
Kekuatan yang tidak terlihat merasuki tubuh Roland, membuat suasana di ruang tamu menjadi tegang. Bahkan Cindy merasakan kalau suasananya sangat tegang.
"Tehmu habis!"
Tiba-tiba sebuah tangan terulur dan memegang cangkir teh Roland di atas meja.
Suasana tegang sebelumnya langsung hancur.
Pupil Roland bergetar kencang. Momentumnya seperti pedang. Orang yang tidak sekuat Roland mau tidak mau akan terkena imbasnya, tapi Jansen justru bisa menghancurkannya?
Dia tiba-tiba teringat apa yang dikatakan Master Pedang Suci kepadanya.
"Roland, seorang pendekar tidak menjadi kuat karena memiliki banyak ilmu pedang. Seorang pendekar pedang sejati hanya membutuhkan satu pedang!"
"Untuk pedang ini, pendekar perlu mempersiapkannya dengan matang. Ini adalah momentum pedang!"
"Kalau lawan bahkan tidak bisa menahan kekuatan pedang, itu berarti dia jelas bukan lawanmu. Kalau lawan bisa bertarung dengan momentum, itu berarti kekuatannya tidak lebih lemah darimu.'"
Apa yang sedang persiapkan Roland sebelumnya adalah momentum pedang, tapi itu dipatahkan oleh Jansen dengan satu tangan dan itu dipatahkan dengan menuangkan teh untuknya!
Gurunya tidak pernah mengatakan apakah dengan menuangkan teh bisa mematahkan kekuatan pedangnya, itu artinya dia lebih kuat atau lebih lemah darinya!
"Dokter Jansen, aku adalah orang paling berbakat ke 31 dalam Daftar Peringkat Awan Badai. Aku ingin melawanmu!"
Roland tiba-tiba berdiri dan menepuk punggungnya. Sarung pedang di belakangnya melayang keluar. Dia memegangnya di tangannya dan mengarahkannya ke Jansen!
"Kenapa aku harus melawanmu!"
Wajah Jansen terlihat tenang.
Roland berkata dengan dingin, "Aku adalah Empat Bintang Baru di dunia Jianghu. Hanya ada tiga anak muda yang bisa membuatku mengakui kekuatannya. Dan kamu muncul seperti komet, aku ingin menguji kekuatanmu!"
Jansen meminum teh, "Kalau itu kamu, tidak apa-apa kalau tidak bertarung!"
"Kamu tidak berani? Apa kamu takut kalau kamu tidak bisa menjadi lawanku? Meskipun kamu tidak bertarung, aku punya seribu cara untuk membuatmu bertarung denganku!"
Telapak tangan Roland gemetar dan sarung pedangnya terbang keluar dan menancap ke dinding ruang tamu. Pedang yang berkilauan dingin mengarah pada Jansen.
"Kak, kamu sudah gila? Jansen tidak berbuat salah kepadamu!"
Melihat ini Cindy dengan cepat berlari dan menarik Roland.
"Cindy, kamu bukan berasal dari dunia Jianghu. Kamu tidak mengerti aturan dunia Jianghu. Di dunia Jianghu kita harus membedakan antara yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. Minggir dari jalanku!"
Tubuh Roland gemetar dan dengan kekuatan yang lembut dia mendorong Cindy menjauh. Pedangnya kembali diarahkan pada Jansen.
Dari tubuh Jansen, dia merasakan rasa kejujuran, yang makin merangsang semangat juangnya!
"Lihat pedangnya!"
Tanpa menunggu Jansen berbicara lebih banyak. Dia menusukkan pedangnya ke arah Jansen. Pedang yang menakutkan itu setajam es. Jika orang dunia Jianghu yang ada di posisinya, dia pasti akan terkejut.
Namun, Jansen tetap tidak bergerak seperti biksu tua!
Dia bisa mendeteksi kalau kekuatan Roland adalah Tingkatan Tengah Trancedent dan pedangnya sangat tajam!
__ADS_1
Tapi dia tidak berniat untuk melawan!
Dia juga tidak tahu kenapa ini terjadi, mungkin dari seribu kata hanya ada satu kata yang bisa menjelaskannya!
Terlalu lemah!
Pedang Roland ini disebut Galaksi Ungu, itu berasal dari Teknik Pedang Kaisar!
Belum lagi Tingkatan Dasar Trancedent, bahkan Master Tingkatan Tengah Trancedent bisa dibunuh!
Namun, Jansen masih meminum tehnya, dia bergeming seakan yang ada di depan dahinya bukanlah pedang.
Wajah Roland sedikit berubah. Dia menghentikan pedangnya dan berkata dengan marah, "Kenapa kamu tidak bergerak? Apa kamu tidak takut aku akan membunuhmu?"
"Pedangmu tidak memiliki niat membunuh, kenapa aku harus bergerak!" ucap Jansen santai.
"Kamu!"
Roland mengerutkan keningnya. Makin Jansen bertindak seperti ini, dia makin merasa tidak senang.
"Kak, kenapa kamu memaksa Jansen? Dia sama sekali tidak ingin melawanmu. Tidak bisakah dia mengaku kalah saja?"
Saat ini Cindy berlari menghampirinya lagi.
Roland menggelengkan kepalanya, "Cindy, tidakkah kamu memperhatikan kalau pedangku melompat? Pedangku ini merindukan tantangan dan ini adalah pertempuran yang aku impikan!"
"Kamu tidak pernah mengerti keinginan seorang pendekar untuk mengejar batasannya!"
"Kamu tidak mengerti!"
Setelah Roland selesai berbicara, dia kembali menatap Jansen dengan dalam.
"Jansen, menantu Keluarga Miller. Istrimu berselingkuh dengan Aidan Woodley. Apa kamu tidak memiliki martabat sebagai seorang pria?"
"Dasar pecundang, sepanjang hidupmu kamu hanyalah seorang pengecut!"
"Kalau kamu memiliki kemampuan lawanlah aku!"
Dia mencoba memprovokasi Jansen agar dia bergerak.
Tangan Jansen yang memegang cangkir teh sesaat terhenti dan wajahnya menjadi suram.
Elena adalah orang yang paling penting di hatinya!
Ada angin tak terlihat meresap di tubuhnya, energi vitalnya membentuk sebuah kekuatan, membumbung tinggi ke langit seperti matahari.
Aura matahari yang mengesankan ini seperti telapak tangan besar yang menekannya, itu membuat Roland merasa seperti tercekik, tetapi dia tidak gugup dan bahkan lebih bersemangat!
Jansen mau melawannya!
"Huh!"
Namun, pada saat ini suasana tegang itu tiba-tiba pecah seperti kaca karena sebuah *******.
Jansen menghela napas dan berkata, "Walaupun aku tahu kalau kamu memprovokasiku, tapi itu tetap membuatku marah. Tetapi saat aku ingin melawanmu, aku melihat kalau pedangmu sudah kacau!"
__ADS_1
"Apa!"
Roland melotot, "Jangan cari alasan!"
Jansen berkata dengan pelan, "Yang seharusnya kamu kejar adalah teknik pedang pamungkas, tapi yang kamu kejar sekarang adalah ketenaran palsu, keberanian dan semangat bersaing. Kamu sudah melanggar seni pedangmu!"
Seluruh tubuh Roland gemetar. Setelah berpikir kembali dengan saksama, dia merasa apa yang dikatakan Jansen masuk akal.
Dia ingin melawan Jansen karena tidak terima kalau Widya dan kakeknya terlalu memuji Jansen!
Tapi apa ini seni pedang yang dia kejar?
"Hatimu juga kacau dan tidak tenang. Kamu tidak dalam kondisi terbaikmu sekarang!" Jansen kembali berucap.
Kalimat itu lebih menakutkan daripada seni bela diri apa pun, secara langsung itu langsung menghancurkan semangat juang Roland.
Itu benar!
Dia gelisah, ingin sekali melawan Jansen dan mentalnya sudah berubah!
Dengan berpikiran seperti itu ekspresinya berubah drastis dan dia secara bertahap mendapatkan kembali ketenangannya.
"Dokter, kamu benar. Melawanmu dalam keadaan aku saat ini tidak adil bagi kamu dan aku, kita tunda saja pertempuran ini!"
Dia kembali duduk, menyingkirkan pedang panjangnya dan meminum teh di atas meja dengan tenang.
Setelah meminumnya, suasana hatinya menjadi lebih tenang. Saat menatap Jansen lagi, dia terkejut.
Beberapa katanya bisa mengubah mentalitasnya. Sebenarnya siapa Jansen ini?
"Siapa Empat Bintang Baru di dunia Jianghu lainnya selain kamu?"
Saat ini Jansen bertanya dengan santai.
"Justin Onix dari Sekte Bangau Putih, Aku, Patricia Fang dari Keluarga Fang, Dayton Gibson dari Keluarga Gibson!" jawab Roland.
Jansen kembali bertanya, "Apa perbedaan kekuatan dari kalian berempat? Apakah kalian semua dari Daftar peringkat Awan Badai Dunia Jianghu?"
"Ada perbedaan besar di antara kita berempat. Salah satunya Dayton adalah yang terkuat dengan peringkat 35 tapi kapan saja bisa menduduki peringkat 20-an di dalam Daftar Peringkat Awan Badai!" kata Roland sedikit mengangguk.
Jansen menjadi sedikit lebih penasaran dan bertanya, "Apa Justin dari Keluarga Gibson?"
"Bukan!"
Roland menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba memikirkan sesuatu, "Jangan-jangan kamu mau?"
"Aku ingin membunuhnya!"
Jansen tidak menyembunyikan tujuannya. Justin ini sudah ingin membunuh Jansen dua kali. Kali ini dia pasti akan menyerang lebih dulu.
Dalam hati Roland merasa terkejut dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya dia menahan diri.
Pikiran Jansen selalu tidak terduga dan membuat orang lengah.
Bagaimanapun, semua orang-orang di dunia Jianghu tahu asal usul Justin. Jika mengusiknya tidak diragukan lagi seperti mengusik seluruh Sekte Bangau Putih.
__ADS_1
"Ada apa lagi di Daftar Peringkat Awan dan Badai?" Jansen kembali bertanya.
"Dalam peringkat langit dan bumi se-Huaxia mencatat masing-masing 20 orang. Mereka adalah seniman bela diri terkuat di seluruh Huaxia. Di dalamnya ada Empat Keluarga Elit dan Empat Aliansi Seni Bela Diri Besar. Selain itu, ada juga beberapa Master yang terisolasi dari dunia!"