Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 499. Lalu Apa!


__ADS_3

"Siapa orang sombong itu!"


"Vila itu sepertinya disewa oleh Tuan Jerry yang kaya itu!"


Di sisi lain gerbang vila, seorang bos dari Ibu kota juga terkejut, lalu mencibir lagi!


Kelihatannya orang-orang itu datang mencari masalah, tetapi apa hanya dengan berempat, mereka berani mencari masalah dengan Tuan Jerry?


Walaupun mereka berani, tapi Tuan Hilton yang memiliki kekuatan begitu besar di Ibu kota tidak akan mudah dilawan!


Tuan Hilton berani membuka tempat hiburan sebesar itu, tentu saja dia akan melindungi keselamatan pelanggannya.


"Kalian siapa?"


Pada saat ini, beberapa pengawal berseragam hitam, setinggi 180 sentimeter bergegas keluar dari vila, mereka terlihat sangat kuat!


"Ayahmu!"


Jansen hanya melirik mereka dan menaiki tangga.


Joshua hanya tersenyum masam, sejak kapan Jansen menjadi begitu berani.


"Kalian cari mati!"


Para pengawal menjadi sangat marah dan bergegas menyerang mereka dengan sebuah tongkat.


Joshua tanpa sadar menarik Jansen karena takut Jansen akan terbunuh oleh tongkat itu.


Jansen tetap melangkah maju dan menghiraukan mereka!


Pada saat ini, Panah dan Michelle ikut menyerang. Dengan cepat mereka mendekat, tubuh kecilnya dan satu kaki menyandung salah satu pengawal. Lalu pengawal itu pun terjatuh, Panah menginjaknya tepat di lehernya dan dia pun tidak sadarkan diri!


Serangan Michelle lebih kejam, gerakannya sederhana, tapi itu mematikan


Srekk!


Sebuah pisau menghantam leher belakang seorang pengawal, lalu Michelle memegang kepalanya dan membenturkannya ke dinding sampai kepalanya berdarah.


Dalam sekejap mata, para pengawal itu satu demi satu terjatuh


Orang-orang yang menonton dari kejauhan semuanya menjadi ketakutan. Kekuatan kedua wanita ini sangat hebat!


"Kalian memang cari mati!"


Pengawal lainnya bergegas keluar dan mengeluarkan pistolnya!


Menggunakan pistol?


Panah dan Michelle saling memandang dengan belati di tangannya, cahaya dingin terlihat di matanya!


Sebelum pengawal itu menembak, lehernya sudah dipotong dan darahnya menyembur keluar. Lalu kepala mereka dipelintir dan jatuh.


"Ah!"


Seluruh tubuh Joshua gemetar ketakutan, 'ini adalah pembunuhan yang nyata!".


"Lawan menggunakan senjata, kita di sini hanya membela diri."


Kecepatan Jansen tidak terhentikan, perlahan dia bergerak maju.


"Siapakah pemuda itu, sangat hebat sekali, hanya dengan membawa dua pengawal dia berani mencari masalah dengan Tuan Jerry!"


"Keahlian kedua pengawal itu sangat hebat dan serangannya sangat kejam. Sepertinya mereka sudah biasa berperang."

__ADS_1


Para bos di kejauhan semuanya berwajah serius, menatap sosok Jansen dan penasaran dengan identitas Jansen.


"Tuan Jansen, pintu ini perlu kode akses!"


Setelah melewati koridor, gerbang besi coklat terlihat. Ternyata itu memerlukan sidik jari untuk membukanya.


"Apa kamu bisa memecahkannya?"


Panah memandang Michelle.


"Bisa, tapi aku perlu 1 menit untuk membukanya!"


Michelle mengangguk.


"Tidak perlu!"


Jansen melangkah ke depan dan menendangnya. Gerbang besi yang tebal itu tiba-tiba terbuka.


Simpel tapi efektif.


Panah dan Michelle saling memandang, mata mereka penuh dengan rasa kaget. Sekilas berat pintu ini setidaknya 200 KG, sangat kuat, tapi siapa sangka itu terbuka saat ditendang oleh Jansen.


Tentu saja Joshua juga kaget.


Muncul lebih banyak pengawal di balik pintu. Saat ini, mereka semua tampak bingung. Dan terdengar suara musik yang meledak-ledak dari aula di depan.


"Habisi mereka!"


Jansen memasukan kedua tangannya di saku, terlihat santai seperti habis pulang dari pasar.


Dor dor dor!


Panah dan Michelle menembak terus menerus!


Pada saat ini, di aula terdengar musik yang meledak-ledak. Sejumlah besar pria dan wanita muda sedang menari-nari.Orang-orang ini mengenakan Pakaian renang dan minum sampanye dengan sangat riang!


Di luar, terdengar suara tawa dari kolam renang. Meskipun di Ibu kota sedang musim hujan, tapi suhu di sini disesuaikan dengan baik, seperti sedang liburan!


"Tuan Jerry, hari ini suasana hatimu lagi bagus, sampai mengundang kami ke sini." Kata seorang pria tampan yang bersenjata sambil menatap


Jerry yang duduk di sofa.


Jerry meminum anggurnya dan tersenyum jahat, "Aku sedang bahagia hari ini, haha, sebelumnya ada seseorang yang tidak tahu diri memprovokasiku, dia pikir aku ini tidak dapat membunuhnya. Dan sekarang dia mungkin sudah menjadi hantu gentayangan"


"Berani sekali orang itu!"


"Dia hanya orang bodoh, yang berpikir jika dia mengenal putri Keluarga Carson, dia bisa hidup mudah di Ibu kota. Putri Keluarga Carson saja memperlakukannya seperti pecundang!" Kata Jerry dengan jijik.


Brukk!


Selesai dia berbicara, beberapa orang terlempar ke aula seperti sampah. Mereka adalah pengawal Jerry.


Semua orang di sana tercengang, mata mereka tertuju kepada keempat orang yang masuk!


"Jan, Jansen, kamu belum mati?"


Jerry menatap mereka yang datang dan amarahnya langsung memuncak.


Penampilannya saat ini agak memalukan, kepalanya terbungkus kain kasa yang disebabkan pukulan botol arak putih sebelumnya. Dia bahkan minum tiga botol arak putih dan mabuk selama tiga hari tiga malam. Hari-hari itu terasa seperti bertahun-tahun.


"Joshua!"


Terdengar seruan dari orang di sebelah Tuan Jerry. Ada Cathy sedang duduk di sana dengan Pakaian renang. Setelah melihat Jansen dan Joshua, dia menjadi sangat marah.

__ADS_1


"Dasar kamu perempuan ******!"


Melihat Cathy bersama dengan Tuan Jerry, Joshua juga menjadi kesal.


"Sudah, sudah!"


Jerry tiba-tiba menyela, lalu menatap Jansen sambil mencibir, "Haha, Jansen, Jansen, surga sudah memberimu jalan tapi kamu tidak mau ke sana, malah datang ke neraka. Hari ini kamu sudah datang, apa kamu pikir masih bisa pergi?"


"Tuan Jerry, apakah ini orang yang tidak tahu diri itu?"


Ada seseorang berjalan keluar, sambil memainkan pisau lipat di tangannya dengan hebat.


"Kamu masih tidak mau berlutut di hadapan Tuan Jerry!"


Dia terlihat sombong dan tidak menghargai Jansen.


"Tuan Nilson, dia ini Jansen, yang terakhir kali memecahkan botol anggur di kepala Tuan Jerry!" kata Cathy berteriak ingin menjatuhkan Jansen. Setelah selesai berbicara, wajahnya penuh dengan rasa bangga.


Walaupun Jansen adalah bos dari Grup Aliansi Bintang, tapi ada banyak bos dari Grup Aliansi Bintang. Dia tahu benar Jansen bos seperti apa.


Selain itu, Tuan Jerry adalah putra keluarga yang kaya dan berkuasa. Selain takut pada keluarga bangsawan, bos besar itu hanya takut pada satu orang


"Ternyata kamu!"


Tuan Nilson tersenyum sinis, lalu dia mengeluarkan sebuah pedang untuk menggertak Jansen.


Orang-orang yang ada di sana terus-menerus mencibir, mereka tidak menyangka pesta ini akan memiliki tambahan pertunjukan.


Saat ini, Jansen juga menyerang, dia mengeluarkan sebuah pisau lipat. Lalu tiba-tiba dia meraih telapak tangan Tuan Nilson dan menancapkannya.


Wuss!


Darah segar berceceran dan pisaunya menembus telapak tangan Tuan Nilson dan dia menancapkannya di atas meja.


"Ternyata aku, lalu apa?"


Jansen bertanya pelan.


"Ah!"


Tuan Nilson berteriak keras!


Wajah para pemuda yang ada di sana berubah kaget, mereka tidak menyangka Jansen berani bertindak gegabah.


Terutama karena serangan Jansen terlalu kejam, sekalinya dia menyerang darah langsung berceceran


Mudah bagi mereka untuk menindas orang biasa. Tapi ketika mereka bertemu dengan orang yang kejam seperti Jansen, mereka harus berpikir berulang kali!


Bagaimanapun, keempat orang ini datang dengan mempertaruhkan nyawa mereka!


"Prok prok prok!"


Pada saat ini, Jerry tiba-tiba bertepuk tangan dan berkata sambil tersenyum, "Hebat juga, pembuat masalah datang mempertaruhkan nyawanya. Jansen, Jansen, aku sangat penasaran apa yang membuatmu datang!"


"Tuan Jerry, jangan pikir aku tidak tahu. Kau membayar pembunuh untuk membunuhku!" kata Jansen dengan tenang


Jerry sangat terkejut. Kenapa dia bisa tahu rahasia seperti itu. Dia tertawa dan berkata, "Benar, lalu kenapa kalau aku membunuhmu? Apa kamu mau membalas ku?"


Kata Jansen dengan suara kesal, "Kamu ingin membunuhku itu tidak masalah, tapi jangan melibatkan istriku!"


"Istrimu?"


Jerry menatapnya dan tersenyum sinis, "Konyol sekali, apa jangan-jangan kamu datang untuk istrimu? Aku tidak tahu siapa istrimu. Aku hanya ingin membunuhmu. Selain itu, jika aku mengenal istrimu, aku akan menidurinya, membunuhnya dan menidurinya lagi!"

__ADS_1


Terlihat aura ingin membunuh pada tubuh Jansen.


__ADS_2