frank tetap merupakan seorang kepala instruktur yang terhormat. Tidak baik jika bersikap keterlaluan.
Jansen akhirnya mengikuti Petugas Jeki dan berkata kepada Camden, "Bawa kemari botol termosnya!"
"Botol termos apa?"
__ADS_1
Camden terlihat sedikit bingung.
Wajah Jansen langsung berubah dingin dan menatap dirinya dengan tajam.
Camden bergidik dan akhirnya tersadar. Dia mengambil botol termos penatua Frank dan menyerahkannya pada Jansen dengan kedua tangannya.
Setelah Jansen menerimanya, dia menghampiri penatua Frank dan menuangkan teh gojiberi tersebut di kepala lelaki itu.
"Tarik kembali omong kosongmu, bawa pergi teh kamu!"
"Sudah tua dan sudah harus minum teh kesehatan, jangan bersaing lagi dengan anak muda!"
Bruk!
Setelah menuangkan teh, Jansen melempar botol termos itu dan pergi.
Penatua Frank terduduk di tanah dengan matanya yang penuh dengan sorot kebencian.
Petugas Jeki menghela napas dan meliriknya. Dia merasa bahwa ini semua salah penatua Frank sendiri. Penatua Frank tidak mampu menyelesaikan tugasnya, dan malah mengusulkan untuk meledakkan parkiran bawah tanah saja. Untungnya, dia tidak melakukannya. Kalau tidak maka akan menjadi kesalahan besar.
Macan Hitam berteriak pada Petugas Jeki, " Petugas Jeki, H12 yang kedua telah berhasil di dapatkan. Atasan meminta kita yang menyimpannya, tunggu orang-orang kita yang menerimanya!"
"Aku mematuhi perintah dari atasan!"
Petugas Jeki mengangguk. Setelah apa yang terjadi sebelumnya, dia tahu bahwa orang-orang ini kuat dan bisa mandiri. Untung dia ada di sana untuk membantu!
"Kamu harus mengumpulkan informasi pada H12 ketiga secepat mungkin!" Macan Hitam berkata lagi, "Atur tempat untuk kita tinggal. Kita harus bersembunyi sedalam mungkin!"
"Apa kamu ingin orang-orangku menjaga kalian?" tanya Petugas Jeki.
Macan Hitam dan Ice Blade saling berpandangan dan menggelengkan kepala. Bukan karena mereka tidak percaya dengan orang-orang di sini, tetapi identitas mereka akan mudah terbongkar jika makin banyak orang.
Mereka semua adalah pasukan khusus yang berpengalaman dan tahu bahwa sulit sekali mengambil H12, tetapi juga tidak mudah untuk mempertahankan H12.
"Baiklah, aku akan mengaturkan hotel bintang lima untuk kalian!"
Melihat Macan Hitam menggelengkan kepalanya, petugas Jeki segera menelepon seseorang. Tak lama kemudian, ada orang
yang datang menjemput Jansen dan yang lainnya.
Setelah sampai di hotel, mereka membersihkan kamar yang mewah. Bagaimanapun, H12 sangat penting, mereka semua tidak akan cocok jika tinggal terpisah. Selain itu, mereka bersandiwara dan berdandan seperti turis, dan informasi
identitas mereka juga sangat biasa saja karena mereka tidak ingin menarik perhatian para preman.
Tak butuh waktu lama, seseorang mengantarkan makanan. Meskipun bukan makanan mewah, tapi terlihat sangat enak.
Macan Hitam dan Ice Blade sangat berhati-hati dan baru mulai makan setelah memastikan bahwa makanan itu tidak beracun.
Mereka datang ke Pulau Hongkong segera setelah Kompetisi Raja Prajurit. Semuanya lapar hingga membuat semua yang mereka makan terasa enak
"Masih ada satu H12 lagi, kalau kita berhasil mencegatnya, maka kita telah menyelesaikan misinya!"
Tank makan hingga mulutnya penuh dengan minyak sambil berkata pada semua orang.
Mendengar kalimat tersebut, Ice Blade dan yang lainnya tersenyum. Ramuan gen ini adalah sesuatu yang sangat penting, dan mereka akan lega kalau bisa mencegatnya secepat mungkin. Sedangkan ramuan gen yang lainnya pasukan raja prajurit seperti judge madman juga sedang menyelesaikannya.
"Tapi kurasa H12 yang terakhir akan sulit ditemukan. Para gangster seharusnya sudah mendapatkan berita dan tidak akan bertransaksi dengan santai!" ucap Jansen.
"Jansen benar, kita tidak mengenal Pulau Hongkong. Jadi, Kita hanya bisa menunggu saja sekarang!"
Macan Hitam mengangguk, kemudian menatap Jansen dan berkata, "Jansen, kamu memiliki mata-mata di Pulau Hongkong. Minta orang-orangmu untuk memblokir Pulau Hongkong dan laporkan kepada kami siapa saja orang yang dicurigai!"
__ADS_1
Jansen juga menyetujuinya, dia menghubungi Grup Lippo Mayora.