
"Sudah terlalu berlebihan!"
Para paman dan tetua yang hadir semuanya bangkit dari tempat duduk.
Harry adalah generasi muda dari Keluarga Yiwon. Sebanyak apa pun keributan yang dia perbuat, bukan hak Jansen untuk memberinya pelajaran. Jansen hanyalah seorang dokter. Meskipun dia sedikit terkenal di Dunia Jianghu, apakah bisa dijadikan modal untuknya menjadi sombong?
"Apakah Jansen ini pikir bahwa setelah mengalahkan beberapa Master Trancedent, dia sudah menjadi Penguasa Bela Diri?"
Pria paruh baya itu kembali berteriak dingin, namanya Caden, dan dia adalah ayahnya Harry. Di Dunia Jianghu, dia dikenal sebagai Pemecah Batu, Seni Bela Dirinya sangat kuat.
"Aku khawatir ada sesuatu yang disembunyikan di sini!"
Bibi Vina Yiwon, dengan santai berkata. Meskipun dia seorang wanita, tetapi dia cukup berkuasa di Keluarga Yiwon.
"Jansen adalah seorang dokter terkenal di Ibu kota, akan tetapi setelah dia membunuh Madison dari Sekte Bangau Putih, Sekte Bangau Putih belum angkat bicara. Rumor di luaran ada yang menyatakan bahwa kita mendukung Jansen. Faktanya, apakah Keluarga Yiwon mendukungnya atau tidak, semua orang sangat jelas mengetahuinya!"
"Meskipun kita tidak takut pada Jansen, tapi tidak baik bertindak gegabah terhadapnya!"
"Lagian, ada alasan apa Jansen menghabisi Harry? Apakah mereka saling memiliki dendam yang mendalam?"
Vina Yiwon tenang, dan kata-kata yang diucapkannya membuat aula jadi hening.
"Justru karena Jansen sombong, rekaman sistem pengawas pun sudah menjadi bukti. Dia membunuh begitu banyak orang di tempat dan membuat cacat Harry kecilku. Apa masih perlu bertanya kenapa?" raung Caden.
"Semua ini hanya tebakanmu, begini saja, akhir-akhir ini, Harry kan sangat dekat dengan Master Azura, undanglah Master Azura kemari dan bertanyalah kepadanya!"
Vina Yiwon mengabaikan Caden dan berkata kepada semua orang.
Meskipun semua orang marah, tetapi mereka sangat ingin tahu penyebab kejadian itu dan segera pergi untuk mengundang Master Azura.
Tidak lama kemudian, Master Azura pun tiba. Ketika melihat semua orang di Keluarga Yiwon, dia langsung menyapa mereka.
Keluarga Elite Yiwon adalah raksasa besar, Master Azura tidak berani aneh-aneh di sini.
"Master Azura, apakah Jansen punya masalah dengan Harry?"
Vina Yiwon bertanya dengan santai.
"Masalah di antara mereka, sebenarnya ada, tapi tidak terlalu besar!"
Master Azura tersenyum sopan, "Terakhir kali, mereka berkonflik karena masalah mencari lahan makam untuk Kakek. Kemudian, aku mendengar bahwa di Pulau Hongkong, Jansen sempat mengancam Tuan Muda Harry. Pada saat itu di Pulau Hongkong, Tuan Muda Harry tidak punya pilihan lain selain menahan diri untuk tidak melawan!"
"Saat kembali, aku tidak menyangka Tuan Muda Harry akan berbuat hal yang membuat Jansen begitu marah. Jansen langsung membunuhnya dengan cara yang tidak bermoral!"
"Haduh, kematian Tuan Muda Harry sangat menyedihkan!"
Dia tidak membicarakan soal penculikan Jessica. Bagaimanapun, semua orang yang mengetahui hal itu sudah mati, jadi tidak ada bukti.
"Kamu dengar itu? Harry kecilku hanya sedikit keras kepala, tapi Jansen ini terlalu sombong, membunuh orang hanya karena tidak setuju dengannya!"
Seolah telah mendapatkan beberapa bukti, Caden berteriak dingin, "Jangan katakan apa-apa lagi. Bunuh Jansen dan balaskan pengorbanan darah anakku!"
"Jansen sendiri yang mengambil inisiatif untuk memprovokasi Keluarga Yiwon. Aku setuju dengan pendapat kakak ketiga!"
"Keturunan Keluarga Yiwon tidak boleh mati sia-sia!"
Teriak orang-orang Keluarga Yiwon satu demi satu.
Bernard langsung mengerutkan keningnya. Meskipun dia tidak terlalu mengenal Jansen, dia tahu jika Kakek menyukai Jansen dan mungkin ini hanyalah sebuah kesalahpahaman!
__ADS_1
Namun semua orang terlanjur marah, dan dia tidak tahu harus berkata apa saat ini.
"Seseorang, pergi dan bawa Jansen kemari!"
"Jansen adalah seorang dokter terkenal, kalau ditangkap paksa, takutnya akan membawa dampak buruk, sepertinya perlu bergerak diam-diam!"
"Diam-diam saja, biarkan Sekte Kuil Arhat yang bergerak!"
"Jansen lumayan hebat. Kita perlu mengirim lebih banyak orang kuat!"
Semua orang sibuk membahas tentang cara menangkap Jansen. Terlebih lagi ada yang sudah mulai mendiskusikan cara mengeksekusi Jansen.
Master Azura merasa senang ketika melihat semua ini.
Jika Keluarga Yiwon menyerang Jansen, maka dia pasti akan mati.
Ia kini berharap Jansen segera tertangkap sehingga bisa menyaksikannya dibunuh.
"Kabar buruk, Jansen sudah di sini!"
Tepat pada saat ini, sebuah seruan datang dari luar ruang tamu, dan seorang pengawal bergegas masuk.
Sebelum dia bisa menjelaskan lebih banyak, seseorang mengikutinya masuk.
Tepatnya Jansen!
"Dia Jansen?"
Semua orang di Keluarga Yiwon tercengang. Mereka baru saja berniat mencari Jansen, tapi Jansen sendiri yang datang?
Jansen tidak takut mati?
"Menyerahkan diri sendiri, orang ini pasti sudah bosan hidup!"
"Kamu Jansen!"
Teriak Caden marah, tubuhnya bergetar.
"Ya, aku Jansen dari Aula Xinglin!"
kata Jansen dengan santai.
Suara dan sikapnya yang tenang, jelas membuat semua orang di Keluarga Yiwon tercengang sekali lagi.
"Kamu membunuh anakku, aku mau nyawamu!"
Caden tidak bisa membendung niat membunuhnya dan langsung menerjang ke arah Jansen. Telapak tangannya dipenuhi uap, dan energi Qi nya terasa sangat kuat!
Dia adalah seorang Master Trancedent!
Sekilas Jansen bisa merasakan kekuatan Caden. Master Keluarga Yiwon layaknya awan, di luar yang bisa dia bayangkan.
Namun, dia tetap tidak bergerak dan tenang.
"Berhenti!"
Pada saat itu juga, terdengar sebuah suara yang bermartabat. Seorang pria tua bertongkat berjalan perlahan keluar dari koridor!
"Ayah!"
__ADS_1
Semua orang terkejut. Bagaimana kakek juga bisa terganggu?
Caden tidak menggubrisnya sedikit pun, putranya sudah meninggal, dia sudah dibutakan oleh kebencian dan hanya ingin membunuh Jansen.
"Kakak Ketiga, kamu tidak boleh melakukannya!"
Bernard berteriak marah, menggunakan Ilmu Ringan Badannya untuk melayang ke arah Caden. Dia sangat cepat!
Yang hebat adalah dia masih bisa mempertahankan postur berdirinya, seolah sepasang kakinya menginjak awan untuk terbang.
Jansen terkejut bukan main, Ilmu Ringan Badan ini memang hebat, sepertinya ini yang disebut menyeberangi sungai dengan satu buluh!
Bam!
Pemecah Batu milik Caden ditahan olehnya, tidak terbayang betapa sulitnya!
"Kakak!"
Caden berteriak marah.
"Dengarkan apa kata Ayah!"
Bernard dengan santai menjawab.
Master Azura langsung mengumpat. Sedikit lagi Jansen terbunuh. Kakek ini datang mengganggu saja.
"Aku juga telah mendengar kabar tentang Harry, tapi apakah Harry benar dibunuh oleh Jansen atau tidak, ini tetap harus dicari tahu dulu dengan jelas!"
Kakek Yiwon itu menatap Jansen, hatinya tenang.
Semua orang di Keluarga Yiwon merasa sangat marah, tetapi mereka harus menahannya untuk saat ini. Palingan Kakek hanya akan bertanya-tanya. Jansen adalah pembunuhnya, cepat atau lambat dia pasti mati!
"Kabar buruk, Riana sudah tak sanggup lagi!"
Baru saja Kakek hendak bertanya, seorang wanita berlari keluar sambil menangis.
Wajah semua orang berubah.
Riana Yiwon adalah kakak perempuan Cindy, mutiara Keluarga Yiwon. Namun beberapa waktu yang lalu, tidak ada yang tahu penyakit seperti apa yang menyerangnya. Kulitnya bernanah dan dia tak sadarkan diri.
Sudah pergi ke berbagai rumah sakit besar, juga sudah pernah mengundang dokter dan profesor terkenal di dalam dan luar negeri untuk memeriksanya, tetapi belum ada hasil.
"Bawa dia keluar!"
Kakek itu melirik Jansen dan tiba-tiba berteriak.
"Pantas saja Kakek tidak memberikan izin untuk membunuh Jansen. Ternyata dia juga ingin meminta Jansen untuk mengobatinya!"
Bernard juga menerka sesuatu, dan kemudian berlari dengan tatapan cemas. Terlihat seorang wanita berusia dua puluhan didorong keluar, dia terbaring di kasur pasien. Wajahnya pucat dan dia tampak sangat lemah!
Melihat kedua lengannya lagi, kulitnya bernanah dan dia sepertinya terinfeksi sesuatu.
"Ayah, Master Azura kebetulan ada di sini. Dia adalah seorang dokter terkenal di Ibu kota. Pasti ada cara!"
Caden tiba-tiba berteriak dan menarik Master Azura.
"Master Azura ada di sini, pas sekali!"
Kakek mengangguk dengan penuh semangat dan berkata, "Aku tidak tahu penyakit seperti apa yang diderita cucu perempuanku. Tolong bantu aku mengobatinya!"
__ADS_1
"Sebagai seorang dokter, ini sudah tugasku!"
kata Master Azura berpura-pura merendah, dia pun berjalan ke sisi kasur pasien untuk memeriksa pasien.